Kekasih Beda Alam

Kekasih Beda Alam
jatuh cinta


__ADS_3

"Emmm, to the point saja, tinggal disini tidak gratis hahaha" tawa Arya dengan licik.


"Sudah aku duga, mesti ada udang di balik bakwan" jawab Arum dengan santai.


"Oke aku mencari uang kerja dari memburu hantu, nah kebetulan kamu si cewek tengil kan kuat, kamu bantu aku menghajar hantu, sebagai bayaran tinggal di sini, setuju hahaha" ucap Arya dengan licik dan tawa tengilnya.


"Apa! aku?" protes Arum.


"He, em no protes karna di sini aku tuanya" jawab Arya sembari berjalan meninggalkan Arum menuju dapur.


"Dasar psikopat untung ganteng" ngedumel Arum sembari duduk disofa mengangkat dan menekuk kaki dindepan badanya.


Tak berapa lana Arya datang dengan membawa mie telur rebus khas anak kost.


"Hemmmmm,vheeeemm wah bau makanan apa ini?" tanya Arum sambil mengendus - endus ke arah makanan yang di bawa Arya.


"Apa ngendus - endus ini makanan aku jangan harap aku ngasih kamu"bucap Arya sambil menyembunyikan hartanya berupa mie instan rebus plus telur.


"Ayo dong kasih aku sedikit saja, sesuap saja pliss ya ya" pinta Arum dengan tangan memohon dan muka memelas.


"Ya sudah ini sendok ambil sendiri ayo makan" menyodorkan sendok kepada Arum.


"Yah sama saja bohong" ucap Arum dengan muka kecewa.


"Kenapa nggak jadi" tanya Arya dengan wajah pura - pura bodoh.


"Aku tau kamu pura - pura bodoh kan, hantu itu nggak bisa makan jika tidak di berikan untuk sesembahan atau juga dibakar" jawab Arum dengan kesal.


"Iya iya maaf aku tau, santai dong tu muka aku hanya bercanda" jawab Arya sembari mengambilkan mie instan untuk di berikan kr Arum.


"Nah gitu dong" jawab Arum dengan sumringah.


"Nih untuk tuan putri".ucap Arya sambil mengambilkan mie yang ada di mangkuknya.


"Yey...ya ampun entah berapa puluh tahun atau munkin beratus tahun aku sudah tidak makan yang begini" Arum girang tapi juga sedih tanpa sadar meneteskan air matanya.


"Heh, jangan sendih jangan risau pasti setiap hari aku kasih makanan kelas tinggi ini, tp ingat kita harus semangat bekerja memburu hantub-hantu nakal siap" ucap Arya memberi semangat Arum dengan mengepalkan tanganya.

__ADS_1


Pagi telah tiba Arya bangun kemudian menuju kamar mandi, Arya melihat Arum masih tidur di sofa. Pandanganua tertuju pada wajah Arum yang mungil hidung mancung rambut pirang khas orang eropa. Dia juga melihat baju yang di kenakan Arum khas noni - noni belanda dengan gaun bangsawan berwarna coklat muda.


"Aisss nambah beban pikiran lagi ni, besok dah aku belikan baju untuknya lagian kan dia juga udah janji mau bantu nangkap hantu angap aja bayaran dia" pikir Arya dalam hati kemudian bergegas mandi siap- siap berangkat sekolah.


"Byurr...byurr..." suara air yang mengguyur tubuh Arya.


Tak berapa lama Arya keluar sembari mengeringkan rambut dengan handuk ke kepalanya, menuju ruang tamu melihat Arum yang masih tidur pulas di sofa ahirnya kembali bernjalan menuju dapur.


"Ah buat sarapan dulu lanjut ganti baju langsung berangkat" ucap Arya sembari menyeduh kopi dan tidak lupa makanan kelas atasnya yaitu mie instan rebus puls telur.


Setelah selesai sarapan Arya tidak lupa menyipkan untuk Arum dan di letakan di meja depan Arya tidur, Arya berangkat tanpa membangunkan Arum.


"Asshh belum bangun juga".ucap Arya lirih sembari memakai sepatu kemudian menuju pintu.


Tak berapa lama Arya pun sampai ke kelas mata kuliah pertama, Arya mengambil kursi paling belakang dan juga paling atas.


"Oke anak - anak selamat pagi kita mulai kelas ini, kalian lihat ptoyektor ini bapak kasih vidio kemudian rangkum isi apa saja yang ada dalam vidio pertemuan yang akan datang kalian presentasikan di depan".Ucap dosen menerangkan di depan.


"Ahhh susah pak" ucap beberapa murid.


"Oh iya baoak sampai lupa pembagian kelompok bapak tentukan" ucap dosen mengambil sepidol menuju papan tulis whait board.


"Ah pak milih sendiri dong pak biar kerjaanya enak kalau udah besti" mahasiswa paling podok depan keberatan dan mengusulkan.


"Iya pak...iya pak" mahasiswa yang lain ikut membenarkan.


"huuuuuuuusttttt diam! tidak ada yang boleh protes disini saya dosenya, saya yang mengatur" jawab dosen dengan tegas karena sedikit kesal dengan tingkah mahasiswanya yang kurang kondusif dan rame.


"Iya pak...iya pak" jawab para Mahasiswa dengan nada lirih seakan marah.


"Ini sudah bapak tulis di di whait board oke!kalian salin atau kalaian foto juga boleh, ayo sekarang kumpul dengan teman kalian kemudian diskusikan" ucap dosen di depan.


Setelah arahan dosen semuanya mrncari teman kelompoknya untuk berdiskusi, tetapi Arya hanya diam saja di tempat dia duduk.


"Woy...Arya kamu kelompok kami sini nggak ikut ngelomok" tanya murid di salah satu kelompok yang berkelomok dengan Arya.


"Asik kita sekelomok dengan Arya dia ganteng juga paling pintar" jawab seorang murid di kelompknya.

__ADS_1


"Asss, merepotkan saja" jawab Arya sembari berdiri kemudian berjalan menuju kelompoknya tetapi bukan untuk duduk melainkan hanya lewat saja menuju podium mendekati whait boar.


"Sek...esek...esek" Arya menghapus namanya kemudian menulis nama ya sendiri dan membuat kelompok sendiri.


Semuanya terkejut tak terkecuali kelomoknya, Arya berbuat seperti itu karna memang Arya tidak suka bergaul apalagi berkumpul dengan teman temanya dan lagi dia juga sudah tau jika bergabung dengan kelompok yang mengerjakan hanya dia seorang yang lain hanya mengumpulkan nama saja.


"Ini pak, saya sendiri saja dan saja juga mohon ijin pulang perut saya sakit. Terimakasih " Arya memberikan sepidol kepada dosenya kemudian keluar.


Dosenya hanya mengeleng - ngeleng kepala dan juga sudah hafal dengan perilaku Arya setiap ada tugas kelompok selalu sendiri tetapi selalu mendapat nilai paling tinggi dari yang lainya.


Arya menuju kantin kampunya kemudian menoleh ke deretan makanan dan dapat sasaran di warung soto favoritnya.


"Buk soto satu, es teh manis satu" Arya memesan kepada ibu kantin.


"Siap mas" jawab ibu kantin


"Asshhh bosan baget" arya mengangkat satu kaki sembari menghidupkan rokok kemudian menghisapnya.


"Kriiing...kringgg" suara nada dering Arya dengan nomor baru.


"Halo ada yang bisa saya bantu" jawab Arya masih dengan roko di tanganya.


"Halo apakah benar ini mas Arya" jawab orang yang menelfon.


"Iya saya sendiri, ada yang bisa saya bantu" jawab Arya sembari menghisap rokok yang berada di tengah - tengah jarinya.


"Apakah benar ini mas Arya pemburu hantu?" jawab lagi si penelfon.


"Benar saya sendiri" jawab Arya lagi.


"Ah iya begini mas Arya saya Doni saya dari gudah penyimpanan tembakau, mau minta bantuanya mengusir hantu di gudang mas Arya" jawab Doni si penelfon.


"Ahh yaaa siap - siap kalau boleh tau hantu seperti apa pak Doni" tanya Arya.


"Dengar - dengar.......


bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2