Kekasih Beda Alam

Kekasih Beda Alam
Salah paham 2


__ADS_3

"Haaa! apa? ja.. Ja jadi bapak sama simbok sudah tau akan kejadian yang akan terjadi ini, kenapaa mbok pak kok nggak kasih tau Nimas? "jawab Nimas dengaan nada agak sedikit tinggi, kecewa dan menahan air mata.


"Nduk ini adalah ujianmu nduk, untuk membuka kanuraganmu" jawab Pak Rebo dengan nada rendah dan membimbing Nimas.


"tapi pak Nimas tidak suka, dengan ilmu kebatinan dan kanuragan pak mbok Nimas tidak suka sama sekali! nada Nimas semakin meninggi seakan menahan emosi.


"Nduk dengarkan simbokmu, dari dulu simbokmu dan bapakmu tidak pernah memaksamu, dan sekaramg simbokmu dan bapakmu juga tidak memaksa kami serahkan kepadamu" sahut simbok dengan nada yang semakin meninggi sembari menggengam kedua tangan Nimas.


"Baik mbok tapi Nimas tetap tidak mau menerima ini!" Nimas dengan mantap menjawab simboknya.


" Ya nak tidak apa-apa tapi pesan simbok hanya satu, mati dan hidup Winarsih ada di tanganmu. Apakah kamu yakin tidak menolong Winarsih yang dari kecil bersamamu?" ucap simbok kembali dengan nada halus, khas keibuanya.


"Kenapa seperti itu mbok?" tanya Nimas yang mulai penasaran.


"Ya seperti itu, karena sebenarmya mahluk yang mencuri Nimas itu mengincar dirimu, tapi kamu memiliki takdirmu sendiri bertemu dengan sosok yang sangat hebat beribu-ribu melebihi mahluk yang mencuri Winarsih" jelas ibu dengan nada serius sekaligus muka datar.


"Simbok mengapa simbok tahu? padahal Nimas belum bercerita" wajah Nimas semakin heran.


"Ya simbok tau kuburan belanda dan noni belanda penguasanya juga simbok tau, bahkan orang awam penduduk desa ini mungkin juga sudah mengetahui cerita ini" jawab simbok dengan mata agak kosong mengingat cerita.


"Kenapa Nimas baru tau mbok" tanya Nimas dengan nada lirih sembari menatap tajam ibunya.


"Yah memang cerita ini sudah turun temurun dan semakin menghilang, dikisahkan dulu ada noni belanda berwajah cantik, baik dan sopan ke penduduk belanda asli maupun pribumi, noni tersebut bernama Arum dia sangat di cintai banyak orang bahkan menjadi rebutan kaum muda dari bangsa eropa maupun bangsa pribumi, namun pada satu kejadian dimana malam 1 suro malam jum,at kliwon gadis itu meninggal tanpa di ketahui penyebabnya sampai saat ini dan di kuburkaan di makam belanda itu, selanjutnya ceritanya simbok tidak tau" pungkas simbok setelah cerita panjang dan lebar.


"Apakah benar seperti itu mbok" sontak membuat kaget Nimas dan mengingatkan kejadian malam mengerikan itu.


"Bener nduk dan yang kamu temui di kuburan itu juga bernama Arum noni belanda.apakah simbok betul Nimas?" tanya simbok dengan menatap wajah Nimas.


"Ya benar mbok, mahluk itu yang bernama Arum seorang noni belanda berwajah ayu" Nimas pasrah dan membenarkan ucapan sang ibu.

__ADS_1


"Begini saja nduk kamu sudah mendengar cerita panjang lebar waktu sudah tidak banyak, Winarsih tidak akan bisa bertahan di dunia gaib selama 3 hari. Bagaimana jika kamu memutuskan hari ini juga" sahut Pak Rabo yang sedari tadi membenarkan cerita Bu Sri dengan kepala mengangguk-anguk.


"Baiklah pak akan nimas coba demi winarsih" jawab Bu Sri mengiyakan tetapi dengan nada yang masih ragu.


"Baik nduk kita mulai malam ini saja, kita nanti sholat tahajud dulu di lanjutkan dengan ndizkir dan memanggil Arum noni belanda" Nimas hanya mengangguk pasrah, di samping Nimas dengan keterpaksaanya dia juga sangat penakut di tambah bayangan malam mencengkam yan dia lewati.


"Jangan takut nak ada simbok dan bapak kita lewati bersama" ucap simbok dengan nada penuh kasih sayang sembari memeluk Nimas.


Setelah semuanya menunaikan sholat malam mereka berdzikir, memanggil Arum tanpa butuh waktu lama rumah yang tadinya aman damai kini semakin dingin di barengi dengan suara angin ribut.


"Slebat...besss" sklebatan gaun berwarna putih khas noni belanda melewati mereka bertiga.


"Ada apa memangilku" ucap Arum dengan nada sedikit ketus.


"Salam, mohon maaf telah menganggu nona, berterus terang saja saya sekeluarga ingin memohon bantuan nona, juga ingin berterimakasih kepada nona telah menyelamatkan anak saya, Nimas" jawab Ibu Nimas dengan sopan.


"Aku kan membantu anakmu, tetapi juga tergantung usaha anakmu sendiri" jawab Arum sembari melihat sekilas wajah Nimas.


"Terima kasih nona" jawab Ibu Nimas dengan sangat sopan dan menghargai Arum.


"Hei kamu, mulai pencarian kita lakukan nanti malam persiapkan dirimu aku tunggu di kuburan belanda, malam ini. Datang dan temui aku sendiri malam ini" suara ketus Arum dengan gaya yang sedikt mengejek, karena Arum pasti tau Nimas orang yang penakut.


"Ba....baik lah" jawab Nimasbdengan nada sangat kecil dan nada yang bergetar.


Malam berganti siang, siangpum berganti malam waktu yang di tunggu dan yang di tentukan semakin dekat Ayah, Ibu dan Arum mempersiapkan diri.


"Mbok Arum takut mbok kalau sendiri" ucap Arum sambil memegang tangan simboknya.


"Percayalah nduk kamu pasti bisa simbok dan bapak membantumu dari rumah, dari keluarga Winarsih juga ada yang membantu mereka juga mencari orang yang pintar ilmu kanuragan" ucap Ibuk Nimas dengan wajah serius mengelus pundak anaknya.

__ADS_1


"Baiklah mbok nimas coba, Nimas akan berusaha " nada Nimas semakin mantap dan menata hati untuk segera berangkat.


Tak berselang lama Nimas sudah berada di depan gerbang kuburan belanda di sini Nimas serasa di kelucuti kulitnya sekujur tubuh, hati Nimas berdebar tidak karuan dengan muka yang tidak begitu yakin dia memasuki kuburan.


"Permisi numpang lewat permisi" langkah Nimas dengan penuh kehati-hatian melewati sisa gundukan tanah bekas kuburan belanda.


"Ya silahkan monggo" sahut suara perempuan yang bertengger di tas pohon kamboja khas gaun noni belandamya.


"Jabang bayi kaget aku, bisa tidak sih kamu datanya bilang - bilang atau paling tidak mengeluarkan suara" sahut Nimas dengan nada sangat kesal.


"Apa - apanya ini tempatku kamu yang bilang permisi aku hanya menjawab dimana salahku?" jawab Arum dengan nada acuh tak acuh dan gaya khasnya yanh tengil.


"'Dasar setan prawan jangan kamu pikir aku takut padamu, jangan kamu pikir kamu cantik kamu bisa senaaknya muncul" tantang Nimas dengan melipat lengan tanganya gaya seorang preman yang mengajak berkelahi.


"Aku emang cantik seksi mau apa kamu" gaya Arum dan jawabanya semakin membuat


jengkel Nimas.


"Dasar setan prawan cantik -cantik seksi juga tapi kami tetap saja setan Arum, dasar muncul secara tiba-tiba manusia mana yang tidak kaget" ucap Nimas masih dengan gayanya yang tomboy bak preman.


"Ihhh dasar manusia tidak taai di kita berkelahi saja sini" ucap Arum dengan cepat terjun dari pohon kamboja, menuju Nimas siap menjambak dan memggulingkan Nimas.


"Hei kalian, apakah belum cukup berkelahinya aku heran dengan kalian di saat genting seperti ini masih bisa untuk berkelahi" suara laki-laki yang tidak di kenal menghentikan perkelahian ssngit yang sedang berlangsung.


"Siapa kamu" ucap Arum dengan nada sinis dan waspada.


"Aku...


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2