Kekasih Beda Alam

Kekasih Beda Alam
Cemburu Buta


__ADS_3

Tak berapa lama arya sudah sampai di balkon kembali di segera menyipkan berbagai hal untuk di bakar, untuk catatan jika kita ingin memberikan sesuatu kepada roh maka yang akan kita berikan harus di bakar. Maka Arya mempersiapkan untuk memakar baju yang baru saja di belinya untuk di berikan kepada Arum.


"Hahh, baju mahal - mahal malah di bakar sayang sekali" Arya ngedumal.


Satu persatu baju di bakar.


"Ahhh yeeee baju baru" teriak kegirangan Arum di balik tampungan air.


"Hem" Arya tersenyum mendengar Arum gembira.


Ahirnya tinggal jaket yang terahir, tak lama Arum keluar dengan celana jin kaus panjang, sepatu putih, dan menenteng jaket. Tanpa disadari Arya terpesona hingga mulutnya mengangga, Arum yang bak model Eropa pun membuat Arya terpesona.


"Heh Arya kenapa aku nggak cocok ya aku pakai gaunku saja deh" tanya Arum yang melihat Arya diam dengan mulut mengangganya.


" Ha apa cocok kok pakai itu ajah" jawab Arya tersipu malu.


" Beneran ini? makasih ya" jawab Arum.


"Ya tapi ingat ini nggak gratis, sekarang ayo kita berangkat bekerja" jawab Arya sembari berjalan sok cool karena malu dengan wajahnya yang memerah.


"Ahh kok wajah Arya memerah apa aku beneran cantik ya? ahh jadi malu apa jangan - jangan Arya jatuh cinta sama aku pada pandangan pertama" ucap Arum pada dirinya sendiri sembari senyan - senyum memikirkan Arya.


Beberapa jam kemudian mereka sampai di gudang tembakau milik Pak Doni di sana Pak Doni sudah menunggu bersama anak buahnya.


"Mas Arya ya?" tanya Pak Doni.


"Ah iya pak mas perkenalkan nama saya Arya" jawab Arya membalas jabat tanggan Pak Doni.


"Baik mas kita mau mengobrol dulu atau kangsung saja di cek" tanya Pak Doni yang sangat ramah.


"Saya langsung patroli saja mas" jawab Arya sambil mengecek depan gudang.


"Siap - siap pas, anak- anak sudah saya suruh libur mas hari ini tidak ada siapa - siapa biar Mas Arya leluasa memeriksa gudang" terang Pak Doni.

__ADS_1


"Siap mas, Mas Doni silahkan pulang dulu istirahat saja sambil menunggu hasilnya, saya akan mulai bekerja" jawab Arya


" Ahhh, hahaha okelah kalau begitu ini kunci gudangnya Mas Arya silahkan, benar mau sendiri tidak mau meminjam anak buah saya untuk menemani" Pak Doni memberikan kunci sembari menawarkan anak buahnya yang tepat di belakang, anak buah yang mendengar Pak Doni seketika mati rasa, kaki tanganya gemetar tak tertahankan.


" Hahahaha, nggak usah mas itu anak buah Mas Doni sudah mau ngompol, saya sudah ada teman" jawab Arya sambil menunjuk Arum, tetapi yang dilihat Pak doni dan anak buahnya hanya udara yang hampa.


"Hahahah, o yaya Mas Arya saya permisi dulu" pamit Pak Doni yang mrinding karna Arya.


"Silahkan mas" jawab Arya.


"Ayo cewek tengil kita berangkat" Arya mengajak Arum, selama ini Arya tidak mau menyebut nama melainkan cewek tengil.


"Siappp" jawab Arum penuh semangat karena membayangkan kejadian tadi siang,bterbayang - bayang wajah memerah milik Arya.


Arya dan Arum tiba di dalam gudang, di dalam gudang terasa sangat dingin juga hampa di tambah lagi gelap dan lembab.


"Ayo cewek tengil kita telusuri ke dalam, kamu jangan jauh -vjauh dariku" perintah Arya sembari menengok kanan kiri dengan jalan lambat penuh dengan hati-hati.


"Bruankkkkkk...derrrrrrrr" terdengar seperti sesuatu yang besar jatuh dari ketinggian.


"Astaga copot jantungku" Arya yang kaget sontak melompat kecil dengan satu kaki di angkat


"Aishhhh apa - apan sih cuma barang jatuh ajaah segitunya" jawab sinis Arum mengejek.


"Kaget tau, gini - gini aku manusia hidup" jawab Arya membalas dengan sinis.


Tak lama dari kejauhan terdengar suara gamelan jawa dengan nyanyian sinden yang merdu.


"Ahh ahirnya yang di tunggu muncul, asikk segara makan, mie telur ni. Makanan kelas tinggi, ya kan Arya nanti kalau berhasil aku makan mie telur?" tanya Arum kegirangan Karen munculnya hantu yang di tunggu.


"Ha ehemm hem...i...i...iya nanti kita makan makanan kelas tinggi kita, mie instan plus telur" jawab Arya gelagapan karena ternyata yang di ingat - ingat Arum jika mie instan plus telur itu adalah makanan kelas tinggi, padahal makanan dewa anak kost.


"cewek tengil denger nggak suara gamelan sama nyanyian sinden nggak?" tanya Arya dengan wajah sedikit ketakutan.

__ADS_1


"Ahh denger dari tadi" jawab Arum santai sembari mengaduk harta karunya di dalam kuping kemudiaan menciumnya wkwkkw.


"Ihhh jorok...serius ini malah kamu bercanda" jawab Arya kesal karena melihat kelakuan Arum yang jorok di waktu yang tidak tepat.


"Ahhh trus aku suruh ngapain sihh takut? kan aku juga hantu ngapain takut, lagian aku sama dia kuat aku" Arum menjawab dengan santainya.


"Bukan gitu kamu bantu aku cari dong,keberadaanya di mana" perintah Arya kesal karena Arum terkesan menyepelekannya.


"Ahhh nanti juga muncul sendiri sekaraang ada di belakang kita" jawab Arum dengan santai sembari berbalik kebelaakang.


"Astaga kaget aku, kita harus bagaimana sekarang cewek tengil" tanya Arya sudah bersiap dengan kuda- kudanya.


" Nggak usah ngapav- ngapain dulu kita tonton aja tarianya dulu" jawab Arum santai masih dengan harta karunya.


"Heiii, hantu belanda ternyata kamu paham denganku...aku paling jengkel jika melihat londo( londo adalah warga belanda yang pernah menjajah indonesia), kayak kamu rasanya ingin kumusnahkan. Ucap hantu sinden penuh dengan amarah.


"Heh, apa urusanya denganku aku kenal sinden jelek sepertimu saja enggak" ejek Arum dengan nada bicara yang santai, membuat lawan bicaranya sangat kesal.


"Dasar londo kurang ajar sudah numpang tapi tidaak punya sopan santun" hantu sinden semakin meninggi karena ucapan Arum yang mengampangkan".


"Heleh, banyak omong dasar pengecut" jawab Arum dengan serius semakin tersulut api emosi.


"Heh bocah nganteng, gimana kalau kita ambil enaknya saja, kamu jadi abdiku akan aku kabulkan semua permintaanmu...uang, kekuasaan, harta, pangkat atau apapun asal kamu mau melayaniku batin" ucap hantu sinden kepada Arya.


"Enak saja aku saja yang suka duluan sama arya belum jadi apa - apanya kamu mau nyrobot saja" ucap Arum yang keceplosan mengungkapkan isi hatinya.


"Aaa...aapa, kamu beneran suka aku rum?" sontak Arya bertanya kepada Arum yang kaget dengan ucapan Arum. Arya yang biasanya tidak memangil nama sekarang juga memangil dengan nama karena terkejut.


"Alah, hantu londo itu nggak bisa memberi apapun ke kamu cah bagus kesini sama aku saja Nyi Roro, hahaha kemarilah cah bagus kemari" ucap Nyi Roro hantu sinden dan memerintah Arya untuk mendekat.


"Jangan...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2