Kekasih Beda Alam

Kekasih Beda Alam
Pertemuan 2


__ADS_3

"Aduh siapa sih lagi enak - enak makan, haloooo siapaya ada yang bisa saya bantu Arya pemburu hantu di sini" Arya menerima telfon sambil mengunyah.


"Halo, begini saya Ajeng saya ingin meminta bantuan mengisir hantu, apakah bisa?" jawab sang penelfon penggangu makan pagi Arya.


"Oh ya, bisa...bisa maaf tadi kurang sopan mbak saya sedang makan" spontan Arya menelan semua mie ayam yang menumpuk di mulutnya dengan menahan sakit karena melebihi batas tenggorokanya.


"oke mas trimakasih jadi ini prosesnya gimana?" tanya mbak Ajeng.


"Gampang, mbak tinggal bilang alamatnya dp uang kemudian kalau sudah selesai di lunasi" Arya memjelaskan dengan ramah.


"Baik mas...siap akan saya kirim alamatnya kemudian saya kirim dpnya ini lumayan agak susah mas sudah beberapa paranormal yang gagal" terang mbak Ajeng memperingatkan.


"Santai saja mbak saya melebihi paranormal" Arya menjawab dengan percaya diri.


"Sobat BRI! Dana Rp 10.000.000,00 masuk ke rekening 6959***2955 pada 01/03/22 18:46:49. Ket.: NBMB. AJENG TO ARYA" notif BRI yang masuk.


"Klunting...GYM Ade May(Tempat kebugaran Ade May)" notif pesan masuk lagi dari mbak Ajeng.


"Wahhhhh...banyak banget" Arya melompat kegirangan.


"Eh tapi sebentar - sebentar, kok ini banyak banget jangan- jangan memang benar hantu kali ini sangat sulit" Arya membrhentikan lompatanya berfikir dan di buat pusing oleh dirinya sendiri.


"Ah mati aku...gapapa lah berjuang demi cuan" Arya tiduran sambil menenangkan diri.


Hari yang di tunggu tiba, Arya menuju gedung kebugaran dengan alamat yang di kirim mbak Ajeng.


"Hay" sapa perempuan cantik yang menghpirinya.


"Hay juga, salam kenal saya Arya" mengajukan tangan untuk berjabat tangan.


"Ajeng" sembari berjabat tangan dengan Arya.


"Bagaimana mas Arya sudah siap menerima resiko?" bertanya dengan Arya setengah tidak yakin karena tubuh Arya yang tinggi kecil.


"Siap...apapun resiko ini pekerjaan saya" Arya mencoba percaya diri.


"Baiklah silahkan, selamat bekerja semoga tidak terjadi apa-apa, saya akan kembali bekerja di lantai satu" Ajeng segera meninggalkan Arya karena juga memiliki pekerjaan sebagai pemilik kebugaran sekaligus pelatih kebugaran.


"Oh iya mbak anjeng ada sedikit pertanyaan" Arya berbalik badan memangil Ajeng yang sedang berjalan.

__ADS_1


"Ya mas arya ada apa...ada masalah?" Ajeng berbalik badan mendengar panggilan Arya.


"Anu mbak Ajeng kalau boleh tau hantu di GYMnya meninggak karena apa? " bertanya ragu sembari memainkan jarinya karena grogi.


"Dia meninggal karena kelelahan saat nge GYM, jadi setiap sore hati sering ada kejadian barang - barang bergerak sendirk dan ada beberapa orang serasa di tonjokin, maka setiap sore hari GYM saya tutup yang saya buka hanya yang lantai nawah saja".mbak ajeng menerangkan dengan serius.


"Emmm hem oke mbak terimakasih saya lanjut" Arya menelan ludah kemudian menuju tempat GYM.


"Ahh dimana lampunya sih, gelap sekali" Arya gelagapan di tembok mencari saklar lampu.


"Cklik, ahhh ahirnya hidup juga, begini kan nggak terlalu serem- serem amat" mengambil nafas dalam dalam kemudian menuju dekat jendela dan membuka pintu balkon.


"Brangkkk" suara jendela yang tertutup dengan sangat keras.


"Gludug...gludug...gludug"suara barbel yang menggelinding secara bersamaan.


"Hei, bro kalau mau kuar ya keluar saja jangan menggunakan trik murahan seperti itu" dengan santai Arya berbicara sendiri mengejek hantu GYM.


"Hremmmmm" suara hantu GYM yang menakutkan di barengi dengan muncul wujudnya dari kejauhan.


" Hem, besar amat! eh nah begitu dong bro kan enak kita ngobrol baik- baik" Arya menelan ludah berusaha santai dan sok akrab dengan hantu.


"Hei, bro santai dong disini, aku cuma mau memindahkanmu mencari jalan menuju alam baka" hcap Arya kaget dan semakin menjauh mencari jarak aman.


"Dyarr...apa maumu menggangu ketenanganku saja!! amarah hantu GYM membara karena merasa telah di usik oleh Arya.


"Sabar bro, lebih baik terima kenyataan bahwa kamj telah tiada" Arya semakin menjauh lebi jauh lagi karena hantu GYM semakin mengejar.


"Hahhhhhh, bacot akan ku habisi kau seperti orang - orang yang pernah kesini hahahaah" hantu GYM semakin membabi buta mengejar Arya dengan melempar peralatan GYM.


"Ah bisa mati di sini ni aku kalau begini jadinya, aku harus mencari cara" ucap Arya dalam hati.


"Hargkkkkk, jangan pergi kau bocah kesini akan aku cincang kau" suara yang semakin dekat dengan Arya.


"Aku harus menjebaknya ke bagian yang sempit kemudian menempelkan jimat ini" ucap Arya sambil berlari ke tempat tujuanya.


"kesini kau...cepat" hantu GYM terus mengejar Arya.


"Sedikit lagi..ayo...Arya ayoo" ucap Arya lirih sambil melompat.

__ADS_1


"Ahhhhhh grrrrrrr, lepaskan bocah sialan lepaskan, aku!!" teriak hantu GYM yang terhimpit peralatan kebugaran.


"Yakkkkk...harus cepat" teriak Arya sembari melompat menempelkan jimat di jidat hantu.


"Arrrgggrk..." gerang hantu yang tidak bisa bergerak.


"Huftt, ahirnya bisa istirahat sejenak" ucap Arya sambil senderan di samping alat tapi tanpa sengaja alat itu jatuh.


"Brukkk... " suara alat - alat yang jatuh yang menimbulkan angin.


"Wusssss" jimat yang tertempel ahirnya terbang dari jidat hantu.


"Argrrr dak...bruk...brukk!!" suara hantaman hantu yang membuat Arya terpental jauh.


"huk...huk...huk" Arya merasa pusing dan dadanya sakit serta memuntahkan darah.


"Sialan, masak aku harus mati di sini sih" umpat Arya yang menahan rasa sakit.


"Mati kau...hahaha akan ku jadikan budaku disini" hantaman hantu melayang tepat di bibir Arya krmudian menyekik Arya sekuat tenaga.


"Akhhhh...akkkkhh...to...long aku" suara Arya yang tidak bisa keluar karena lehernya tercekil, Arya pasra dengan memohon semoga ada yang mbantu.


"Mati...mati...mati" suara hantu yang sedang mencekik Arya semakin kuat dan kuat, sontak tangan Arya pun menepuk lantai.


"Akhhh, ahirnya aku akan pergi menyusulmu Arum" di ahir kepasrahan Arya tanpa sadar memangil nama Arum yang dia sendiri tidak tau siapa itu Arum.


"Wusssss...djak...bruk...burk..buk" suara hantaman keras yang menghantam hantu GYM hingga lenyap.


Dari kejauhan terlihat wanita cantik berjalan menuju Arya dengan dres putih, sangat angun dengan tinggi semampai bagaikan model korea dengan kulit putih dan mulus.


"Ahh wahai bidadari, terimakasih telah datang, ahh ahirnya aku mati tidak sia-sia setidaknya ada satu bidadari yang memilihku" suara Arya lirih sembari merintih kesakitan.


"Hei...hei...bangun kamu belum mati, jangan lebay" suara wanita itu begitu nyata dia berjongkok di samping Arya yang tergeletak tak berdaya.


"Hah beneran aku masih hidup, huk...uhuk" Arya yang berusah bangun sedikit- demi sedikit dengan memegangi dadanya yang sakit seakan tidak percaya jika dia masih hidup


"Ya...akhirnya kamu ingat dengan diriku" sahut wanita itu tersenyum bahagia.


"Emmmmmmm...maaf....

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2