
Alexa sedang bersiap-siap di kamarnya, dibantu oleh beberapa pelayan yang sibuk mondar-mandir naik turun tangga untuk memenuhi kebutuhan Putri Royal.
Setelanya Alexa keluar dari istana menuju Garden Castle. Disana sudah ada banyak pelayan yang menunggu dan menghidangkan makanan manis serta Teh Mawar Provall yang sangat khas dan terkenal sebagai inti dari pesta.
Beberapa buah meja panjang dan besar dengan ukiran antik dikelilingi banyak kursi senada yang semakin memberi kesan mewah, para gadis mengenakan topi tengah duduk di kursi-kursi ber cat gold itu sambil berbicara dengan rekan mereka sembari menunggu Alexa tiba.
Jangan ditanya mengapa mereka menunggu Alexa, tentu saja karena pesta itu milik Alexa. sebagai seorang putri, sudah sepatutnya ia menghadiri berbagai macam undangan pesta dan wajib memiliki pesta pribadi.
Namun tetap saja Alexa memilih kamarnya jika memang diberi pilihan, namun harga diri keluarga juga harus dijaga.
Alexa juga ikut mengundang Zelica, tentu saja, tidak mungkin tidak. Sebenarnya Alexa sama sekali tidak senang dengan kehadiran Zelica, tapi apa kata orang-orang jika seorang putri royal tidak mengundang saudari tirinya?
Alexa berjalan melewati jalan setapak, diikuti Beatrice dan beberapa pelayan lainnya. Dari cabang jalan tampak Zelica bersama pelayannya juga menuju ke meja teh.
Wajah sinisnya yang khas tak pernah pudar, Alexa segera duduk di kursi istimewa di ujung meja, semua gadis berdiri dan membungkuk lalu kemudian duduk kembali dengan anggun.
"Selamat datang Ma'am!" ucap mereka seraya menunduk, Alexa pun mengangguk.
"Selamat datang Putri Mollov" ucap mereka lagi ketika Zelica duduk di kursi ujung meja yang bersebrangan dengan Alexa, masih dengan wajah masam nan sombongnya yang tidak berubah.
Mata Zelica menelisik memandang Alexa seolah ingin tahu sesuatu pada diri Alexa.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong bagaimana kabar kalian? Aku mengundang kalian kemari untuk sedikit bersantai sebelum Camp dimulai, Jadi aku harap kalian tidak terlalu tegang," ujar Alexa memulai percakapan.
"Baik Ma'am!" ucap mereka serentak.
"Hei jangan terlalu sungkan, panggil lagu Alexa, lagipula nanti kita akan segera menjadi teman. Aku harap Camp tahun ini akan menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan untuk kita semua." Alexa tersenyum manis sekali.
"Wahh! Alexa, ternyata kamu adalah orang yang sangat ramah, berbeda dengan yang dirumorkan selama ini. Perkenalkan, aku Pricilla dari Walldenburg, senang bertemu denganmu," ucap gadis yang bernama Pricilla itu.
"Iya benar, oh perkenalkan aku Zenith dari Pollue, kau sangat mengesankan," gadis di sebelah Pricilla menimpali.
"Aku Emma!"
"Aku Glen!"
.....
Para gadis lainnya ikut memperkenalkan diri satu persatu sambil memberi hormat kepada Alexa, mereka tidak tahu bahwa Zelica sedikit gerah melihat mereka.
Alexa tersenyum ramah, di ujung meja tampak wajah masam bercampur iri milik Zelica melotot tajam. Sungguh Alexa kurang mengerti dengan saudari tirinya itu.
Zelica mendongak, "Sebenarnya dia tidak semengagumkan itu kok, ia itu sedikit kurang ... Hmmm, kalian tau rumor kan?" ucapnya sambil tertawa kecil dan menatap kuku-kuku jarinya.
__ADS_1
Alexa melotot tajam tak terima penghinaan itu, Pricilla memandang ke arah Zelica, "Kupikir Putri Mollov sedikit tak pantas mengucapkan kata-kata itu, itu terdengar tidak sopan."
"Emm! yah benar, lagipula pesta ini adalah milik Alexa, kau di sini adalah tamu." Zenith menyanggah dengan nada yang menyiratkan sebuah sindiran.
Zelica terlihat sangat kesal, "Kalian tahu apa? Aku juga putri kandung dari Raja Adelrick, kalian jangan sembarangan padaku."
Beberapa gadis lain tampak berbisik-bisik, Alexa dan Zelica sedikit merasa canggung.
Emma, salah seorang gadis yang duduk melingkari meja sontak berdiri. "Tentu saja kau putri kandung Raja, tapi kau hanya seorang putri Selir, seharusnya kau tahu batasanmu," Emma memandang Zelica dengan tatapan merendahkan.
"Well! Kalian sembarangan denganku, kalian tahu meskipun aku putri dari Selir, tapi kedudukanku tetap lebih tinggi dari kalian!" Zelica mulai meninggikan suara.
"Tidak semua Zelica, setidaknya kami masi putri seorang Ratu meski dari kerajaan yang kecil sekalipun," Jessica menimpali dan mulai ikut-ikutan meninggikan suara.
Glen dan Alexa tergelak kala pembicaraan itu kini sudah mulai bertransformasi menjadi sebuah perkelahian serta adu mulut.
"Ayolah, kita disini untuk bersantai," ujar Glen malas.
Alexa membetulkan duduknya, sementara mereka kini menatap lurus pada Alexa, "Ekhem! Lanjutkan untuk bersenang-senang, pembahasan yang tidak berbobot tolong dikesampingkan, perhatikan etiket kalian,"
Mereka menurut dan mulai membahas hal lain selayaknya pesta minum teh biasanya.
__ADS_1
......Haii para readers, vote dan comment terus ya! Author bakal sering update kok❤️......