
Malam yang cerah dihiasi bintang-bintang yang gemerlap terang, bukan Vollmond namanya jika tak ada bulan besar yang muncul di pucuk pepohonan hutan pinus.
Alexa seperti sedang menanti sesuatu di sana, namun merasa gengsi untuk mengakuinya. Tapi hati tidak dapat berbohong, ia tetap merasa tak tenang.
Malam ini Alexa tengah bersiap-siap untuk Camp Musim Panas tahun ini, tapi ia belum mengucapkan perpisahan secara langsung kepada Axe, ia harus menemui pria itu, tapi bagaimana caranya?
Axe yang ditunggu-tunggu tak nampak batang hidungnya, meski awalnya Alexa ingin menghindari Axe pasca kejadian di luar Garden Castle, ia tetap harus berpamitan untuk pergi beberapa waktu.
Jam terus berputar mengikuti arusnya, barang-barang dan semua kebutuhan Alexa sudah selesai dikemasi, namun Si brengsek Axe tak kunjung tiba. Alexa menutup tirai jendela dan beranjak tidur, tentang Axe, Alexa menyerah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
... Alexa terus berlari tak tentu arah, makhluk itu terus menerus mengejar Alexa.
"T-tuan putri!"
Alexa terkejut mendengar suara menggema dengan lirih memanggil namanya.
__ADS_1
"Tuan Putri Alexa?" Barretta mengguncang pelan tubuh Alexa. Dari Alexa berkerut, suara yang ia dengar semakin jelas.
"Tuan Putri, bangunlah. Peserta Camp akan segera berangkat," Alexa sontak terbangun dari tidurnya.
"Hah!" ia mengucek matanya dan menatap Barretta.
"Bibi?... " sungut Alexa sembari membetulkan poninya. Barretta tersenyum menampilkan deretan gigi kuningnya.
"Tuan Putri, tolong jangan panggil aku begitu. Sangat tidak pantas." Barretta menunduk dan membantu Alexa turun dari ranjangnya.
"Barretta, apakah Bibi Evelyn berkunjung? Kudengar dia akan mengisi acara Camp."
Alexa tertawa renyah, "Aku pikir mereka pilih-pilih makanan karena ada alasannya, mungkin saja Bibi Evelyn punya alergi untuk beberapa makanan tertentu." Barretta hanya mencebik sambil membuka kedua telapak tangannya seolah tak tahu.
Alexa duduk di sofa dan menyeruput susu dan rotinya dengan lahap. "Ngomong-ngomong ... untuk apa orang dari kedutaan berkunjung?"
"Entahlah, Nak. Sepertinya bukan masalah serius, mungkin urusan negara." Barretta meletakkan selimut Alexa yang sudah di lipat ke dalam lemari.
__ADS_1
"Tuan Putri, kau harus segera bersiap-siap, pelepasan akan dilaksanakan di aula."
Alexa mengangguk dan segera bersiap-siap dengan dibantu oleh beberapa pelayan asisten mandinya.
Di Aula
Raja Edelrick dan Ratu Margaret menaiki Altar dan menduduki singgasana mewah mereka, juga altar di sebelah kanannya tempat kursi keluarga kerajaan.
Di barisan depan ada barisan para Uskup serta tak lupa Duke Adulphus di bagian sayap kiri altar milik Raja dan Ratu, suaranya yang lantang membelah kerumunan orang yang berkumpul hiruk pikuk.
Acara keberangkatan peserta Camp Musim Panas pun digelar secara meriah dengan beberapa pertunjukan dan pidato dari para petinggi negara, termasuk Raja Adelrick dan Ratu Margaret sendiri turut andil dan memberikan sederet penyampaian-penyampaian serta kata-kata sambutan.
Di altar kanan, di salah satu kursi yang berderet rapi. Tampak seorang gadis mengibas-ngibaskan sebuah kipas tangan yang bertengger ayu di jemari lentiknya.
"Huh! Membosankan sekali, acara yang tidak bermutu dan hawa panas di ruangan ini bisa membunuhku." ketus Zelica kesal, masih dengan kipas tangannya.
Semua orang yang mendengarkan lantaran kata dari Zelica hanya mendelik tak suka, acara terus berlanjut hingga penghantaran para peserta Camp hingga ke luar gerbang.
__ADS_1
......Haii para readers, vote dan comment terus ya! Author bakal sering update kok❤️......