KEKASIH SANG IBLIS

KEKASIH SANG IBLIS
Chapter 16


__ADS_3

Beatrice mengangguk-anggukkan kepalanya dengan posisi telunjuk di bawah dagu, Alexa terus menjelaskan dengan tenang membuka rahasianya kepada Beatrice.


Sesekali Beatrice terlonjak kaget saat Alexa menjelaskan secara detail kejadian-kejadian yang ia alami.


"What the hell!? Bagaimana bisa? Billie aku harus segera melapor sekarang, kau sudah tidak waras. Mana mungkin ada pria bersayap hitam, konyol sekali, itu hanya ada di negeri dongeng."


Sejenak Alexa ingin sekali menampar mulut beo milik Beatrice, apa dia pikir Alexa bercanda? Alexa sudah kehabisan kata-kata untuk menjelaskan apa yang ia alami, tapi mendapatkan respon seperti ini dari Beatrice.


"Aku serius Beatrice!" Alexa menghentakkan kakinya lalu berjalan ke kasur dan merebahkan diri di kasur Bloomingdale's nya.


"Dan kau tahu? Pria itu yang meninggalkan bulu hitam yang kita temukan di kamarku," lanjut Alexa dengan seriusnya.


Beatrice tampak benar-benar tak percaya, dia mulai meyakini rumor yang menyatakan bahwa Alexa sedikit stres.


"Hmmm, ya. Aku tahu, bulu hitam itu milik Baroness Victor, beberapa waktu sebelum kau menemukan bulu itu, Victor itu juga sedang berkunjung," Beatrice memutar bola matanya jengah.


Beatrice menghela napas, "Dan apakah kau tahu, Alexa? Baroness Victor sangat menyukai aksesories bulu. Belum lagi topi miringnya dengan bulu-bulu yang mencuat kemana-mana, apakah itu sebuah kebetulan?"


Alexa langsung berdiri dari tidurnya, "Suatu saat nanti akan aku buktikan!"


Setelah menyelesaikan kalimat itu, Alexa kembali melemparkan tubuhnya ke kasur. Beatrice berlalu dengan tampang tak berdosanya, keluar dari kamar Alexa sambil membawa nampan.

__ADS_1


...****************...


William berjalan melewati lorong istana sambil terburu-buru, di tangannya tampak sebuket bunga merah yang berseri-seri. Apakah kalian tahu bunga itu untuk siapa? Yah, siapa lagi kalau bukan Alexa. Adik tercinta William satu-satunya.


Beberapa pelayan tersenyum sambil berbisik-bisik malu, bukan hal yang aneh jika seorang William mengunjungi adik semata wayangnya, hanya saja dia selalu membawa hadiah yang berbeda setiap kali berkunjung. Hal itulah yang membuat para pelayan menjadi iri sekaligus menjadi hal yang lucu bagi mereka, bagaimana tidak? William merupakan pria yang imut dan romantis jika dihadapkan dengan Alexa.


Singa yang terlihat gagah dan berwibawa itu akan menjadi seekor kelinci kecil yang lucu saat bersama Alexa, merupakan kakak beradik yang membuat siapapun yang melihatnya menjadi iri.


Sesampainya di depan kamar Alexa, William diperkenankan masuk oleh dua pengawal. Ia melangkahkan kaki ke tempat Alexa biasanya duduk sambil membaca buku.


"Kau terlalu serius sampai-sampai kau melupakan jadwal kunjunganku, Bell."


Alexa segera menoleh ke sumber suara, di sana sudah berdiri seorang pria gagah berdada bidang dan berambut pirang ikal tengah memegang sebuket bunga di tangannya.


William segera membungkuk sambil tangan kiri di belakang dan tangan kanannya menyerahkan buket bunga itu kepada Alexa, "Sebuah kehormatan!" ucap Will seraya meniru gaya bicara Duke Adulphus.


Mereka terkekeh bersama, Alexa menjulurkan tangannya mengambil bunga itu, lalu meletakkannya ke dalam pot kecil di meja nakas.


Sedangkan William segera berdiri dan masih dengan senyum sumringahnya, "Aku tidak dipersilahkan duduk?"


Alexa tertawa kecil, "Silahkan ... "

__ADS_1


Tanpa pikir panjang William segera mendaratkan bokongnya di sofa, "Sejak bertemu Jack, kau sudah terlalu banyak melupakanku ya?"


Alexa mencoba tersenyum, apa hubungannya itu dengan Jack? Kakak sulungnya ini benar-benar menyebalkan, untung sayang. Lagipula tanpa diakui Alexa ia lebih sering memikirkan Axe. Eh! Kenapa jadi Axe, sih!


"Kenapa diam? Jadi bener ya ... " Will sedikit menjahili adik semata wayangnya itu dengan melontarkan sedikit godaan.


Alexa menatap tajam William, "Apa hubungannya? Menyebalkan." Alexa menghadap kepada William "Eh, bagaimana Camp itu? Apakah kau akan berangkat dengan kami besok atau bersama pasukan berkudamu?" Alexa sedikit cemberut.


Melihat itu William mengusap gemas kepala Alexa, "Semuanya sudah ketentuan Papa, Bell. Lagipula kita akan bertemu lagi di Camp yang sama, sampai seberat itu ya kau merindukanku?"


Alexa mendengus kesal, "Selalu seperti itu, mau bagaimana pun kau selalu berbeda denganku." mengalihkan perhatiannya ke buku-buku di atas meja.


"Kita memang berbeda, kau seorang putri, tentu harus diperlakukan selayaknya seorang putri. Sedangkan aku? Aku harus latihan keras dalam militer dan urusan pemerintahan, memangnya kau benar-benar mau berangkat dengan sepasukan pemanah yang kekar dan bau?"


Alexa mengerutkan dahinya, "Will! Kau menyebalkan, kau bau!"


Mendengar itu William malah tertawa terbahak-bahak memegang perutnya sambil membungkuk, "Sejak kapan kau pintar menggerutu, siapa yang mengajarimu, hah? Aku akan memberinya penghargaan." tukas William di sela-sela tawanya.


Bukannya kesal, Alexa malah ikutan tertawa. "Ya sudah sana, para pasukan militer baumu itu pasti sedang mencari mu, cepat sana!"


"Hmm, galak sekali,bahkan sudah mulai berani mengusirku. Ya sudah, aku pergi, jaga diri ya!"

__ADS_1


William mengusap kepala adiknya dan berlalu.


......Haii para readers, vote dan comment terus ya! Author bakal sering update kok❤️......


__ADS_2