KEKASIH SANG IBLIS

KEKASIH SANG IBLIS
Chapter 6


__ADS_3

Alexa masih menunggu, Yah ia masih menunggu rasa sakit itu menjalari tubuhnya, tapi sakitnya tak seberapa, ia sadar bahwa ia mendarat tepat ditubuh pria itu.


Ia sedikit bergerak mencoba melepaskan pelukan tadi dan turun dari tubuh sang pria, namun si pria malah mengeratkan pelukannya.


"Biarlah begini sementara waktu, jangan bergerak." lirih Pria itu diselingi erangan menahan rasa sakitnya.


Alexa membisu, ia tak memahami semua itu, rasa nyaman sudah membuai-nya sekarang.


Perlahan-lahan dekapan si pria pun melunak, Alexa bangun dan mendudukkan dirinya di samping tubuh pria itu.


"Bisa kau jelaskan semuanya padaku sekarang?" ucap Alexa sinis.


Pria itu membuka matanya melirik kearah Alexa sesaat "Jelaskan apa lagi, kita jatuh dan menerjang ranting pohon dan melukai sayapku, apa yang perlu kejelasan nona muda?"


Alexa mendengus panjang, "Jelaskan kenapa kau datang ke kamarku setiap malam, kenapa kau bersikap lancang, kenapa kau melarikan diri, dan makhluk apa kau sebenarnya?"


"Kau sudah tau faktanya nona, perlukah kuceritakan dari awal?"


"Jangan membalikkan kata-kataku makhluk aneh, karena kau aku jadi sial begini." Alexa membuang pandangannya.


"Apa kau bilang? Hei seharusnya kau berterima kasih kepadaku, aku sudah menyelamatkan nyawamu tadi, jika tidak kau mungkin sudah mati."


Alexa menatap gaun tidur putihnya yang sudah sobek dan berlumuran tanah, sekarang ia berada di hutan yang gelap bersama seorang pria yang bahkan tak dikenalnya.


"Jelas-jelas semua ini salahmu, semua ini karena kau, jika saja kau tidak lari tadi, mungkin aku akan masih ada di kasur hangatku."


"Hei? Seenaknya saja menyalahkanku ya, jika saja kau tidak terbangun mungkin sayapku akan baik-baik saja malam ini." ucap pria itu tak mau kalah.


Alexa menggeram kesal dan berteriak "Lalu jika aku tidak bangun kau akan terus melakukan kelancangan itu kepadaku setiap malam?"


Pria itu diam, wajahnya berubah serius, ia merasa tertohok dengan ucapan Alexa barusan. Alexa yang menyadari itu semakin tak nyaman dengan sikap dingin pria itu, jantungnya berdetak tak beraturan.

__ADS_1


Alexa berusaha mencairkan suasana "Lupakan, ngomong-ngomong siapa namamu?"


Pria itu menatap Alexa tak suka, Alexa bergidik ngeri.


"Ayolah mari kita berdamai, aku tak akan menuntut hal itu lagi, tapi kau harus jadi temanku," Alexa menampilkan senyum evil nya.


Pria itu bangun dan menyadarkan tubuhnya di pohon yang sama dengan yang di sandari Alexa. "Sebenarnya apa maumu?"


Alexa berhenti tersenyum, "Kau harus membayar semua perlakuanmu itu dengan menjadi temanku, perkenalkan namaku Alexa." sambil tersenyum manis Alexa menjulurkan tangannya.


Pria itu menatap tangan halus Alexa kemudian beranjak bangun,"Aku Axe." ucapnya singkat, lalu beranjak bangun dari duduknya dan mengabaikan Alexa.


"Hei!! Kau kemana? Hei berhenti, apa kau akan meninggalkan seorang gadis tengah malam begini disini? Hei jawab aku." Alexa protes kesal.


Sementara Axe beranjak pergi setelah mengibas kotoran yang menempel ditubuhnya.


"Hei bodoh! Kau dengar aku tidak?"


"Akkhhh!" Axe meringis.


"Ada apa, ya ampun kau terluka? Sini duduklah, kau harus diobati." Alexa menyadari hal itu dan tiba-tiba menjadi sangat khawatir, ia menuntun Axe untuk duduk kemudian menyobek sedikit rok gaun nya untuk membersihkan luka Axe.


Axe hanya menurut kemudian menatap manik mata milik Alexa, entah apa yang dipikirkannya, ia tak pernah menyangka akan begini akhirnya ketika melihat gadis itu membuka mata. Alexa yang merasa ditatap pun menoleh, namun Axe malah membuang pandangan kearah lain.


Menyebalkan sekali


Alexa mondar mandir di sambil meneliti beberapa perdu tumbuhan disekelilingnya, tampaknya ia sedang mencari sesuatu.


"Apa yang kau lakukan di sana?" kini Axe mulai bersuara.


"Aku sedang mencari tumbuhan Yarrow, itu akan membantu untuk mengobati pendarahan ringan." Jawab Alexa sambil terus sibuk meneliti kumpulan tanaman itu.

__ADS_1


"Kenapa kau peduli?" tanya Axe ingin tahu.


Alexa mendesak panjang, "Kau terluka, tentu saja lukamu harus diobati. Lagipula aku tidak jahat sepertimu, aku tidak mungkin meninggalkan seorang pria gila dalam keadaan terluka disini."


Alexa kembali menyibukkan diri, Axe tampak tidak puas dengan jawaban itu, ia masih penasaran. Axe tersenyum sambil menatap Alexa, ia kesal sekaligus menyukai Alexa di saat yang bersamaan. Lucunya ia terlihat semakin cantik dengan tampangnya yang awut-awutan, apalagi pipinya yang menggembung saat kesal, sungguh membuat Axe semakin candu.


"Ah ini dia ketemu," Alexa kegirangan saat menemukan apa yang sejak tadi dicarinya.


Alexa memetik tumbuhan Yarrow tersebut, meremukkan tumbuhan itu dengan tangannya, kemudian mendekat kepada Axe untuk mengobati lukanya.


Alexa mengolesi cairan dari tumbuhan itu ke luka Axe dengan hati-hati, Axe menatapnya dengan Tatapan yang sulit untuk diartikan.


"Akhh!!" Axe menahan sakit.


"Apakah sangat sakit? Hufffffftt.. Hufffffftt," Alexa meniup luka itu, keringat menitik di kening gadis itu.


Axe tersenyum tipis nyaris tak terlihat, Alexa mengalihkan pandangan kearah Axe, mereka saling pandang selama beberapa detik.


"Apa?" Alexa mengembalikan tatapannya kepada luka Axe.


"Kenapa kau perhatian sekali padaku?"


"Jangan terlalu percaya diri, kau harus membayar ini nanti." jawab Alexa acuh, ia menyadarkan punggungnya di pohon, Axe hanya balas tersenyum manis kearahnya.


"Sudah hampir pagi, sekarang kita harus bagaimana?" tampak raut menyesal pada wajah Alexa, bahkan Axe takut ia akan menangis.


"Tinggalkan aku disini, pergilah kearah Utara dan kau akan menemukan pintu gerbang disana." ucap Axe sambil memainkan sehelai rumput di tangannya.


"Tidak perlu, pengawal pasti akan mencariku saat mereka sadar aku tak berada di kamar. lagipula jika ada hewan berbahaya aku bisa mengandalkanmu jika aku tetap disini."


Ucap Alexa kemudian membaringkan tubuhnya menatap langit, Axe mengikutinya, sesaat kemudian mereka terlelap kelelahan.

__ADS_1


......Haii para readers, vote dan comment terus ya! Author bakal sering update kok❤️......


__ADS_2