KEKASIH SANG IBLIS

KEKASIH SANG IBLIS
Chapter 8


__ADS_3

"Hei, sedang apa?" suara seorang pria sontak membuat Alexa kembali dari lamunannya, Alexa menoleh.


Jack sudah berdiri dengan gagahnya di belakang Alexa, "Emm- tidak, aku hanya menghirup udara segar di sini."


Jack sedikit memajukan diri ke samping tempat Alexa berdiri.


"Mau ikut aku ke suatu tempat? Mungkin dengan sedikit berjalan-jalan akan membuat pipimu menjadi sedikit lebih merah," Jack tertawa kecil setelah menyelesaikan kalimat terakhirnya, entah kenapa ekspresi Alexa terlihat menggelikan baginya.


Alexa hanya diam, mungkin ia sedikit kesal dengan ucapan Jack, keterlaluan sekali sampai berani menggodanya. Alexa menatap Jack tajam.


"Eh santai saja, aku tadi hanya bercanda, jadi ikut tidak?" Jack berbalik dan berjalan menjauh.


Alexa yang melihat itu malah menghentikannya, "Heh! Emm aku ikut" kesal Alexa kemudian berjalan mengikuti langkah Jack.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah ladang belakang istana, ladang dipenuhi oleh pepohonan mulberry. Alexa tertegun beberapa detik sebelum kemudian Jack menarik lengannya.


"Ayo ikuti aku, kau pasti akan menyukai ini." Jack terkekeh sambil terus menggenggam erat jemari Alexa.


Mereka terus saja melewati semak-semak, Alexa sedikit heran sekaligus kesal, Jack sedari tadi menyeretnya di antara semak itu sehingga banyak bunga-bunga rumput menempel di gaun santai Alexa, oh ayolah ini sangat tidak nyaman.


"Sebenarnya kita ini mau kemana?!" setelah sekian lama akhirnya kata-kata itu keluar dari bibir Alexa.


"Sabar sedikit lah, sebentar lagi akan sampai kok. Kusarankan untuk memperbanyak senyum, kau tampak sangat jelek dengan wajah seperti itu," Jack tertawa kecil, Jack menghentikan tawanya saat menyadari perubahan raut wajah Alexa.


Namun Alexa masih saja diam, ia tak begitu nyaman dengan Jack. Jack menghentikan langkahnya saat mereka sampai di satu sisi pepohonan yang dipenuhi mulberry matang.


Mata Alexa berbinar, sepertinya ini sedikit menyenangkan dari sebelumnya.


"Duduklah di sana, aku akan memetiknya untukmu," Jack berkedip menggoda sambil menunjuk satu pohon yang tidak jauh dari situ.


Alexa melangkahkan kakinya ke arah pohon itu kemudian duduk berteduh di bawahnya. Sedangkan Jack tengah memanjat pohon murbei dan mengumpulkan beberapa buah mulberry yang sudah matang di atas bajunya.

__ADS_1


Beberapa menit berlalu...


SREKK!!


Alexa mendegar suara gesekan dedaunan, ia berdiri dan memandang sekeliling.


SREKK!!


Suara itu terdengar lagi, Alexa berjalan perlahan menuju tempat suara itu datang dan meninggalkan Jack yang tengah asyik memetik buah mulberry.


Karena penasaran, Alexa memutuskan untuk mencari sumber suara dan meninggalkan Jack.


Semakin dekat suara itu semakin jelas, ada sesuatu di balik semak belukar itu.


Dari balik dedaunan Alexa melihat sesosok orang yang tengah membelakanginya sehingga hanya memperlihatkan punggungnya saja, seorang pria berambut pirang gimbal berantakan.


"Axe! ... Aku tahu kau Axe kan?!"


Axe sontak berbalik, menatap gadis dengan tubuh mungil yang dibalut gaun merah mudanya dengan mata yang bertanya-tanya.


"Axe! Akhirnya aku menemukanmu, kau harus membayar semuanya," celoteh Alexa dengan wajah sombong yang dibuat-buat.


Axe masih diam tak bergeming belagak tak peduli, sungguh menyenangkan sekali melihat ekspresi marah di wajah gadis bodoh itu, konyol.


"Kau dengar aku tidak?! Ingat, kau masih punya hutang kepadaku." Alexa mendongak layaknya seorang ratu yang memberi perintah.


"Heh dungu! Apa sebenarnya maumu? Aku tak pernah berhutang padamu, dasar orang aneh. Dan ... Kenapa kau berkeliaran di luar istana tanpa pengawasan? Apa kau tidak takut ditangkap oleh monster jelek?"


"Lancang! Apa begini caramu berbicara kepada putri raja? Terlebih kau punya hutang untuk menjadi babuku, ingat perjanjian kita malam itu." mendengar penuturan Alexa, Axe terkekeh geli.


"Sejak kapan aku berjanji untuk menjadi babumu? Heh dungu! Aku tak berada di bawah kendali siapapun," Axe menampilkan smirk andalannya.

__ADS_1


Merasa diremehkan Alexa malah merengek sambil menghenta-hentakkan kakinya, "Kau benar benar pria yang menyebalkan, aku akan memberikan pelajaran untukmu, lihat saja nanti," Alexa terus merengek sembari sesekali melayangkan tinjunya di bahu Axe.


Axe meringis, "Aish! Gadis-gadis Vollmond benar-benar agresif, ditambah lagi dengan sifat dungunya."


Mendengar hal itu Alexa malah semakin memperkuat pukulannya,


"Akh! Ampun! Ampun! Aku minta maaf nona, aku hanya bercanda."


"Kau pikir itu lucu?!" Alexa menambahkan satu pukulan terakhir, dan aku yakin itu yang paling sakit, bisa dilihat dari raut wajah Axe yang memerah padam.


"Lucu sekali, sekarang seorang putri raja berkeliaran di hutan tanpa pengawal, dan kini dia melecehkan seorang pemuda. Di mana sifat kebangsawananmu?" masih terdapat kekehan kecil di sana.


"Karena kau yang sembarangan masuk ke Kamarku, kau harus menuruti perintahku. Jika tidak aku akan melaporkan ini kepada Yang Mulia," ujar Alexa disertai penekanan dalam setiap katanya.


Axe terdiam sejenak, "Lantas apa yang harus aku lakukan? Katakan sekarang."


"Kau harus datang ke kamarku tiap malam untuk menjadi teman bicaraku!"


"Permintaan macam apa itu? Bukankah kau marah saat aku mendatangimu, kenapa malah menyuruhku sekarang!" sanggah Axe dengan nada penuh penolakan.


"Tidak mau tahu," Alexa menekuk bibirnya dengan tampang innocent yang dibuat-buat.


"Alexa!" suara seorang pria lainnya memotong percakapan dua insan yang sedang berdebat itu. Sontak Axe segera menghilang dari pandangan, sedangkan Alexa yang kaget menoleh ke arah Jack.


"Hei! Aku mecarimu dari tadi, kenapa kau di sini Lex?"


Alexa nyengir kuda, "A-aku mencari kelinci,"


"Bukannya sudah ada banyak kelinci di Garden Castle?" kening Jack mengerut heran, tanpa memutuskan kontak mata mereka.


...Haii para readers, vote dan comment terus ya! Author bakal sering update kok❤️...

__ADS_1


__ADS_2