
Surya pada pagi menimpa wajah mulus Alexa, matanya mengernyit silau saat cahaya itu menerobos masuk kedalam indra penglihatan-nya.
Alexa bangun dan duduk menatap sekitar, mencari satu sosok yang baru ia kenal semalam. Axe, di mana pria itu sekarang?
"Axe!" panggil Alexa, namun tak ada jawaban. Alexa berdiri dan berjalan pelan mencari arah letak istana.
Alexa mendengar derap kaki kuda dari arah selatan kemudian berjalan kesana.
"Alexa! Where are you? Alexa!, Alexa!" suara seorang pria terdengar bergema di setiap penjuru hutan belantara itu, Alexa melangkahi semak belukar yang menghalangi jalan.
"Jack! I'm here," teriak Alexa sambil melambaikan tangannya.
Jack yang mendengar suara seorang gadis dari balik perduli bunga lily itu menghentikan laju kudanya, ia mengangkat tangan kirinya memberi isyarat kepada prajurit untuk berhenti. Jack melajukan kudanya perlahan kearah datangnya suara.
Benar saja di balik rerimbunan Itu tampak seorang gadis yang berdiri dengan gaun tidur berwarna putih berlumuran tanah, Jack kaget bukan main melihat tunangannya dalam keadaan yang memprihatinkan.
"Alexa!"
Jack spontan meloncat dari kudanya kemudian berlari kearah Alexa dan memeluknya.
"Syukurlah, apa kau baik-baik saja? Apa kau juga terluka? Ayo katakan padaku,"
__ADS_1
Jack tersengal-sengal dan berangsur lega kemudian memeriksa setiap inci tubuh gadis itu, Alexa hanya menggeleng tanpa suara.
"Kau membuatku khawatir, apa yang terjadi? Ayahmu sangat syok saat mendengar Barretta tidak menemukanmu di kamar, dan yang mulia ratu pingsan mencemaskanmu,"
Lagi-lagi Alexa hanya bisa menggelengkan kepala, ia tak berniat untuk bicara, lagi pula peristiwa semalam sulit untuk dijelaskan. Jack mengernyit heran beberapa waktu kemudian rautnya kembali normal, mungkin Alexa masih syok pikirnya.
"Mmm, baiklah kita pulang, kau harus segera diobati, aku tak mau terjadi apa-apa padamu. Naiklah bersamaku,"
Jack meraih lengan Alexa kemudian menggedongnya menaiki kuda putih kesayangannya, lalu Jack juga ikut naik keatas kudanya membiarkan Alexa berada di pangkuanku.
Alexa hanya terdiam mengikuti Jack, matanya masih menyusuri hutan Mencari-cari sosok Axe di antara rerimbunan pepohonan.
...👑👑👑...
Terlebih lagi pasangan raja dan ratu Vollmond yang sedari tadi menunggu di luar kamar dengan kecemasan, menanti Alexa selesai diperiksa.
"Oh God!, di mana semua kemanan di istana ini?! Kenapa Putri bisa mengalami ini?" Ratu Margaret menggerutu, sambil terus menahan emosinya, ia benar-benar cemas.
"Tenanglah Liebchen, Alexa sedang diperiksa, kau jangan terlalu khawatir, itu bisa berpengaruh terhadap kesehatanmu," Raja Adelrick meremas bahu Ratu Margaret pelan, berusaha menenangkan sang istri.
Beberapa waktu kemudian dokter keluar dari kamar Alexa kemudian membungkuk dalam kepada raja Adelrick dan ratu Margaret.
__ADS_1
"Nona muda Alexa hanya mengalami beberapa luka ringan dan sedikit terguncang,"
Margaret bergegas memasuki kamar Alexa diikuti oleh raja Adelrick Dari belakang, rasa khawatir masih saja bergumul di hati ratu.
Pintu kamar terbuka dan menampilkan dua sosok di depan pintu, Alexa berangkat bangun dari posisi nyaman kini sedang berbaring untuk segera membungkuk kepada kedua orang tua nya.
"Alexa!!" teriak Margaret sembari berlari kecil menghampiri putri kesayangan nya.
"Bagaimana keadaanmu ha? Apa ada yang terluka? Tunjukan padaku, oh tuhan." Margaret memeriksa setiap inci tubuh mungil Alexa seolah olah akan menguliti putri kecilnya itu.
"Tidak mom aku tidak apa-apa, hanya sedikit lecet dan kotor." Alexa tersenyum kecil menatap ibunya.
"Kau tersenyum? Oh tuhan." Margaret segera memeluk tubuh Alexa "Ceritakan padaku apa yang terjadi, kenapa kau bisa tersesat di hutan, bagaimana kau bisa keluar dari karantina?" Alexa segera melotot mendengar pertanyaan itu, bagaimana ia akan menjelaskan kejadian itu?
"Ceritanya panjang i-itu--, a-aku sangat lelah, iya aku agak pusing." bohong Alexa sambil memijit pelipisnya.
Margaret pasrah, iya taka akan setega itu kepada Alexa, akhirnya dengan terpaksa Margaret membebaskan Alexa dari rasa ingin tahunya saat ini.
"Istirahatlah, aku akan menuntut penjelasan saat kau sudah pulih nanti." Margaret beranjak dari posisinya dan keluar dari ruangan.
Alexa menghembuskan nafas lega melihat punggung sang ibu menjauh. Setidaknya ia sudah bebas meskipun ia tetap harus memikirkan alasan yang masuk akal untuk nanti
__ADS_1
Demi tuhan ini adalah PR paling sulit.
...Haii para readers, vote dan comment terus ya! Author bakal sering update kok❤️...