KEKASIH SANG IBLIS

KEKASIH SANG IBLIS
Chapter 18


__ADS_3

Pagi menjelang siang, setelah pelepasan peserta Camp oleh para orang tua, para peserta mulai berangkat dengan menaiki kereta kuda menuju pegunungan Valless di daerah hutan Gratea.


Perjalanan selama dua hari satu malam pun ditempuh oleh para rombongan Camp, perjalanan yang awalnya diiringi sorak sorai kini menjadi lengang dalam bisu. Belum lagi Madam Evelyn yang mabuk perjalanan dan mengalami muntah-muntah, menurut Alexa perjalanan ini tidak baik untuk kesehatan.


Saat menjelang sore, para rombongan berhenti di tengah hutan untuk beristirahat. Dengan sigap para pengawal masing-masing kereta membangun tenda darurat untuk majikan mereka, para gadis bangsawan dilayani dengan baik oleh pengawal keluarga mereka. Begitu pula dengan sang putri, Alexa.


Beberapa pengawal Camp mulai berpencar untuk mencari kayu bakar sebelum mata hari terbenam, dan sebagainya lagi pergi mencari stok persediaan air serta makanan untuk santapan malam itu.


Para gadis bangsawan mulai ricuh berjalan kesana kemari sambil mengeluh, masing-masing memegang kipas di tangan mereka. Tapi tidak begitu dengan Alexa, ia tetap tenang dengan mata sayunya.


Beberapa gadis menghampiri Alexa yang tengah berdiri di sebelah tendanya, tampak dari gerak-gerik mereka seperti ingin mencari perhatian dari Alexa.


"Oh! Tuan Putri, apakah kau kelelahan?" ucap salah seorang dari mereka.


Alexa membalasnya dengan senyuman manis, "Tidak juga, jangan terlalu sungkan, panggil aku Alexa." balasnya agak kaku.

__ADS_1


Para gadis itu mangayun-ayunkan kipasnya sambil menatap kagum kepada Alexa.


Salah satu gadis yang paling heboh mendekati. Alexa, "Bolehkah?! Ah, maksudku apakah tidak masalah kami memanggilmu Alexa? Emm, maksudnya apa tidak apa-"


"Hentikan omong kosongmu Lily kau membuatnya gugup!" seorang gadis di sebelahnya menyela, gadis yang dipanggil Lily itu nyengir.


"Tuan Putri, apa kau masih ingat aku?" gadis itu semakin mepet dengan Alexa.


Alexa mengembungkan senyuman, "Ah! Tentu saja, Lady Priscilla. Siapa yang tidak ingat dengan kecantikan dari Walldenburg, Mama selalu menyanjung Madam Emily, dan kita juga sudah pernah bertemu saat Pesta Minum Teh."


"Bagaimana dengan kami?" ucap para gadis lainnya.


Alexa terkekeh, "Kurasa aku masih mengingat kalian Lady's. Lady Emma, Lady Jessica dari Pernon, Lady Glen, Lady Zenith dari Pollue, dan... Kau? Hmmm, apa aku melupakanmu?" Alexa menunjuk gadis itu sambil mengingat-ingat.


Priscilla angkat bicara, "Kupikir kau tak salah ingat, Alexa. Dia Lily, sepupuku. Dia tidak hadir ketika Pesta Minum Teh pekan lalu."

__ADS_1


Mereka semua ber-oh ria, tak terkecuali Alexa. Gadis itu kembali mendekatkan diri kepada Alexa, "Alexa, bisakah kita jadi teman? Aku sangat mengagumimu, kau sangat keren. Semua rumor mengatakan kalau kau sudah bertunangan dengan pangeran dari Ritter, apakah benar?"


"Emm, tentu. Tentang itu... " Alexa sedikit gugup membahas tentang Jack.


"Kau ketinggalan berita, Lily. Saat penyambutan pekan lalu, Raja Edelrick mengumumkannya. Benar kan, Alexa?" mereka tertawa dengan tingkah Lily yang konyol, juga sedikit menggoda Alexa tentang tunangannya.


Beatrice baru keluar dari tenda Alexa setelah beres-beres segera menghampiri Alexa dan para gadis.


"Alexa tempat tidur hangatmu sudah siap." ucapnya seraya nyelonong masuk ke dalam perkumpulan mereka, masabodo dengan semua etiket kerajaan, bertahan hidup di hutan adalah hal utama.


Para gadis merasa heran dengan kedatangan gadis pelayan yang tak sopan itu, namun mereka tidak mampu berkata-kata. Seolah mengerti, Alexa merangkul bahu Beatrice.


"Dia teman kecilku, bisakah kalian menjadikan dia teman kalian juga?" Beatrice sedikit melotot terkejut.


Para gadis merasa canggung, mengiyakan ucapan Alexa. Apakah mereka akan berteman dengan seseorang dari kasta rendahan? Sayangnya tanpa sadar mereka sudah setuju, mungkin ada baiknya juga.

__ADS_1


......Haii para readers, vote dan comment terus ya! Author bakal sering update kok❤️......


__ADS_2