KEKASIH SANG IBLIS

KEKASIH SANG IBLIS
Chapter 3


__ADS_3

Pagi kembali hadir, udara sejuk kembali merayapi tubuh Alexa. Ia membuka matanya perlahan, berusaha menyesuaikan dengan cahaya mentari yang menyusup kedalam ruangan.


Ada sesuatu yang membuatnya bahagia, entah rasa apa yang tiba-tiba hadir di dalam hatinya.


Tok tok tok..!


Ia tahu, Barretta sudah menunggu di depan pintu kamar, Alexa beranjak membukakan pintu.


"Pagi sayangku." sapa wanita paruh baya itu saat melangkah masuk.


"Pagi." Alexa memasang senyum manis di wajah eloknya.


"Sudah baikan?" Barretta meletakkan sebuah gaun krem berenda dengan hiasan kain tule.


"Yang mulia meminta kau hadir ke pesta perjamuan istana, ia ingin kau memakai gaun ini." ia kembali sibuk dengan gaun indah Alexa, mencoba mengukur lingkar pinggang pada gaun itu.


"Kau akan diperkenalkan nona." jelas Barretta saat melihat raut wajah Alexa yang tampak bingung.


"Aku sudah bilang aku tak ma--" Pintu kamar terbuka lebar, memperlihatkan dua orang yang sangat dihindari Alexa.


"Aku tidak menerima pembatahan Alexa, mau sampai kapan kau mengurung dirimu di sini? Kau harus punya masa depan." Raut wajah yang ditakuti Alexa tergambar jelas di wajah pria itu kian kentara.


"Kalian tak mengerti aku, aku hanya--" Sudah lama ia menahan cairan itu agar tidak jatuh, namun sia-sia. Suaranya yang parau serasa mencekik di tenggorokan, ia tak bisa bicara.

__ADS_1


"Aku tahu sayang, kami mencemaskan masa depan-mu, ini demi kebaikan-mu." Tangan lembut sang ratu mengelus puncak kepala Alexa.


Sesaat kemudian keheningan membaluti setiap sudut ruangan, mereka tak sanggup melanjutkan pembicaraan.


"Sudah kuputuskan, kau akan hadir Alexa." Pria itu kemudian menimpali. Sikapnya dingin, keras, serta tidak menerima penolakan.


"Baik yang mulia." Jawab Alexa pada akhirnya sambil membungkuk dihadapan kedua orang tua-nya kemudian pasangan itu berbalik meninggalkan ruangan.


...👑👑👑...


"Yang mulia memasuki ruangan!" suara Duke Adhulpus menggema di ruangan.


Pasangan Raja Adelrick dan Ratu Margaret berjalan melewati lorong istana menuju ruang perjamuan, tak lupa diikuti seorang gadis berparas anggun dengan balutan gaun berwarna krem serta buket bunga di tangannya.


Raja Adelrick duduk di singgasana berpasangan dengan Margaret tercinta-nya.


Alexa duduk di tempat yang sudah disediakan untuk-nya, tak lupa Barretta pengasuh-nya, berdiri di barisan belakang.


Tak begitu banyak orang, tidak seperti perjamuan biasanya. Ruangan luas itu hanya di isi oleh beberapa orang saja, tidak termasuk pengawal dan dayang-dayang. Sepertinya ini pertemuan keluarga.


Alexa menatap buket bunganya, ia merasa takut untuk menatap kenyataan sial-nya.


Detak jantungnya semakin menggila, sepertinya tak lama lagi jantungnya akan meloncat keluar.

__ADS_1


"Ah yang mulia Raja Adelrick, lama tak bertemu." Seorang pria berambut kelabu berpelukan dengan Adelrick layaknya sepasang sahabat.


"Benar Drexel, tak terasa kedua anak kita sudah menginjak usia remaja. Bagaimana menurutmu sobat." Tawa kedua Raja itu menggema.


"Perkenalkan ini putraku Jack, Jack membungkuklah kepada yang mulia." Drexel memperkenalkan seorang pria tinggi, sangat tampan, tegap, dengan mata Biru-nya yang menari-nari bahagia.


Tapi tidak dengan Alexa, semua ini merupakan suatu bencana, ia tidak tahu apa yang akan di hadapinya kelak.


"Wow, du bist ein sehr hübscher junger Mann, soll ich dir meine schöne Tochter übergeben?" Raja Adelrick tampak berseri sambil menepuk-nepuk punggung Jack.


"Tapi gadis kecilmu lebih cantik lagi Adelrick, ia sangat mempesona." Drexel kembali berujar sambil mengerling kepada Alexa.


Gumam senang bergema di seluruh ruangan, kabar bahwa putri kerajaan Vollmond akhirnya akan bertunangan kini tersebar ke seluruh penjuru istana.


"Bisa kita lanjutkan Drexel, aku merasa cocok dengan calon raja Ritter." Adelrick mengumumkan pertunangan.


Drexel terlihat bangga "Tentu saja, akhirnya kami sudah mendapatkan seorang Ratu untuk Ritter kami." ia menggenggam tangan istrinya sambil tersenyum bahagia.


"Kemarilah sayang, biar aku memelukmu." Ratu dari Ritter itu meraih lengan Alexa dan memeluknya.


"Kalian akan melalui masa perkenalan dulu, bersiap-siaplah, tak lama lagi akan ada pesta pertunangan." wanita itu tersenyum manis kemudian memeluk Alexa untuk kedua kalinya.


Jack kini menatapnya kagum, senyuman yang dilemparkan pria itu sukses membuat jantung Alexa kembali berdetak dengan sangat kencang.

__ADS_1


Oh tuhan.. Apa lagi ini?


...Haii para readers, jangan lupa vote dan comment ya! Author bakal rajin update kok❤️...


__ADS_2