
Terkantuk-kantuk sendirian di kamar bukanlah hal yang menyenangkan, hanya saja Alexa tengah mengalaminya sekarang. Ia sudah bersumpah tak akan tidur sebelum misteri ini terungkap, walaupun harus menunggu sambil menahan kantuk di menara.
Yah! Sudah dua malam ini Alexa masih bertahan dengan tekadnya untuk tidak tidur, namun pada akhirnya selalu berakhir dengan mendengkur hingga pagi tiba. Sekarang ini tubuhnya lelah, apapun yang terjadi malam ini ia harus tetap terjaga.
Sebenarnya ada alasan bagi Alexa untuk melakukan itu semua. Sudah beberapa kali Alexa merasa ada yang datang ke kamarnya setiap malam. walau ia tidur, Alexa dapat merasakannya. kehadiran seorang pria, aromanya, belaiannya, belum lagi beberapa helai bulu hitam yang ditemukannya di samping tempat tidur setiap malam .
Sudah berapa jam berlalu?
Ayolah mata ini sudah mulai mulai terkatup, kenapa tak ada yang datang? Alexa sudah sangat mengantuk sekarang, ia sudah berjuang keras, tidak.. Ia tidak boleh menyerah.
Alexa mengerjap-ngerjapkan matanya mencoba melawan rasa kantuk yang terus membuainya, SEMANGAT ALEXA!! malam ini tidak boleh sia-sia.
TUK!!!
Sebuah suara pendaratan kaki tepat dilantai kamar Alexa, suara itu mengagetkan Alexa. Ayolah jangan kehabisan ide Alexa.
Mendengar suara itu Alexa sontak memejamkan matanya, menunggu reaksi orang tersebut.
Pendaratan sempurna bagi sang pria muda, kini ia berjalan menuju ranjang gadis cantik yang sudah setiap malam dikunjunginya, semenjak malam perkelahian itu, ia telah menaruh hati pada gadis itu. Meski ia tau ia tak akan bisa memilikinya.
Kesan pertama yang di lihat nya pada gadis itu ada kesedihan mendalam pada nanar serta bulu mata lentiknya yang tampak sendu, manis dan cantik hingga ia selalu tak sabar menunggu malam tiba untuk mengunjungi sang gadis.
Alexa masih terus memejamkan mata, ia harus berpura-pura dulu sampai menemukan waktu yang tepat untuk menangkap basah pria itu, jika ia bangun sekarang pasti pria itu akan melarikan diri.
Pria itu mendekat dan berjongkok pada sisi kiri kasur Alexa, menatapnya lama kemudian menggenggam jemari Alexa sehingga menyalurkan rasa hangat dari tangannya. Alexa masih juga tak bergeming, kini tangan pria itu sudah di puncak kepala Alexa, membelainya sambil memainkan surai itu disana.
"Kau tahu dear? Aku sama sekali tak mengerti apa sebenarnya yang terjadi kepadaku. Rasanya sangat tenang saat melihatmu."
Yah dia bicara sambil memutar-mutar rambut ikal Alexa di telunjuknya dengan lembut, suaranya terdengar lirih dan halus serta menenangkan.
"Kuharap kau tetap seperti ini, jangan bangun ketika aku mengunjungimu, aku takut kau akan mengusirku selamanya."
Helaan nafas berat pria itu nenyiratkan rasa takut, ketegangan serta getaran pada suaranya menampilkan hawa kekecewaan.
"Aku tau ini memang perbuatan yang salah, dari awal ini memang salah, kau pasti membenciku kan?"
__ADS_1
Ucap pria itu bertanya kepada gadis yang tidur itu. Tangannya berhenti membelai kepala sang gadis, kemudian berdiri hendak beranjak pergi.
Ketika pria itu hendak berbalik tangan Alexa sudah menggenggam tangannya erat.
"Siapa kamu?!!"
Sontak pria itu terkejut dan mencoba menarik lepas tangannya, namun nihil, Alexa memegangnya erat.
"Jawab!!"
"Hei apa kau tuli? Kau dengar aku kan?"
Alexa benar-benar butuh jawaban, ia sedang kesal sekarang, pria itu mengabaikan pertanyaannya. Alexa menatap naik turun pada pria dihadapannya, dan tiba-tiba Tatapannya terkunci pada dua sayap besar yang bertengger kokoh di punggung pria itu.
Tak menunggu lama pria itu memanfaatkan momen saat genggaman tangan Alexa melemah dengan segera berlari menuju jendela. Alexa juga tak mau kalah, ia mengejar dan menarik paksa baju pria itu agar berhenti berlari.
Pria itu melompat dan berputar diudara mencoba melepaskan cengkraman Alexa pada lengan bajunya, setelah terlepas ia langsung melompat keluar jendela.
WUSSHH!!
Benar saja pria itu masih bergelantungan di sebuah pohon dekat menara, rasa panik menyerangnya sekarang.
"Hei makhluk aneh, tunjukkan dirimu!!!" Suara Alexa menggema keras.
Alexa mendorong dirinya lebih dekat lagi keluar jendela agar dapat mengintip Kebawah, masih belum kelihatan, ia terus memajukan tubuhnya menjulur keluar jendela.
"Heiii jawab aku, aku tahu kau masih di sini, aku tahu kau pasti mendengar suara ku"
Alexa terus saja mencondongkan tubuhnya, namun tiba-tiba berat tubuhnya bertumpuh kedepan, kakinya mulai terangkat dari lantai, oh tidak ia akan jatuh.
"Aaaaaaaaa!!!" pekiknya saat tubuhnya jatuh melayang, bagaimana rasanya jatuh? Akan kah sakit? Oh tidak ia akan segera mencapai permukaan tanah yang keras, belum lagi bebatuan yang menunggunya dibawah. ia tak tau bagaimana mana nasibnya setelah ini, ia lebih memilih menutup matanya sambil menunggu punggungnya merasakan tanah.
SHHUUUTT!!!
Sebelum tubuh Alexa mendarat dua tangan kekar sudah mendekapnya erat. Menyadari hal itu Alexa membuka matanya dan kembali berteriak.
__ADS_1
"Aaaaaaaaa!!!"
"Hei diamlah!!'
Tak peduli Alexa masih terus berteriak.
"Aaaaaaaaa! Makhluk aneh lepaskan aku, tolooooonnggg!!!"
"Pelan kan suaramu atau kita akan jatuh!" Gerutu pria itu kesal, mendengar itu Alexa berhenti berteriak .
"Aa- apa maumu, kau pasti orang jahat kan? Lepaskan aku!" Alexa meronta-ronta dalam dekapan pria itu.
"Jangan berisik, kita akan jatuh." ulang pria itu lagi. Sukses membuat Alexa berhenti dan diam tanpa berkata. Alexa tersadar, mereka sejak tadi belum mendarat, matanya membulat terkejut saat melihat sayap pria itu mengepak di udara, mereka sedang terbang diudara.
"Lepaskan aku!!" Alexa memekik keras.
"Diam--"
"Lepas!!"
"Hei--"
"Jangan sentuh aku makhluk aneh!" Alexa memberontak keras sehingga membuat sang pria kehilangan keseimbangan.
"Hei hentika--"
Sebelum ia menyelesaikan ucapannya sebuah ranting menggores sayap hitam pria itu Sehingga meninggalkan luka yang dalam serta darah yang mulai bercucuran.
Tak ada harapan lagi, mereka akan segera jatuh.
"Aaaaaaaaa!" dengan cepat pria itu mengeratkan pelukannya pada Alexa dalam-dalam.
BUUKK!!
......Haii para readers, vote dan comment terus ya! Author bakal sering update kok❤️......
__ADS_1