
Seorang gadis tengah menghampiri semak belukar, mendekati seorang pria muda yang tengah berdiri membelakangi Alexa sambil bersender di sebuah pohon pinus, pria misterius dengan rambut gondrong kecoklatan, dengan sepasang sayap hitam yang bertengger di punggungnya.
"Kenapa kau berjalan mengendap-endap seperti itu, Gadis Tengik?" ucap pria itu tanpa menoleh.
Alexa yang kaget karena ketahuan, meloncat mundur sehingga membuatnya terpelanting ke belakang. Dengan sigap pria tampan itu meraih pinggang Alexa kedalam pelukannya.
Dengan mata yang kesal pria itu membantu Alexa berdiri, "Gadis Bodoh! Kalau jalan hati-hati, menyebalkan sekali." gerutunya.
Alexa langsung membetulkan posisinya dan gaunnya yang agak kusut tadi, "Axe! Kau dari mana saja?"
"Kenapa kau malah balik membentakku? Gadis sialan, kau pergi tanpa berpamitan." kesal Axe.
Alexa yang tidak terima langsung protes, "Eh! Aku semalaman menunggumu datang, tapi batang hidungmu tidak pernah keliatan."
Masa bodo, memangnya hanya Axe yang boleh marah-marah? Mereka kan teman, tapi Alexa malah merasa menjadi bahan umpatan Axe semata.
"Yaa ... Aku kan tidak tahu kau mau menemuiku atau tidak, kupikir kau akan menjadi kepiting rebus untuk beberapa waktu." sungut Axe sambil mengusap batang hidungnya.
PLAKK!
__ADS_1
Alexa menoyor kepala Axe hingga membuat pria itu meringis kesakitan, "Tidak punya moral, tidak paham etiket."
"Beraninya kau?!" seketika itu raut wajah Axe menjadi kentara, menampilkan kebengisan.
Santa melihat ekspresi Axe, Alexa menjadi kaget dan sedikit takut. Axe yang menyadari perubahan raut Alexa, segera melunak. Axe memalingkan wajahnya sambil mengusap kasar kepala Alexa.
Alexa tertawa garing, menautkan kedua tangannya sembari duduk di bawah pohon.
"Omong-omong, kenapa kau bisa berada di sini?" tanya Alexa lirih.
Axe ikut-ikutan duduk di sebelah Alexa, "Memangnya apa yang tidak bisa dilakukan oleh malaikat sepertiku? Aku bisa melakukan apa saja semauku."
Alexa beralih menatap wajah Axe dengan tatapan curiga, "Aku tidak percaya kalau kau malaikat. Sejak pertama kali kita bertemu, kau belum pernah memberi tahuku makhluk apa kau sebenarnya. Bodohnya, aku masih mau berteman dengan orang yang tidak jujur."
Axe membalasnya dengan tatapan tajam, ia mempersempit jarak wajah mereka dengan mengungkung tubuh Alexa pada pohon besar di belakangnya. Jarak wajah Alexa dengan wajah Axe sudah sangat dekat, Alexa panik.
Axe menyeringai, "Lalu? Jika aku adalah monster jahat, apakah kau tetap mau berada di dekat ku?"
Darah mereka berdua seolah membeku, debaran jantung kedua insan itu menggila, mereka terjebak dalam situasi itu cukup lama.
__ADS_1
Segera tersadar, Alexa mendorong bahu Axe keras hingga membuat pria itu hoyong ke belakang. "Aku tidak mau berteman dengan orang jahat!"
Alexa memalingkan wajahnya, kemudian ia berdiri. Sementara Axe terlihat mencerna kata-kata Alexa dengan serius.
"Jika seseorang berasal dari lingkungan penjahat, namun ia bukan orang jahat, apakah dia termasuk penjahat?" ucap Axe dingin.
Alexa menyadari bahwa Axe menanggapi dengan serius perkataannya, Alexa merasa aneh.
"Lingkungan tentu memengaruhi karakter seseorang, aku tidak bisa benar-benar mempercayai, jadi apa kau mau cerita?" Alexa sedikit ragu mengatakan hal itu.
Axe mengusap wajahnya kasar, "Ah! Iya benar. Kau tahu peri, Alexa?"
Alexa sedikit mengerutkan dahi, "Aku rasa, aku pernah membaca mitos tentang makhluk itu, jadi?"
"Alexa, percaya tidak percaya, aku adalah makhluk sejenis peri. Jadi apa kau tetap akan berteman denganku?" tanya Axe penuh harap.
Alexa diam tak bergeming sampai akhirnya ia berteriak. "Aku sudah menduganya! Sejak awal aku pikir kau mirip dengan peri, tapi versi pria."
Axe sempat kaget, namun segera menghembuskan nafas lega.
__ADS_1
Samar dari kejauhan terdengar suara orang memanggil-manggil nama Alexa.
......Haii para readers, vote dan comment terus ya! Author bakal sering update kok❤️......