
Alexa POV
Aku sering merasakan mimpi buruk akhir-akhir ini, aku tak tahu bagaimana cara melupakannya. Semuanya karena aku, aku benar-benar seorang monster.
Tidak!! Mama dan papa pasti sangat kecewa padaku, aku bahkan bisa melihat kekecewaan itu di nanar mata mereka.
Aku berharap memiliki teman, aku butuh cinta, tapi cinta itu telah hilang bersama dengan kepergian Carlen.
"Aku mencintaimu Carl!!" teriakku pada malam yang bisu.
Aku menangis lagi untuk kesekian kalinya, tanpa sadar angin terus membelaiku, gelap, tertelan dinginnya sang
malam.
...👑👑👑...
Udara dingin yang menusuk pori-pori, menyelusup melalui malam yang gelap itu, beberapa makhluk di keremangan tengah beradu kekuatan dengan berkelahi.
__ADS_1
Erangan demi erangan menggema di hutan itu, tapi tak seorang pun mendengarnya. Seorang pria tengah terbang dengan sempoyongan, darah mengaliri punggung dan dada pria itu.
Apapun ceritanya ia harus bisa meloloskan diri, ada makhluk lain yang mengejarnya, makhluk yang tak terlihat tengah melesat membelah gelapnya malam.
Dia tidak boleh tertangkap, rahasia dunianya dan kaumnya ada di tangannya, ia harus bertahan malam itu. Sambil mengerang ia terus terbang membubung di langit yang dihiasi bulan yang temaram.
Rasa sakit itu menjalar ke seluruh tubuhnya, tentu saja para makhluk seram tadi masih mengejarnya, ia harus segera menemukan tempat persembunyian. Dari kejauhan pria itu melihat sebuah menara tinggi di bagian utara hutan. Dengan sekuat tenaga ia terbang sambil menyelip-nyelip diantara ranting-ranting pepohonan yang tajam dan tinggi melambai dideru angin.
Dua makhluk di belakangnya cukup kesulitan mengikuti si pria, mereka juga menyelip-nyelip di ranting pepohonan sambil sesekali mengumpat kasar.
Ia sampai si bagian sisi menara dengan jendela yang menganga, dengan sisa-sisa kekuatannya ia berusaha meraih pinggir jendela menara.
Ia berpegangan pada sisi jendela, berusaha menahan bobot tubuhnya. Ia berusaha memanjat, namun tak mampu.
Dengan dorongan keras ia mencoba menaikkan tubuhnya, namun selalu gagal. Ia menghempaskan sayapnya, ia berhasil meraih bagian dalam ruangan itu.
Ia sudah berada di dalam ruangan, tubuhnya bersandar pada dinding dekat jendela. Sontak ia terkejut, tetperangah dengan tempatnya berpijak saat itu. Ruangan itu cukup luas, indah, dan sepertinya sebuah kamar.
__ADS_1
Tapi ada sesuatu yang membuat pria itu Takjub. Di sana ada seorang gadis, kulitnya putih bagaikan bunga pansy putih yang sedang mekar, rambut coklatnya panjang tergerai indah.
Bibirnya merah delima, sangat mempesona dalam balutan gaun putihnya.
Pria itu menyibak kawanan rambut yang bertengger di pipi gadis mungil itu, gadis itu bergerak dalam tidurnya, matanya dihiasi bulu mata yang lentik dan menggenggam tangan pria yang tengah menatapnya tanpa sengaja, ia tertidur lelap sekali.
Pria itu telah jatuh hati, seakan rasa sakit yang ada di tubuhnya hilang seketika.
"Sweet dreams, honey." Pria itu membelai lembut tangan gadis mungil itu, perlahan melepas genggaman sang gadis.
Lalu pria itu merintih, sayapnya terluka dan sulit bergerak.
Ia menuju kearah jendela. Setelah dirasa aman pria itu kemudian terbang tinggi bersama dengan angin malam, sempoyongan dengan sayapnya yang belum pulih.
"Aku akan menemuimu lagi nanti." bisiknya pada angin yang menderu.
...Haii para readers, jangan lupa vote dan comment ya! Author bakal sering update kok❤️...
__ADS_1