KEKASIH SANG IBLIS

KEKASIH SANG IBLIS
Chapter 14


__ADS_3

Alexa terbangun dari tidurnya yang panjang malam itu, dilihatnya mentari sudah kembali hadir seperti biasanya, yah seperti biasa dan seperti ada yang hilang darinya.


Entah kenapa Barretta sedikit terlambat pagi ini, Alexa memutuskan untuk turun dan berjalan-jalan di Garden Castle.


Burung-burung berkicau sambil memadu kasih di atas pepohonan rindang pagi itu, udara yang sejuk sehingga membuatnya terbuai dalam suasana pagi yang menyiratkan kelahiran.


Aroma tanah yang lembab semakin mendominasi aroma pagi yang menguar segar, dalam hati Alexa berharap agar Petichor ini tak pernah terusai. Alexa menyapa beberapa ekor kelinci kecil yang menggemaskan, kemudian berlalu.


Alexa terus berjalan masuk lebih jauh lagi ke Garden Castle yang hampir seperti labirin, dan Alexa sampai pada ujung taman itu. Ada banyak bunga gantung di tembok-tembok Garden Castle yang memisahkannya dengan hutan, namun pada satu sisi dinding ada sesuatu yang mencurigakan.


Alexa mendekat, ada pola aneh dari tumbuhan yang menjalari dinding itu, dengan perlahan Alexa mendorongnya.


KREKK!!


Bum! Tak disangka ada pintu rahasia menuju hutan di sana, dan tampaknya ada orang yang keluar masuk istana melalui pintu itu untuk mencapai tujuan pribadinya.


Alexa merasa heran, ia sudah terlalu jauh masuk ke Garden Castle dan baru kali ini ia melihat sebuah pintu keluar tersembunyi. Alexa ingin segera mengadukannya kepada yang mulia Raja, tapi rasa penasaran membuat Alexa ingin sekali menembus dinding itu.


Perlahan-lahan Alexa melangkahkan kaki ke pintu itu, and Amazing! Hutan di luar sangat indah.


Tampak hamparan pemandangan seperti taman, semak belukar bak bunga Pheony, ini adalah surga tersembunyi, Alexa sangat menyukainya.


Dan tanpa sadar Alexa sudah keluar dari lingkungan istana, namun rasanya tak ingin kembali, Alexa ingin menghabiskan banyak waktu di sini.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan di luar Castle pagi-pagi begini, Mine?" suara itu lagi-lagi mengagetkan Alexa, Alexa mengedarkan pandangan dan menemukan si pria tengik Axe sedang bersandar di sebuah pohon.


Axe berjalan mendekat ke arah Alexa, "Bisakah kau tak muncul tiba-tiba dan mengagetkanku?" gerutu Alexa sambil membenahi poninya.


Axe terkekeh dan semakin mendekatkan diri, "Maybe, tapi aku tak bisa janji."


Alexa mendengus, bukanlah hal mudah untuk menghadapi pria disampingnya ini, Alexa ingin sekali meninjunya. Axe terlihat tak sabaran melihat tingkah Alexa.


"Well! Sepertinya ada yang melupakan sesuatu," terdengar menyindir namun disertai dengan kekehan.


Alexa tidak peduli, ia terus melangkahkan kakinya menjauh dari Axe sambil menikmati pemandangan di sekelilingnya.


Namun lama-lama mulut Alexa terasa gatal ingin bicara, "Lupakan apa yang terjadi semalam ..." ucap Alexa sengaja menggantungkan kata-katanya.


Axe tidak peduli, memangnya apa yang bisa dia lupakan dari gadis bernama Alexa? Tentu saja tidak ada. Axe menyeringai, sebuah ide jahat muncul di kepalanya.


Wajah Alexa bersemu merah menatap tajam ke arah Axe, Axe tertawa lepas melihatnya.


"Axe, Kau benar-benar menyebalkan!" geram Alexa sambil mengejar Axe sambil memegang ranting pohon di tangannya.


Axe berlari menjauh sambil tertawa, begitu pun Alexa yang kini menampilkan senymannya, jarang sekali itu terlihat dari Alexa.


Setelah lelah berlari Axe membaringkan tubuh di rerumputan sambil mendongak menatap langit, disusul Alexa di sebelahnya.

__ADS_1


"Alexa, aku harap kebahagiaan seperti ini tak pernah usai, aku takut di masa depan akan ada sebuah bencana." ucap Axe terlihat serius, Alexa mengerutkan dahinya.


"Hmm, bencana seperti apa maksudmu?"


"Entahlah, beberapa masa yang akan datang di luar prediksiku," mata Axe menerawang.


Mata Alexa juga Ikut-ikutan menelisik langit, "Aku harap juga begitu, baru kali ini aku bertemu seorang sepertimu."


Axe merengut, "Kenapa?" mata Axe beralih menatap ke arah Alexa.


"Kamu seperti sebagian dariku, dan aku seperti sebagian darimu. Aku kadang tak bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan, tapi aku hanya berharap kau tak pernah menghilang." Alexa terlihat menghayati kata-katanya, ia beralih memandang Axe hingga manik mata mereka bertemu.


Axe mendekatkan wajahnya dengan wajah Alexa, tanpa rasa takut Alexa juga mendekatkan wajahnya. Deru angin yang kian membelai meniupi rambut Alexa, Axe menyibaknya lembut.


Melihat posisi mereka yang sangat dekat, entah setan apa Alexa sontak menubruk bibir Axe dengan bibirnya. Mata Axe membelalak kaget saat bibir mungil itu telah menyatu dengan bibirnya, tak ada ******* di sana.


Alexa juga keliatan terkejut mengingat dia sangat berani melakukan hal itu tiba-tiba, Axe juga masih terpaku bisu. Melihat tak ada kemajuan, Axe mengambil alih keadaan, ia mengungkung tubuh Alexa di bawah tubuhnya yang membuat Alexa membelalak kaget.


Masih dengan bibir yang menempel sempurna, Axe ******* bibir Alexa dengan ganas seolah menuntut balasan dari Alexa, Alexa yang mulai kehabisan nafas mendorong dada Axe dengan keras sehingga pangutan itu pun terlepas.


Mereka saling tatap, Alexa mengatur napas sambil menghirup oksigen banyak-banyak. Tak tinggal diam Axe kembali menarik tengkuk Alexa agar bibir Alexa kembali menempel dengan bibirnya, ia kembali ******* bibir itu dengan kasar sambil sesekali menggigit-gigit pelan bibir Alexa.


"Hmmm!" Alexa tak habis pikir bagaimana bisa mereka melakukannya.

__ADS_1


Ciuman itu terus berlanjut dengan Axe yang terus *******, bibir Alexa terasa sangat manis. Perlahan-lahan Alexa menggerakkan bibirnya mengikuti Axe, dua insan itu berpangutan seolah-olah dunia ini hanya milik mereka.


......Haii para readers, vote dan comment terus ya! Author bakal sering update kok❤️......


__ADS_2