
Seorang wanita dengan gaun hitam pekat dengan renda merah yang senada tengah duduk di kursi kebesarannya sambil melipat kaki ke depan.
Dari ujung ruangan tampak beberapa orang pria memakai seragam hitam dengan pita merah berjalan ke arah singgasana wanita tadi, pria-pria itu menunduk, tentu saja mereka pengawal.
"Lapor Queen, beberapa petunjuk Cahaya Abadi telah ditemukan, menurut yang kami temukan, benda itu sudah bertransformasi menjadi makhluk yang hidup," pria itu mundur beberapa langkah dan sedikit mengangkat kepalanya yang bertanduk.
Wanita di singgasana itu tertawa keras dengan nada menggelegar yang mengerikan, "Kerja bagus! Kalian harus segera mendapatkannya, dengan begitu bangsa kita akan memiliki kekuatan yang sangat besar melebihi kaum Angel,"
Para pengawal itu mengangguk, gigi taring mereka tampak seperti ingin mencabik-cabik liar.
Namun dari kejauhan terdengar derap langkah dari lorong yang sama yang dilewati oleh beberapa pengawal tadi, seorang pria muda dengan rambut coklat dan mata birunya berjalan sambil menyeret kedua sayap hitam di punggungnya. Jangan heran, semua orang di sana juga memilikinya.
"Queen!" ucap pria itu sambil membungkuk.
Wanita yang dipanggil Queen itu mengangguk, "Axe, kau kembali. Kemana saja kau? Bukankah kau masih terluka parah?"
Axe mengalihkan pandangan, "Maaf Ibunda, aku hanya berjalan-jalan sebentar dan sedikit mengawasi keadaan sekitar," tukasnya tegas.
__ADS_1
Wanita itu segera mengisyaratkan para pengawalnya untuk keluar dari ruangan itu.
"Beberapa hari ini aku sedikit curiga padamu, kau selalu masuk ke area kerajaan Vollmond, para mata-mataku bilang kau sering menghilang dan tak bisa di lacak saat memasuki area itu," Wanita dengan gaun hitam dan bibir semerah kawah neraka itu bangun dari duduknya.
"Kenapa kau mencurigai aku? Kenapa kau tidak mengurusi hidup Peter seperti kau mengurusi hidupku? Bukankah dia putra kesayanganmu?" Axe sedikit emosi.
Wanita tadi menghela napasnya "Berhenti membual Axe! Kau pewaris kaum Iblis, kau harus paham posisimu,"
"Aku tidak ingin jadi pewaris!" Axe melangkah pergi setelah menyelesaikan kalimat terakhirnya.
Axe berjalan di koridor dengan tidak fokus, masih memikirkan segala keruwetan dunianya, terlebih Lucy.
Tanpa ia sadari seorang gadis telah muncul di hadapannya, "Axe! Kau kembali?" sontak suara senang wanita itu membuat Axe kaget.
Mata Axe membelalak, Damn! Kenapa gadis itu harus muncul di tengah-tengah masalahnya? Axe menatap gadis itu dengan sedikit terkejut.
Gadis itu mendekat, "Aku sangat merindukanmu, kenapa kau jarang sekali kembali? Aku bahkan tak melihatmu selama sebulan ini," ujar gadis itu manja sembari mendaratkan pelukan dan bersandar di dada bidang Axe.
__ADS_1
Axe yang kaget segera melepaskan pelukan gadis itu, "Selena, emm ... tolong jangan seperti itu padaku, aku tidak nyaman,"
Selena memonyongkan bibirnya,"Kau tidak merindukan aku ya?" ucap gadis itu dengan tampang memelas yang dibuat-buat.
"Menyingkirlah dariku!" bentak Axe kemudian meninggalkan Selena yang terpaku di lorong.
Gadis iblis dengan mata merah itu berlari ke luar karena kesal, pria yang ia cintai selama ini tidak pernah menyukainya sedikitpun, dia sudah kehabisan cara untuk menarik perhatian Axe, nihil tak sekalipun Axe memandangnya.
Bravo! Sebaiknya Axe tidak usah pulang saja tadi, hanya menambah beban pikiran. Satu hal lagi yang harus ia lakukan, ia harus menyelidiki identitas asli Alexa.
Saat Alexa tidur di pelukannya saat itu ada energi aneh yang berasal dari gadis itu, dan Axe harus mencari tau hal itu.
Setelah sampai pada persimpangan lorong, Axe berbelok ke kiri menuju perpustakaan, melewati ruangan-ruangan gelap yang dindingnya dihiasi oleh kepala-kepala kambing.
Bersama angin yang menusuk dan udara yang kian menyesakkan, Axe menghilang seiring dengan derap langkah kakinya. Hanya menyisakan kebisuan yang nyata di lantai paling bawah di Istana Neraka.
......Haii para readers, vote dan comment terus ya! Author bakal sering update kok❤️......
__ADS_1