Kekhalifahan Indonesia

Kekhalifahan Indonesia
2. Terbentuknya Kekhalifahan Indonesia


__ADS_3

Undangan yang dibawa oleh Sunan Ampel diterima oleh Raden Patah dan punggawanya di Demak dan Rakyat Jawa Timur, Lalu Raden Walang sungsang mengajak keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.


Utusan dari Samudera pasai menyatakan akan bergabung. Kesultanan Makassar juga mengirimkan utusannya ke Bogor Pasundan untuk bergabung menjadi satu. Kerajaan Bali menyatakan bergabung dengan kami dengan syarat menjadi daerah istimewa seperti Ngayogyakarta Hadiningrat.


“Apakah dari Indo-cina sudah datang? Jika tidak kita akan menurunkan Hubungan dengan kerajaan yang ada di Indo-cina” saya bertanya pada Ulama Jawa Barat sekaligus Sunan Gunung Jati yang merupakan Putra dari Nyai Rara Santang.


“Khalifah tidak perlu Khawatir, mereka menyatakan bergabung, dan mengirim utusan untuk mengenali Agama Islam yang kita anut”


“Anda benar! Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:


لَاۤ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِ ۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِا لطَّا غُوْتِ وَيُؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِا لْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَا مَ لَهَا ۗ وَا للّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ


Laaa ikrooha fid-diin, qot tabayyanar-rusydu minal-ghoyy, fa may yakfur bith-thooghuuti wa yu`mim billaahi fa qodistamsaka bil-‘urwatil-wusqoo langfishooma lahaa, wallohu samii’un ‘aliim


“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”


(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 256)


“Lalu untuk anda menurut Al-Qur’an telah diramalkan”


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَا لَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَـنَا مِنْ اَزْوَا جِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّا جْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَا مًا


wallaziina yaquuluuna robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyyaatinaa qurrota a'yuniw waj'alnaa lil-muttaqiina imaamaa


"Dan orang-orang yang berkata, Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."


(QS. Al-Furqan 25: Ayat 74)

__ADS_1


“Saya tidak mau menjadi sombong setelah negara terbentuk, karena sombong adalah Mahkota milik Allah SWT dan manusia tidak boleh sombong” saya menasehati Semua Prajurit Istana yang ada di Istana Pasundan agar tidak sombong setelah Kekhalifahan Indonesia dibentuk.


“Terima kasih atas nasihatnya Khalifah, kami akan mengingatnya” Prajurit Istana terharu karena Nasihat saya.


Beberapa Hari kemudian semua utusan masing-masing wilayah di Indocina dan Nusantara dikumpulkan di daerah Sunda kelapa. Tepatnya daerah yang akan dibangun monumen Persatuan Nasional Monas. Orang-orang itu membawa Hadiah apapun yang mereka bisa bawa, tidak peduli Hasil Bumi, Perhiasan bahkan ada yang tidak membawa karena terlalu kekurangan. Mereka antara lain adalah



Muhammad bin Muhammad Al-Fatih (Saya).


Sunan Ampel (Raden Rahmat).


Sunan Kalijaga (Raden Mas Said).


Raden Patah (Sultan Demak).


Dalem Batu renggong (Daerah Istimewa Sunda Kecil).


Sultan Ali Mughayat Syah (Nanggroe Aceh Darussalam).


Sultan Babullah (Ternate-Maluku)


Raja Thammaracha IV (Kerajaan Sukothai) dan.


Sultan Selim I sebagai pengatur jalannya Kongres Penyatuan negara.


“Saya menyatukan Nusantara dan Indo-cina menjadi satu adalah untuk menangkal bangsa Barat dan Bangsa timur seperti Tartar dan Jepang, saya tidak memaksa anda”


__ADS_1


Saya memulai jalannya Kongres dengan penyambutan makan-makan sementara saya berbicara. Omong-omong makanannya adalah makanan abad 21 yang pastinya Halal Seperti Ikan Bakar, Ayam Geprek, Minuman dingin, dan air putih.


Semuanya menghabiskan makanannya dulu sebelum mereka berbicara tentang masalah mereka yang membuat mereka ingin bergabung. Tidak lupa saya menggunakan keterampilan berbahasa saya yang sanggup berbicara banyak bahasa. Untuk Bahasa di Asia tenggara saya fasih berbahasa.


“ Permisi Tuan Muhammad, saya Raja Thammaracha IV Kerajaan Sukothai kami bergabung dengan anda karena ingin mewujudkan Ramalan Tetua kami yang ingin menyatukan Asia tenggara dan menghalau Kerajaan Khmer dan Champa yang menyerang kami, kami akan menyerahkan wilayah kami kepada anda jika anda berhasil menghalau mereka, dan ingatlah kami tidak pernah mengingkari janji yang telah diucapkan!” Kerajaan Sukothai sedang dalam keruntuhan.


“Kerajaan Bali Kami akan menjadi wilayah anda dengan ikhlas tapi harus menjadi daerah istimewa Bali” Batu Renggong menginginkan adanya persatuan dengan syarat daerah istimewa Bali.


“Kami dari perwakilan seluruh kesultanan Islam Nusantara hanya ingin kebebasan memeluk agama Islam”


Saya langsung menjawab, “Kekhalifahan ini bebas memeluk agama apapun, tetapi jika ingin bebas pajak selamanya harus memeluk Islam, tapi saya tidak memaksa” saya mengeluarkan Koin Emas contoh mata uang yang akan digunakan terdiri dari Koin Emas Dinar, dan Koin Perak Dirham sebanyak 75 juta keping.


“Para tamu silahkan mengambil secukupnya untuk perbaikan wilayah masing-masing dan untuk Bantuan militer akan dilakukan paling lambat 12 bulan” Sultan Selim membaca isi surat yang saya serahkan padanya.


“Atas Izin Allah Subhanahu Wata'ala terbentuk Kekhalifahan yang bernama Kekhalifahan Indonesia! Kalau setuju angkat tangan dan kita rayakan pembentukan negara ini hari ini sebagai Hari Penyatuan negara!” Saya dan Para tamu disuguhkan dengan Pertunjukan wayang kulit yang dibawa oleh Sunan Kalijaga.


“Semuanya tolong bawa buku ini adalah buku bahasa Indonesia, yaitu bahasa Melayu yang disempurnakan, serta yang ini adalah Buku bahasa Inggris untuk kita siap berhadapan dengan orang-orang barat!” Jadi Bahasa Nasional adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dengan pemerataan pendidikan maka Rakyat akan menjadi lebih kuat dan maju.


Setelah seminggu berada di Sunda kelapa, para Tamu undangan mengundurkan diri ke daerah masing-masing dan mulai memperkenalkan Kekhalifahan Indonesia kepada warga-warganya di wilayahnya. Ibu Kota Negara Ini adalah Kota Bogor, dengan wilayah, semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Kepulauan Sunda Kecil sebagai wilayah awal.


17 Agustus 1521 berdirinya Kekhalifahan Indonesia, dengan cepat wilayahnya meluas ke Burma Myanmar, Khmer Kamboja, dan Champa.


Ketika usia negara ini 79 tahun pada tahun 1600 M, Diplomat dari Dinasti Ming ingin menjalin Hubungan Politik dengan Kekhalifahan Indonesia. Sejak saat itu Kekhalifahan Indonesia Terkenal dengan Militernya yang terus berkembang pesat, Angkatan Laut sebagai angkatan laut terkuat di Asia kedua setelah Dinasti Ming, dan setelahnya adalah Tokugawa Ieyasu Yang tidak lain adalah Jepang.


“Beruntung kita mempunyai pemimpin yang sangat bijaksana, aku harap Khalifah Panjang umur!” Satu Masyarakat kota Sunda kelapa atau Jayakarta membuat orang-orang mengikuti dia yang memuji Khalifah Muhammad Al-Fatih.


“Panjang Umur Khalifah! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!” Mulai dari masyarakat Warga kota Jayakarta merambah ke seluruh wilayah Indonesia Hingga terdengar ke Dinasti Ming di China daratan.


“Panjang Umur Khalifah! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!”

__ADS_1


“Panjang Umur Khalifah! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!” suara itu terus menggema sampai sembilan belas kali dan peristiwa itu menjadi Sejarah penting Kekhalifahan Indonesia yang Makmur.


(Saya Ingatkan sekali lagi! Ini adalah Fiktif! Hanya Impian saya sebagai penulis, mohon maaf jika ada yang protes tapi ini hanya untuk hiburan semata).


__ADS_2