Kekhalifahan Indonesia

Kekhalifahan Indonesia
3. Perkembangan Negara


__ADS_3

Dalam dua belas bulan Pasukan ICA atau singkatan dari Indonesian Caliphate Army sudah dilatih dengan sangat baik dibawah pengawasan Khalifah Muhammad Al-Fatih menggunakan Istinggar atau senapan. IR-01 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Senapan Istinggar sebagai bahan latihan perang di hutan maupun di pemukiman penduduk. Dan untuk latihan perang, Menggunakan E-02 yaitu M1 Garand Amerika pada tahun 1936 tetapi dengan kemampuan memproduksi barang tanpa material yang dimiliki oleh Khalifah R-02 sebagai cikal bakal senapan M1 Garand.


“Bagaimana latihan dan olahraga kalian? Makanlah secukupnya Serta Minum secukupnya agar kalian bisa naik menjadi Pasukan elit Kekhalifahan! Pendaftaran dibuka Gratis setelah kita akan mencaplok Wilayah Kekaisaran Khmer Kamboja, Champa, dan Myanmar” Khalifah Muhammad Al-Fatih membagikan Rompi Plat baja anti peluru kepada para pasukan.


“Terima kasih Khalifah! Kami akan berusaha sebaik mungkin dengan izin Allah SWT” Para prajurit beruntung mempunyai panglima besar seperti Khalifah Muhammad Al-Fatih.


“Ingat jangan terlalu kasar pada orang yang sudah tua dan anak-anak, jika mereka melawan, borgol saja mereka tanpa menyakiti mereka!” Kekuatan satu Prajurit Kekhalifahan Indonesia sama dengan 10 Pasukan Elit modern USA jika dibandingkan. Berkat itu semua Rakyat kekhalifahan Indonesia tidak ada yang menentang maupun memberontak, karena mereka tahu kalau apa yang dilakukan oleh Khalifah Muhammad Al-Fatih demi kebaikan bersama.


“Kami harus bersih-bersih kamar kami sebelum pergi berperang, Assalamualaikum!” Kewajiban umum para Prajurit Kekhalifahan Indonesia adalah minimal membersihkan apa yang dimiliki.


Khalifah Muhammad Al-Fatih bernyanyi sendirian menentukan lagu nasional berjudul Cinta Tanah Air (di realitas Ya Lal Wathan).


“Pusaka hati wahai tanah airku


Cintamu dalam imanku


Jangan halangkan nasibmu


Bangkitlah hai bangsaku


Pusaka hati wahai tanah airku


Cintamu dalam imanku


Jangan halangkan nasibmu


Bangkitlah hai bangsaku


Indonesia negeriku


Engkau panji martabatku


Siapa datang mengancammu


Kan binasa di bawah durimu,,,,


Siapa datang mengancammu

__ADS_1


Kan binasa di bawah durimu,,,,”


Ahli Syair Turki Ottoman mendengar suara Khalifah Muhammad Al-Fatih yang sangat merdu menentramkan hati mencatat lagu yang dinyanyikan oleh Khalifah Muhammad Al-Fatih. Khalifah Muhammad baru-baru ini mendapat Gelar Al-indunisia yang berarti orang Indonesia.


Lagu itu disebarkan ke seluruh negeri, Rakyat setuju bahwa lagu Cinta Tanah Air menjadi Lagu Nasional. Melalui Dewan Rakyat Indonesia, inilah Struktur Kekhalifahan Indonesia:


• Kepala Negara dan Pemerintahan:


Khalifah Muhammad Al-Fatih Al-indunisia.


• Pembantu Pemerintah (Perdana Menteri, jabatan Lima tahun dipilih oleh rakyat dan di sahkan Khalifah:


Walisongo (Perdana Menteri Pertama sampai sembilan).


• Jenderal ICA (Indonesian Caliphate Army):



Angkatan darat: Raden Walang sungsang (Jenderal Pertama).


Angkatan laut: Joko Tingkir (Jenderal Kedua


M.


Intelejen Negara: Kiai Hasanuddin.


Juru bicara Khalifah: Nyai Rara Santang.


• Gubernur:


Sumatera: Gubernur Ali Mughayat Syah


Semenanjung Malaya: Gubernur Ahmad Khan I (Nama Islam Raja Thammaracha IV) tahun 1521-1531 M, dan digantikan oleh Ulama Semenanjung Malaya Tun Sri Abdullah Hingga tahun 1600 M.


Jawa: Gubernur Raden Patah (seluruh Wilayah Jawa dan Madura).


Kalimantan: Gubernur Selim I (Mengundurkan diri dari Sultan Turki, memilih ke Indonesia).

__ADS_1


Sulawesi: Gubernur Hassanudin (Seluruh pulau Sulawesi).


Maluku: Gubernur Baabulah (Maluku dan Maluku Utara)


DKK Kepulauan Sunda Kecil: Gubernur Batu Renggong.



Wilayah yang akan datang ke dalam Kekhalifahan Indonesia pada tahun depan (1522 M) yaitu Kamboja, Champa dan Myanmar.


Pergerakan Kekhalifahan Indonesia tampaknya membuat Dinasti Ming tertarik, mereka jika berhasil membuat hubungan baik dengan Khalifah Muhammad Al-Fatih Al-indunisia, maka mereka bisa mengusir Pasukan Tartar Mongol yang melakukan invasi besar-besaran setelah beberapa ratus tahun sebelumnya kalah dari Majapahit.


Tidak terasa sudah dua belas bulan dan saatnya melakukan penyelamatan serta perluasan wilayah di Asia tenggara.


Kerajaan Khmer atau Kekaisaran Khmer, merupakan kerajaan bangsa Khmer yang berdiri pada kurun waktu 802 sampai 1432 M. Kerajaan Khmer pernah merupakan kerajaan agrikultural terbesar di Asia Tenggara, yang berpusat di wilayah Kamboja sekarang ini. Kerajaan ini, yang memisahkan diri dari Kerajaan Chenla, pada beberapa waktu tertentu pernah memerintah atau menguasai daerah-daerah yang sekarang ini termasuk wilayah Laos, Thailand dan Vietnam. Pada saat ini tahun 1522 M, dengan cepat masuk ke genggaman Kekhalifahan Indonesia, mengikuti Champa dan Myanmar.


Senapan IR-01 dan R-02 sangat kuat ditangan Angkatan Darat Kekhalifahan Indonesia. Dengan cepat orang-orang masuk Islam karena Khalifah Muhammad Al-Fatih tidak menghendaki adanya perbudakan di Negaranya.


Jumlah Penduduk pada sensus penduduk tahun 1600 M sekitar 1,260,549,701 jiwa. Pertumbuhan penduduk dari 1523-1600 antara 10 juta penduduk sampai 20 juta penduduk per tahun. Sampai-sampai Khalifah Muhammad Al-Fatih menurunkan tingkat pertumbuhan penduduk ke 1,206,809 penduduk per tahun dengan persentase 1,5%-3,9%.


Yang lebih membanggakan, ICN Atau Indonesian Caliphate Navy (Angkatan Laut kekhalifahan Indonesia), di juluki sebagai Armada Bulan Sabit “Crescent Moon Fleet” karena menyerang saat Malam Hari, dan menghilang saat Matahari terbit.


“Pendidikan cek, SDM cek, SDA cek, dan Perkembangan Tekhnologi dalam semua bidang” saya menerima laporan dari kurir Khalifah yang saya tugaskan.


“Ada masalah Wahai Khalifah!” Mata-mata yang ditugaskan oleh perdana menteri Indonesia Sunan Muria sebagai Perdana menteri kesembilan yang jabatan terlama sekitar 15 tahun atau 3 periode.


Sekarang Tahun 1610 dan kami kehilangan Maluku karena kecerobohan para Prajurit Kekhalifahan yang tidak patroli rutin di wilayah timur Indonesia. Dan kesalahan saya juga karena hanya melakukan hubungan Politik dengan China daratan ketimbang wilayah sendiri.


“Kanjeng Sunan tolong persiapkan Pasukan Angkatan Laut dan Kapal-kapal yang telah diperbaharui,juga siapkan Mereka dengan mental yang baik”


“Yah kalau begitu saya pamit, assalamualaikum!” Saya memerintahkan kepada Sunan Muria untuk mencegah Peristiwa Penyiksaan 20 Pahlawan Maluku yang melawan Belanda hingga tewas.


Peristiwa itu tidak boleh sampai terjadi bagaimanapun caranya, saya Harus mengambil langkah Tegas dan Bijaksana agar kesalahan tidak terjadi. Karena Sultan Babullah dikalahkan oleh Belanda. Musuh yang dimaksud oleh Saya adalah VOC Belanda, Perusahaan dagang Belanda yang menjadi cikal bakal Berdirinya Negara Hindia Belanda. Saya harus mempertahankan wilayah sekecil apapun agar tidak jatuh ke tangan Belanda.


“Nampaknya Aku akan membuat berita agar Rakyat kekhalifahan Indonesia waspada terhadap pengaruh Belanda di Maluku, Serta Rakyat tidak akan terpengaruh oleh Taktik Bangsa Belanda yang bernama Devide et Empera atau taktik memecah belah”


Sebulan kemudian setelah berita terbaru terkait Koloni VOC Belanda di Maluku tersebar, Rakyat Kekhalifahan Indonesia menuntut agar Khalifah Muhammad Al-Fatih menyerang Maluku demi pembebasan Masyarakat Maluku yang disiksa oleh Belanda.

__ADS_1


Pengepungan Maluku yang akan dikenal oleh Bangsa Barat terutama Belanda sebagai Maluku Siege atau Last stand of VOC di Maluku. Rencana Khalifah Muhammad Al-Fatih setelah melakukan itu, Dia akan menjadi hubungan baik dengan Dinasti Ming yang akan runtuh, serta Invasi besar-besaran ke Negara Belanda di Eropa.


__ADS_2