
“Komandan CIC mendapatkan pergerakan Torpedo kearah kita berjumlah dua Torpedo!” Hikari dan Yosuke Kadomatsu mendapat laporan dari CIC.
Hikari tidak berada di CIC karena Komandan Izumo sedang memerlukan kemampuannya untuk mengidentifikasi Kapal, Pesawat, Maupun yang lainnya. Lautan bisa menjadi bahaya yang tidak diduga-duga itu yang sekarang ini ada di pikiran Hikari, JS Hatakaze Belum Pada Mode Tempurnya. Sh-60 Helikopter Anti-Kapal Selam mengudara, Helikopter itu dibekali dengan kemampuan Seeker Sonar yang bisa mendeteksi anomali apapun di bawah laut termasuk Kapal Selam WW2 yang belum menerapkan Sistem Siluman.
“Kapal Selam terdeteksi! 3900 yard dari JS Hatakaze! Jenis Kapal Selam tidak diketahui karena kurangnya data!” Pilot Sh-60 berhasil mendeteksi dimana lokasi Kapal Selam itu.
“Bodoh! Itu dikarenakan kalian Kurang latihan! Kita ambil tindakan untuk bertahan hidup dengan hindari Torpedo itu! Identifikasi dari mana itu!?” Masayuki Kikuchi memarahi awak kapal yang kurang latihan yang diperlukan karena mereka sering membolos.
“Sudahlah Masayuki! Ini adalah Kejadian Real Time, kita perlu tahu bagaimana keadaan diluar sekarang!” Iori menenangkan diri Masayuki Kikuchi dengan sabar.
Torpedo mendekat tapi bisa dihindari pada saat kritis, hampir saja terkena Torpedo. Sementara itu di USS Gato, Kapten Kapal Selam itu heran karena katanya kapal itu Rusak, tetapi kenapa 30 detik kemudian setelah menyalahkan mesin, kapal itu bisa menghindari maut.
“Bahkan 30 Detik setelah menyalahkan mesin, mereka dapat menghindari Mk 14?” Kapten tidak mengira Kalau Torpedo Mk 14 yang diluncurkan bisa dihindari.
“Aku tidak pernah mendengar suara mesin seperti itu sebelumnya! Katamu mereka sedang mati mesin kan?” Kru yang menggunakan headset mendengar suara mesin seperti menderu keras tapi halus di perangkatnya.
__ADS_1
“Hei jangan salahkan aku dong? Kenapa kamu tidak coba sendiri jadi insinyur ahli kapal sepertiku! Pasti kamu juga tidak akan menyangka hal-hal ini, Kapten aku sarankan untuk membuka katup 3, 4, 5 dan 6! Mereka tidak akan bisa melarikan diri dengan Torpedo yang menyebar.
Shoom! Torpedo Mk 14 tersebar ke empat arah, mengincar JS Hatakaze sekali lagi. Mk 14 Menggunakan Pendorong CO² (Karbon dioksida). Pada akhir Perang Dunia II, Torpedo Markus adalah senjata yang dapat diandalkan pada akhirnya dapat beroperasi selama hampir 40 tahun di Angkatan Laut AS, dan bahkan lebih lama dengan angkatan laut lainnya.
Desain Markus mulai pada Januari 1931; Angkatan Laut mengalokasikan $ 143.000 untuk pengembangannya. Markus 14 adalah untuk melayani di kapal selam “Armada” baru dan menggantikan Markus yang telah beroperasi sejak Perang Dunia I dan merupakan standar di perahu R-dan S yang lebih tua. Meskipun diameter yang sama, Mark 14 lebih lama, pada 20 kaki 6 in (6,25 m), dan karenanya tidak sesuai dengan kapal selam yang lebih tua ’15 kaki 3 dalam (4,65 m) tabung torpedo. (Kemudian dalam perang, Biro Ordnance (Buord) berhenti memproduksi Markus untuk S-Boat dan memberikan torpedo Markus yang lebih pendek terdiri dari beberapa subsistem, dan subsistem tersebut berkembang dari waktu ke waktu. Torpedo juga disesuaikan untuk aplikasi mereka. Torpedo kapal selam, seperti Markus 14, dibatasi oleh dimensi tabung torpedo kapal selam: dengan diameter 21 inci dan panjang maksimum tertentu. Kapal selam diperkirakan diharapkan untuk menutup dengan target mereka, sehingga torpedo tidak perlu jangka panjang. Sebaliknya, torpedo ditembakkan oleh perusak membutuhkan kisaran yang lebih besar karena pendekatan mereka akan terbakar dari target mereka. Perbaikan dalam output daya mesin propulsi memungkinkan Mark 14 untuk memiliki kecepatan tertinggi 46 knot dibandingkan dengan 30 knot Mand 0 MOD 0. Kemudi dikendalikan oleh giroskop; Gyro pada Mark 10 MOD 0 diputar di Torpedo Tube dan tidak ditenagai setelah peluncuran; Gyro pada Markus terus ditenagai oleh labu udara. Kontrol kedalaman pada Mark 10 lambat – kedalaman tidak akan stabil dengan cepat; Stabilisasi kedalaman Mark 14 ditingkatkan.
Tetapi untuk Aegis Destroyer Seperti JS Hatakaze, Mk 14 Torpedo bukan masalah serius jika tidak kena. Kapal perusak berpeluru kendali kelas Hatakaze adalah kapal generasi ketiga yang beroperasi dengan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF). Mereka adalah kapal JMSDF pertama yang memiliki tenaga penggerak turbin gas. Paket senjata inti mirip dengan kelas Tachikaze sebelumnya, tetapi berbagai peningkatan dilakukan di banyak area. Yang paling menonjol adalah yang memungkinkan kelas Hatakaze berfungsi sebagai andalan grup. Biasanya tugas ini berada pada jenis kapal yang lebih besar, tetapi jika mereka tidak ada karena perbaikan, kecelakaan, atau kerusakan pertempuran, desain Hatakaze memungkinkannya berfungsi sebagai kapal komando.
Kapal perusak Hatakaze mengoperasikan sistem kontrol taktis tipe OYQ-4-1. Sistem senjatanya termasuk rudal permukaan-ke-udara standar, roket anti-kapal selam, rudal anti-kapal RGM-84 Harpoon, dua dudukan meriam Mark 15 20 mm CIWS, dua dudukan torpedo dalam konfigurasi tabung tiga dan dua dudukan 5 inch/ 54 Rapid Firing Mark 42 cannon.
“Luncurkan ASROC! Jangan biarkan Kapal Selam itu kembali dan membawa informasi tentang kita kepada Amerika Serikat!” Izumo Mengambil langkah tegas terhadap Kapal Selam itu.
“Sfx: Shoom! Wussh!” Rudal VLA yang membawa Torpedo Anti-Kapal Selam menuju lokasi Kapal Selam itu.
“Rasakan itu! Kapal Selam yang tidak dikenal!” Hikari berada di luar Bridge menjadi bersemangat.
__ADS_1
Kemudian satu Torpedo Torpedo Mk 14 mengenai bagian lambung kapal dan JS Hatakaze tidak mengalami Kerusakan yang berarti hanya bocor pada bagian tengah. Tapi bisa ditutup dengan baik untuk sementara agar tidak tenggelam.
“ASROC mengenai sasaran! Sasaran Hancur! Beberapa Awak Kapal Selam itu selamat!” Hikari memberi tahu Ayahnya Hasil dari ASROC yang diluncurkan tadi.
“Baiklah Mode Tempur selesai! Saatnya menuju tujuan kita di Malaya! Semua Kru berangkat!” Iori sambil membungkus Mayat Beberapa Kru yang menjadi Korban dari Torpedo Mk 14 tadi.
JS Hatakaze dengan Cepat Menuju ke Semenanjung Malaya, dengan Kondisi Lambung kapal yang ditambal Electronic Counter Measures Rusak dan Jatuh ke dalam laut. Melewati Teluk Leyte di Filipina dan mereka pun berhenti sejenak memperbaiki Alat-alat yang rusak. Kemudian Mereka didekati oleh Angkatan Laut Kekhalifahan Indonesia dengan Beberapa Antasena Tank Boat, 2 Guided Missile Destroyer dan Cargo Ship yang datang dari Samarinda karena mendeteksi adanya Kapal yang berhenti.
“Komandan beberapa Kapal berbendera Indonesia dan bukan Jepang yang menyoroti kita dengan lampu sorot!” Masayuki Kikuchi melapor pada Komandan Izumo.
“Indonesia? Bukankah Indonesia merdeka pada tahun 1945 kan? Mari kita dengar apa maksud mereka!” Izumo dengan Tenang dan sabar menunggu.
“Benar Ayah Eh Komandan, itu adalah Indonesia! Tapi Kapal Mereka lebih maju daripada yang selama ini kita tahu kan? Itu bukan Sigma-Class Frigate tapi aku yakin itu Indonesia!” Hikari menebaknya dengan tepat tetapi masih salah sedikit.
Kemudian Suara dari Angkatan Laut Kekhalifahan Indonesia terdengar.
__ADS_1
“Hei Kalian! Kapal kalian sedang Rusak kan? Kami akan membantu dan memperbaiki Kapal Kalian! Ikuti Kami menuju Pangkalan Militer kami!” Mereka meminta agar JS Hatakaze untuk Ikut ke Pangkalan Militer Milik Indonesia di Laut Jawa.