Kekhalifahan Indonesia

Kekhalifahan Indonesia
4. Pertempuran di Maluku (Full).


__ADS_3

Pada tanggal 3 September 1610 M, Provinsi Maluku yang dipimpin oleh Sultan Babullah II menggantikan ayahnya yang tidak bisa memimpin rakyat lagi. Tapi Sayangnya Masa Jabatannya sebagai Gubernur Maluku Harus mangkat, Dari 1 Januari 1610 Sampai 3 September 1610 M dikarenakan beliau dibunuh oleh orang misterius diduga Orang Belanda. Esok harinya 50,000 pasukan Belanda dengan membawa kurang lebih 500 Kapal Perang Layar.


Berbekal Pedang, Bambu runcing, Sabit, Cangkul, dan Meriam lama Turki, Rakyat Maluku mempertahankan Kedaulatan Kekhalifahan Indonesia didaerahnya yang tidak lain adalah Provinsi Maluku. Provinsi ini dibandingkan dengan Wilayah lain Kekhalifahan adalah desa terpencil diantara Kota-kota besar. Tapi rasa Nasionalisme Rakyat Maluku beserta Para Prajurit Gubernur.


“Serang!!!” Kapal Belanda merobohkan tembok batu pembatas Kota Ambon dengan meriam.


“Ora ora ora!!! Serbu!!! Orang-orang Pribumi itu lebih pantas menjadi budak kita!!!” Para Prajurit Belanda mengejek Orang-orang Maluku yang Panik mengatur pertahanan dengan alat seadanya.


“Bom!!! Dor, Dor, Dor! Bom!!!” Suara tembakan Meriam dan senapan Musket Belanda menggema di wilayah tersebut.


Rakyat Maluku Mendirikan Pasukan Resistensi terhadap orang-orang Belanda yang menyerang. Para Prajurit Gubernur Maluku tidak tinggal diam, sebagian dari mereka mengeluarkan pedang dan menyerbu ke arah Pantai dimana Para Prajurit Belanda berada. Sementara yang lainnya mengeluarkan Meriam Turki didalam Gudang serta mendembakkan Meriamnya dengan taktik “Salvo” yang pernah diajarkan oleh Khalifah Muhammad Al-Fatih lewat Gubernur Baabulah. Taktik Salvo adalah menembakkan meriam atau senapan secara bersamaan, dampak terhadap musuh. Taktik Salvo melukai banyak Pasukan Belanda dan banyak melubangi Kapal-kapal Belanda sehingga banyak yang karam maupun tenggelam.


“Kapan bantuan dari Angkatan Laut kita datang?” Komandan Pasukan Gubernur Ali Zainal Abidin menanyakan pada petugas Komunikasi antar provinsi.


“Sekitar 5-7 Hari paling cepat, kita harus bisa menahan mereka sampai angkatan laut kita datang, tolong kabarkan kepada rakyat Maluku!” Petugas Komunikasi mendapat akses informasi cepat yang dikirim melalui Burung Elang pengantar pesan dari Khalifah.


“Untung Khalifah Muhammad Al-Fatih sudah memprediksi bahwa Hal ini akan terjadi, entah bagaimana jika Khalifah Muhammad Al-Fatih tidak efisien” dalam kondisi seperti ini, wakil petugas Komunikasi antar provinsi masih sempat memuji kinerja Pemerintah.


“Wahai Masyarakat kota Ambon, kita adalah Garis terakhir Provinsi ini! Kita Harus mempertahankannya apapun yang terjadi! Saya Ali Zainal Abidin menyatakan, Allahu Akbar!” Komandan Ali Zainal Abidin membakar semangat perjuangan rakyat Maluku hingga ke titik darah penghabisan.


“Allahu Akbar!!! Allahu Akbar!!! Allahu Akbar!!!” tiga juta penduduk Kota Ambon menyerbu Pasukan Belanda yang sedang Istirahat di kamp prajurit Belanda di selatan kota Ambon.


Dengan senjata seadanya, dan membabi buta, Rakyat Maluku khususnya Masyarakat kota Ambon menebas, menusuk, memukul, dan Menendang Para Prajurit Belanda di Kamp mereka. Sekitar ½ pasukan Belanda terluka dan beberapa dari mereka tewas. Sedangkan untuk korban sipil hari itu sekitar 50,000 orang terluka berat, 9,500 orang tewas dalam Pertempuran itu.


Esok harinya tanggal 4 September, Pasukan Bala bantuan dari Belanda datang menolong prajurit Belanda yang terluka dan pasukan itu membawa 40,000 lebih pasukan dengan 50 meriam beroda, serta 14 kapal layar besar


“Bantuan Kerajaan Belanda datang!!! Kita tertolong!!” Pasukan Belanda yang selamat dari maut di pertempuran hari pertama, hanya bisa takut kalau ******* Pribumi itu menyerang lagi, apalagi Rakyat Maluku menyerang dengan jumlah besar, itu sangat merepotkan bagi orang-orang Belanda.


“Tolong Jangan kirim kami lagi ke wilayah ini! Kata perwira Angkatan Laut Kerajaan wilayah ini militernya tidak perlu dikhawatirkan, tapi buktinya banyak orang-orang kami menderita karena ******* Pribumi itu” Salah satu korban dari pihak Belanda yang selamat memarahi Perwira Bala bantuan dari Belanda.


“Kata orang-orang di pasar Eropa, disini Sumber daya alamnya melimpah, ditambah orang-orang pribumi tidak mampu melawan kita, itu Katanya Perwira dari Angkatan Laut” Perwira Bala bantuan juga tidak mau disalahkan karena informasi yang tidak tepat.

__ADS_1


Masyarakat kota Ambon dengan sigap merampas Senapan Musket Belanda dan Meriam Belanda yang tergeletak di antara Mayat-mayat prajurit Belanda. Untuk Mayat-mayat yang banyak sekali jumlahnya, mereka dikuburkan secara Massal agar tidak menimbulkan penyakit. Pertempuran dilanjutkan di Hari berikutnya. Kali ini korban terbanyak di Kubu Rakyat Maluku, sekitar 50,000 orang, dan Kubu Prajurit Belanda 16,000 orang.


“Damn it !!! Why can't we get to this territory easily? Even though we have deployed 100,000 great Dutch soldiers !! "Seorang Prajurit Belanda yang ditawan oleh Prajurit resistensi terhadap orang-orang Belanda hanya bisa mengumpat dengan bahasa Inggris.


"Please don't talk dirty here! You are a prisoner here! So you have the right to be silent!" Komandan Ali Zainal Abidin yang fasih berbahasa Inggris karena sekolah di Madrasah Aliyah di Jawa menampar sambil memarahi Tawanan Belanda itu.


Rata-rata orang yang bertempur melawan Rakyat Maluku kemungkinan 60% tewas atau 40% terluka berat terkena alat-alat tani dan bambu runcing. Setelah mendengar Omelan dari Komandan Ali Zainal Abidin, Prajurit Belanda itu berinisiatif untuk memecah belah persatuan rakyat Maluku, entah berhasil atau tidak supaya dia bebas bersyarat.


“… Fluent English !? When our Dutch troops come to save me, you will not be safe! No one can save you nationless natives! Not even your God or your leader if there is one” Prajurit Belanda ini rupanya dia berusaha memecah belah persatuan kami dengan menghina Allah dan Khalifah kami yang mulia, ini adalah batas dimana dia bisa berbicara bebas.


“You and the Dutch that you are proud of can insult me and the people of Maluku, we can still forgive you! But, when you insult Allah, the leader of our noble country without you knowing what he is like, we will execute you today in the square! ” Komandan Ali Zainal Abidin semakin marah besar, karena Allah dan Khalifah Muhammad Al-Fatih dihina.


“Noo! Please don’t do that!! Please Forgive me! I still want to be Alive!” karena ucapannya sendiri, prajurit Belanda itu yang termasuk Perwira tinggi, tidak bisa berbuat apa-apa ketika Komandan Ali Zainal Abidin Marah besar.


“Orang Belanda ini mengatakan dia menghina Allah SWT Tuhan kita, dan Khalifah Muhammad Al-Fatih sebagai pemimpin kita!!! Apa Hukumannya untuk pelecehan terhadap Agama dan Negara kita?” Komandan Ali Zainal Abidin bertanya dengan nada tinggi kepada orang-orang yang termasuk resistensi.


“Hukuman Cambuk!!! Hukuman yang seadil-adilnya!!!” para Prajurit resistensi Maluku akhirnya memutuskan untuk mengeksekusi pelaku pelecehan Agama dan Negara.


Esok harinya, Mayat si pelaku Pelecehan di lemparkan ke Kamp pasukan Belanda. Pertempuran berlanjut ke Hari ketujuh tanggal 10 September. Dimana Angkatan Laut kekhalifahan Indonesia datang untuk merebut kembali Provinsi Maluku yang berada di tangan Belanda yang sibuk dengan pasukan Resistensi Maluku.


(Ini memang saya buat tidak adil, Pihak Kerajaan Belanda akan saya buat menderita di Musim ini)


“Alhamdulillah Komandan!!! Di ufuk barat Pasukan Angkatan Laut Kita sudah datang!!” kedatangan Angkatan Laut Kekhalifahan Indonesia merupakan kabar gembira bagi Rakyat Maluku.


“Allahu Akbar wa lilla hil Hamd, Khalifah tidak meninggalkan kita!!” Jawab Komandan Pasukan Gubernur Ali Zainal Abidin dengan rasa syukur yang sangat dalam dihatinya.


Angkatan laut Kerajaan Belanda tidak menyangka bahwa ada Negara yang kuat dengan Kapal yang sedang dikembangkan oleh Royal Navy Kerajaan Inggris. Kapal-kapal kerajaan Belanda di Maluku banyak yang tidak dapat digunakan lagi, banyak meriam yang rusak.


Ide Kapal Perang Ironclad ini bermula pada awal abad 17 ini direncanakan di Inggris. Kapal perang Ironclad atau kapal perang berlapis besi (terselubung dengan lempengan besi pada bagian tertentu) adalah jenis kapal perang angkatan laut model terbaru yang sangat populer pada pertengahan abad ke-19. Konstruksi kapal berupa penambahan lapisan besi pada bagian lambung kapal yang sebelumnya memanfaatkan bahan dasar kayu. Konsep ini dikembangkan oleh perancang kapal perang angkatan laut di Eropa dan Amerika Serikat sebagai bentuk perlombaan untuk memenangkan peperangan angkatan laut (navy warfare). Era kapal lapis besi tersebut berlangsung selama kurang lebih lima puluh tahun (1855 – 1905) sebelum meletusnya perang dunia I (1914-1918).


Memiliki senjata utama berupa meriam-meriam laras panjang dan peluru-peluru yang mampu menghasilkan daya ledakan penghancur. Kelengkapan persenjataan di bagian dek depan kapal ICN Jundi adalah 36 meriam dengan berat 68 pon (30,84 kg) yang dapat menembakkan tiga jenis peluru : standar, case, dan canister dengan jangkauan tembakkan mencapai satu mil (1,6 kilometer). Kemudian 8 meriam Armstrong seberat 110 pon (49,89 kg) yang dapat meluncurkan dua jenis tembakkan dengan jangkauan sasaran sejauh dua mil (3,2 kilometer). Kedua senjata utama dikendalilan oleh tenaga ahli khusus yang dapat mengoperasikan meriam dengan stabil dan terarah. Beberapa perangkat yang tersedia diantaranya; gun turret, muzzle-loading rifted gun, turret machinery, dan pivot mechanism.

__ADS_1


Kapal digerakkan dan dioperasikan menggunakan tenaga mesin uap. Dengan memanfaatkan tenaga mesin uap, kapal perang lapis besi ICN Jundi dapat melaju dengan Kecepatan makaimum 14,5 knot (26,85 km/ jam). Baling-baling yang di bagian bawah kapal dapat dipindahkan dari poros penggeraknya ke lambung kapal dengan mekanisme yang sederhana. Setelah berakhirnya masa Kapal lapis baja, kapal-kapal perang yang saat itu dikembangkan dengan menggunakan tenaga penggerak berupa turbin.


Satu Jenis kapal yang telah diketahui oleh Angkatan laut kerajaan Belanda sudah mengidentifikasi Kapal Jenis Gunboat Negara misterius itu. Di zaman layar, kapal perang biasanya merupakan kapal kecil tanpa awak yang membawa satu meriam smoothbore di haluan, atau hanya dua atau tiga meriam semacam itu. Sebuah kapal perang dapat membawa satu atau dua tiang atau hanya bertenaga dayung, tetapi versi tiang tunggal dengan panjang sekitar 15 m (49 kaki) adalah yang paling umum. Beberapa jenis kapal perang membawa dua meriam, atau memasang sejumlah senjata putar di pagar.


“Pasukan Mana itu? Itu bukanlah bantuan dari pemerintah pusat Amsterdam, siapa mereka?” Itu yang diucapkan oleh para prajurit Belanda yang berada di pesisir pantai.


Pengembara kecil memiliki keunggulan: jika hanya membawa satu meriam, kapal dapat bermanuver di daerah dangkal atau terbatas – seperti sungai atau danau – di mana kapal yang lebih besar hanya dapat berlayar dengan kesulitan. Pistol yang dibawa oleh kapal seperti itu bisa sangat berat; 32-pounder. Ketika kapal-kapal tersebut murah dan cepat untuk membangun, angkatan laut disukai dari taktik kawanan: sementara satu pukulan dari broadside fregat akan menghancurkan perahu, fregat yang menghadap ke skuadron besar kapal perang bisa mengalami kerusakan serius sebelum bisa menenggelamkan mereka semua. Misalnya: Dalam pertempuran Alvøen (1808) selama Perang Gun-tuboat 1807-1814, lima senjata Dano-Norwegia mengalahkan HMS Tartar yang sendirian. Perang kapal yang digunakan dalam pertempuran Pulau Valcour (1776) di Danau Champlain selama perang revolusioner Amerika sebagian besar dibangun di tempat, membuktikan kecepatan konstruksinya.


Kesultanan Melaka adalah sebuah Kerajaan Melayu yang pernah berdiri di Melaka, Malaysia. Kerajaan ini didirikan oleh Parameswara, kemudian mencapai puncak kejayaan pada abad ke 15 dengan menguasai jalur pelayaran Selat Melaka, sebelum disatukan oleh Kekhalifahan Indonesia tahun 1521. Menyatukannya semenanjung Malaya ini menjadi pintu masuknya Islam secara menyeluruh di kawasan Nusantara.


“Torres, kita terkepung dari segala sisi!” Perwira Bala bantuan dari Belanda mengingatkan temannya agar lari dari pesisir menuju laut.


“Sfx: Jeduarr!” Kapal perang Ironclad Kekhalifahan Indonesia menembak perwira itu yang berusaha lari. Peluru terbuat dari bahan Wolfram atau Tungsten yang kokoh jadi banyak sekali korban dari pihak Belanda yang kekurangan suplai dan amunisi karena mereka telah menggunakan semuanya pada penduduk sipil.


“Sembunyilah kalian para penjajah! Peluru meriam yang baru kami para penduduk pribumi ini kembangkan bisa melubangi besi dan baja, Bahkan batu didekat kalian pun akan langsung hancur lebur dalam sekejap!”Kapten Divisi Pertama dari delapan divisi Ironclad Kekhalifahan Indonesia terus-menerus menembakkan peluru R-02 miliknya.


“Kami orang-orang Pribumi sudah menanti kalian sejak lama kami menunggu kedatangan kalian, jadi biarkan kami memberi Pelajaran Pada orang-orang Eropa di barat sana supaya jangan sombong!”


“sfx: iringan drumband serta Genderang perang dan suara para personel Angkatan Laut Kekhalifahan Indonesia menyuarakan Lafal Allahu Akbar” Peristiwa ini menjadi sejarah Kekhalifahan Indonesia yang akan menyebabkan Kekhalifahan Indonesia di benua Asia tepatnya di Asia tenggara.


Letak strategis Kekhalifahan Indonesia terbentuk karena Indonesia terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik dan antara benua Asia dan Australia. Akibat letak strategis ini, Indonesia dilalui jalur perdagangan dunia dan berada di lokasi perairan yang kaya sumber daya alam.


“Allahu Akbar! Kita menang!! Allahu Akbar! Kita menang!! Allahu Akbar! Kita menang!! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Kita menang!! Kita menang!!” Rakyat Maluku mendapatkan kembali dengan bantuan dari Angkatan Laut Kekhalifahan Indonesia yang datang tepat waktu.


Untuk selanjutnya oleh Khalifah Muhammad Al-Fatih Al-indunisia akan membuat Sistem Pertahanan Ilusi Optik secara Nasional, jadi Pertahanan Ilusi Optik itu akan menutupi seluruh Wilayah Kekhalifahan Indonesia mulai Indo-cina sampai kepulauan Maluku dan Kepulauan Sunda Kecil. Efek bagi orang-orang luar Selain Rakyat Kekhalifahan Indonesia akan melihat Badai Kabut tebal dan siklon tropis yang menutupi seluruh Asia tenggara dan Menghalau Citra Satelit di masa mendatang, tapi Rakyat Kekhalifahan Indonesia tidak akan merasakan dampaknya karena mereka tidak bisa melihat dan merasakan Kabut tebal dan Siklon Tropis. Kemampuan ini disebut dengan Pengendali Iklim dan Cuaca.


“Letak strategis indonesia terbentuk karena Indonesia terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik dan antara benua Asia dan Australia. Akibat letak strategis ini, Indonesia dilalui jalur perdagangan dunia dan berada di lokasi perairan yang kaya sumber daya alam.


Letak Indonesia secara geografis adalah di wilayah garis Khatulistiwa, diantara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia, serta terletak di antara dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.


Samudera Hindia dan Samudera Pasifik ini dihubungkan dengan dengan selat-selqt yang berada di wilayah Indonesia, yaitu, Selat Malaka, Selat Sunda dan Selat Makassar.

__ADS_1


Lokasi diantara dua Samudera membuat Kekhalifahan Indonesia sangat penting dalam perdagangan. Pada masa lalu, kerajaan seperti Sriwijaya dan Majapahit menjadi makmur karena perannya sebagai perantara di jalur perdagangan antara India di Samudera Hindia dan China di Samudera Pasifik.


Letak geografis Kekhalifahan Indonesia yang berada di pertemuan dua samudera membuat lautan Kekhalifahan Indonesia mejadi pertemuan dua arus lautan. Sementara lokasi Indonesia yang berada di khatulistiwa membuat sinar matahari yang banyak, yang mendukung tumbunya plankton dan menjadi kaya akan sumer daya perikanan meskipun Kekhalifahan Indonesia tertutup Sistem Pertahanan Ilusi Optik tapi tidak bisa menutupi sinar matahari agar Rakyat Kekhalifahan Indonesia bisa mendapat keuntungan SDA kelautan yang melimpah karena mereka tidak terpengaruh oleh Ilusi Optik yang sangat di luar Nalar manusia biasa.


__ADS_2