Kekhalifahan Indonesia

Kekhalifahan Indonesia
20. Republik Turki


__ADS_3

Republik Turki (bahasa Turki: Türkiye Cumhuriyeti) disebut Türkiye (bahasa Turki: Türkiye) adalah sebuah negara di kawasan Eurasia. Wilayahnya terbentang dari Semenanjung Anatolia di Asia Barat Daya dan daerah Balkan di Eropa Tenggara. Turki berbatasan dengan Laut Hitam di sebelah utara; Bulgaria di sebelah barat laut; Yunani dan Laut Aegea di sebelah barat; Georgia di timur laut; Armenia, Azerbaijan, dan Iran di sebelah timur; dan Irak dan Suriah di tenggara; dan Laut Mediterania di sebelah selatan. Laut Marmara yang merupakan bagian dari Turki digunakan untuk menandai batas wilayah Eropa dan Asia, sehingga Turki dikenal sebagai negara transkontinental.


Bangsa Turki mulai bermigrasi ke daerah yang dinamakan Turki pada abad ke-11. Proses migrasi ini semakin dipercepat setelah kemenangan Seljuk melawan Kekaisaran Bizantium pada pertempuran Manzikert. Beberapa Beylik (Emirat Turki) dan Kesultanan Seljuk Rûm memerintah Anatolia sampai dengan invasi Kekaisaran Mongol. Mulai abad ke-13, beylik-beylik Ottoman menyatukan Anatolia dan membentuk kekaisaran yang daerahnya merambah sebagian besar Eropa Tenggara, Asia Barat, dan Afrika Utara. Setelah Kekaisaran Utsmaniyah runtuh setelah kalah pada Perang Dunia I, sebagian wilayahnya diduduki oleh para Sekutu yang memenangi Perang Dunia I. Mustafa Kemal Atatürk kemudian mengorganisasikan gerakan perlawanan melawan Sekutu. Pada tahun 1923, gerakan perlawanan ini berhasil mendirikan Republik Turki Modern dengan Atatürk menjabat sebagai presiden pertamanya.


Ibu kota Turki berada di Ankara namun kota terbesar di negara ini adalah Istanbul. Disebabkan oleh lokasinya yang strategis di persilangan dua benua, budaya Turki merupakan campuran budaya Timur dan Barat yang unik yang sering diperkenalkan sebagai jembatan antara dua peradaban. Dengan adanya kawasan yang kuat dari Adriatik ke Tiongkok dalam jalur darat di antara Rusia dan India, Turki telah memperoleh kepentingan strategis yang bertambah pesat.


Turki adalah sebuah republik konstitusional yang demokratis, sekuler, dan bersatu. Turki telah berangsur-angsur bergabung dengan Barat sementara di saat yang sama menjalin hubungan dengan dunia Timur. Negara ini merupakan salah satu anggota pendiri PBB , Organisasi Konferensi Islam (OKI), OECD, dan OSCE, serta negara anggota Dewan Eropa sejak tahun 1949, dan NATO sejak tahun 1952. Sejak tahun 2005, Turki adalah satu-satunya negara Islam pertama yang berunding menyertai Uni Eropa, setelah merupakan anggota koalisi sejak tahun 1963. Turki juga merupakan anggota negara industri G20 yang mempertemukan 20 buah ekonomi yang terbesar di dunia.


Nama Turki atau Türkiye dalam bahasa Turki terdiri dari dua komponen, yaitu: etnonim Türk dan akhiran abstrak –iye yang berarti “pemilik”, “tanah” (berasal dari akhiran dalam bahasa Arab –iyya yang serupa dengan akhiran –ia dalam bahasa Yunani dan Latin). Catatan awal istilah “Türk” atau “Türük” sebagai autonim terdapat dalam tulisan-tulisan Orkhon oleh kaum Göktürk (Turki Samawi) dari Asia Tengah (c. Abad ke-8 M). Tu–kin dijadikan bukti pada awal tahun 177 SM sebagai nama pemberian bangsa Cina kepada penduduk di wilayah selatan Pegunungan Altai di Asia Tengah. Nama Indonesia “Turki” berasal dari bahasa Latin Pertengahan iaitu Turchia (c. 1369). Nama ini berkerabat dekat dengan Tourkia dalam bahasa Yunani, yang awalnya digunakan oleh bangsa Bizantium untuk menyebut Hungaria pada abad pertengahan (karena bangsa Hungaria dan Turki mempunyai leluhur yang sama) tetapi kemudian mereka mulai menggunakan nama ini untuk menamai wilayah hasil penaklukkan Seljuk di Anatolia, ratusan tahun setelah Pertempuran Manzikert pada tahun 1071.

__ADS_1


Semenanjung Anatolia adalah salah satu wilayah berpenduduk yang tertua di dunia. Berbagai populasi Anatolia kuno menetap di Anatolia, dimulai pada periode Neolitikum hingga ditaklukkan oleh Alexander Agung. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Anatolia, cabang bahasa dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahkan, para peneliti telah mengusulkan Anatolia sebagai pusat hipotesis, di mana bahasa Indo-Eropa menyebar. Bagian wilayah Turki di Eropa disebut Trakia Timur. Wilayah ini tidak berpenduduk sejak empat ribu tahun yang lalu, dan memasuki masa Neolithikum sekitar tahun 6000 SM dengan penduduknya yang mulai bercocok tanam.


Göbekli Tepe adalah sebuah situs yang dikenal sebagai struktur tempat suci tertua yang dibuat oleh manusia sekitar 10.000 SM, sementara Çatalhöyük yang merupakan permukiman Neolitikum dan Kalkolitikum di Anatolia selatan, sekitar tahun 7500 SM sampai 5700 SM. Pada Juli 2012, kedua situs ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Permukiman di Troya dimulai pada Zaman Neolitikum dan terus berlanjut sampai Zaman Besi.


Catatan penduduk Anatolia yang paling awal adalah Bangsa Hatti dan Bangsa Huri, bangsa-bangsa non-Indo-Eropa yang dihuni Anatolia tengah dan timur, masing-masing pada awal 2300 SM. Bangsa Het datang ke Anatolia pada tahun 2000-1700 SM. Kerajaan besar pertama di daerah tersebut didirikan oleh bangsa Het, dari abad kedelapan belas hingga abad ke-13 SM. Asiria menaklukkan wilayah bagian tenggara Turki dan menetap di sana pada awal 1950 SM sampai tahun 612 SM.


Setelah runtuhnya kerajaan Het pada tahun 1180 SM, Kerajaan Frigia berkuasa di Anatolia sampai kerajaan mereka dihancurkan oleh Suku Kimmeri.


“Sultan kamu sebelumnya seharusnya tahu apa akibatnya melanggar aturan Kami yang telah ditetapkan sejak lama, saya sebenarnya tidak mau, tapi bagaimana lagi kami akan memaafkan kalian asal kalian jika ada perang dunia lagi jangan ikut Blok manapun, hanya Ikuti PAN!” Khalifah Muhammad memaafkan Turki Utsmani yang sekarang Republik Turki.

__ADS_1


“Jika anda tidak memihak PAN lagi kedepannya maka kami akan melakukan Embargo ekonomi sehingga rakyat negaramu akan dalam kekacauan, sementara Bangsa-bangsa barat itu tidak akan bisa secara penuh membantu Anda ingat itu!” Kaisar Jepang Yoshihito yang lebih dikenal sebutan Taisho juga bisa memaafkan Turki.


“Saya akan menambahkan, Bangsa Eropa yang membantu anda saat itu akan menjadi Bangsa Tanah Neraka (Sebutan Saya untuk Belanda, Netherlands jika kata-kata itu dipisahkan)” Sama-sama di Jepang sedang mengalami Gempa bumi yang tidak bisa ikut berpartisipasi dalam Operasi Tanah Neraka.


“Kami tidak akan mengulangi lagi perbuatan itu seperti yang sudah dilakukan oleh Mantan Pemimpin kami!” Pertemuan yang berlangsung di Ankara Turki itu berjalan lancar tanpa adanya Hambatan.


Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara atau TNI AU tapi lebih dikenal oleh Bangsa lain dengan nama Indonesian Caliphate Air Force, Indonesian Caliphate Army, dan Indonesian Caliphate Navy sudah bersiap untuk berangkat dari Laut Merah menuju ke Belanda. PAN-Day atau Hari PAN yang menyebabkan Tentara Bangsa-bangsa barat tidak akan berani bertatap muka secara langsung saat Pertempuran melawan Kekhalifahan Indonesia.


“Saya Ingin Kalian Meratakan Kota Amsterdam di Belanda dengan Cara apapun, karena Belanda telah merusak Hubungan baik yang kita jalin sejak lama dengan Turki! Bubar Barisan!”

__ADS_1


Para Tentara Indonesia telah mendapatkan Restu dari Khalifah Muhammad untuk menyerang Kota Amsterdam Belanda. Mereka tidak diizinkan untuk menyerang Kota lain selain Amsterdam. Menyerang Objek vital, Wisata, dan Industri di Belanda.


__ADS_2