Kekuatan Jiwa

Kekuatan Jiwa
Chapter 21 : Sang Penyelamat


__ADS_3

Karena terlalu fokus dengan tangannya, Zuan Li tidak menyadari kalau dia ditarik oleh ular Hebizan dan dibawa ke depan ular Hebizan yang raksasa.


Serigala yang tanpa sengaja melihat kearah Zuan Li terkejut, karena dia melihat kalau Zuan Li sama sekali tidak memperhatikan musuhnya. Maka dia berteriak kepada Zuan Li untuk memperhatikan disekitarnya.


"Buka matamu manusia!!".


Hanya beberapa detik waktu yang digunakan oleh serigala tersebut berteriak dan melihat ke arah Zuan Li, dan dia sudah langsung diserang oleh Gyu dan juga Qua Zhi. Zuan Li tersadar karena teriakan dari serigala tersebut, dan akhirnya melihat musuhnya yang ada didepannya saat ini. Dia melihat kalau kini Hebizan mengeluarkan banyak ular raksasa dan ada sekitar belasan ekor ular raksasa yang ada didepannya. Dia bukannya terkejut karena banyaknya ular tersebut, tapi malah terkejut karena rasa sakit ditangannya sudah hilang.


"Apa? ternyata rasa sakit dari tangan ini sudah tidak terasa" Ujar Zuan Li sambil mengusap tangannya.


"Perhatikan musuhmu!!!" Hebizan kesal dengan Zuan Li, karena Zuan Li seperti menganggap remeh dirinya.


Lalu Hebizan mengendalikan ular-ularnya untuk menyerang Zuan Li. Karena merasa terpojok, Zuan Li memperlambat gerakan dari ular-ular tersebut dan mencari tempat yang aman untuk berlindung. Sayangnya tempat itu adalah tempat yang kosong, tidak ada benda apapun yang bisa menjadi pelindungnya. Jadi tidak ada tempat bagi Zuan Li untuk bersembunyi.


Lalu Zuan Li berpikir untuk berpindah tempat dari posisinya saat ini, tapi dia lupa bahwa kakinya masih terlilit dengan kuat oleh ular Hebizan yang lainnya.


"Astaga, bagaimana kakiku masih bisa terlilit" ujar Zuan Li.


Ular-ular yang ada di depannya tadi sekarang sudah siap menyerangnya. Dengan membuka mulut mereka secara bersamaan, lalu memuntahkan bisanya yang cukup banyak, sama seperti hujan yang turun dengan derasnya, Zuan Li mencoba untuk memperlambatkan lagi serangan dari ular tersebut agar bisa menghindarinya.


Baru saja Zuan Li dapat menghindar mati-matian dari bisa ular tersebut, kini ekor mereka yang penuh dengan racun mematikan itu menyerang Zuan Li kembali.


"Tidak ada habisnya" Keluh Zuan Li.


Ekor dari para ular tersebut kini sudah tepat berada didepan wajah Zuan Li, dan hanya berjarak beberapa inci saja lagi. Dia tidak sempat untuk menghindar ataupun memperlambat gerakan mereka, karena tenaganya sudah tidak cukup lagi, dan dia sudah kewalahan. Tenaganya banyak dia gunakan pada pemanggilan binatang iblis, dan juga memaksanya pada saat memperlambat serangan bersamaan pertama dari para ular tersebut.


Pada saat seluruh ekor dari ular tersebut sudah hampir menyentuh tubuhnya, tiba-tiba dia terdorong dengan keras kebelakang, dan ular yang melilit kakinya tadi tiba-tiba sudah terpotong. Dia tau pasti hanya serigala itu yang bisa menolongnya saat ini, karena dia melihat didepannya ada perisai udara.


"Terima kasih" Teriak Zuan Li sebelum berdiri.


Tapi setelah serigala tersebut menolong Zuan Li, dia terkena terkena cakaran dari Gyu, dan bola api dari Qua Zhi. Serigala tersebut mengaum dengan sangat keras karena tubuhnya terbakar oleh bola api dari Qua Zhi. Zuan Li melihat sekutunya itu terbakar, dengan cepat dia menghampirinya. Zuan Li sudah tidak peduli dengan ular-ular Hebizan dan juga Gyu yang ingin mengibaskan ekornya ke serigala tersebut, dia dengan cepat menggunakan tubuhnya untuk melindungi serigala itu dari kibasan ekor Gyu.

__ADS_1


Tapi apa yang dilakukan oleh Zuan Li hanya sia-sia, karena Gyu memiliki kekuatan yang sangat besar, jadi dia bisa mengenai mereka berdua sekaligus. Karena kekuatan yang digunakan oleh Gyu sangat besar, mereka berdua terpental dengan keras kearah dinding.


Dia tidak memperdulikan dirinya sendiri, tapi dia lebih khawatir dengan kondisi dari serigala tersebut yang saat ini tubuhnya dipenuhi api. Para mahkluk pemusnah itu pun hanya melihat mereka berdua, tanpa berkata ataupun mengambil tindakan untuk menyerang, mereka mungkin berpikir kalau hal tersebut adalah kesalahan terbesar karena telah mencelakai temannya sendiri.


"Tolong, jangan mati. Bagaimana aku bisa melawan mereka jika engkau mati. Tolong, tolong, tolong" Suara Zuan Li semakin mengecil dan kemudian air matanya terjatuh.


"Upsss, dimana ini? Kenapa gelap sekali". Seseorang datang secara tiba-tiba ditempat itu.


"Apa yang kau lakukan disini? Dan bagaimana caramu datang ketempat ini?" Tanya Zuan Li kepada orang itu.


"Siapa itu?, dan dimana ini?


"Sudahlah, nanti saja penjelasannya. Tapi berhati-hatilah dengan musuh yang ada disekitarmu, mereka adalah mahkluk pemusnah yang pernah mengacaukan dunia para dewa dan Dewi. Dan aku adalah Zuan Li." Zuan Li menjelaskan secara singkat.


"Musuh?, Dimana?, Tempat ini sangatlah gelap. Sebentar" Setelah dia menyalakan sebuah api, dia terkejut dan berteriak "Aaaaa" dan langsung melempar api yang ada ditangannya tersebut "Apa itu, mengerikan sekali. Apakah itu monster" tanya Geok Su kepada Zuan Li.


"Iya, mereka adalah monster. Tolong kalahkan mereka, saat ini saya kehabisan tenaga, dan tolong balaskan dendamku pada mereka yang telah membunuh serigala ini".


"Aku tidak tau serigala apa yang kamu maksud, tapi jika disuruh untuk mengalahkan mereka, dengan senang hati akan kulakukan".


Dia melemparkan api birunya kearah Qua Zhi yang saat ini juga bersiap untuk mengeluarkan bola api dari mulutnya.


"Fiuh... Nyaris saja, bagaimana bisa bola api itu tiba-tiba muncul begitu saja?" ucap Geok Su setelah berhasil memadamkan serangan dari Qua Zhi.


"Tapi sepertinya dia bukanlah musuh yang kuat, dan juga mungkin dengan satu kali serangan dari api ini pasti dia sudah tidak berkutik" Geok Su sengaja mengatakannya dengan keras agar musuhnya terprovokasi.


Setelah mendengar perkataan dari Geok Su, mereka berempat kini berdiri mengelilinginya. Ditambah dengan belasan ular Hebizan yang sudah siap menyemburkan bisanya, dan juga Kumo yang sedang menyiapkan perangkap agar bisa menjerat Geok Su.


Qua Zhi langsung menyerangnya dengan menembakkan bola api miliknya. Dengan lincahnya Geok Su melompat ke sana kemari untuk menghindari serangan Qua Zhi, dan juga dia terkadang menangkis bola api tersebut dengan api biru miliknya hingga padam. Sebelum serangan dari Qua Zhi berhasil, Gyu juga ikut menyerang Geok Su dengan menunggunya ditempat dia akan mendarat setelah melompat-lompat tadi. Karena kecepatan dan kekuatan milik Gyu Lebih besar dari Geok Su, maka sebelum dia mendarat, Gyu sudah ada ditempat tersebut.


"Sialan, bagaimana bisa dia tau aku akan mendarat disini" Ucap Geok Su.

__ADS_1


Sebelum kaki Geok Su menyentuh tanah, Gyu sudah melancarkan serangannya dengan menunjukkan cakar naganya yang tajam, tapi dengan cepat Geok Su juga menciptakan pelindung dari api biru disekitar tubuhnya. Mungkin karena naluri atau karena rasa panas yang luar biasa, Gyu dengan cepat membatalkan serangannya dan mundur dengan sangat jauh.


"Loh, Kenapa tidak jadi diserang? tanya Zuan Li kepada Gyu.


Pada saat Geok Su berbicara seperti itu, Qua Zhi menembakkan bola apinya kearah Geok Su dengan tepat. Tapi, bola api itu langsung lenyap setelah mengenai pelindung dari api biru miliknya.


Ketika ingin melompat lagi, Geok Su melihat dilantai ada genangan air. Dia pikir itu hanyalah air keringat dari para musuhnya, tapi Zuan Li berteriak.


"Hati-hati!! itu adalah bisa dari ular yang ada belakangmu".


"Bisa ular?, Hmm, kalau begitu ularnya tinggal dibuang saja kan!" Jawab Geok Su.


Kemudian dia membuat sebuah pedang yang seluruhnya terbuat dari api, dan api tersebut di padatkannya sehingga menjadi pedang api biru yang sangat indah. Lalu Geok Su membuka sebuah portal teleportasi untuk berpindah tempat kebelakang para ular itu.


Setelah berada dibelakang para ular tersebut, dia langsung menebas mereka tanpa ampun, dan mencincang-cincang ular yang masih bisa bergerak setelah ditebas. Geok Su dimandikan oleh darah ular yang keluar sangat banyak setelah dibunuh.


Hebizan yang melihat itu semua kini mengeluarkan lebih banyak ular lagi, dan itu sekitar ada puluhan ular raksasa. Karena ingin segera mengakhiri pertarungan ini, Geok Su mulai serius.


"Baiklah, main-mainnya cukup sampai disini, sekarang kalian akan saya habisi" ucap Geok Su setelah menjauh dari ular yang banyak tersebut "Zuan Li, dimana posisimu saat ini?" tanya Geok Su.


"Saat ini saya berada di belakangmu sekitar 20 langkah" Jawab Zuan Li.


"Baiklah, saatnya aku habisi mereka".


Dengan percaya diri Geok Su menarik nafas panjang lalu membuangnya, dan setelah itu dia membentangkan tangannya dan mengeluarkan api biru dengan sangat banyak, api dari tangannya tersebut sangat panjang sampai menyentuh dinding dibagian kiri dan kanannya. Kemudian dia menciptakan perisai api biru didepannya dan setelah itu dia berlari ke depan. Karena Geok Su melihat ada satu monster lagi diatasnya, dia memperbesar jangkauan api tersebut.


Api yang dibuat oleh Geok Su sudah sama seperti dinding neraka yang memperingatkan kepada siapapun jika ingin melewatinya harus siap untuk mati. Karena merasa persiapannya sudah selesai, Geok Su langsung berlari ke depan untuk membersihkan musuh-musuhnya.


"Ini adalah balasan dendam dari temanku yang tidak bisa melakukannya...!!" Geok Su berlari sambil berteriak.


Hebizan menyuruh ular-ularnya untuk menyerang Geok Su. Tapi sayang, sebelum ular-ular itu bergerak menyerangnya, mereka sudah terlebih dahulu ditelan oleh api milik Geok Su. Ketika Geok Su berlari melewati mereka, setelah itu juga mereka lenyap tanpa sisa. Dan api dari Geok Su ini pun membunuh para mahkluk pemusnah tersebut tanpa ada perlawanan sedikitpun dari mereka.

__ADS_1


Zuan Li yang melihat kejadian itu tercengang, bagaimana mungkin dia bisa mengalahkan mereka dengan mudah. Sedangkan para dewa di atas sana ketakutan dengan mereka yang mengamuk. Tapi Zuan Li mengingat apa yang dikatakan oleh serigala itu pada beberapa saat yang lalu, dia mengatakan kalau kekuatan mereka disegel oleh Ayahnya. Dan terlintas dipikirannya apa yang akan terjadi padanya kalau Geok Su menjadi musuhnya. Disaat sedang hanyut didalam pikirannya, tiba-tiba serigala yang sekarang ada didekatnya berbicara.


"Kenapa aku bisa hidup kembali?".


__ADS_2