Kekuatan Jiwa

Kekuatan Jiwa
Chapter 22 : Jawaban


__ADS_3

"ka-kau masih hidup" Zuan Li meneteskan air mata setelah mendengar suara dari serigala tersebut.


"Aku sudah berharap bisa mendapatkan ketenangan, tapi engkau menghidupkan aku kembali" ujar serigala itu dengan suara yang agak kecil.


Lalu secara perlahan tubuh serigala yang terbakar tadi mulai membaik dan bulunya yang hangus kini mulai tumbuh kembali.


"Bagaimana caraku menghidupkanmu kembali, aku juga tidak tau seperti apa caranya" Ujar Zuan Li.


Lalu setelah merasa tubuhnya sudah kembali pulih, serigala tersebut berdiri dan menatap Zuan Li dengan tatapan tajam.


Tapi Zuan Li membalas tatapan tersebut dengan memeluk erat serigala itu dan mengatakan "Aku sangat bersyukur karena engkau bisa kembali hidup".


"Dengar, dengan mendapatkan kematian di dunia ini maka jiwa milikku akan terlahir kembali di samping tiga dewa utama" ujar serigala tersebut didekat telinga Zuan Li yang sedang memeluknya.


Geok Su hanya terdiam dan tidak tau harus mengatakan apa, karena dia tidak ingin menganggu momen mengharukan temannya tersebut.


"Maksudmu seperti apa, coba jelaskan semuanya sekarang" Zuan Li melepaskan pelukannya lalu menatap serigala itu.


"Baiklah" Serigala itu menjauh darinya dan berjalan menuju kebelakang Geok Su lalu berhenti. Dan kemudian berbalik menghadap mereka berdua dan menceritakan semuanya.


"Saya bernama Dong Fu dan mempunyai kekuatan mengendalikan udara, saya bisa menggunakannya sesuka hati saya. Contohnya" Serigala itu hanya duduk diam ditempatnya tanpa melakukan apapun, dan itu membuat Geok Su mulai bertanya.

__ADS_1


"Contohnya a-" Tiba tiba perkataan Geok Su terpotong, dia memegang mulut dan lehernya, dan kemudian tersungkur lalu menggeliat.


"Contohnya adalah seperti itu. Saya bisa memindahkan udara bahkan meniadakan udara sesuka hati, dan kekuatan ini bisa kami dapatkan kembali setelah mengalami kematian" kemudian Dong Fu mengembalikan keadaan Geok Su seperti semula.


Geok Su memarahinya karena menjadikan dia sebagai kelinci percobaan sampai hampir mati. Serigala tersebut hanya diam lalu melanjutkan ceritanya.


"Kami adalah mahkluk istimewa, mahkluk yang setara dengan Dewa. Kami, adalah penghakim para dewa yang rusak ataupun yang telah menjadi pengkhianat. Tapi, setelah pemberontakan dari tiga Dewa itu, kami dibawa serta oleh mereka dan dijadikan sebagai mahkluk penghuni dunia bawah yang fana. Dan lagi, mereka berlima telah dikendalikan oleh kekuatan dari Xang yang kini sedang mengawasi setiap pergerakan kita. Zuan Li, kau pasti telah melihat sikap Hebizan yang telah membunuh Jwi Su kan?, Dia seperti itu karena dari hati terdalamnya merasa bersalah telah membunuh saudaranya sendiri. Tapi setelah mengalami kematian, mereka akan terlahir kembali dan bertugas kembali untuk menghakimi para Dewa yang telah rusak".


"Tapi siapa tiga Dewa yang memberontak?, dan siapa Xang?" tanya Geok Su.


"Tiga Dewa yang berkhianat adalah mereka yang kini menjadi komandan pasukan raja iblis. Mereka adalah Zoid, Hiten, Dan Xang. Xang dulunya adalah Dewa keajaiban, yang memberikan kebahagiaan dan juga kesedihan kepada manusia. Dia membawa kedua temannya untuk ikut bersamanya hidup di dunia bawah dan menjadikan tempat tersebut sebagai miliknya. Zoid dan Hiten awalnya tidak setuju, tapi setelah berulang kali Xang membujuk mereka berdua, akhirnya mereka juga terpengaruh dan mulai melakukan pemberontakan agar bisa bertemu dengan kami. Setelah berhasil melihat kami, mereka bertiga menangkap dan menyeret kami ke dunia bawah. Pada saat itu aku tidak mengingat sama sekali bagaimana cara mereka membawa kami. Yang aku ingat hanyalah Xang yang mulai mencoba mengendalikan pikiran kami, untunglah saat itu aku sadar dan langsung berpura-pura ikut dikendalikan".


Mendengar perkataan Geok Su, Dong Fu mengais tanah lalu mengaum dengan sangat keras sampai membuat Geok Su terlempar karena dorongan angin yang sangat kuat darinya.


"Biar aku jelaskan sekali lagi sebelum engkau salah pengertian. Kami bisa terbawa dengan mudah karena ditempat itu adalah tempat penyucian, jadi siapapun yang ada ditempat tersebut tidak bisa menggunakan kekuatan Dewanya, bahkan kami yang menjadi penghukum Dewa. Jika aku bisa mengingat apa yang terjadi, pasti sudah kuceritakan. Tapi sayangnya, ingatanku akan kembali jika telah kembali di Dunia atas"


Geok Su yang kini mulai berdiri kemudian berjalan kearah Dong Fu untuk bertanya satu hal.


"Apakah engkau tau mahkluk yang ada didalam tubuhku ini?" Tanyanya.


"Dari aura dalam tubuhmu yang aku lihat, terdapat tiga mahkluk berbeda yang bisa meningkatkan kekuatan mereka menyamai tiga Dewa utama. Siapakah engkau?, dan darimana kekuatan tersebut?" tanya Dong Fu.

__ADS_1


Geok Su menjawab "Saya adalah manusia yang berasal dari bumi yang berbeda. Ditempat saya, kekuatan seperti sihir dan kekuatan Dewa sudah tidak dipercaya, mungkin hanya ada beberapa orang yang percaya dengan hal tersebut. Tapi di sana kami lebih percaya dengan yang namanya pengetahuan. Pengetahuan memberikan kami segalanya dan setiap manusia memiliki hal tersebut. Sehingga ilmu yang kami miliki kini sudah setara dengan Para Dewa dan bahkan semua manusia bisa menggunakannya. Tapi, setelah bertemu dengan seseorang yang menjadi pemicu bangunnya mahkluk ini, membuat Semua pemikiranku yang seperti itu telah sirna. Dan kini saya mulai tertarik untuk mempelajari semua kekuatan magis yang ada".


"Saya hanya merasa kasihan dengan para Dewa disana, mungkin tidak lama lagi mereka akan memusnahkan kalian semua" Jawab Dong Fu.


"Satu hal lagi yang ingin saya tanyakan" Ujar Geok Su "Jika Xang adalah pemimpin pemberontakan, tapi kenapa dia menjadikan hewan buas sebagai raja iblis?".


"Itu hanyalah permainan darinya, dia mengelabui seluruh monster yang ada disini untuk percaya dengan perkataannya. Jika tidak seperti itu, maka tidak akan ada yang percaya dengan mereka, dan pastinya mereka akan diusir oleh para monster yang tidak ada habisnya tersebut. Dulunya monster-monster yang ada disini akan hidup kembali setelah dibunuh, dan bahkan tanpa selang waktu seperti sekarang. Saat ini mereka hanya bisa muncul pada malam hari dipinggir pantai karena Xang tidak ingin tidur malamnya terganggu, dan pada siang hari, monster tersebut akan kelelahan dan akhirnya tidur disaat-saat tersebut". Jawab Dong Fu.


Lalu Zuan Li menanyakan satu hal juga "Apakah mereka takut diserang para monster, sampai-sampai membohongi mereka semua?".


"Lebih tepatnya mereka tidak ingin membuang tenaganya untuk menghadapi mereka. Karena mereka juga ingin mengambil hati para monster tersebut untuk dijadikan sebagai budak dan bawahnya untuk memerangi para Dewa di atas sana".


"Apakah kau tau cara mengalahkan mereka?" Tanya Geok Su.


"Untuk mengalahkan mereka itu sangat mustahil bagi kalian. Tapi, jika kalian mau me-" tiba tiba pembicaraan Dong Fu berubah "kenapa?, ini belum waktunya. Kalian tidak bisa mendahului perintah Dewa" Ujar Dong Fu.


Belum sempat bagi Geok Su bertanya karena kelakuannya, tiba-tiba Dong Fu menghilang dari pandangan mereka berdua. Geok Su bertanya kepada Zuan Li dimana Dong Fu pergi, tapi Zuan Li tidak melihat siapapun ditempat itu selain Geok Su sendiri.


"Maaf kawan, aku tidak melihatnya sama sekali".


"Dasar, disaat bertanya tentang hal yang penting, orangnya langsung hilang. Huh!!".

__ADS_1


__ADS_2