Kekuatan Jiwa

Kekuatan Jiwa
Chapter 27 : Kematian


__ADS_3

Dengan sekejap Zoid langsung berdiri di depan Sera dan mencekik lehernya lalu mendorong tubuh Sera sampai terbentur ke dinding, melihat hal itu Sao dengan dengan cepat mengambil pedang yang dibuang oleh Sera tadi dan langsung menyerang Zoid. Pada saat ayunan pedang Sao mengenainya, dia pikir serangan itu cukup berhasil untuk membuatnya melepaskan tangannya dari leher Sera, tapi ternyata ayunan pedang dari Sao tersebut sama sekali tidak bisa melukai tubuh yang keras itu. Karena merasa dia sangat dikhianati oleh kedua bawahannya sendiri, Zoid langsung melemparkan Sera ke arah Sao sehingga mereka berdua terpental cukup jauh. Pada saat terpental tersebut Sao merangkul tubuh Sera dan menjadikan tubuhnya sebagai pelindung agar Sera tidak terkena benturan yang keras lagi.


"Bagaimana bisa kalian sampai ingin mengkhianati kami hanya karena mengeluarkan pedang busuk ini? apakah setakut itu kalian dengan kematian? apakah kalian tidak berani mempertaruhkan nyawa kalian demi Raja kalian sendiri!"


Zoid dengan amarahnya langsung berlari kearah Sao dan Sera untuk menendang mereka berdua, tapi sayangnya tendangan tersebut langsung ditangkis oleh Geok Su menggunakan pedangnya. Karena melihat Geok Su yang menghampiri mereka berdua, Zoid langsung bertanya kepadanya.


"Mengapa kau mau menyelamatkannya? apakah karena kisah cinta mereka? atau karena kalian adalah manusia yang sangat mudah mengulurkan tangan untuk menolong orang lain?"


"Aku sebenarnya tidak ingin menolong mereka berdua, tapi karena ada satu hal yang mengganjal di hatiku sendiri akhirnya aku mau menolong mereka." Jawab Geok Su.


Beberapa detik setelah Geok Su menjawab pertanyaannya, Zoid langsung memukul perut Geok Su dengan keras


*Bukkkkk


Pukulan itu tepat mengenai Geok Su, dia tidak sempat untuk menghindari atau menangkisnya dengan pedangnya karena pukulan tersebut sangat cepat.


"Huekkkk" Geok Su memuntahkan darah.


"Apakah kali ini kalian akan bisa melakukan hal yang sama seperti saat itu? Tapi jujur, api yang kau berikan padaku sampai saat ini masih terasa, walaupun Xang sudah kusuruh untuk menghilangkannya tapi dia mengatakan tidak bisa, rasanya sangat kesal kau tau!! Aku saat ini rasanya sangat ingin membakar tubuhmu itu secara perlahan mulai dari jari dan matamu."


"Heh, jika bisa lakukan saja, aku sendiri sudah lebih dari cukup untuk mengalahkanmu kali ini." Ucap Geok Su menyindir.


"Kurang ajar!!!"


Zoid langsung menghampiri Geok Su lalu menyerang dia secara membabi-buta, Serang yang diberikan tersebut juga cukup cepat sehingga Geok Su hanya bisa menangkis beberapa pukulannya saja. Wajah, perut serta dadanya terkena pukulan yang cukup keras berkali-kali. Zoid sama sekali tidak memberi jeda untuk serangannya tersebut, dia benar-benar berniat untuk menghabisi Geok Su saat itu juga.


Mizuzu dan yang lainnya berniat untuk membantunya, tapi Geok Su berteriak melarang mereka.


"Ini adalah pertarunganku! untuk kali ini aku ingin kalian melawan yang lainnya saja dan membantu mereka berdua." sambil menunjuk ke arah Sao Dan Sera.


"Untuk apa kita menyelamatkan mereka, sedangkan kita sendiri terpojok, dan juga mereka berdua belum tentu akan menjadi sekutu kita!" teriak Mizuzu.

__ADS_1


"Sudahlah lakukan saja!"


"Lebih baik kau perhatikan dirimu sendiri saja terlebih dahulu, dengan banyaknya pukulan yang aku berikan kau masih bisa bertahan seperti ini hanyalah karena keberuntungan." Ujar Zoid yang masih menyerang Geok Su.


"Apakah seranganmu ini menandakan kekuatanmu sudah hebat? lihat saja buktinya, aku masih bisa bersahut-sahutan dengan temanku, itu tandanya kalau seranganmu ini masihlah lemah!" Geok Su kemudian langsung melangkah mundur dengan cepat dan berusaha berlari untuk menjauhi Zoid lebih jauh lagi.


"Tidak akan kubiarkan!!"


Zoid dengan cepat juga berlari ke arah Geok Su dan berusaha untuk menyerangnya kembali, tapi kali ini serangannya terhenti karena pedang Geok Su. Tiba-tiba saja hanya dengan satu tebasan, pedang Geok Su dapat memutuskan tangan Zoid.


Zoid yang melihat hal tersebut langsung tercengang dan mundur beberapa lompatan dari Geok Su.


"Bagaimana? apakah merasa ada hal yang aneh?" Tanya Geok Su dengan nada menyindir.


Zoid masih terdiam dengan kejadian yang dia lihat, lalu setelah itu dia mengatakan beberapa hal yang tidak penting kepada Geok Su, tapi Geok su tidak menghiraukan apa yang diucapkannya, dia fokus berterima kasih kepada kekuatan jiwanya karena telah membantunya untuk memutuskan tangan Zoid.


"Apakah kau mendengarkanku kurang ajar!!!!" Amarah Zoid terpancing karena dia melihat sikap Geok Su yang sama sekali tidak memperdulikannya. Zoid dengan kecepatannya berlari lagi kearah Geok Su dan mencoba untuk melancarkan serangannya kembali, tapi kali ini hal yang sama terjadi juga, tangan Zoid yang satunya juga terputus karena pedang Geok Su.


Karena merasa diremehkan berkali-kali, Zoid kemudian merubah dirinya menjadi seekor laba-laba dan mengeluarkan jaringannya untuk mengurung Geok Su.


"Bagaimana? apakah kau masih bisa menebas tanganku lagi? upss maaf, maksudku ke enam kakiku."


Ejek Zoid.


"Menjadi sebuah laba-laba raksasa bukan berarti itu menyulitkanku, apalagi dengan jaring tipis seperti ini." Ujar Geok Su.


Karena melihat disekelilingnya cukup banyak jaring laba-laba, Geok Su membakar semua jaring yang ada di sekitarnya dengan kekuatan api birunya, dan sambil berlari ke arah Zoid lalu mencoba untuk langsung menusuk jantung dari Zoid sesuai petunjuknya yang diberitahukan oleh orang yang mengirim mereka.


Pada saat pedang itu tertusuk, Geok Su seperti baru menyadari sesuatu. "Tunggu dulu, aku tidak tau jantung laba-laba berada di mana!!!" Kecerobohan Geok Su ini memberikan kesempatan kepada Zoid untuk menyerangnya.


Melihat ada kesempatan bagus, Zoid tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia langsung menendang Geok Su sampai terpental dan bersamaan mengeluarkan jaringannya untuk mengenai Geok Su.

__ADS_1


"Jin yu sekarang!"


Geok Su menggunakan kekuatan jiwanya untuk membawa dia ke dimensi kekosongan agar mempunyai waktu memikirkan rencana selanjutnya.


...***...


"Baiklah, sekarang bagaimana caraku agar bisa mengalahkannya? dan di mana letak jantung laba-laba!!!!" Teriak Geok Su pada dirinya sendiri, dia masih menyesali kesalahan terbesarnya, karena tadi itu adalah salah satu kesempatan yang sangat besar baginya.


"Hei Jin Yu!, di mana letak jantungnya? bukannya kalian satu spesies." tanya Geok Su.


"Kami memang serangga, tapi jangan samakan aku dengan mahkluk itu!." Jawab Jin Yu dengan kesal.


"hahaha." Naga dan beruang mentertawakan Jin Yu.


"Kalau begini, aku harus cepat-cepat kembali lagi, takutnya monster itu menyerang yang lainnya. Mereka belum tentu bisa menahan serangannya, karena dari yang kurasakan tadi, kekuatannya juga lebih meningkat. Jin Yu, buka kembali portalnya." Ujar Geok Su.


Kemudian Jin Yu membukakan kembali portal tersebut dan menempatkannya di posisi yang cukup jauh dari orang-orang. Tapi pada saat Jin Yu ingin membuka portal tersebut, dia langsung merasakan kalau penglihatannya kembali ditutup, jadi dia tidak tau di bagian mana Geok Su akan keluar.


Pada saat Geok Su hampir keluar dari portal tersebut, tiba-tiba langsung terdengar suara pedang dan suara ledakan dimana-mana, dan tempat itu terdengar seperti medan perang yang besar. Tapi disaat matanya baru bisa melihat tempat itu, Geok Su langsung diperlihatkan dengan situasi kepala Sera dihancurkan oleh Zoid, dan di depan Sao itu sendiri.


"Tidak!!!!!! tidak tidak tidak, ini tidak mungkin!!! Sera... Sera.... ayo bangun..., kamu pasti menyembunyikan kepalamu seperti biasa kan? ayo keluarkan, jangan kamu sembunyikan di saat seperti ini, ayo Sera."


Sao berusaha untuk membangunkan Sera, tapi dari yang Geok Su lihat sendiri, Sera tidak mungkin hidup, karena pukulan Zoid yang menggunakan tangan laba-labanya benar-benar mengenai kepala Sera.


"Aku enggak tau itu sebenarnya tangan atau kaki, tapi mau dilihat bagaimanpun, itu benar-benar hancur." Batin Geok Su.


"Zuan Yu, apakah kamu bisa menyembuhkannya? tolong dia." Tanya Rei.


"Maaf, itu sangat tidak mungkin, karena ilmu penyembuhanku hanya akan diberikan kepada Manusia saja, dan aku tidak akan pernah mau menyembuhkan iblis." Jawab Zuan Yu.


Sao hanya dapat menatap tubuh Sera dan menangisinya, karena dia tidak memiliki kekuatan untuk melakukan penyembuhan kepada orang yang dia cintai.

__ADS_1


__ADS_2