Kekuatan Jiwa

Kekuatan Jiwa
Chapter 4 : Bunuh dia


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan" tanya Mizuzu dengan marah


Lalu aku menjelaskan kepadanya kalau kekuatan tersebut keluar dengan sendirinya. Dia memahaminya dan langsung menyuruhku untuk menyembuhkan anak itu


"Tidak bisa!" jawabku secara spontan


"kenapa tidak"


"Eehhhh, gini. aku disuruh untuk mengucapkan kata itu tadi, jadi aku juga tidak tau apa alasannya"


"kalau begitu tanya lagi" masih dengan nada yang kasar


Lalu aku bertanya kepada suara tersebut dan dia memberitahukan kepadaku kalau dia tidak bisa membangkitkan orang yang sudah mati. Hal tersebut aku beritahukan kepada Mizuzu dan setelah dia mendengar hal itu, tiba tiba pedang perak ada ditangannya dan dia mengarahkannya padaku. Melihat kelakuannya yang seperti itu, aku mencoba untuk menenangkan dia sambil meminta tolong dengan kekuatan jiwaku ini. Lalu jiwaku tersebut menyuruhku untuk memberitahukan kepada Mizuzu kalau dia memang tidak bisa menyembuhkan anak itu. Tapi dia masih bisa menyembuhkan anak yang ada dalam ruangan didepan kami. Aku kemudian menyampaikannya kepada Mizuzu tentang apa yang diberitahukan oleh jiwaku tersebut. Lalu kami berdua menuju ke arah ruangan itu


...……...


Awalnya aku berpikir kalau di ruangan tersebut ada seseorang yang dalam keadaan sekarat tapi bisa disembuhkan oleh kekuatan jiwa milikku, tapi pemikiran ku salah, disitu terdapat banyak sekali mayat anak kecil dan beberapa wanita.


"Mereka sepertinya baru dibunuh beberapa hari yang lalu" Kata Mizuzu kepadaku sambil melihat mayat mayat tersebut. Dia membolak-balikan beberapa mayat itu dan setelah itu dia kebingungan sendiri.


"Kamu kenapa" tanyaku


"Mayat ini aneh?. coba lihat!"


Aku kemudian menghampiri dia dan melihat apa yang membuatnya bingung. Jika dilihat sekilas, tidak ada sama sekali hal yang aneh dengan mayat perempuan itu. tapi jika dilihat lebih teliti. Dibagian belakangnya terdapat sebuah lambang aneh, kami berdua kemudian berdiskusi sebentar untuk mengambil keputusan. Kami memikirkan untuk membawa mayat tersebut kepada orang yang ingin mengajari kami, atau melaporkannya pada kepada prajurit kerajaan. Cukup lama memikirkan hal itu, jiwa milikku mengucapkan sebuah rapalan


"Api keabadian diatas semuanya kehidupan dunia hanya sementara panggilah kembali jiwa yang telah hilang"


Tiba tiba ada suara perempuan minta tolong. Kami mencari asal suar tersebut, dan ternyata itu adalah suara perempuan yang memiliki lambang tadi. Kami berdua terkejut dan membantu untuk membawa dia ke tempat tidur yang ada didekat kami. Lalu jiwa milikku ini mengucapkan Rapalan lagi "Api abadi penyelamat dunia musnahkan kegelapan yang menyelimuti dunia ini"


Kemudian perempuan tersebut langsung bangun dan terkejut dengan keadaannya saat ini.

__ADS_1


"Ah.., aku kira aku bakalan benar benar mati tadi. Tapi untunglah aku tidak berada didalam tempat yang membosankan itu"


"Apa yang terjadi dengan kalian" tanya Mizuzu langsung ke point penting


Perempuan itu memberitahukan kepada kami kalau mereka disekap oleh panglima kerajaan di negeri ini. Mereka disiksa dan bahkan ada yang dipotong tangannya agar bisa memberitahukan kepada dia jalan menuju goa kehidupan. ditempat itu bisa membuat seseorang menjadi abadi dan sudah ada satu orang yang berhasil keluar dari sana. Tapi dia menyudahi pembicaraan tentang goa tersebut.


"kami tidak terlalu peduli dengan hal itu. Yang harus kita lakukan saat ini, apa yang harus kita lakukan terhadap mayat-mayat ini" tanya Mizuzu


"kita harus lari, jika kita terlalu lama berada disini nanti akan ada beberapa prajurit yang membunuh kita lagi" kata perempuan itu


Lalu Mizuzu membawa kami berpindah tempat


...……...


"Kok disini" kataku kepada Mizuzu


"mana aku tau, aku cuma berpindah acak aja tadi"


Laki laki tersebut tersenyum dan dia menyuruh kami untuk meneruskan tugas yang dia suruh tadi. karena hanya dia yang bisa menolong kami, kami terpaksa untuk mengikuti kemauannya.


"ayo, itu tidak ada ruginya juga, aku dengan senang hati jika membunuh panglima tersebut" kata Mizuzu, matanya sangat tajam, sama seperti mata seorang pembunuh.


Aku hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan mereka berdua.


...……...


Kami tiba dipinggir desa tempat awal kami sampai di dunia ini setelah Mizuzu menggunakan kekuatannya untuk teleportasi


"Ini bukan tempatnya" kata Mizuzu "ayo kita pindah lagi"


"tunggu dulu, lihat itu" Aku melihat seorang prajurit kerajaan menusuk tubuh seseorang. Karena melihat hal itu, Mizuzu menjadi sangat marah dan dia tiba tiba saja ada dibelakang prajurit tersebut. karena tidak terlalu mendengar pembicaraan mereka berdua aku terpaksa harus berlari kesana untuk bisa mendengarkan kenapa prajurit tersebut melakukan hal seperti itu. tapi disaat itu juga, Mizuzu langsung ingin menebas kepala prajurit tersebut. Tapi..,

__ADS_1


"api keabadian menghanguskan kejahatan"


suara jiwa milikku mengucapkan rapalannya lagi. dan tiba tiba api biru tersebut keluar dari tanganku dan membatalkan serangan Mizuzu. Melihat hal itu Mizuzu sangat marah sehingga dia merubah bentuk jiwanya menjadi bentuk bertarung, Alicorn yang ada di belakangnya langsung menggunakan zirah besi dan disaat itu juga aku ketakutan melihat amarahnya tersebut.


"Geok Su, Aku sudah tidak bisa menahan amarahku lagi. Kenapa jiwa milikmu itu sangat menjengkelkan"


dia terbang kearah ku dan pada saat itu juga aku sangat ketakutan karena tidak tau harus berbuat apa. Tapi untunglah kekuatan jiwaku keluar pada saat itu, aku mendengar rapalannya dan pada saat itu juga api biru keluar dari seluruh tubuhku dan berubah menjadi sebuah perisai. Dan perisai tersebut bisa berpindah dengan sendirinya tanpa aku pegang. Serangan Mizuzu sama sekali tidak mempan terhadapku, karena pedang perak miliknya langsung meleleh ketika bersentuhan dengan perisai tersebut, tapi dia menyerang dengan membabi buta sampai mengeluarkan pasukan Suzaku


"Api kemurkaan melenyapkan semuanya datanglah Suzaku musnahkanlah penghalang dunia"


sebelum pasukan Suzaku miliknya keluar semua, tiba tiba datanglah pasukan kerajaan yang dipimpin langsung oleh panglima kerajaan yang telah membunuh banyak orang. Karena melihat hal itu, Amarah Mizuzu berubah mengarah ke pasukan tersebut.


Tapi selagi pasukan Suzakunya menyerang mereka, tiba tiba Mizuzu terjatuh.


"Tidak!!!"


Aku yang menganggap Mizuzu sebagai penolong tersebut merasa sangat terkejut. karena dia adalah orang yang menolongku untuk pertama kalinya. Dan kemudian aku langsung menghampiri dia untuk menolongnya lagi, Tapi aku terlambat. Anak panah tersebut tepat menancap di bagian jantung. Aku meminta tolong dengan kekuatan jiwaku untuk menolong dia, tapi sayangnya dia mengatakan


"Maaf aku hanya bisa menyembuhkan orang yang terkena serangan kekuatan jiwa, jika itu serangan dari orang biasa, aku sama sekali tidak bisa menolongnya"


mendengar hal tersebut aku sangat terpukul, perasaan yang aku rasakan bercampur aduk. Rasa sedih, rasa sakit, rasa geram, semuanya terasa didalam dadaku. Dan tanpa aku sadari aku membangkitkan kekuatan jiwa milikku. ketika aku merasakan kekuatan tersebut, rasa amarah milikku tidak bisa dipendam lagi. Aku langsung menyerang orang yang menembak Mizuzu tadi dan aku juga mengucapkan Rapalan yang tanpa aku apa tau artinya


"Pemusnahan keabadian penghancur kegelapan, jiwa abadi hukum para pendosa yang ada"


Tiba tiba cuaca ditempat itu menjadi mendung dan secepat itu juga terjadilah badai yang besar, petir menyambar sana sini bahkan petir tersebut menyambar beberapa anggota pasukan tersebut. aku yang merasakan kalau badai tersebut berada dalam kendaliku, langsung saja ku arahkan tanganku kepada laki laki yang menembak Mizuzu tadi dan seketika itu juga petir tersebut menyambar dia. melihat kejadian tersebut, sedikit demi sedikit prajurit dari pasukan itu melarikan diri dan hanya sampai tersisa panglima kerajaan yang jahat tersebut. Ketika aku mendekati dia, ketakutannya bisa ku rasakan. Tapi aku tau bahwa dia yang telah menyuruh orang tersebut untuk menembak Mizuzu.


Karena dilapisi dengan amarah yang membara aku tidak peduli lagi dengan rasa kasihan, yang aku pedulikan hanyalah membalaskan dendam Mizuzu.


Aku mengarahkan tanganku kepada panglima tersebut dan seketika itu juga petir itu menyambar dia. Dengan Sambaran seperti itu, tidak mungkin untuk orang biasa bisa bertahan, karena petir tersebut sangatlah besar. Tapi setelah itu aku merasakan tubuhku sangat berat dan pada akhirnya aku terjatuh didekat Mizuzu terbaring.


"Terima kasih" suara Mizuzu yang terdengar sangat lemah tersebut membuat ku ingin berdiri dan membantu dia, tapi sayangnya aku sudah tidak mempunyai kekuatan untuk berdiri bahkan untuk berbicara sekalipun tidak bisa. Dan disaat itu juga aku tidak sadarkan diri.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2