Kekuatan Jiwa

Kekuatan Jiwa
Chapter 26 : Kelemahan Sao


__ADS_3

"Kenapa?" Tanya Sera kepada Sao.


"Aku merasakan aura yang berbahaya disekitarnya" jawab Sao.


"Berhati-hatilah, aku sangat mengkhawatirkan dirimu. Tolong jangan paksakan diri jika sudah tidak sanggup". Setelah mengucapkan hal tersebut wajah Sera berubah, yang pada awalnya seperti seorang laki-laki, kini sekarang terlihat seperti wajah seorang perempuan yang sangat cantik. Geok Su dan yang lainnya pun terkejut, walaupun tidak terlalu jelas, tapi mereka bisa melihatnya sedikit kalau yang tadinya Sera memiliki wajah seperti laki-laki kini menjadi seperti seorang perempuan.


"Tenanglah, aku tidak akan mati semudah itu". Sao berbalik dan menepuk pelan kepala Sera


Geok Su berjalan perlahan menuju ke arah Sao dan Sera, dan di punggungnya muncul sesosok roh yang menyerupai beruang.


Sao juga berjalan kearah Geok Su dan mengeluarkan senjatanya. Tombak yang muncul secara tiba-tiba di tangan Sao membuat Sera merasa gelisah, soalnya jika dia sudah mengeluarkan tombak itu, berarti musuh yang dihadapinya saat ini sangatlah kuat. Tombak yang ada ditangan Sao tersebut berwarna kuning seperti cahaya kilat, dan ujung tombaknya menyambar-nyambar seperti petir.


Geok Su Kali ini bersikap aneh, dia yang biasanya senang bertarung kini menunjukkan sikap yang berbeda. Dia sangat fokus dengan pertarungannya dan mengunci pandangannya kepada Sao.


Setelah langkah mereka berdua terhenti, mereka kemudian saling bertatapan cukup lama. Geok Su ingin memberikan serangan pertama kepada Sao, tapi karena melihat tidak ada celah untuknya, dia mengurungi niatnya tersebut, dan hal yang sama dirasakan oleh Sao.


Pada saat sedang mencari celah untuk menyerang Sao, kekuatan jiwa Geok Su berbicara kepadanya.


"Keluarkan juga senjata milikmu!" kata beruang yang ada didalam tubuhnya.


Geok Su menuruti apa yang dikatakan olehnya, dan mencoba mengeluarkan sebuah busur yang berlapis api biru.


Setelah senjata tersebut berada ditangannya, Geok Su langsung membidik Sao. Sebelum anak panah berupa api biru tersebut mengenai Sao, dengan cepat cahaya kilat yang ada di tombaknya menangkis serangan Geok Su.


Geok Su memberikan lagi serangan demi serangan kepada Sao, tapi semuanya bisa ditangkis dengan mudahnya.


Karena merasa serangannya sia-sia, Geok Su berhenti sejenak dan mencoba mengeluarkan senjata yang lain.

__ADS_1


Sebelum senjata Geok Su muncul dengan sempurna ditangannya, Sao langsung menyerang balik. Dengan sekejap mata Sao tiba-tiba berada didepan mata Geok Su, dan bersiap menusuknya dengan tombak tersebut.


Tapi karena merasakan hawa yang sangat berbahaya di dekat Geok Su, Dia membatalkan serangannya dan langsung mundur ke tempat awal.


Sao tidak bisa melihat kekuatan jiwa yang ada dipunggung Geok Su, tapi dia bisa merasakan kalau saat ini mendekati Geok Su sama artinya dengan menggali kuburannya sendiri.


Mizuzu yang ada dibelakang Geok Su menyimpulkan kalau kekuatan dari temannya tersebut sangatlah besar. Anehnya, walaupun hanya berbentuk seperti binatang biasa, tapi kekuatan jiwanya bisa memberikan pengaruh sebesar itu.


Sao mencoba melemparkan Tombaknya kearah Geok Su, dan mengendalikan petir yang ada ditombak tersebut untuk menyambar Geok Su terlebih dahulu. Tapi untunglah pedang Geok Su berhasil dia panggil dan tepat waktu berada ditangannya, sehingga dia bisa menangkis Sambaran petir dan juga lemparan tombak tersebut secara bersamaan.


Tombak Sao yang berhasil ditangkis oleh Geok Su tadi terlempar kearah atas, dan sebelum tombak tersebut jatuh, Sao sekejap mata langsung memegang tombak yang sedang melayang di udara tersebut dan melemparkannya kembali kearah Geok Su. Dan hal itu dia ulang terus-menerus agar bisa mengurangi stamina Geok Su, itu yang dia inginkan. Tapi setelah cukup lama Sao melakukan hal tersebut, bukannya membuat Geok Su kelelahan. Tapi malah sebaliknya, dia semakin bersemangat, terlihat juga dari cahaya biru tipis yang ada disekitarnya kini semakin menyebar.


Karena melihat Geok Su yang sama sekali tidak kelelahan, Sao menghentikan serangannya dan mencoba mencari titik aman agar Geok Su tidak bisa memberikan serangan balasannya.


Geok Su saat ini hanya mendengar instruksi dari kekuatan jiwanya untuk melakukan serangan. Karena belum di suruh untuk melakukan apapun, jadi dia hanya melihat Sao yang sedang berdiri cukup jauh darinya.


Karena merasa diremehkan, Sao mengubah bentuk tombaknya menjadi sebuah pedang. Pedang tersebut dia beri nama Infinity Kin.


Pedang yang dipegang oleh Sao mempunyai warna yang hampir sama dengan tombaknya tadi. Tapi kali ini pedang tersebut mempunyai kekuatan yang sangat kuat, terlihat dari pasir yang ada dibawah pedang tersebut menjadi tersapu, dan tubuh Sao seperti tertiup oleh angin yang kuat, padahal ditempat tersebut sama sekali tidak ada jalan udara luar untuk masuk.


Melihat Sao yang telah mengeluarkan pedang itu, Sera langsung berlari kearahnya dan merebut pedang tersebut lalu melemparkannya cukup jauh dari Sao.


"Jangan! jangan kamu gunakan pedang itu, lebih baik mengalah saja daripada kamu mati". Ujar Sera kepada Sao sambil menatapnya.


"Kalau aku tidak lakukan itu, maka komandan akan membunuhmu!!! Semua ini aku lakukan untuk melindungi mu, ingat itu!!" Sao memarahinya dengan suara yang sangat keras, sampai-sampai terdengar di seluruh tempat itu.


Karena mendengar perkataan Sao tadi, Rei terpikirkan suatu cara untuk mengalahkannya.

__ADS_1


Pada saat mencoba untuk menyerang Sao, Rei langsung menggunakan kekuatannya untuk berpindah tempat tepat ditengah-tengah mereka berdua. Dan berteriak, "Berhenti!!!". Karena muncul secara tiba-tiba didepannya, Geok Su memarahi Rei.


"Apa yang kau lakukan!, pedang ini bisa saja mengenaimu!".


"Geok Su, biarkan kali ini aku yang menyelesaikannya" jawab Rei dengan tenang.


Geok Su tidak tau apa yang dipikirkan oleh temannya tersebut, tapi dia menyetujui permintaannya dan menyerahkan semuanya kepada Rei.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Geok Su, Rei berjalan perlahan menuju Sao dan juga Sera. Sao langsung waspada ketika melihat Rei berjalan kearah mereka berdua, dia menarik Sera agar segera berpindah ke belakangnya.


Dengan tenang Rei mencoba berbicara kepada Sao agar mereka bisa melakukan gencatan senjata untuk saat ini.


"Saya mendengar dari perkataanmu tadi, kalau engkau mau melindungi kekasihmu. Tapi bagaimana jika kita tidak melakukan pertarungan apapun, agar tidak menyebabkan kerugian untuk kita. Saya berjanji, pasti akan melindungi kalian berdua jika mau membantu kami".


"Untuk apa saya percaya dengan musuh" jawab Sao dengan tegas.


"Kami datang kesini hanya untuk mengalahkan komandan kalian agar bisa keluar dari dunia ini. Dan kalian berdua sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka, kalau kalian mati sekalipun itu tidak akan menyelamatkan kami. Jadi saya hanya mau engkau menunjukkan tempat komandan kalian berada saat ini, dan kami pasti akan melindungi kalian berdua dari mereka. Jika engkau bersikeras untuk bertarung disini, saya sangat yakin kalau Geok Su bisa mengalahkanmu dengan mudah. Apalagi jika dia menyerang kelemahanmu yang sangat besar tersebut". Karena Sao mendengar perkataan Rei tentang kelemahan terbesarnya, dia jadi terlihat khawatir. Rei kemudian melanjutkan perkataannya lagi "Apa engkau mau, orang yang sangat engkau cintai disakiti oleh seseorang? pasti tidak kan!, maka dari itu bantulah kami".


Sao sangat kebingungan untuk mengambil keputusan yang tepat. Jika dia menyetujui untuk membantu mereka, belum tentu Zoid akan mengampuninya, dan jika dia tidak membantu mereka, maka sudah pasti Sera akan ikut diserang juga.


Sera melihat kekhawatiran dari kekasihnya tersebut, dan kemudian dia menyarankan keputusan yang baik untuk Sao.


"Sebaiknya kita harus membantu mereka saja. Aku tidak ingin kamu menggunakan pedang kematian itu, aku hanya mau hidup bahagia bersamamu". Ujar Sera dengan memegang kedua pipi Sao.


Setelah mendengar perkataan kekasihnya, Sao merasa sedikit tenang. Dia kemudian mengambil keputusan untuk bergabung dengan kelompok Geok Su, dan memberitahukan jalan untuk menuju tempat para komandan iblis tersebut berkumpul.


Pada saat mereka bersiap-siap untuk pergi menuju tempat komandan iblis berkumpul, tiba-tiba saja muncul asap yang sangat banyak ditengah-tengah mereka. Dan dibalik asap tersebut terdengar suara seseorang yang mengancam Sao dan juga Sera.

__ADS_1


"Sao... Sera... Kalian kali ini akan mendapatkan hukuman yang sangat berat. Kalian berdua tidak akan bisa mendapatkan kehidupan yang indah setelah ini"


__ADS_2