
"Itu mereka!" Geok Su menunjuk ke arah segerombolan monster yang ada di belakang pohon.
"Banyak sekali ... Bagaimana mereka bisa sebanyak ini berada di sini?" tanya Rei.
"Itu tidak penting, sekarang kita harus membasmi mereka!" ujar Alomso.
Alomso menggunakan kekuatannya untuk membuat pagar dari tumbuhan berduri di sekitar monster tersebut agar mereka terkurung, tapi sayangnya ada satu yang berhasil lolos dan menyerang mereka.
Monster itu kelihatan kuat, mereka berbentuk seperti harimau tapi mempunyai warna yang gelap serta taring yang besar. Belum lagi tubuh mereka dua kali lipat dari harimau biasanya.
Geok Su dan yang lainnya terkena terkaman dari monster tersebut, mereka pikir serangannya tidak akan sampai, tapi ternyata tiba-tiba ada seperti angin kuat yang tertiup. Tiupan angin tersebut terasa seperti pisau tajam yang dilemparkan, beberapa bagian tubuh mereka berdarah.
Melihat semuanya yang terluka, Alomso menyembuhkan teman-temannya dengan kekuatannya. Dia terlihat seperti menggunakan kekuatan penuh miliknya. Di punggungnya dapat terlihat sayap yang agak transparan, dan di atas kepalanya seperti ada cahaya putih melingkar seperti milik seorang malaikat, seketika itu juga mereka semua pulih dari luka yang dialami barusan.
Karena melihat monster tadi ingin menyerang kembali, Vinri dengan cepat langsung terbang ke arah monster tersebut dan menebas lehernya dengan pedang air di tangannya.
Pedang yang dipegang oleh Vinri nampak sangat aneh, biasanya pedang terbuat dari benda padat, sedangkan miliknya terbuat dari benda cair, dan anehnya lagi, pedang tersebut walaupun berbentuk cair, tapi sangat tajam.
Setelah monster tersebut berhasil terbunuh, Alomso menyuruh Geok Su untuk membakar para monster yang terkurung di balik pagar berduri miliknya.
Geok Su awalnya merasa ragu, karena takut membakar hutan yang ada di belakangnya, tapi setelah diyakinkan oleh Vinri, akhirnya dia menggunakan kekuatannya.
Roaaarrgh ...
Auman para monster tersebut karena terbakar oleh kekuatan Geok Su. suara tersebut cukup mengerikan bagi banyak orang yang pertama kali mendengar jeritan monster, tapi bagi Rei, Geok Su dan Mizuzu itu adalah hal yang biasa, karena sebelumnya ada hal yang lebih mengerikan daripada suara auman tersebut.
Suaranya terdengar sampai ke desa tempat mereka berteduh tadi, dan warga di sana terlihat sangat ketakutan.
"Apakah mereka dapat dikalahkan?" tanya Mizuzu, karena sejak dari tadi dia mendengar suara auman tersebut tidak hilang.
__ADS_1
"Aku tidak tau, tapi yang pasti mereka tidak dapat keluar dari kurungan yang kubuat." sahut Alomso.
"Tenang saja, kalau mereka tidak dapat mati karena api itu, maka aku akan langsung mencoba untuk mengalahkan mereka." jawab Geok Su.
Setelah beberapa lama, akhirnya monster tersebut sudah tidak bersuara kembali. Untuk memastikannya, Vinri dan juga Rei pergi ke tempat monster tersebut.
Ketika benar-benar dipastikan sudah mati semua, mereka kemudian memanggil Geok Su dan yang lainnya.
"Api yang benar-benar mengerikan.Tidak akan padam jika targetnya tidak hangus dimakan." ujar Alomso yang takjub melihat kekuatan Geok Su.
Setelah itu, mereka berlima menyusuri hutan yang ada di belakang tersebut untuk memastikan tidak ada lagi monster seperti sebelumnya.
Ketika sudah selesai menyusuri hutan, dan merasa sudah tidak akan ada lagi ancaman, mereka akhirnya kembali ke desa tempat mereka berteduh sebelumnya. Tapi, di perjalanan mereka dihadang oleh beberapa kelompok orang berjubah hijau, mereka menggunakan penutup kepala lancip yang berwarna hijau juga, lalu salah satu dari mereka mengatakan sesuatu.
"Ternyata kalian adalah salah satu penghalang untuk kesuksesan rencana kami. kalau begitu, tidak lama lagi kalian akan merasakan ancaman yang paling mengerikan!" setelah mengucapkan hal tersebut, mereka langsung menghilang.
"Geok Su lihat! kali ini sepertinya lebih berbahaya!" teriak Rei.
"Hahaha ... kalau banyak monster yang terbang di langit, sepertinya kita lebih baik sembunyi di bawah jamur saja." ujar Alomso meremehkan musuhnya, kemudian dia menumbuhkan banyak jamur raksasa di sekitar mereka.
Jamur-jamur tersebut sepertinya berhasil menganggu penglihatan para monster tersebut untuk menyerang mereka, sehingga memberikan kesempatan bagi Geok Su dan Vinri untuk menyerang, serta Mizuzu juga berusaha memanggil pasukan suzakunya. Serangan kombinasi mereka bertiga sepertinya masih belum cukup untuk mengalahkan para monster tersebut, karena monster-monster itu seperti dapat menghindari serangan mereka.
Geok Su mencoba melemparkan tombak yang terbuat dari api abadi miliknya dan melemparkannya ke arah salah satu monster yang berbentuk seperti naga tersebut, tapi sayangnya lemparan Geok Su meleset.
"Hahaha ... sepertinya kamu perlu latihan khusus bersamaku dalam hal melempar tombak." Alomso mengejek Geok Su sambil menepuk-nepuk pundaknya.
"Tuan muda benar, dia sangat pandai dalam hal melempar tombak, terkadang dia melakukan itu ke aku sebagai targetnya." timpal Vinri.
Mendengar Vinri yang sering dijahili oleh Alomso, membuat Rei dan Mizuzu memarahinya, mereka berdua menghajar Alomso dan juga menarik-narik telinga serta merobek bajunya.
__ADS_1
"Huhuhu ... sekarang aku terlihat seperti seorang pengemis ..." robekan baju Alomso terlihat sangat parah.
Melihat tuannya yang bajunya sudah tidak layak dipakai, Vinri melepaskan baju miliknya dan memberikan kepada Alomso. Alomso masih beruntung, karena ada perempuan itu yang bersedia memberikan pakaian miliknya.
"Sepertinya kali ini aku mengambil pilihan yang tepat karena menggunakan dua lapis pakaian." ujar Vinri.
"Sudahi candaan kalian! sekarang kita harus mengalahkan musuh yang ada di atas kita saat ini, mereka masih mengelilingi tempat ini. Aku takutnya ada seseorang yang berada di sekitar sini dan nantinya diserang oleh monster-monster tersebut." ujar Geok Su yang terlihat mengawasi para monster tersebut dari balik salah satu jamur raksasa di depan mereka.
"Berikan aku waktu untuk memfokuskan kekuatanku." ujar Rei.
Selang beberapa waktu, mulut Rei terlihat seperti merapalkan sesuatu dan kemudian leher para monster tersebut putus.
Geok Su yang melihat hal tersebut terkejut akan kekuatan milik Rei yang terlihat cukup berbahaya. Dia bertanya kepada Jin Yu apakah dirinya juga bisa melakukan hal seperti itu.
"Tidak bisa, tetapi jika kamu sudah cukup memahami seperti apa kekuatanku, maka kamu bisa dengan mudah menggunakannya sebagai pelindung. Bahkan kamu juga bisa bertarung jarak dekat tanpa mendekati musuh." Jin Yu menjawab pertanyaan Geok Su.
"Apa maksudmu bertarung jarak dekat tanpa mendekati musuh?" tanya Geok Su.
Pertanyaannya tersebut tidak ingin dijelaskan oleh Jin Yu, karena dia ingin Geok Su benar-benar memahami kekuatan miliknya.
Karena semua monster tadi sudah terjatuh, Alomso menghilangkan jamur-jamur raksasa tersebut dan mereka kemudian melihat mayat dari para monster tadi.
"Dengar! aku akan mengatakan hal ini kepada kalian di saat ini saja. Kalian mungkin biasa saja melihat monster seperti ini, tapi ketika sudah memasuki dunia musuh kita nanti, maka akan berbeda dari yang kalian rasakan saat ini. Kekejaman, kesadisan dan bahkan kesedihan yang mereka berikan kepada para penduduk di sana akan sangat mengerikan. Mungkin belum semua negara yang mendapatkan hal tersebut, tapi satu hal yang pasti, teror itu mereka sudah sebarkan ke seluruh dunia." ujar Alomso memperingati mereka bertiga secara tiba-tiba.
"Tidak perlu khawatir! aku tidak takut mati demi menolong orang! Hahaha ... karena ini adalah hal yang paling aku tunggu!" ucap Geok Su sambil menginjak kepala monster yang berbentuk seperti naga tersebut.
"Hei! kamu masih lajang tidak akan mungkin memikirkan kehidupan. Aku yang saat ini sudah menikah tidak akan mau membuang nyawaku hanya untuk menyelamatkan orang banyak! apalagi sekarang aku sedang berharap bayiku tidak apa-apa." ujar Alomso sambil mengelus perut Vinri.
"APA!!!" Rei dan Mizuzu terkejut.
__ADS_1