Kekuatan Jiwa

Kekuatan Jiwa
Chapter 30 : Penjemputan dan Tugas


__ADS_3

"Mundur Mizuzu!" Teriak Zuan Yu.


Mendengar hal itu, Mizuzu langsung terbang ke atas dan melihat di sekeliling mereka. Dia seperti sedang mengawasi sesuatu.


Sedangkan Geok Su masih terlihat sibuk melawan Zoid. Dia berkali-kali menyembuhkan dirinya dan juga melakukan kombinasi dengan serangan portal miliknya.


Ketika dia melangkah mundur untuk menghindari serangan Zoid, Geok Su tiba-tiba terpeleset dan jatuh.


"Inilah kesempatanku!!! hahaha...!" Teriak Zoid sambil berlari ke arah Geok Su.


Karena merasa akan dikalahkan lagi, Geok Su merasakan seperti ada kekesalan besar di dalam dirinya. Lalu setelah itu tiba-tiba terlihat seperti aliran listrik mengelilingi Geok Su, aliran listrik itu semakin membesar dan tidak lama setelah itu menciptakan sebuah awan hitam di atas ruangan tersebut.


Mizuzu yang melihat awan tersebut semakin membesar akhirnya turun dan bergabung dengan Rei dan yang lainnya.


Pada saat Geok Su mengangkat tangannya, suara gemuruh guntur terdengar sangat keras dan bahkan menggema, karena awan hujan tersebut muncul di dalam sebuah ruangan.


Lalu Geok Su menurunkan tangannya dan menunjuk ke arah Zoid, dan dengan sekejap petir menyambar Zoid.


"Apa ini? aku seperti pernah merasakan hal yang seperti ini." Kata Mizuzu kepada Rei.


Rei masih tercengang melihat kekuatan dari Geok Su tersebut, dia sebenarnya mendengar pertanyaan Mizuzu, tapi di dalam dirinya sendiri dia juga seperti pernah merasakan hal tersebut.


"Sungguh kekuatan yang mengerikan." Ucap Zuan Li. Dia dengan matanya yang sudah tidak ada ternyata masih bisa melihat bentuk kekuatan dari Geok Su.


"Apakah matamu sudah tidak terasa sakit lagi?" tanya Zuan Yu kepada saudaranya. "Tapi bagaimana kamu masih bisa melihat? dan kekuatan apa yang dimiliki Geok Su? kenapa sama seperti milik Ayah."


Mereka berempat masih terkagum, heran dan takut melihat kekuatan Geok Su yang sebesar itu dikeluarkan dalam ruangan yang bisa dibilang masih cukup kecil.


***


"Berhenti!!! cukup sampai di sini saja aku meminjamkannya, lebih dari ini akan sangat berbahaya." Kata naga yang ada di dalam tubuh Geok Su.


"Baiklah, terima kasih. Aku hanya merasa sangat kesal saja selalu bisa terkena sial seperti tadi." Sahut Geok Su.


Setelah terkena serangan Geok Su tadi, Zoid terlihat cukup parah, seluruh badannya berubah menjadi agak kecoklatan dan terlihat seperti laba-laba bakar.


Setelah bisa berdiri, Zoid kemudian merubah dirinya menjadi manusia kembali lalu menatap Geok Su.


"Cukup sampai di situ saja Zoid, Pertarungan kali ini sudah selesai. Kamu harus kembali ke tempatmu dan menyembuhkan dirimu sendiri." Suara seseorang tiba-tiba terdengar dengan keras.


*Bam...!

__ADS_1


Terjadilah ledakan kecil di tengah-tengah ruangan tersebut bersamaan dengan asap yang tebal.


Setelah asap itu menghilang, terlihat laki-laki yang membawa Geok Su bersama dengan Komandan yang disebut Hiten dan satu orang yang tidak bisa dikatakan manusia ataupun iblis.


"Ada apa ini? mengapa aku merasa aura yang sangat berbahaya dari mereka bertiga." Ujar Zuan Yu.


"Xang! apa yang membuatmu mengatakan kalau pertarungan ini sudah selesai? Aku akan tetap membunuh anak ini!"


Zoid langsung dengan cepat berlari ke arah Geok Su.


"Hiten lakukan!"


Kemudian Hiten menggunakan kekuatannya untuk menahan Zoid, dia memunculkan dinding di antara Zoid dan Geok Su.


"Dinding ini bukan apa-apa!!!" Zoid masih terus berlari dan berniat menerobos dinding tersebut.


Lalu setelah itu, keluarlah tumbuhan berduri menyelimuti dinding tersebut, sehingga Zoid dengan cepat menghentikan langkahnya.


"Kurang ajar kau Hiten!" Zoid Langsung berjalan ke arah mereka bertiga.


Zoid tidak berani menerobos dinding yabg dilapisi tumbuhan berduri tadi karena di setiap ujung durinya terdapat racun yang cukup untuk melumpuhkan Zoid, bisa dikatakan kalau racun tersebut adalah kelemahan Zoid yang lainnya.


"Baiklah, sepertinya ini saatnya aku yang bicara. Rei, Geok Su dan Mizuzu. Kesini, ada hal penting yang harus aku katakan." Laki-laki itu menunjuk ke arah mereka bertiga.


Setelah mereka bertiga sudah berada di depan laki-laki itu, dia langsung menjelaskan suatu hal kepada mereka.


"Selamat, setidaknya kalian sudah bisa mendapatkan tingkatan lanjutan dari kekuatan jiwa milik kalian masing-masing. Dalam waktu yang singkat ini, sudah lebih dari cukup untuk memahami seperti apa hal yang harus dilakukan dan apa saja potensi yang harus didapatkan. Dalam waktu tiga tahun itu sudah lebih dari cukup. Seperti Rei yang bisa memotong tangan Hiten dengan kekuatan portalnya, dan Geok Su yang bisa menggunakan kombinasi ketiga kekuatan jiwanya, itu sudah sangat bagus. Oleh karena itu, sekarang aku akan menjemput kalian bertiga untuk pulang. Tapi! ketika pulang, kalian tidak akan beristirahat, karena ada masalah besar yang harus aku ceritakan di sana nantinya." Laki-laki itu kemudian menyuruh Rei untuk membukakan sebuah portal.


"Tunggu dulu! bagaimana dengan kami berdua? apakah kami berdua hanya akan ditinggalkan begitu saja? dan disuruh untuk menghadapi mereka bertiga?" Tanya Zuan Yu. Dia merasa seperti putus asa, karena dia sangat yakin, akan begitu mustahil baginya dan saudaranya untuk melarikan diri dari para Komandan pasukan iblis tersebut.


"Kalau untuk masalah itu, tenang saja, Ayahmu sudah datang kepadaku dan menyuruhku untuk mengirimkan kalian kepada Ibu kalian. Jadi, silahkan masuk ke portal yang satu ini." Laki-laki tersebut langsung membisikkan sesuatu kepada Rei, dan setelah itu Rei langsung membuat sebuah portal lainnya.


"Silahkan masuk, ini adalah pintu kalian untuk pulang."


Setelah itu, Zuan Yu dan Zuan Li memasuki portal tersebut dan setelah itu portalnya menghilang.


Kemudian dia juga langsung mendorong Geok Su dan juga Mizuzu untuk memasuki portal yang ada di samping mereka dan setelah itu mengucapkan terima kasih dan minta maaf kepada Hiten dan Xang, lalu menarik Rei untuk memasuki portal Tersebut.


Setelah keluar dari portal tersebut, Geok Su dan Mizuzu berada di tempat saat awal-awal mereka dikirim oleh masternya Mizuzu.


"Ini seperti tidak asing, tapi di mana?" Tanya Mizuzu sambil melihat di sekelilingnya. "Kenapa akhir-akhir ini aku merasakan ingatanku semakin memburuk ya?" lanjutnya.

__ADS_1


"Itu adalah efek dari pulau tempat kalian tadi, semakin lama kalian berada di sana, maka akan semakin kacau ingatan kalian. Karena itulah aku hanya mengirimkan kalian selama tiga tahun di sana, jika lebih dari itu, kalian tau sendiri artinya."


"Jadi, sekarang di tempat ini sudah terlewat selama tiga tahun?" tanya Mizuzu.


"Tepat, dan selain itu, aku mendapatkan suatu informasi yang dibilang buruk atau baik bagi kalian aku kurang tau, tapi bagiku sendiri ini adalah hal yang buruk."


"Tunggu dulu, sebelum kamu mengatakan informasi tersebut, aku mau bertanya satu hal!" potong Geok Su.


"Apa itu?".


"Kenapa latihan kami hanya seperti itu? tidak sesuai yang aku harapkan tau! aku pikir aku bisa mengalahkan salah satu dari ketiga komandan tersebut, tapi pada akhirnya mereka semua masih selamat! Sama sekali petualangan yang tidak menyenangkan!" Geok Su merasa kesal.


"Benar! kamu tadi juga mengatakan kalau kami meningkatkan kekuatan milik kami sendiri, tapi pada akhirnya aku sama sekali tidak merasakan apapun yang meningkat dariku!" tambah Mizuzu.


"Tenanglah, untukmu" menunjuk Mizuzu "kekuatanmu itu sudah cukup bagus, bahkan ada di atas mereka berdua, hanya saja masih kurang pemahamannya saja. Coba tanyakan saja kepada mereka berdua apa yang mereka lakukan dan bicarakan dengan kekuatan Jiwanya sampai-sampai bisa membuat peningkatan?"


Setelah itu laki-laki tersebut mengambil sesuatu di saku celananya lalu mengeluarkan sebuah taring hewan buas dan menunjukkannya ke mereka bertiga.


"Apa itu? kamu saja belum menjawab pertanyaanku tapi tiba-tiba mengeluarkan taring nggak jelas seperti ini."


"Sabarlah! aku juga mau menjawabnya sekarang... huh.." laki-laki itu kemudian menarik napasnya dan menjelaskan kembali apa yang ingin disampaikannya. "Ini adalah salah satu taring monster yang aku dapatkan di dunia ini. Seharusnya di dunia ini tidak ada yang namanya Monster atau apapun. Setelah beberapa lama aku menyelidikinya, baru saja beberapa minggu yang lalu aku diserang oleh sekelompok orang. Mereka mengatakan berasal dari Pasukan kerajaan hitam di dunia yang berbeda, dan sekarang berniat untuk menguasai dunia ini. Mendengar hal itu, aku mencoba mengalahkannya mereka, tapi semuanya berhasil melarikan diri dan setelah itu datanglah seseorang yang tidak aku kenal juga. Kupikir setelah memperkenalkan namanya, dia adalah orang yang baik, tapi ternyata dia adalah pemimpin dari sekelompok orang tadi. Laki-laki itu mengatakan akan menyatakan perang dengan dunia ini, tapi sebelum melakukan itu, dia mengatakan untuk mengirim beberapa monster terlebih dahulu untuk membuat penduduk di dunia ini merasa takut, dan kemudian dia pergi. Jadi yang akan aku beritahukan juga adalah, kalian bertiga akan kuberikan tugas untuk memasuki dunia mereka. Setelah diselidiki, mereka yang menyerang aku dan juga pemimpinnya tersebut adalah pengguna kekuatan jiwa juga, dan informasi tambahan yang kudapatkan adalah rajanya bernama Fu Anng. Kalian akan berangkat dalam 3 hari lagi, bersama dengan salah satu orang yang kepercayaanku juga. Kalian akan bertemu dengan mereka ketika sudah sampai di markas nanti. Sekian itu saja yang mau kusampaikan."


"Menarik!!! kali ini pasti terasa seperti petualangan yang sesungguhnya!!! hahahaha."


*Plaakk...


Kepala Geok Su di tampar oleh Mizuzu.


"Hei... itu sakit!... tidak punya perasaan sama sekali."


"Kita di disini katanya untuk latihan, tapi kenapa malah harus menyelamatkan dunia ini, masa kamu lupa sama tujuan awal kita dikirim oleh Master ke tempat ini?"


"Master yang mana?" Tanya Geok Su.


"Apa!? bagaimana kamu bisa lupa!" Mizuzu tiba-tiba menjewer telinganya.


"Jika yang kamu maksudkan itu adalah orang yang bisa mengendalikan kekuatan jiwa sampai ke tingkat akhir, maka seharusnya kalian melupakan dia. karena sudah banyak orang yang dia kirim ke sini."


"Apa maksudmu mengatakan seperti itu tentang Masterku!?" Mizuzu merasa tersinggung dengan perkataannya.


"Akan aku jelaskan besok, saat ini aku harus masuk ke dalam kerajaan itu dulu, karena ada beberapa hal yang harus aku tanyakan juga. Kalian kembalilah ke markas. Rei! bawa mereka berdua." Laki-laki tersebut langsung pergi meninggalkan mereka bertiga.

__ADS_1


__ADS_2