Kekuatan Jiwa

Kekuatan Jiwa
Chapter 31 : Wajah Baru Kekuatan Baru


__ADS_3

"Akhirnya bisa tiba di rumah.... Aah... rasanya sangat tenang."


"Apakah kamu sangat merindukan rumah Rei? Aku saja rasanya masih betah tinggal di sana, seakan kita sedang melakukan piknik."


"Kurang ajar kamu Geok Su!" Rei menendang kaki geok Su. "Aku sebenarnya sangat tidak ingin merasakan hal seperti itu lagi! tapi jika Ketua yang menyuruh tidak masalah."


"Kamu ada hubungan apa dengan laki-laki itu Rei?" Tanya Mizuzu.


"Aku berhutang sangat banyak darinya ap-"


"Memangnya berapa banyak uang yang kamu pinjam dari dia? atau karena tidak sanggup melunasinya dengan uang, jadi kamu menggunakan tubuhmu?" potong Geok Su.


"Kurang ajar!" Rei mengambil batu lalu melemparkannya ke Geok Su.


"Aw... itu sakit!".


"Aku berhutang nyawa dengannya!, apalagi seperti yang dia katakan, laki-laki yang dapat mengendalikan kekuatan jiwa sampai tingkat akhir itu juga mengirimkanku ke sini dan sampai sekarang tidak pernah menjemputku."


"Apa maksudmu? jadi kamu juga muridnya Master sejak awal?" tanya Mizuzu, dia masih keberatan jika masternya dituduh seperti orang yang tidak baik.


"Kalau dibilang murid mungkin tidak, karena saat itu ingatanku kurang jelas, aku sudah di sini sejak 12 tahun yang lalu, dan dibesarkan oleh Ketua. Jika bukan dia yang memungutku, mungkin sekarang aku sudah mati. Jadi, kamu pasti bisa menyimpulkan apa yang terjadi padaku saat bertemu dengan orang yang kamu maksud."


"Aku tidak tau harus percaya atau tidak." Ujar Mizuzu.


"Sudahlah, lagipula kita tidak perlu memikirkan dia, seperti yang kamu katakan, kalau dia mengirimkan kita ke sini untuk latihan. Kalau begitu, kemungkinan besar ini adalah latihan yang dia maksud." Geok Su mencoba untuk meluruskan.


"Kalian sedang apa di sini dari tadi? seperti membahas suatu hal yang menarik."


Seorang laki-laki tiba-tiba muncul di belakang mereka bertiga. Dia menggunakan topi lancip berwarna putih dan menggunakan pakaian serba putih, serta ada busur di belakangnya.


Mereka bertiga sangat terkejut sampai mengeluarkan kekuatan jiwanya untuk berjaga-jaga.


Karena cukup lama mereka dihadapkan dengan banyaknya pertarungan pada saat di pulau itu, kewaspadaan mereka saat ini sudah terlatih agar selalu berhati-hati terhadap siapapun yang tidak dikenal.


"Hei hei hei hei! aku bukanlah musuh, karena kalian terlihat cukup serius tadi, jadinya aku hanya berniat untuk memberikan kejutan saja." Laki-laki itu mengangkat kedua tangannya.


"Kalau begitu siapa kamu!?" Tanya Rei dengan nada tinggi.


"Aku Alomso, orang yang nantinya akan ditugaskan untuk ikut bersama kalian memasuki dunia musuh kita."


"Apa itu benar!?" tanya Rei sekali lagi, sambil mengeluarkan kekuatan portalnya di leher laki-laki itu.

__ADS_1


"hei! hei! hei! hentikan! aku tidak mungkin berbohong!". laki-laki itu berteriak ketakutan.


"Sudahlah, sepertinya dia bukan musuh. karena aku sama sekali tidak merasakan hawa membunuh darinya." ujar Geok Su kepada mereka berdua.


"Itu benar! dia benar! aku hanya ingin akrab dengan kalian, bagaimana mungkin orang setampan ini adalah orang jahat!"


"Cih! orang yang sesombong ini seharusnya dijadikan orang jahat saja, daripada memperburuk dunia." Rei nampak kesal dengan pria itu.


Mereka bertiga langsung meninggalkan pria tersebut dan berjalan menuju ke tenda besar yang ada di tengah-tengah markas tersebut.


Ketika memasuki tenda tersebut, terlihat banyak sekali makanan dan minuman yang tersedia di atas meja beserta dengan buah-buahan segar. Karena sudah cukup lama tidak memakan makanan yang layak, mereka bertiga langsung menyantap apa saja yang ada di atas meja tersebut, apalagi semuanya terlihat sangat lezat.


"Akhirnya aku bisa makan makanan seenak ini lagi... nyam... nyam..." Geok Su memakan paha kalkun yang sangat besar.


"Umm...! pai ini juga terasa sangat nikmat! terakhir kali aku memakannya saat ada di kampung halamanku, rasanya itu saat masih berumur lima belas tahun." timpal Mizuzu.


"Kalian kenapa langsung meninggalkanku seperti itu? itu sangat jahat loh!" laki-laki yang bernama Alomso itu mengomeli mereka.


Mereka bertiga hanya menikmati makanannya, dan tidak menghiraukan laki-laki tersebut.


Karena merasa diacuhkan, laki-laki tersebut pura-pura menangis.


"Hiks... hiks... baru kali ini laki-laki setampan aku diacuhkan... padahal aku hanya ingin berteman dekat dengan banyak orang..."


"Aw...! kenapa harus dengan tulang bekas mulut orang lain!" ujar laki-laki itu dengan suara seperti perempuan.


"Orang ini benar-benar membuatku kesal! apa harus aku memotong kepalanya!?" Rei langsung berdiri dari kursinya dan berjalan menuju ke Alomso.


"Tolong jangan lakukan itu, walaupun begitu, tuan muda hanyalah orang yang suka bercanda. Dia juga akan menjadi bantuan yang sangat penting untuk kalian nantinya jika berada dalam kesulitan." Tiba-tiba suara seorang perempuan terdengar dari balik tirai yang ada di bagian dalam tenda tersebut.


"Tidak apa-apa Vin, lagipula aku suka menjahili mereka bertiga, terutama perempuan ini." Dia menunjuk Rei.


"Maaf tuan." setelah keluar, perempuan itu langsung membungkuk kepada laki-laki tersebut.


Perempuan itu terlihat sangat cantik, bahkan Geok Su saja sampai tidak mengunyah makanannya karena melihat perempuan tersebut. Rambut panjangnya yang indah, warna rambutnya yang terlihat seperti perak, kulit putihnya yang halus serta matanya yang berwarna hijau seperti hutan yang indah, tidak mungkin laki-laki menyia-nyiakan pemandangan ini. Pasti mereka akan menghabiskan waktunya untuk melihat keindahan yang ada di depan matanya.


"Aku sudah Kenyang!, sekarang mau pergi sebentar." ujar Mizuzu kepada mereka dengan ketus.


Geok Su tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Mizuzu karena dia terpana karena kecantikan dari perempuan tersebut.


Karena melihat Geok Su yang memandangi perempuan itu, tiba-tiba Alomso langsung menarik perempuan tersebut dan mencium bibirnya, dan seketika itu keindahan yang Geok Su lihat tadi langsung sirna, dan rasa nyaman yang dia rasakan tadi juga langsung menghilang.

__ADS_1


"Hahaha... laki-laki tampan pastilah harus mempunyai bawahan yang cantik nan rupawan..." Ejek Alomso.


"Cih! beruntung hanya karena punya wajah tampan saja, coba kalau jadi orang jelek, pasti perempuan itu juga akan menolaknya, walaupun dia tuannya sendiri." Batin Geok Su, kemudian dia melanjutkan makannya.


"Maaf atas perlakuan tuanku, dan perkenalkan, namaku Vinri, apakah aku perlu memperkenalkan dengan nama keluargaku juga?"


"Tidak usah, ya sudah salam kenal, namaku Geok Su. Sekarang aku mau melanjutkan makanku, Kalian jangan mengajakku bicara." Geok Su menjawab dengan kesal.


Kemudian mereka berdua meninggalkan Geok Su dan Rei di lalu berjalan keluar untuk mencari Mizuzu.


Ketika ditemukan Mizuzu sedang melatih kekuatannya, Alomso langsung bergabung dengannya dan menunjukkan kekuatannya juga.


"Lihatlah, ini adalah kekuatan jiwaku, Dia berbentuk seperti seorang peri bukan? hebat bukan? dan kekuatannya juga adalah kehidupan dan tumbuhan. Jadi aku dapat menghidupkan tumbuhan yang sudah mati sekalipun. lihatlah ini." Alomso menumbuhkan sebuah pohon yang cukup besar di tengah-tengah mereka berdua, lalu pohon itu langsung berbuah.


"Keren!!! apakah hanya seperti ini?" tanya Mizuzu.


"tentu saja tidak!" Alomso kemudian menumbuhkan sayap di punggungnya dan setelah itu mengepakkannya lalu terbang ke atas.


"Wah keren!!! tapi kalau cuma terbang aku juga bisa." Mizuzu kemudian menggunakan kekuatan Jiwanya sampai Alicornnya menggunakan jubah besi kemudian terbang.


"Wah! ternyata kamu juga memiliki kekuatan yang sama dengan Vinri, dia juga mempunyai kekuatan jiwa pegasus. Tapi bedanya Vinri juga mempunyai sayap. Vinri! tunjukan kekuatan jiwamu!" Ujar Alomso.


Kemudian Vinri juga mengeluarkan kekuatan jiwanya dan terbang ke atas untuk mendekati mereka berdua.


Mizuzu bertanya kepada Alomso mengapa dia tidak bisa memunculkan sayap juga.


Alomso mengatakan kemungkinan dia masih belum terlalu dekat dengan kekuatan jiwanya sendiri, karena itu dia tidak bisa memunculkannya.


Geok Su yang sedang mencari Mizuzu terkejut melihat mereka bertiga sedang asyik berbincang di atas langit, sehingga dia juga menggunakan kekuatan api birunya untuk terbang. Dia memanfaatkan gaya dorong dari api yang keluar dari kakinya, sama seperti ketika dia buang angin, sehingga harus bisa menyelaraskan jumlah dan sebesar apa api yang harus dikeluarkan. Pada saat sampai, "bagaimana? apakah aku cukup hebat juga? humph... ini masih belum seberapa." ucapnya dengan sombong.


Ketika sedang menyombongkan dirinya, tiba-tiba dia tidak bisa menyelaraskan kembali api yang ada di kakinya dan setelah itu langsung terjatuh. Tapi untunglah Mizuzu sempat menyelamatkan.


"Terima kasih Ai, aku selamat." Geok Su langsung menaiki punggung Mizuzu.


"Cih! asalkan kamu tau, aku masih marah sama kamu!."


Geok Su tidak mengetahui Mizuzu marah dengan dia karena apa, dan walaupun begitu, dia kemudian mengelus kepala Mizuzu dan mengatakan "Walaupun kamu marah kepadaku, asalkan tidak ada niat untuk meninggalkanku itu sudah cukup untukku tetap menyukaimu."


Mendengar hal itu Mizuzu langsung melemparinya ke tanah, dan untunglah pada saat Mizuzu melempari dia, posisi mereka sudah tidak terlalu tinggi.


Ketika mereka berdua sudah berada di dataran, Alomso dan Vinri juga ikut turun, Alomso tidak hanya turun dengan biasa, melainkan dengan memamerkan kekuatannya lagi. Pada saat ingin turun, dia seperti melepaskan sayapnya agar bisa jatuh bebas, kemudian menciptakan sebuah jamur raksasa agar dapat jatuh di atasnya lalu memantul dan memutar badannya setelah itu mendarat dengan langsung membungkukan badannya.

__ADS_1


Dalam batin Geok Su "Cih! pamer sekali!".


__ADS_2