Kekuatan Jiwa

Kekuatan Jiwa
Chapter 29 : Dua Komandan


__ADS_3

Hiten tertawa mendengar Zoid terpancing karena leluconnya, dan dia berjalan mengelilingi ruangan itu sambil berkata "Kenapa Xang juga sampai ikut campur dalam pertarungan ini? apakah mereka sangat kuat? atau karena dia ingin melihat kekuatan mereka? hm... kalau begitu aku juga akan ikut andil sedikit."


"Jangan kau ambil bagianku! jika ingin bergabung, aku sarankan untukmu menghukum pengkhianat itu saja." Zoid menunjuk ke arah Sao yang saat ini sedang disenderkan Mizuzu ke dinding.


Hiten tertawa terbahak-bahak ketika mengetahui kalau Sao berkhianat. Dia kemudian berjalan mendekati Mizuzu dan Sao lalu memperhatikan kondisi Sao.


"Jangan kau apa-apakan mereka!" Teriak Geok Su dari kejauhan.


"Tenang-tenang, aku tidak seagresif Zoid, aku adalah orang yang tau batasan dalam ikut campur itu berada dimana. Tapi jika boleh jujur, kalau kalian tidak segera mengobatinya maka dalam Hitungan menit dia akan mati." Hiten mengangkat tangan Sao dan mengangkat kakinya satu-persatu untuk diperiksa "benar, mungkin dalam tiga puluh menit lagi dia akan mati kehabisan darah." lanjutnya.


Mizuzu yang ada di samping Sao tidak bisa berkata apapun, dia terlihat sangat ketakutan karena merasakan hawa yang berbahaya darinya. Geok Su juga tidak berani mengambil langkah sembarangan, dia saat ini juga harus mewaspadai Zoid yang ada di depannya sehingga tidak ada waktu untuk terus memperhatikan Hiten, tapi bukan berarti dia juga tidak mewaspadai serangan dadakan yang akan dia terima nantinya.


"Rei!!! Zuan Yu!!! Zuan Li!!! bangun!!! Aku butuh kalian untuk melawan yang satunya! Cepat!" Teriak Geok Su.


Dan setelah beberapa saat, mereka bertiga akhirnya sadar. Mereka bertiga setelah terpental tadi tidak ada yang bangun, karena itu Geok Su memanggilnya.


"Bagaimana mungkin aku bisa tidak sadarkan diri barusan." Kata Zuan Li.


"Entahlah, mungkin saja saat terpental tadi terkena salah satu bagian tubuh yang membuat kita tidak sadarkan diri untuk sementara waktu." sahut Zuan Yu.


"Lupakan saja masalah itu, sekarang sepertinya kita dapat masalah yang besar." ujar Rei kepada mereka berdua.


Pada saat mereka bertiga melihat disekelilingnya, mereka tau kenapa Geok Su sampai berteriak memanggil mereka.


Dengan Cepat Rei mencoba membuat portal teleportasi di depan Mizuzu, tapi Geok Su menyadari apa yang akan dilakukannya sehingga dia melarangnya.


Geok menjelaskan apa yang terjadi saat ini sangat berbahaya, jadi dia mengingatkan kepada mereka bertiga untuk jangan bertindak gegabah. Jika salah pilih, maka salah satu dari mereka berlima pasti akan ada yang mati.


Entah kenapa secara tiba-tiba Hiten langsung menghilang dari ruangan itu. Mereka berempat terkejut dan mewaspadai disekitarnya, takutnya dia tiba-tiba mendadak memberikan serangan.


Dan secara tiba-tiba...


"Zuan Li awas!" Teriak Mizuzu.


Hiten langsung berada di depan Zuan Li dan mencekiknya dan mengangkatnya.


Pada saat itu, mata Zuan Li bercahaya, sama seperti saat dia dan Geok Su melawan 6 mahkluk pemusnah saat itu.


"Bahaya, dia pasti berniat menyembuhkan seseorang, siapa? Ai? Sao? atau aku?" Batin Geok Su.


Karena melihat ada kesempatan, Geok Su menyuruh Jin Yu untuk membuat portal di depan Mizuzu agar dia membawa Sao masuk kedalamnya.


Melihat ada portal tersebut, Mizuzu dengan cepat menarik Sao untuk masuk kedalam portal tersebut, walaupun dia tau jika menariknya seperti ini hanya akan membuatnya kesakitan, Tapi mau bagaimana lagi, tidak ada cara lain yang bisa terpikirkan oleh Mizuzu saat itu, dia harus dengan cepat melakukannya, maka jika tidak, antara Hiten atau Zoid yang langsung tiba-tiba menyerang mereka berdua.

__ADS_1


Pada saat Mizuzu berhasil membawa Sao masuk kedalam portal tersebut, tiba-tiba Zoid langsung menusuk perut Geok Su dengan kakinya lalu menendangnya sampai terpental cukup jauh.


"Argh... bisa-bisanya aku lengah lagi, padahal hanya beberapa detik saja pikiranku tidak fokus memperhatikan dia." Ucap Geok Su pada dirinya.


"Dalam sebuah pertarungan kita harus bisa melihat kesempatan yang ada, sekecil apapun itu harus bisa digunakan secepatnya." Kata Zoid kepada Geok Su yang saat ini memegang perutnya.


Pada saat Geok Su memegang perutnya, ada api biru yang keluar dari tangannya lalu seperti membakar perutnya. Dia berteriak cukup keras untuk beberapa saat, dan setelah itu darah serta lubang bekas tusukan di perutnya menghilang.


Hiten dari kejauhan bergumam melihat kekuatan Geok Su. "Jadi begitu..." Setelah melihat Geok Su kemudian dia kembali melihat ke arah Zuan Li dan mengatakan "Tapi untuk matamu ini, tidak akan ku biarkan!"


Lalu Hiten dengan tangan kirinya langsung menusuk kedua bola mata Zuan Li lalu mencongkelnya sampai keluar. Zuan Li berteriak kesakitan, tapi untunglah ada Zuan Yu yang dengan kekuatannya berusaha mengurangi rasa sakit di mata saudaranya.


Rei dan Zuan Yu sangat tidak tahan melihat hal itu yang terjadi di depan mata mereka berdua secara langsung, tapi jika mereka sembarangan bertindak takutnya akan malah memberikan masalah yang lebih besar kepada Zuan Li.


Geok Su juga melihat sekilas apa yang terjadi dengan Zuan Li, tapi saat ini dia tidak bisa membantunya sama sekali, karena musuh yang ada di depannya saat ini juga keliatannya kembali menggila.


Geok Su, kemudian bangkit lalu menyerang Zoid terlebih dahulu, dan bersamaan dia mengatakan kepada Jin Yu untuk menyuruh Mizuzu membantu Rei dan yang lainnya.


Setelah itu terjadilah pertarungan yang cukup besar diantara mereka.


***


"Siapa itu?" Tanya Mizuzu sambil memperhatikan sekelilingnya yang hanya terlihat warna hitam.


"Tenanglah, aku adalah Kekuatan jiwa milik Geok Su." Jawab Jin Yu.


"Tenanglah, dia tidak akan mati jika berada disini, karena tempat ini tidak terhubung dengan dunia luar. Tempat ini bisa menghambat kematian." Jawab Jin Yu.


"Baiklah, kalau begitu keluarkan aku segera."


"Baik, tapi berhati-hatilah, karena aku tidak tau di bagian mana kamu akan aku keluarkan."


Setelah itu munculah portal lagi tepat di samping Geok Su, lalu keluarlah Mizuzu dari situ.


"Awas Ai!" Geok Su langsung membanting dirinya untuk menyelamatkan Mizuzu dari serangan Zoid.


"Dasar Jin Yu, apa tidak bisa ke tempat yang lebih aman lagi?" Keluh Geok Su.


"Aku sudah berusaha semampuku hei!" Jin Yu memarahinya.


"Ai, sekarang kamu harus menjauh dari sini, tapi berhati-hatilah, takutnya Hiten juga mengincarmu, cari kesempatan yang tepat untuk memulai serangan, jangan gegabah." Kata Geok Su kepada Mizuzu.


Setelah itu Geok Su juga berusaha melindungi Mizuzu dari Zoid, takutnya Zoid tiba-tiba menyerangnya.

__ADS_1


***


Zuan Li saat ini bisa merasakan kalau sekarang bola matanya sudah tidak ada, tapi anehnya dia masih bisa melihat sosok orang yang ada di depannya.


"Sudah kuduga kalau berkah dari Dewi itu sangat memuakkan. Sepertinya agar bisa memuaskan jiwaku kamu harus mati disini." Ujar Komandan pasukan iblis tersebut.


Mendengar hal itu Zuan Li tidak bisa diam ketika merasakan dirinya akan dibunuh. Dia mencoba menghentikan waktu milik Hiten. Pada saat dia mencoba melakukan itu, tiba-tiba...


*Craang!...


Suara seperti kaca pecah terdengar. Itu tandanya kalau kekuatan Zuan Li berhasil ditangkis.


"He... jadi kekuatanmu ada yang seperti itu juga ya..., manusia setengah Dewa." Ujar Hiten sambil menatap Zuan Li.


melihat hal itu, Rei langsung menarik Zuan Yu untuk mundur beberapa langkah dari Hiten.


Zuan Yu yang merasa ditarik tersebut marah kepada Rei, karena perlakuannya.


Tapi Rei menjelaskan kalau sekarang mereka harus menjaga jarak. Bisa saja nanti akan terkena serangannya juga sehingga tenaga mereka tersisa sedikit, dan jika itu terjadi, maka akan sangat susah untuk menyelamatkan Zuan Li.


Pada saat mendengar suara Zuan Yu yang memarahi Rei, Zuan Li mengatakan sesuatu.


"Tidak apa-apa, walaupun mataku sudah tidak ada, tapi aku masih bisa melihat kalian dengan jelas, aku hanya butuh penyembuhan dari kekuatanmu itu saja Zuan Yu."


Ketika berada dalam momen seperti itu, tiba-tiba banyak burung api milik Mizuzu menyerang Hiten, lalu terlihat pula di belakang Mizuzu ada sebuah unicorn menggunakan zirah besi, tapi unicorn tersebut hanya bisa dilihat oleh Geok Su dan Rei saja.


Karena melihat hal itu, Rei sepertinya memahami arti dari serangan Mizuzu.


"Baiklah jika seperti itu, aku juga akan berusaha sekuatnya juga." Ujar Rei. "Zuan Yu, apakah kamu bisa fokus menyembuhkan Zuan Li? dan Mizuzu, tolong berikan aku waktu selama lima menit untuk berkonsentrasi!"


"Diterima!" Mizuzu kemudian memanggil pedangnya lalu mencoba menyerang Hiten.


Ketika mengetahui dia akan diserang oleh Mizuzu, Hiten langsung melempar Zuan Li dan menangkis serangannya.


Melihat hal itu, Mizuzu berpikir dia mempunyai kesempatan untuk mengulur waktu. Dia terus melancarkan serangan demi serangan kepada Hiten sampai terpojok. Lalu kemudian meloncat mundur untuk mengisi tenaganya sedikit.


Setelah beberapa loncatan, ketika kakinya hampir menyentuh tanah, tiba-tiba Hiten langsung muncul didepannya dan langsung menyerang Mizuzu. Tapi untunglah Mizuzu sempat menangkis serangan tersebut, walaupun dia terjatuh. ketika berusaha berdiri, Hiten langsung menginjak perut Mizuzu dan membuat sebuah tombak dari kayu yang ada ditangannya. Ketika tombak itu sudah jadi, dia langsung menusuk jantung Mizuzu.


Tapi untunglah sebelum jantung Mizuzu tertusuk, Rei berhasil menggunakan kekuatannya untuk menolong Mizuzu, dia membuat tangan Hiten terpotong.


Hal aneh terjadi pada Hiten, wajahnya terlihat datar, dia tidak kelihatan seperti pada saat awal-awal datang tadi. Kali ini tatapannya terlihat sangat kosong.


Zoid dari kejauhan melihat hal itu tertawa.

__ADS_1


"Hahaha, asalkan kalian tau, sejak dari tadi dia sudah pergi dari tubuh rekayasa itu, jika dia benar-benar menggunakan kekuatannya untuk menolong kalian, sudah pasti tidak ada yang selamat. Hahaha..."


Setelah Zoid mengatakan hal tersebut, Tubuh Hiten tadi tiba-tiba berubah menjadi sebuah batang pohon dan dilengkapi dengan dedaunannya.


__ADS_2