Kekuatan Jiwa

Kekuatan Jiwa
Chapter 25 : Menyelamatkan Mizuzu


__ADS_3

"Tuan Sera, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya salah satu algojo yang sedang memegang tali leher Mizuzu.


"Kita lakukan sekarang! lebih cepat lebih baik" ujar Sera padanya.


Kemudian algojo tersebut menarik Mizuzu dan membawanya ke sebuah altar persembahan. Tangan dan kaki Mizuzu dilepaskannya dari borgol kemudian dipasung kembali bersama dengan kepalanya.


Algojo tersebut sudah siap untuk mengayunkan pedang ke arah kepala Mizuzu, dia hanya sedang menunggu aba-aba dari Sera. Pada saat Sera mengangkat tangannya ke atas, kemudian menurunkannya kembali, pada saat itulah algojo tersebut mengayunkan pedang ke kepala Mizuzu.


Karena sudah saatnya bagi Mizuzu untuk pergi, akhirnya dia menggunakan kekuatannya.


Mizuzu memunculkan cahaya putih yang sangat silau dari kepalanya, dan setelah cahaya putih tersebut menyelimuti seluruh tubuhnya, dia langsung menghilang.


Sera yang sedang menyaksikannya terkejut ketika melihat Mizuzu tidak ada di altar Tersebut. Dia bertanya kepada iblis yang ada di sekitar tempat itu kemana Mizuzu pergi. tapi mereka juga melihat hal yang sama dengan Sera, jadi mereka menggelengkan kepalanya semua.


Sera sangat panik, dia berjalan ke sana-kemari untuk berpikir bagaimana cara agar bisa mendapatkan Mizuzu kembali. Kemudian datanglah seseorang yang berwujud seperti manusia biasa, dia kemudian mendatangi Sera dan berbicara kepadanya.


"Tenanglah, dia tidak akan bisa keluar dari tempat ini. Karena saat ini aku sudah mengunci semua pintu keluar. Termasuk antar dimensi" ujar laki-laki tersebut yang kemudian memegang tangan Sera.


Sera langsung mencium laki-laki tersebut lalu mengucapkan terima kasih, dan kemudian duduk kembali.


Laki-laki tersebut adalah seorang manusia biasa. Dia datang ke sarang iblis karena ingin hidup bersama Sera. Karena kekuatannya yang sangat hebat, Xang mengizinkan dia untuk hidup bersama dengan wanita yang dia cintai, tapi dengan syarat dia harus mematuhi semua perkataan Xang. Hanya dengan syarat kecil seperti itu, tidak akan lama bagi laki-laki tersebut untuk menyetujuinya, dan dia bersedia melakukan apapun agar bisa hidup bersama Sera sampai akhir hayatnya. Sedangkan Sera adalah salah satu dari penjaga penjara yang pernah berperang dengan satu kerajaan. Dan pada saat peperangan itulah dia bertemu dengan Laki-laki itu. Lalu menjalin hubungannya tanpa diketahui oleh siapapun sebelum Sera kembali ke tempat asalnya.


Laki-Laki tersebut bernama Sao, dia bahkan lebih kuat dari Draken. Tapi dia juga memiliki kelemahan yang sangat besar.


Seperti yang diucapkan oleh Sao tadi, dia telah menutup semua jalan keluar, termasuk ruang dan waktu, sehingga Mizuzu yang berniat untuk keluar dari tempat itu tidak bisa ke mana-mana.


Karena mengira teleportasinya berhasil, Mizuzu memperlihatkan dirinya didepan mereka semua. Dia sangat terkejut karena melihat didepannya masih banyak iblis-iblis dan juga altar Tersebut masih ada, sehingga Mizuzu menyimpulkan kalau dia gagal untuk teleportasi.

__ADS_1


Sera menyuruh beberapa iblis yang ada di tempat itu untuk menangkap kembali Mizuzu.


Karena merasa dipojokkan oleh mereka, Mizuzu menciptakan cahaya putih yang cukup besar di atasnya, kemudian dari cahaya putih tersebut keluarlah pasukan Suzaku.


Burung-burung itu menyerang para iblis tersebut, mereka menabrak pasukan tersebut dan membuatnya terbakar tanpa tersisa. Karena Mizuzu tidak sekuat Geok Su, dia tidak bisa berlama-lama untuk menggunakan kekuatannya, jika terlalu lama dia menggunakannya, maka dia akan kehabisan tenaga dan akan ditangkap dengan mudah oleh mereka. Jadi Mizuzu dengan cepat menghabisi para iblis yang bisa dia kalahkan.


Karena merasa sudah tidak sanggup untuk memanggil pasukan Suzaku lagi, Mizuzu menghentikan serangannya dan mencoba untuk melawan mereka dengan kekuatannya yang masih tersisa.


Karena kekuatannya tidak sanggup untuk mengimbangi mereka, akhirnya Mizuzu bisa dikalahkan oleh beberapa iblis yang masih tersisa.


Pada saat mereka akan mengikat Mizuzu kembali, tiba-tiba terdengar suara teriakan seseorang.


"Tolong...!!!"


Teriakkan itu membuat mereka semua menoleh kearah suara tersebut.


Suara tersebut berasal dari luar pintu ruangan itu.


Alangkah terkejutnya mereka yang ada di tempat itu, ternyata orang yang berteriak meminta tolong tadi adalah teman mereka sendiri. Mizuzu terkejut melihat teman-temannya ada di situ dengan beberapa iblis dia berpikir kalau mereka berempat telah ditangkap sama sepertinya.


"Akhirnya bisa ketemu juga. Lain kali kalau udah diculik itu cepat-cepat melarikan diri aja, jangan menyusahkan kami seperti ini!" Rei sepertinya sangat marah dengan Mizuzu. Karena dia tau kalau Mizuzu bisa dengan mudah melarikan diri.


"Niat awalnya juga mau seperti itu, tapi karena penasaran dengan beberapa komandan pasukan mereka, makanya ditunggu lebih lama lagi" Jawab Mizuzu dengan beberapa iblis mengelilingi dia.


Karena melihat temannya yang dikelilingi oleh para iblis tersebut, Geok Su langsung menyerang mereka dan membakarnya sampai hangus. Sera dan juga Sao hanya melihat apa yang Geok Su lakukan, mereka tidak melakukan apapun karena ingin menganalisa seberapa besar Kekuatannya.


"Baiklah, sekarang aku sudah tau seberapa besar kekuatan orang itu". Ujar Sao sambil mengambil pedang yang ada didekatnya, kemudian berjalan maju untuk menghampiri Geok Su. Tapi langkahnya terhenti karena Sera memegang tangannya.

__ADS_1


"Kamu jangan sampai kalah, aku takut jika harus kehilanganmu". Ujar Sera ketika memegang tangan Sao.


Sao berbalik dan mencium Sera, kemudian memeluknya.


Geok Su merasa aneh dengan mereka berdua dan bertanya kepada Mizuzu. 'Mereka berdua pecinta sesama jenis ya? Mau-maunya aja seperti itu, rasanya menggelikan melihatnya".


"Aku enggak tau" jawab Mizuzu.


Kemudian Sao Berlari kearah Mizuzu dan Geok Su, dia berlari dengan sangat cepat dan kemudian menghilang di depan mereka berdua. Geok Su berputar-putar Mencari keberadaan Sao, tapi dia tidak melihatnya sama sekali.


"Geok Su awas!!! dari atas kalian" Teriak Mizuzu dengan keras dari kejauhan.


Karena Sao sangat cepat, Geok Su tidak sempat untuk menghindarinya. Sao mengayunkan pedangnya dan memotong tangan kiri Geok Su.


"Eh?" satu kata yang keluar dari mulut Geok Su. Dia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi selain kata itu, dan sambil melihat tangannya yang terpotong. Geok Su berdiri mematung tanpa melakukan apapun dan seperti tidak peduli dengan serangan Sao yang selanjutnya. Karena melihat temannya yang seperti orang trauma tersebut, Mizuzu mendorongnya agar bisa menghindari serangan dari Sao.


"Geok Su, sadar! Kita belum menghadapi musuh yang sebenarnya". Mizuzu mencoba untuk menyadari Geok Su.


"Aaaaa..... Tanganku.... Tanganku putus!!!"Teriak Geok Su panik.


Mizuzu terheran,dan dibenaknya mengatakan kenapa dia baru merespon sekarang, sebenarnya pikirannya tadi ada dimana?.


"Kenapa kamu baru sadar!!?" Teriak Rei dari kejauhan.


Sao yang melihat mereka sedang sibuk saling berteriak, langsung melancarkan serangannya yang kedua kepada Geok Su. Tapi kali ini Geok Su beruntung, dia sempat menghindari serangan tersebut.


"Sepertinya kali ini kau akan serius ya? walaupun dengan tangan buntung". Ujar Sao.

__ADS_1


"Hah...? tanganku buntung? sejak kapan?" ujar Geok Su membalas perkataan Sao tersebut.


Setelah Geok Su mengatakan hal tadi, putusan tangannya yang berada di tanah tadi langsung lenyap. Kemudian api biru keluar dari luka di tangan Geok Su, dan membentuk seperti sebuah tangan baru baginya. Sao tercengang melihat kejadian tersebut, dia yang saat itu tidak terlalu jauh dari Geok Su kini mundur dan kembali ketempat Sera berada. Dia merasakan kalau ada hawa yang berbeda menyelimuti Geok Su.


__ADS_2