
Setelah ali memikirkan itu dia pun berdiri dan masuk ke ruma,
Di saat ali memasuki ruang tamu, ada dua gadis cancik dan imut saling bertukar kata dengan sinta,
Mereka sahabat sinta.
Yang cantik bernama ela dan yang imut sela.
ali yang memasuki ruang tamu melewati tiga wanita itu tampa memperhatikan mereka dan sebaliknyan mereka tidak mengubris ali lewat,
ela yang duduk di sova, tiba tiba dia mengingat sesuatu kemudian dia bertanya? "Sinta ngomong ngomong bagai mana dengan perusahaanmu? saya dengar perusahaanmu mengalami masala ke uangan?
sinta yang mendengar pertanyaan ela yang tiba tiba, ia menjawab sabil mengaruk keningnya, ia benar el perusahaanku mengalami masalah
ke uangan dan membutuhkan dana cukub besar, sekitar delapan ratus juta
Jika aku tida segera mendapatkan pinjaman uang mungkin perusahaanku akan bangkrut dan hancur total belum lagi gaji kariawan belum terbayar penuh dan tertunda karena dana yang kurang dan hasil penjualan selama tiga bilan ini sangat menurun.
elah yang mendengar jawaban sinta, dia menghela napas tidak berdaya, dan kemudian dia berkata, tapi sinta tidak mudah bagimu akan mendapatkan uang delapan rarus juta dalam waktu singkat!
si imut sela yang duduk di samping ela mengangub dengan singkat dan lembut tapi tampa mengatakan apa apa.
Kemudian sinta yang lagi membutuhkan bantuan dia menatap wajah ke dua sahabatnya itu, tapi mereka sepertinya tidak ada batuan dari ke dua sahabatnya itu.
"Sinta pun terdiam Tampa bisa bekata, kemudian sinta melirik ali yang berdiri di sudut ruangan.
"Ali sejak kapan kamu punya hak menguping pembicaraan kami?
Pergilah dari sini dan cuci baju dan bersikan kamarku.
ali mendengar omelan sinta dia pun mengangub dan pergi, akan tetapi setelah dua langka ali berjalan tiba tiba sinta berkta lagi ehh tungu! ada lagi jangan lupa sekalian deng toilet di besikan Dan ingat bajuku harus di cuci dengan tangan dan jangan sampai ada yang luntur, jika itu terjadi saya pastikan kamu akan tidur di halaman ruma Malam ini, sinta memelototi ali dengan jengkel, selama ini sinta tida pernah mengangap ali sebagai suami tapi dia mengangap ali sebagai pembantu ruma tanga.
__ADS_1
"Ali mendengar perkataan sinta, dia pun langsung pergi mengabil baju sinta yang akan di cuci, klingkling klingkling akan tetapi langkanya terhenti lagi karena hempon ali berdering, kemudian dia mengeluarkan hempon jadulnya dari saku dan menundukan kepalanya melihat layar hempon jadulnya,
Itu pangilan dari bank BCA, ali melihat nomor enam angka dia pun menekan tombol sambung, Setelah pangilan tersambung kemudian terdengar suara lembut wanita dari aprator BANK BCA sambil berkata selamat pagi menjelang siang tuan! kami dari bank BCA sudah melakukan mengecekan akun rekening anda sesuwai permintaan nasabah, akan tetapi tuan akun rekening anda terkuci dan kami tida bisa menelusiri lebih dalam karena itu untuk ke amanan data nasabah dan menyangkut frivasi nasabah. tapi tuan! jika anda punya waktu di lain hari silakan hubungi kami kembali dan kami akang mengirimkan seseorang untuk melayani anda kami akan mengarahkan ke kantor pusat bca. untuk aktifasi akun rekening anda "Ali yang berdiri ia pun mengangub dan menjawab ok. tapi kenapa begitu sulit hanya untuk mengecek akun rekeningku? Seketika telepon langsung di tutup setelah dia menanyakan ini.
Sinta menurutku suamimu sangat lucu, "ela tidak bisa menahan tawa kerena mendengar percakapan yang terdengar seperti bos besar. Dia ingin mengecek uangnya di bank bca Apa dia terlalu banyak membaca novel.
Apa mungkin dia tau apa itu akun rekening?
Mendangar kata ela! "sinta Tersenyum malu, kemudia sinta berkata dengan tida berdaya, mungkin dia menguping pembicaraanku deng ibuku beberapa waktu lalu, dan dia menirukanya. Apa dia mengira semua rekening BCA punya akun? Sinta mengangkat bahu sambil berkata Entahlah aku tida tau!
Tapi aku selalu memberikan uang 100ribu untuk uang sakunya mungkin saja dia menyimpanya di bank untuk tabunganya.
Sinta kamu sangat beruntung bisa mendapatkan suami seperti dia sela berkata dengan lugas,
Dia sangat hemat dan rajin menabung, Ela tersenyum menatap sinta, sebenarnya Mereka merasa tingkah ali sangat lucu dan aneh, ali pria miskin tapi dia merasa seperti pengusaha sukses,
setelah ali melihat telepon di putuskan kemudian dia dengan santai melangkah mendekati sinta sambil berkata, sayang apa perusahaanmu membutuhkan uang 800juta? kenapa kamu tida minta tolong padaku saja? aku suamimu bisa memberikan uang itu padamu! ela dan sela yang mendengar perkataan ali yang merasa mampu mereka tertwa terbahak bahak, kemudian mereka menatap ali dengan tatapan menghina dan ela bekata ali apa kamu tau berapa banyak uang 800juta itu? Jangan kamu mengangab uang uang itu hanya 80ribu, Yang begitu mudah kau ucapakan,
Walaupun kamu mengupulakan uang yang di berikan sinta selama ini Itu tidak akan cukup. Walau seumur hidupmu kamu menabung itu tida akan cukup 800juta.
"Ali pun bekata lagi, benarkah begitu?
Jadi ingatla atas ucapanmu itu Dan jangan ingkari kata katamu sendiri,
Sinta yang lagi duduk bingung kemudian dia melihat mereka dia mengaruk keningnya di samping ke dua sahabatnya,
Lalu dia melambaikan tanganya dan mengusir ali sambil berkata, sudahla jangan berdebat di sini dan jangan terlalu banyak mengahayal
Itu tida baik untukmu dan sangat memalukan,
"Ali mendengar sinta yang merasa malu di depan ke dua sabahatnya kemudian dia berucap baiklah, dia tida membela diri Dan berbalik pergi.
__ADS_1
Di malam itu ali masi tidur di depan pintu kamar sinta, ali yang sedang bersandar di dinding kamar sinta, dia memikirkan kabar baik itu kemudian dia mengingat kejadian dua tahun lalu dia di usir dari istana karena jonatan yang tidak memberi dia kesempatan membela diri dari fitnah, akan tetapi berahir dengan dia di usir dari istana abubakar, tampa uang dan hanya hempon jadul yang ada di saku dia pernah mengadaikan hempon itu tapi tida ada yang mau karena hemponya ketingalan jaman, kemudian dia terlunta lunta di jalanan tampa arah dan tujuan dan menahan sakit berut karena kelaparan, dan nasibnyan sangat memperhatinkan tapi dia beruntung bertemu dengan ayah sinta saat itu, dan ahirnya nyasar sampai di ruma keluarga kari,
kemudian ali tersadar dari lamunanya dan teringat dia besok harus ke bank untuk mengaktifkan akun reningnya dan dia harus segera tidur beristirahat, ali yang memikirnkan itu dia masi belum tau sebanyak apa uangnya sekarang, "ali tersenyum senyum sendiri Sambil rebahan menatap langit langit plavon vila, dia terasa seperti sedang bermimpi, kemudian Ali mencubit tanganya dia mestikan ini bukan mimpi Se ola ola dia tidak percaya akan tetapi tanganya terasa sakit, dan itu nyata
Ke esokan harinya pagi pagi sekali, ali berangkat ke bank dengan sepeda ontel miliknya,
Namun sebelum ali keluar gerbang vila tiba tiba ada yang mangilnya dari lantai tiga vila, itu gadis kecil yang hampir mirib dengan sinta, Itu adalah adik sinta intan kari, Intan yang melihat ali akan keluar dia bekata kamu mau kemana pagi lagi begini? "Ali yang menoleh ke arah intan dia pun menyapa intan dengan senyum, hai adik! Intan mendengar ali menyapanya dengan kata adik dia lansung menyela dan menjawab aku bukan adikmu, aku heren kenapa kakaku bisa menikah dengan orang sepertimu!
Jika itu aku, aku suda lama mencekikmu sampai mati di malam pernikahan,
intan berkata sambil menatap ali dengan dingin, kemudian dia melempar beberapa lembar kertas ke bawa sambil berkata, "ali ini dokumen kakak ambil dan bawa ke kantornya dia tadi lupA membanya, itu dokumen materi untuk rapat dan ingat jangan sampai telambat Jika terlambat kamu tau akibatnya.
tidak di pungkiri intan gadis SMA yang tida begitu sopan pada ali yang lebih tua darinya, itu karena dia sangat membenci ali sejak ali mengijakan kakinya di rumahnya, intan adalah gadis manja dan tida pernah menghargai orang seperti ali yang terlihat kampungan dan lusuh, dia mengangab ali orang miskin yang tida punya harga diri,
ali yang melihat materi rapat itu berceceran di tanah kemudian dia mengambil volder dokumen di tanah satu persatu dan menyusunya dengan rapi dan memasukan dokumen itu ke mab warnah transparan.
Selama dua tahun, ali menikah dengan sinta "ali tidak perna ke purusahaan sinta, itu karena dia takut akan mempermalukan sinta di depan kariyawanya sendiri,
Akan tetapi sekarang adik sinta meminta mengatarkan dokumen ke kantor sinta.
ali termenung diam memikirkan bagai mana dia harus mengantarkan dokumen itu, tampa harus di marahi sinta, "intan yang melihat ali masi berdiri belum bergerak pergi dia sangat jengkel dan berteriak, woi ayoo cepat pergi ngapain kamu di situ? apa yang kamu pikirkan ingat jangan terlambat.
intan yang lagi berdiri di depan jendela kamar, dia menghela nafas panjang dan bergumam dalam hati, banyak sekali pria tampan dan mapan dan juga kaya yang ingin bersama kakaku akan tetapi kakak malah terikat deng si pria miskin ini, dan terlebih tadak berguna. apa lagi dia tida mau menceraikan k sinta, memangnya dia pikir dia siapa!!
setelah ali. Selesai merapikan dokumen itu, dia langsung Mendayung pedal sepeda ontelnya menuju Kantor sinta, dan dia menyampingkan dulu urusanya di bank, Dia berpikir mungkin dokumumen ini sangat di butukan.
Namun setelah ali kurang lebih dua ratus meter dari rumah, Tiba tiba sepedanya mengalami kerusakan pada rantainya Dan rantai adalah komponen utama untuk bisa menjalakan sepeda itu, tapi putus karena gesekan dan faktur usia, dan itu sering terjadi di saat ali berangkat ke pasar maupun berpergian.
tapi ali tidak putus asa dan mencaba berusaha memperbaikinya tapi masi saja lepas Sehinga dia tidak menyadari kalau hidungnya menjadi warna hutam karena pelumas rantai yang suda mengotori tanganya, dia
tampa daya dia harus segere ke bengkel terdekat Dan segera memperbaikinya,
__ADS_1
"ali sangat beruntung ta jauh dari dia berhenti ada bekengkel yang mulai beroprasi Dan dia segera ke bengkel itu dengan terburu buru kerena dia takut akan terlambat membawa dokumen ke kantor sinta, pak tolong perbaiki rantai sepeda saya, saya sedang terburu buru,
petugas bengkel itu menatap ali dengan tatapan menghina dan berkata, jaman moderan kamu masi memakai sepeda butut seperti ini wajar jika rusak. Kemudia dia mematok harga, aku akan memperbaiki sepeda ini tapi kali ini harganya berbeda, kamu harus membayar lima puluh ribu rupiah, apa kamu punya uang? Ada ada pak tolong di perbaiki, ali berkata dengam tida berdaya, dia harus mengiyakanya jika tida dia akan terlambat.