KEKUATAN SUAMI UNTUK BANGKIT

KEKUATAN SUAMI UNTUK BANGKIT
Bab 41 KEKUATAN SUAMI UNTUK BANGKIT


__ADS_3

"Di lantai lima puluh tiga kantor grub malfan.


Ali berdiri dengan ke dua tanganya yang di letakan di atas bibir jendela dan memandangi pemandangan di luar jendela,


Dan ada sedikit hembusan angin yang membuat perasaan akan merasa nyaman berdiri di ketingian.


ali yang sedang memandangi pemandangan di luar kemudian dia mengangkat tangan kananya dan melihat jam tangan omega di pergelanganya dan suda menunjukan pukul 15 : 00 setelah ali melihat jam tangan tiba tiba


ada ketukan dari luar pintu, mendengar ketukan pintu ali pun duduk di kursi kebesaranya lalu membuka suara masuk.


Ayu dan windi memasuki ruang kerja


C EO dan di ikuti libai dari belakang,


setelah itu ali mempersilakan ke dua wanita itu dan libai  untuk duduk,


Kemudian ali menatap libai dan berkata,


"Libai danu. Sudah lima tahun berlalu kamu menjadi kepala cabang grub malfan dan selama lima tahun kamu bekerja di perusahaan ini kenapa kamu tida memahami peraturan perusahaan dan kamu tida hadir di pertemuan seluruh kepala cabang waktu itu kenapa ada apa.?


Kemudian libai menatap ali dengan tida berdaya kemudian dia berkata, tuan saya tida datang karena ada masalah yang harus saya selesaikan di cabang dan masalah itu sangat membutuhkan saya sehinga saya tida bisa mewakilkan kepada manejer cabang.


Mendengar alasan libai cukup dan bisa di terima, ali pun tida mempermasalakanya lalu dia berkata, Baik kamu memang orang yang bertangung jawab, ali berkata dengan sedikit tersenyum lalu melanjutkan, dan selama ini cabang bolsel yang kau pegang terus berkembang dan aku sangat menghargai kerja kerasmu,


Mulai besok kamu tida usa datang lagi ke cabang dan saya akan menaruh orang lain yang akan bertangung jawab cabang bolsel, mulai mingu depan.


Seketika mata libai melebar kaget, dan tercengang ayu tercengang windi tercengang,


kenapa ada apa ini,!!


bukan kah libai orang yang paling jujur dan di bawah kepemimpinanya cabang bolsel terus berkembang, pikiran ayu berspekulasi. Dan sedikit bingung dengan apa yang ali katakan barusan,


Lalu libai sambil menundukan kepalanya dia bertanya.? Tu tuan lalu saya akan di kemanakan.?


tuan tolong jangan memecat saya, saya sangat memerlukan pekerjaan ini.


Mendengar perkataan libai yang salah paham. "ali tersenyum dan berkata, kamu pida ke sini. Dia kantor pusat dan kamu saya promosikan menjadi direktur utama grub malfan dan kamu yang punya kendali atas perusahaan ini, dan saya hanya akan tampil di belakang layar,


dan dengan ini saya menyerahkan tangung jawab perusahaan kepadamu, dan dengan ini besok hari rabu tangal 24 januari 2007  saya akan meliburkan seluruh kariyawan dan kariyawi  untuk merayakan  sambutan direktur grub malfan.


Libai tercengan lagi dengan perkataan ali. dia tida menyangka ali akan memperlakukanya dengan baik dan mempromosikan dirinya sebagai direktur utama grub malfan.


Tapi libai masi ragu dan bertkata tuan, bukan saya menolak permintaan anda tapi masi banyak kandidat yang lebih cocok untuk posisi ini.


Tida. Ali lansung menepis perkataan libai lalu berkata, aku suda memikirkan ini dan tida ada yang cocok untuk posisi ini selain kamu, dan kamulah kandidat yang paling cocok untuk posisi ini, dan saya percaya kamu orang yang jujur.


Dan mulai hari jumat tangal 26 januari tahun 2007 kamu yang akan menjalankan perusahaan ini dan windi sebagai sekertarismu,


Mendengar berkataan ali windi tercengan lagi dia tida menyaka di dalam hidubnya dia akan menjadi sekertaris di perusahaan besar seperti grub malfan dan ini adalah cita citanya di saat dia pertama kalinya bekerja di perusahaan grub malfan.

__ADS_1


Lalu windi menatap ali dengan penuh terima kasih kemudian dia berkata, tuan terima kasih atas kepercayaan anda kepada saya kariyawti kecil ini, dan saya akan mengabdikan diri saya di perusahaan ini dengan sepenub hati dan saya akan bekerja dengan lebih baik lagi.


"Ali yang mendengar perkataan windi dia sedikit tersentuh. Lalu dia tersenyum dan berkta. Baik terima kasih untuk kesetiaanmu ke perusahaan ini dan upah bulananmu mulai bulan depan saya tambahkan sepulu juta,


"Windi. Mendengar upah bulananya di naikan dia sangat bersemangat dan naik dua kali lipat dari yang sebelumnya dua belas juta sekarang menjadi dua pulu dua juta setiap bulanya. Dengan gajinya yang besar dia akan cepat melunasi ruma dan mobil yang dia cicil selama beberapa tahun. Dan dia bisa menabung untuk masa depanya,


windi memang orang yang punya komitmen dan ambisinya sendiri.


dan dia se orang wanita yang lahir di dalam keluarga cukup terpandang sehinga dia sedikit sombong sebelumnya tapi walau dia lahir dalam keluarga yang berkecukupan dia tida terlalu mengantungkan kebutuhanya kepada orang tuanya, dan dia selalu berusaha untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. sehinga dalam keluarganya dia yang paling ungul dari ke dua saudara laki lakinya, Tapi dia sering di remehkan saudaranya sendiri,


itu lah yang membuat motifasi dirinya untuk selalu menjadi yang paling sukses di antara saudara laki lakinya, dan sekarang dia bisa membuktikan kemampuanya, dan dengan rasa terima kasih kepada ali windi melangka maju dan menatap wajah ali dengan mata indahnya sentar


Lalu dia membungkuk hormat dan berkata tuan terima kasih dan mata indahnya sedikit berkata kata karena tersanjung dan bahagia.


setelah ali menerima penghormatan windi kemudian dia menatap ke arah ayu lalu berkta, "ayu sebagai sekertaris dewan direksi dan  sekertaris pribadiku dia berhak mengikuti rapat external dan exsekutif tingkat tingi di perusahaan ini.


Setelah ali mengatakan itu dia menatap ayu dengan labih dalam lagi dan ayu berdiri di sampingnya dengan rambut kusir kudanya dia merasa sedikit malu karena ali menatapnya seperti itu


Lalu ali berkata lagi kamu sebagai sekertaris tertingi di perusahaan ini, upah bulananmu setera dengan dirut perusahaan dan upah bulanan yang akan di terima dirut perusahaan sebanyak  seratus dua puluh juta rupiah.


Mendengar perkataan ali, libai dan windi tercengang dan menatap bos mereka yang sedang duduk di kursi kebesaranya.


Libai tida menyangka dia akan mendapat gaji yang begitu tingi dan ini di luar premisnya sebagai orang biasa, Dan selama dia menjabat sebagai kepala cabang di bolsel dia menerima upah bulanan sebanyak dua puluh sembilan juta rupiah, dan itu suda merubah hidubnya yang sebelumnya serba kekurangan dan dengan gaji dua puluh sembilan juta dia bisa membangun rumah untuk kedua orang tuanya. Agar bisa menikmati masa tua dengan nyaman.


tapi sekarang dia se orang direktur dan gaji bulananya naik dengan tida di sangka sangka


Tapi ayu. Yang bediri di samping ali wajahnya tida menunjukan wajah terkejut atau berbahagia saat gaji bulananya di seterakan dengan dirut perusahaan tapi dia hanya berdiri diam dan tida mengatakan apa apa. 


libai setuju dengan senang hati dan dalam hatinya dia sangat bersemangat.  Karena posisinya kali ini lebih tingi dari sebelumnya dan dia orang berkuasa nomor dua di bawah ali.


Kemudian ali berkata lagi sambil menatap libai, "libai tolong jaga kepercayaanku.


"Baik tuan. libai berkata dengan hormat dan membungkuk kepada ali.


Kemudian ali menatap ayu dan berkata, "ayu kirimkan surat edaran keseluruh cabang dan katakan mulai sekarang grub malfan memiliki dirut dan penangung jawab grub malfan, dan beritakan libur untuk merayakan sambutan dirut perusahaan.


baik tuan, ayu membungkuk dengan hormat dan berbalik mengerjakan perintah ali.


Setelah ayu keluar ruangan dan menutub pintu, kemudian di ikuti windi dan libai keluar ruang kerja persiden dan meningalkan ali sendiri duduk di kursi kebesaranya, dan dia mulai membolak balik dokumen penting yang harus dia tanda tangani.


Di proyek konstruksi pembangunan pusat perbelanjaan, sinta mengenakan helem ke amanan proyek dan rompi berwarna hijau stabilo, dia sedang mengawasi pembangunan dan dia memastikan pembangunan harus di kerjakan dengan baik dan cepat. Di sela selah kesibukanya tiba tiba teleponya berdering,  dan itu pangilan telepon dora ibunya.


setelah dia melihat layar hempon dengan ragu ragu dia menyambungkan telepon dan terdengar suara dorang yang terdengar lagi bahagia dan serius.


"Sinta. Di mana kamu,?


Bu ada apa,?


Sinta menjawab dan bertanya bali dengan sedikit dengan tida sabar.

__ADS_1


"Sinta. Kamu harus cepat pulang ada sese orang yang ingin bertemu denganmu.!


Sinta mengerutkan keningnya dan sedikit penasaran lalu dia  bertanya.?


siapa yang ingin bertemu denganku sehinga ibu begitu senang seperti menang lotre saja!


Di sebrang telepon, dora tersenyum manis dan berkata, ada deh pokoknya kamu harus cepat pulang dan temui orang itu,


Ia Ibu aku akan cepat pulang sebisanya, "Sinta yang lagi mengenakan helem proyek dia mengiakan permintaan ibunya dengan enggan.


Bu jika tida ada lagi yang harus di bicarakan saya akan menutup teleponya dulu,


Iya iya baik baik selesaikan dulu.


"Dora dengan senang hati mengiyakan tapi sebelum dia menyelesaikan kata katanya sinta suda menutup telepon.


Setelah sinta menutup telepon dia kembali ke kesibukanya dan memberi instruksi kepada mandor proyek. Untuk selalu mengawasi pekerjaan dan mengenakan atribut keselamatan.


Di saat sinta sedang meberi instruksi, tiba tiba se orang pemuda berkulit putih yang mengenakan  seragam dan di tanganya ada map berwarnah mera,


Dan pemuda itu dari perusahaan bahan bangunan dan berjalan menghampiri sinta dan mandor kemudian dia menatap mandor itu dan sinta yang lagi berdiri di samping tumbukan semen yang tersusun rapi,


lalu pria berkulit putih itu,  berkata mohon maaf tuan nona saya dari perusahaan bintang jaya dan saya  Mengantarkan pesanan batu kramik,


Yang suda di pesan sebelunya.


Lalu pemuda itu menghadap sinta  dan berkata lagi, nona. apa betul saya sedang bertatapan dengan nona kari..?


Ia betul ini saya sendiri.!!


Sinta menjawab dengan lembut.


Lalu pemuda yang mengenakan seragam itu memperkenalkan diri dengan singkat dan menyerahkan surat terima atas barang pesanan sinta.


Lalu sinta tampa pikir panjang langsung mengambil surat terima itu dan menanda tangani tampa membaca rincian surat dan nota pembelian, lalu dia mengembalikan kepada pria itu,


Setelah pria itu melihat sinta suda menanda tangani surat itu,


pria itu pun langsung mengambil surat itu dan pergi dengan terburu buru tampa meningalkan kopian nota dan surat  itu.


Biasanya setiap  pembeli akan menanda tangani surat terima dan nota pembelian dan setiap nota ada dua lapisan putih dan merah dan yang berwarna putih akan di tahan si penjual untuk menjadi dokumentasi pembeli agar manejeman ke uangan akan terjaga dari kesalahan di saat tutup buku di ahir bulan, 


dan sebagai bukti transaksi  yang warna merah akan di serahkan kepada pembeli agar pembeli tida akan merasa tertipu dan dengan nota warna merah pembeli bisa menghitung barang dengan rinci yang dia beli sesuwai yang tercatat di nota pepmbelian, tapi pria itu tida memberikan sinta kopian dari nota pembelian itu dan bergi dengan tergesa gesa.


Seketika sinta sedikit curiga dengan gerakan pria itu yang terburu buru, lalu sinta membuka mulutnya untuk menghemtikan pria itu, tapi dia sudah masuk mobil dan tancap gas walau barang pesanan pelangan belum di turunkan seluruhnya.


Melihat sinta sedikit curiga, mandor itu melangka maju dan berkata nona,!


Mungkin pria itu lagi terburu buru dan akan mengantar pesanan ke tempat lain

__ADS_1


Sehinga dia tida mendengar anda sedang memangilnya.


Lalu sinta menatap mandor itu dan berkata, coba kau hitung batu kramik itu untuku, setelah itu kau laporkan berapa banyak yang dia bawa, karena batu kramik yang saya pesan sebanyak  sepulu ribu keping, Tapi  batu kramik itu terlihat sedikit. Dan Tida seperti biasanya.


__ADS_2