
"Jeki. tercengang melihat pukulan ayahnya Tida bisa membuat ali bergerak.
Tapi kakek simin. Hanya menyipitkan matanya. "Dan ber kata. Kamu mulai berani melawan kami. Apa kau tau kense kuwensi. Melawan kami.?
"Ali. aku peringatkan kau harus tunduk Dan Kau itu bukan siapa siapa di sini. Beraninya kau mengabaikan perintahku Dan kamu berani menipu kami semua hanya dengan vidio ini.
Itu tida akan membuat kami percaya.
Ia betul kami tida percaya dengan vidio ini. Dan dia sengaja membuat vidio ini untuk membantu istrinya lolos dari tangung jawab.
Semua orang bersorak sorai membenarkan perkataan kakek simin. seakan akan ali dan sinta bersikongkol membuat vidio itu. Untuk menjebak jeki.
"Jeki. yang lagi menutupi kepalanya yang berdarah. Dia. tersenyum percaya diri. karena sumua orang memihak kepadanya. Lalu dia berkata. "Ali. Bukti yang kau bawa tampaknya hanya sebuah vidio belaka. dan itu konyol.
Vidio yang kau buat tida cukup kuat menjebaku. Kau pikir kami bodoh sepertimu. Hahahaha jeki tertawa menghina.
"Ali. Melihat kepercayaan diri jaki. dia hanya tersenyum. Dan melirik sinta yang lagi linglung dan. "berkata. sayang apa kamu punya nomor nona ayu sirta.?
Mendengar pertanyaan ali sinta seketika terbangun dari lamunanya. "dan berkata. "Aku tida mempunyai nomor kontak. nona ayu. tapi dia memberi saya kartu namanya. "Sinta. Berbicara sambil mengeluarkan kartu nama ayu di tas kecilnya.
Dan menyerakanya kepada ali.
Setelah sinta menyerahkan katu nama itu. matanya sedikit berbinar.
Bahkan jeki lebih pucat melihat sinta mengeluarkan kartu nama itu.
Jika ali. akan menelpon ayu. maka dia tida akan bisa mengelak lagi dan akan di usir oleh kakek simin,
Cepat cepat jeki berteriak sebelum ali menelpon ayu. Dan berkata. "sinta..aip ini adalah aip keluarga. Dan jangan mempermalukan dirimu sendiri di depan perusaan itu. Jika suami bodohmu ini akan menelpon ayu. maka aip ini akan keluar dan orang luar akan mengetahuwi kamu membuat kontrak palsu.
Jeki masi berusaha mengelak.
"Namun ali menatap sinta. dengan senyuman lembut dan berkata. "Sayang. apa kamu akan mengakuwi suatu hal kejahatan yang tida perna kamu lakukan.?
"Ali. Kenapa kamu terus masuk campur urusan keluarga kami? Jika kamu terus memprovokasi keluarga kami. Percaya atau tida. aku akan membunuhmu di sini. "Jeki. tida tahan lagi melihat ali terus memojokanya. Seperti ini.
Kemudian jeki beranjak menuju ali dan mengangkat kakinya menendang dada ali. namun sebelum kaki jeki mengenai dada ali.
"Ali. terlebih dahulu menendang dada jeki dengan keras dan mundur tiga langka berturut turut lalu jatuh ke lantai.
Semua orang meraung marah. "Ali. Beraninya kau memukuli jeki seperti itu.
TeTapi tida ada yang berani maju. Karena melihat tendangan ali. Bahkan panjaga pun hanya diam karena takut akan di hajar bersama jeki.
"Jeki. yang biasanya hanya main judi dan bereseng senang dengan perempuan.
__ADS_1
Kini di pukuli sampai tersungkur dan ini pertama kalinya ada orang yang berani memukulinya seperti ini.
Tapi "Ali. Tida memperdulikan perkataan orang yang memarahinya. Namun dia menoleh ke arah sinta kemudian berbicara dengan lembut. "sayang. Jangat takut. Aku akan membuktikan bahwa kamu tida bersalah.
Kemudian. "Ali. menekan nomor ayu yang tertera di kartu nama itu. Kemudian menekan tombol pangil dan mede spiker.
Dan setelah beberapa saat. telepon berdering. Dengan suara dering pangilan. Semua orang yang awalnya ribut memarahi ali. terdiam sambil mamandang Dengan putus asa.
Bahkan kakek simin yang selalu membela jeki. Harus terdiam menungu telepon di tersabung.
Dan dia membatasi pembeleaanya kepada jeki. "Karena. Investasi itu Sangat bermanfaat untuk. Keluarganya.
"Jika mereka tida mendapatkan investasi itu mungkin keluarga mereka tida akan pernah naik level. dan berkemungkinan akan segera bangrut.
HAloo. Terima kasih suda menghubungi saya. Dan saya adalah ayu sirta sekertaris persiden perusahaan
GRUB MALFAN.
Sebelumnya saya mimta maaf,
Boleh kah anda memperkenalkan diri anda.? "Ayu menjawap telepon dengan sopan. Dan suara ayu begitu lembut.
Tapi ada sedikit nada Dingin dalam kata katanay Yang membuat perasaan orang jadi sedikit takut.
"Wajah sinta yang cantik saat ini sangat gugub.
Ayu mendengar suara ali. Dia terdiam sesaat dan mendengar samar samar suara keluarga kari. Di sisi telapon,
Sebelunya ali suda memberi tahu ayu. Untuk merahasiakan identitasnya dari keluarga kari. "Dan ayu langsung paham maksut ali. "menelponya saat ini.
Kemudian ayu tersenyum di balik telepon. "Dan berkata. Apa betul saya sedang berbicara dengan tuan ali. Suaminya nyonya sinta?
Ali menghela napas dalam hati. Dia bersukur. "ayu. Masi mengingat yang dia katakan kepadanya waktu itu. Dan ayu begitu mahir bermain ekting di depan keluarga kari. Sehinga tida ada yang menyadari. Bahwa ayu. Adalah sekertarisnya.
Yaa. Aku ali suami sinta dan saya berharap anda bisa menjelasakan kontrak yang anda berikan kepada istri saya. "Baik. saya akan memberibtahu anda. Awalnya persiden saya. Menyetujui kerja sama yang di ajukan nona sinta. tapi sekarang persiden saya sangat marah karena Yang akan bertangung jawab orang lain dan bukan orang yang datang memohon kerja sama. dan dia ingin keluarga kari segera bangrut. "Dan tolong. untuk tida menghubungi saya lagi.
Setela mendengar perkataan ayu semua orang tercengang bahkan kakek simin lebih tercengang. Dan wajahmya terlihat sangat jelak kerena expresunya yang tida berdaya. Dan tida berani mengatakan apa apa Lagi. "Itu karena perusahaan yang mereka singung saat ini adalah perusahaan raksasa yang tida bisa mereka jangkau. "Dan apa yang ayu katakan memang benar. Kapan saja perusahaan raksasa seperti "grub malfan. Dengan mudah akan membuat keluarga yang tida begitu bergengsi cepat bangrut.
"Kemuadian ayu berbicara lagi.
dan berkata tuan ali. Jangan dulu menutup teleponya. masi ada sesuatu yang akan saya tanyakan Kepada anda. dan nyonya sinta.
Tuan. "Sebelunya persiden saya cukup tertarik dengan proyek keluarga kari. Sehinga dia menanda tangani kontrak kerja sama dengan nyonya sinta. Akan tetapi mengapa nyonya sinta begitu berani. Menganti penangung jawab proyek. Dan mengapa dia tida membicarakan masalah ini dengan kami. Sebagai infestor,
"Dan harus di garis bawahi selain infestor kami juga pemegang saham terbesar dalan proyek itu.
__ADS_1
Dan persiden saya sangat kecewa dengan orang yang mengambil tangung jawab proyek itu. Dan dia berani melecehkan wanita C EO,
Mendangar perkataan ayu. "Mata ali sedikit berkedut. Karena dia tida menyangka ayu akan melewati batas. "Dia Mengatakan kalau resepsionis itu wanitanya. Akan tetapi ali. Hanya mengertakan giginya Dan tida berkata apa apa. dan hanya mengikuti permainan ayu.
Setelah ayu mengatakan itu dia langsung menutup telepon. Dan menjulurkan lidahnya dia terlihat begitu lucu. Dia merasa apa yang di suruh
C EOnya sangat menyenangkan akan tetapi senyumanya tida bertahan lama. Karena dia. Mersa suda melewati batas. Dan sedikit menghela napas dengan tida berdaya. Dan mengigit sudut bibir merah kecilnya itu. Kemudian dia bergumam dalam hati.
Mampus guwe. Pasti tuan ali akan memarihiku lagi Kerena aku salah bicara. "Ayu. mengingat apa yang dia bicarakan barusan dia tersenyum dan merasa sedikit konyol.
Di vila keluarga kari.
Orang orang saling memandang tampa daya. "Kemudian mereka menatap jeki dengan dingin secara bersamaan.
Kali ini jeki mati kutu. Dan kebenaran suda terungkap. Kemudian ali. tersenyum tipis dan mundur di belakng sinta. Karena dia suda tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dan dia merasa cukub berbicara. Dan sudah bukan urusanya lagi.
Plak plak terdengar suara tamparan yang keras. "Kakek simin. menampar jeki dengan bekhenya bolak balik. Dan lutut kakek simin lebih bergetar lagi karena marah.
"Dan jeki. hanya menutupi kedua pipinya yang memerah dengan ke dua tanganya karena tamparan kakek simin.
Dan tida perkata apa apa.
Mata kakek simin hampir saja copot karena melototi jeki.
Kau sangat tida berguna kau membuatku kecewa. Aku sudah bersusah payah membesarkanmu. karena kamu adalah pewarusku selanjutnya. "Kakek simin. memarahi jeki sambil mendorang kepala jeki dengan telunjuknya. Sehinga jeki bergoyang kebelakang kedepan.
Kemudian jeki hendak berbicara.
Diam kakek simin memarahi jaki lagi. Dan meyuruhnya diam.
Kemudian "kakek simin. berbicara dengan nada bergetar karena Emosinya susah di kendalikan.
Aku tida butuh penjelasanmu.
Tapi kita tida bisa diam diri di sini
Hanya menungu keluarga kita kebangruta.
"Kemudian kakek simin monole ke arah sinta. Dan wajahnya cepat berubah. Kemudian berkata. "Sinta. aku berpikir nona ayu sirta sangat peduli badamu.
Dan aku berpikir jika kamu yang akan datang ke sana besok mungkin dia bisa mempertimbangkanya kembali kontrak itu.
"Itu tida mungkin. Tiba tiba
__ADS_1
sese orang berkata dari belakang. Dan semua orang menoleh ke belakang sinta dan menatap ali.bdengan tatapan menghina. Mengapa pecundang miskin ini masi berani berbicara di sini.
"Kakek simin. menurunkan kaca matanya sampai ke hidung dan menatap ali Dengan dingin.