
Cukup ali menatap ela dan sela dengan tatapan dingin Mendangar penghinaan ela dan sela ali melangka maju dan menatap ela melihat ali menatapnya ela merasa jijik apa yang kau lihat dariku apa kau tida malu menatap sahabat istrimu sendiri ali tida peduli ela berkata apa tapi langsung berkta heii gadis kecil apa kau masi ingat kata katamu waktu itu. Ela melirik ali dan berkata dengan acuh ta acuh yah pasti aku masi memgingatnya aku mengatakan jika kamu bisa mendapatkan uang delapan ratus juta itu aku akan bersujut di depanmu dan akan memangilmu kakaku. Mendengar perkataan ela ali tersenyum baik aku harap kamu menepati janjimu. Lalu ela berdiri dan menatap ali dengan mata besarnya sambil menujuk hidung ali ayo buktikan kata katamu jika tida kamu harus berlutut di depanku dan meminta maaf padaku seperti orang memohon pengampunan dari ibunya ia itu benar aku juga akan bersujut di kakimu jika kamu bisa mendapatkan uang itu. selah juga tida tahan melihat tingkah ali yang begitu percaya diri dan dia ingin menghina ali dengan melihat ali berlutut di depan meraka. Baki sekarang kalian berdua harus memangilku kakak dan besujut untuku ali mengambil tas plastik di samping pintu sambil berbicara kemudian ali mengeluarkan tumpukan uang dari tas yang dia bawa dan meletakanya di atas meja dengan delapan baris perbarisnya ada seratus juta rupiah seketika semua orang terdiam dan sunyi senyap sehinga mereka bisa mendengar napas mereka sendiri. Ini ini ini sinta tergagab dan tercengang dia tida bisa berkata kata untuk sesaat karena kaget dengan tumpukan uang pecahan seratus ribu rupiah yang di bandel dengan rapi. Dora mendengar keributan di ruang tamu dia keluar dari kamar tidur dan dia langsung terdonga dengan tumpukan uang di atas meja dia hampir saja melemparkan dirinya di atas tumpukan uang itu lalu dia mendekati tumpukan uang itu dan mengambil beberapa bandel dan memeriksanya dengan hati hati dan tida lupa menerawang di bawa lampu memastikan uang ini asli seketika amarah dora sedikit meredah dan intan mengangah dan menutupi mulut kecilnya dengan tangan halusnya dia memang lahir di keluarga besar dan tida pernah kekurangan uang jajan tapi selama hidupnya dia pertama kali melihat tumpukan uang delapan ratus juta.."
itu adalah hal yang dia tida pernah bayangkan tapi hari ini dia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Sela dan ela menatap ali dengan tatapan kosong dan tampa sadar kaki kecil yang seksi agabergetar karena ketakutan mereka tida pernah membayangkan ali akan mampu mengeluarkan uang sebanyak itu. Lalu ali tersenyum tipis dan melirik sela dan ela dengan acuh ta acuh adik adiku tersayang sekarang kalian berdua harus besujut untuk menghormatiku sebagai kakak kalian di saat itu ela menghela napas pajang dan barkata ali jangan sombong dulu jangan kau kira aku tida tau ini adalah uang sinta dan sinta sering memberimu uang saku dan sisanya aku tida tau bisa saja kamu mendapatkan uang ini dengan mencurinya dari orang lain atau kamu mulai belajar menipu orang. Sinta sedikit marah mendengar menuturan ela dan dia tampa sadar merai tangan ali dan menyeret ali ke sudut ruangan. Ali mengikuti sinta dengan ragu ragu dan sedikit bingung karena ini pertama kalinya sinta merai tangan ali dengan inisiatifnya sendiri selam mereka menikah. Lalu sinta menatap ali dengan serius dan berbisik ali aku harap kamu tida menyembunyikan sesuatu dariku dan katakan padaku yang sebenarnya.. dari mana kamu memdapatkan uang sebanyak itu jangan bilang uang itu hasil menipu atau merampok. Jangan hawatir itu uang halal dan itu uangku sendiri walau pun aku orang susah di matamu tapi aku tida mungkin melakukan penipuan atau merampok aku bukan orang seperti yang kamu bayangkan sinta manatap ali dengan bingung. ali melanjutkan yang sebenarnya uang yang aku dapatkan kali ini dari temanku dia meminjamkan uang ini padaku. Sebelumnya ali suda mengungkapkan identitasnya sebagai persideng perusahaan korporexeen tapi tida ada yang mempercainya jika dia mangungkapkan identitasnya sekarang itu akan menjadi masala baru jadi dia hanya mengatakan kalau uang saat ini yang ada di tanganya adalah uang temanya agar penjelasanya menjadi lebih sederhana dan muda di pahami. Ali tida mau sinta menerimanya hanya karena identitasnya sebagai C EO. Ali ingin sinta menerimanya dengan tulus tampa identitas dan mencitainya dengan tulus dari hati. Jika waktunya tiba ali akan mengungkapkan identitas yang sebenarnya kepada semua orang. Sinta mengerutkan keningnya dan bertanya lagi teman macam apa yang kamu bicarakan. selama ini aku tida pernah melihat temanmu yang benar benar peduli padamu jangan ber ansumsi kalau aku tida tau itu. Aku masi ingat betul waktu itu kamu menelpon semua temanmu untuk meminjam uang tapi tida ada yang peduli padamu. Medengar kata kata sinta. Mata ali terlihat tampak ta berdaya ali.mengingat masa lalunya yang meminjam uang kepada teman temanya tapi tida ada sala satu temanya yang peduli dengan masala yang dia hadapi sewaktu ali masi pewaris dia sering membantu teman temanya tapi dia baru menyadri begitu dia kehilangan warisan temen temanha hanya memanfaatkanya. Lalu ali menghela napas panjang dan melangka maju dan tersenyum. sinta kamu harus percaya padaku tamanku ini punya hutang budi padaku jadi dia tampa ragu meminjamkan uang ini padaku dan jangan ragu untuk memakai uang itu. Temanku ini sangat kaya dan dia baru mewarisi warisan keluarganya dan uang ini bukan apa apa di matanya. Sinta masi belum puas dengan penjelasan ali. Lalu temanmu itu punya hutang budi seperti apa sehinga dia begitu mura hati padamu. Sayang kamu jangan melupakan kemampuanku sewaktu aku masi kuliah aku sering membantunya memasak dan mencuci pakayan untuknya bahkan apa yang dia inginkan dia luar aku selalu melakukanya dengan baik. Sinta menghela napas panjang dan mengangub. Percaya. Itu karena dia tau betul kemampuan ali dalam hal memasak dan mengurus ruma. Lalu sinta tersenyum dan berkata ali jangan hawatir jika perusahaanku suda membaik aku akan mengembalikan uang itu padamu dan kamu bisa mengembalikan uang itu kepada teman dermawanmu itu. Baik ali langsung setuju jika ali mengetakan kalau uang itu tida harus di kembalikan mungkin sinta akan curiga dan dia tida punya alasan lagi untuk menjelaskan padanya. Setelah ali dan sinta berbalik ela dan sela suda melarikan diri mereka tida mau bersujut di depan ali dan mengakuwi kalau ali sebagai kakaknya. Intan berlari melompat kesana kamari dan melepar tumpukan uang kesana kamari dengan bahagia dia melemparnya seperti mainan dora duduk di sivo dengan tenang dan sambil minum teh setelah dia melihat ali dia tersenyum tipis kemudian berkata jangan kamu menjadi besar kapala karena berhasil meminjam uang untuk membantu sinta kamu tetap sampah di mataku jangan kamu menghapus tinta di atas kertas dengan bantuan kecilmu itu. Dan kamu hanya berutung kali ini. Jika bukan karena kamu sinta tida akan di permalukan di vila keluarga kari. Ali terdiam dan bergumam dalam hati bukan kah aku suda meminta ayu untuk memberikan kontrak itu kepada sinta dan aku suda menandatangani kontrak kerja sama mengapa sinta masi di permalukan. Melihat ali di marahi dora sinta buru buru berbicara buu. Jangan salakan ali dia tida tau apa apa tetang masala ini itu karena kakek tida adil. Dora mencibir bagaimana aku tida memarahi pecundang ini jika saja dia membatumu mungkin proyek itu tida akan jatuh ke tangan brengsek itu dan kamu hanya pasrah dengan ke tida adilan yang seharusnya menjadi kontribusimu tapi kakekmu mengangap itu kontribusi si bajingan itu. Dia mengklaim dia menangung penghinaan dan melaluwi kesulitan untuk proyek itu. Kamu bisa menerima ketida adilan ini tapi aku tida rela kerja kerasmu di ambil dengan tida adil. Setelah mengatakan itu dora menatap ali dan berkata ali jika kamu bukan se orang pecundang miskin mungkin saja kakek simin dan jeki tida akan melakukan hal ini kepada sinta dan tida akan di pojokan dan di permalukan seperti ini.