KEKUATAN SUAMI UNTUK BANGKIT

KEKUATAN SUAMI UNTUK BANGKIT
Bab 42. KEKUATAN SUAMI UNTUK BANGKIT


__ADS_3

Di tampat konstruksi.


ada beberapa alat berat yang sedang melakukan pekerjaanya sesuwai fungsiya masing masing, ada yang sedang mengebor untuk baku bumi dan baku bumi untuk memperkuat setiap kaki bangunan dan ada juga yang sedang mengali tanah untuk mebuat tata letak kaki ayam untuk memperkuat pondasi pangunan dan yang lain lain.


Sinta yang sedang berdiri mengenakan helem proyek, di hampiri mandor yang sebelunya di beri tugas menghitung batu kramikn,


Lalu mandor itu melaporkan batu kramik yang kurang, dan melaporkan pekerjaan lainya, lalu sinta menghela napas panjang dan berkata, baiklah kita tida adakan memesan bahan dari PT bitang jaya lagi karena mereka tida konsisten bekerja sama. 


Tepat jam lima sore semua alat di istrahatkan dan para pekerja pun mulai pulang satu persatu.


Dan sinta dengan mobil sedanya melaju menuju vila.


Setelah sinta sampai di parkiran dengan wajah cantiknya yang kelelahan dia memarkir mobilnya dengan asa asalan.


Dora yang melihat sinta suda pulang, dia menyambut sinta dengan senyum yang ta biasa, kemudian dia berkata "sinta ayo masuk dan segera bersiap siap kita akan ke hotel living plaza dan kamu akan menemui sese orang di sana.


Sinta dengan wajah lelah dia menatap ibunya dan berkata, bu aku akan mendi dulu dan aku akan menungu ali pulang kerja, nanti aku akan pergi bersamanya untuk menemui orang itu.


Dora mendengar sinta akan pergi bersama ali, seketika wajahnya runtuh dan menjadi jelek.


Lalu dia menatap sinta dengan tida berdaya dan berkata dengan dingin, "sinta. Kamu harus pergi bersamaku dan aku tida mau si pecundang miskin itu ikut kerena dia hanya akan merusak pesta kita malam ini, dan dia tida punya hak untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan kita.


Bu ali adalah suami sah saya sendiri kenapa dia tida di perbolehkan ikut denganku.?


Dora dengan kesal menatap sinta dan berkata lagi, sinta. Aku akan jujur sekarang, orang yang akan kamu temui adalah orang pilahanku dan dia lebih pantas untukmu bukan si  benalu yang miskin itu, Dan orang yang saya pilih untukmu adalah pria yang punya masa depan yang cerah dan dia se orang pengusaha, aku sebagai ibumu tida mau melihat anaknya bersusah payah bekerja dan mencari uang lalu memberi makan ke pada pria yang tida berguna,


dan si benalu itu tida bisa membahagiakanmu terutama saya sebagai ibumu sangat tida menyukainya dalam sisi apa pun, dan pria ini adalah pilihanku dan pilihanku yang terbaik untukmu, dan saya melakukan ini demi dirimu sendiri, "sinta. ingat ayahmu suda tida ada dan harapan keluarga kecil kita hanya kamu, dan saya mohon untuk mematuhiku, Dan segera menceraikan suami yang menumpang dan miskin dan tida berguna itu.


Lalu sinta mengerutkan keningnya dan bertanya..? Jadi ibu ingin aku kencan buta dengan orang itu,,? Bu aku suda bersuami kenapa ibu melakukan ini.!!


Dora menatap sinta dalam dalam lalu dia berkata, heran sejak kapan kamu mulai peduli terhadap orang miskin benalu itu,?


Sinta. Jangan bilang kamu suda mencintai pria miskin itu, aku aku tida akan setuju dan kamu harus segera menceraikanya.


Pokoknya bagai mana caranya kamu harus menceraikan ali sesegera mungkin, dan kamu harus menikah dengan pria kaya itu dan dia berpendidikan dan banyak prestasi yang suda dia pegang, Dan dia bukan orang seperti ali yang hanya menumpang di ruma kita.


Dora dengam gila gilaan mendorong putrinya segera bercerai dengan suaminya, dan menikah dengan pria kaya pilihanya sendiri. Dia sangat membenci ali sampai ke tulang sumsumnya. Dan dia tida akan pernah menyerah membuat sinta menceraikan ali.


"Sinta yang melihat ibunya hampir gila,

__ADS_1


Dia pun hanya setuju dengan terpaksa untuk menemui pria itu. Tampa mengajak ali bersamanya.


Dan ahirnya dora tersenyum puas dan duduk di sova kemudian menyalakan tv sambil menungu sinta berganti pakayan.


Ta lama intan memasuki ruang utama vila dan dengan tas kecil di tanganya.


Langsung berlari ke kamarnya tampa menghiraukan ibunya yang lagi duduk sedang  menonton TV, doran pun mengabaikan gadis kecilnya itu dan lanjut menatap tv dengan serius.


Akan tetapi dora yang sedang menatap tv perhatianya seketika tertuju ke arah pintu utama vila dan ali memasuki ruang utama vila.


Seketika dora berdiri dengan ke dua tangan di pingulnya dan berkata dengan dingin, bagus yaa kamu sekrang mengebaikan pekerjaan ruma, dan pakayan kotor menumpuk ruma banyak debu, dan jam segini kamu baru kembali, dan tampa mengetuk pintu kamu masuk dengan se enaknya, heii sampah cepat kau bersikan ruma dan mencuci pakayan suda menumpuk. Dan ingat jangan memakai mesin cuci karena listrik mahal.


Ali yang berdiri sedang di omilin dora dia sama sekali tida menghiraukanya tapi dia langsung ke dapur dan mempersiapkan makanan untuk makan malam.


Setengah jam kemudian sinta selesai berganti pakayan dan sedikit berdandan sesuwai permintaan ibunya.


yang sebenar sinta tampa mekap dia lebih cantik dan wajahnya natural cantik tampa mekap dan wajahnya putih mulus tampa ada titik noda. namun demi permintaan ibunya dia dengan engan memakai mekap dan selama ini dia tida mengenakan mekap dan dia selalu tampil dengan wajah cantik tampa mekap.


Ali yang sedang mempersiapkan makan malam di atas meja makan, dan berbagai macam makanan sederhana yang enak di sajikan di atas meja makan, dan ali yang sedang mempersiapkan makan malam, dia tampa sadar melirik sinta yang berdiri ta jauh dari sana. Ali tersenyum dan berkata sayang ayo kita makan malam dulu,


dan kamu hari ini terlihat cantik dan aku suda memasak makanan kesukaanmu.


Lalu ali menatap sinta dengan tatapan tida berdaya. Sinta yang lagi berdiri di samping ibunya tida menghiraukan ali bahkan tida meliriknya. 


"Di dalam, kamar di saat sinta sedang berganti pakayam dia memikirkan perkataan ibunya barusan dan memutuskan jika pria itu sesuwai dengan harapanya maka dia akan menceriakan ali dan akan menerima pria itu dengan baik, dan akan menikah denganya lalu melupakan pria miskin.


Itulah yang membuat sinta saat ini acuh ta acuh terhadap ali dan tida memikirkan perasaan suami sahnya. Dan dengan engan memalingkan wajahnya. Tampa meliriknya walau dengan ekor matanya.


Tapi ali sama sekali tida menghiraukan dora yang sedang berbicara, tapi ali hanya menatap sinta yang acuh ta acuh, tapi ali berbesar hati dan tetab sabar menungu sinta membuka hati untuknya  dengan rasa sakit dia diam tida mengatakan apa apa.


Sinta dengan acuh ta acuh berjalan keluar dan mengambil kunci mobil sedan di dalam tas kecilnya dan mengliknya dan mobil sedan itu merespon dan mengedibkan lampu depan dua kali. Lalu mobil sedan itu meraung meningalkan vila. Dan di jalan raya gorontalo hari ini sedikit lancar dan tida ada kemacetan.


"ali. Yang sedang duduk memikirkan sinta, kemudian dia teringat sesuatuDan ali pun dengan cepat menyelesaikan makan malam, lalu dia mengeluarkan telepon jadulnya dan menekan nomor


bada sabit  dan memberi tahu bada untuk mengawal sinta diam diam dan menjaga keselamat sinta di hotel living plza. Dan ali menjelaskan dengan singkat,


Baik tuan. Bada di sebrang telepon menjawab dengan hormat.


"Ali. walau di perlakukan seperti itu dia masi peduli atas keselamatan sinta dan meminta bada mengawal sinta secara diam diam. Walau ada rasa kecewa dalam hati, tapi dia tida bisa mengabaikan keselamatan sinta.

__ADS_1


Di hotel living plaza.


di ruangan kusus se orang pria berkulit putih dan rambut sedikit berpirang dan mengenakan jas abu abu sedang duduk sambil menyilangkan kakinya dan di sudut bibirnya tergantung rokok cerutu dan sese kali mengeluarkan cincin asab, dan dia sedang menungu sese orang.


Setelah dua puluh menit kemudian, sinta dan dora ahirnya sampai di hotel living plaza, setelah ke dua wanita itu memasuki lobi hatel mereka menyerahkan kartu identitas mereka ke pramuniaga, yang sedang melayani tamu lainya dan hotel living plaza ini sering di kunjungi para turis dan dan orang orang lokal dari provinsi lainya.


dan hari ini para pramuniaga di sibukan dengan bayaknya tamu yang berdatangan. Tapi karena sinta dan dora adalah tamu VIP tentu saja mereka tida bisa mengabaikan tamu VIP melayaninya dengan baik dan hormot.


Ohh ini nona sinta dan ibu dora yaa.?


Tuan IWAN KAHAR sedang menungu nona dan ibu di ruangan sekarang. Dan


mari, nona ibu lewat sini, pramuniaga itu mempin jalan dan membawa ke dua ibu dan anak itu ke ruangan yang suda di siapkan dan ruangan itu adalah ruangan kelas atas, dan yang bisa memesan ruangan besar dan yang tebaik itu hanya orang orang tertemtu dan di living plaza melayani pelangan non katu dan kartu angota dan yang bisa memsan ruangan kelas atas hanya orang yang memegang kartu angota dan kartu ini terbagi beberapa tingkatan dari tingkatan perak sampai ke berlian. Dan yang memiliki kartu berlian itu hanya orang orang kaya yang memiliki kekayaan ratusan miliar dan untuk pengajuan pembutan kartu angota juga bertingkat, dari yang paling rendah kartu perak harganya sekitar sepulu juta dan di bayar setiap bulan agar selalu mendapatkan pelayanan tampa harus membayar dengan uang. Dan bisa menginab di hotel living plaza dengan kartu itu.


dan yang tertingi kartu berlian untuk pengajuan harus menyediakan dana sekitar lima ratus juta untuk bisa mendapatkan kartu ini dan di bayar setiap bulanya.


"iwan. Yang sedang duduk menungu,


Ta lama kemudian ada ketukan dari luar pintu, dan iwan yang sedang merokok dia langsung mematikan rokok dan menyemprotkan wewangian untuk menghilangkan bau asap rokok di dalam ruangan.


Lalu pintu  ruangan di dorong terbuka, dan wanita pramuniaga itu masuk di ikuti sinta dan dora dari belakang.


"Iwan. yang sedang duduk, dia melihat ke arah sinta dan tida bisa mengedibkan matanya dan terus memandangi wajah cantik sinta dia sangat terpesona dengan kecantikan sinta yang seperti bunga yamg sedang mekar.


dan pramuniaga itu membersilakan sinta dan dora lalu dia berbalik pergi.  


Tapi iwan sama sekali tida melirik pramuniaga yang barusan menyapanya dan terus memandangi sinta bahkan dora yang ada di samping sinta dia tida menyadarinya.


Dora yang melihat mata iwan yang sedang  memandangi sinta, seketika muncul kebangaan di bola matanya yang seperti bola mata ruba hitam.


Setelah dora dan sinta duduk, "iwan, tersenyum dan berkata, sinta oo sinta pujaan hatiku ahirnya kamu datang juga dan kamu lebih cantik dari voto yang di perlihatkan ibumu waktu itu.


Sebelumnya dora mengenalkan sinta ke iwan se waktu arisan ibu ibu dan dora memperlihatkan voto sinta, dan iwan langsung jatuh hati pada pandagan pertama.


dan iwan adalah anak dari angota arisan, dan ibu iwan adalah ketua arisan yang mereka ikuti, ibu iwan yang menjadi kepala arisan karena yang paling mendominasi di antara ibu ibu arisan, ibu iwanlah yang paling ungul dan yang paling kaya,


Dan hotel living plaza adalah sala satu perusahaan ibunya dan di kelolah oleh iwan sendiri sebagai anak tungal.


'Dora sabagai wanita mata duwitan dia ingin mencomblangkan sinta bersama iwan, Tapi mengakuwi bahwa sinta suda menika, tapi tida pernah tidur persama suaminya dan mereka tida pernah tidur sekamar atau berhungan, dan sinta adalah wanita berstatus menikah tapi seperti masi lajang dan tentunya masi perawan.

__ADS_1


__ADS_2