
Di pagi hari seperti biasa ali memasak sarapan pagi namun ali masi memikirkan sikap sinta yang tida seperti biasa, dia merasa sperti ada yang mengendalikan sinta.
"Aliii Sampai kapan kamu memasak kenapa lama sekali? kami suda lapar.
Ali mendengar teriakan dora dia baru tersadar dari lamunanya, kemudian dia membawa hidangan yang dia masak dan meletakanya di atas meja makan, dan dora yang duduk menungu masakan ali dia memelototi ali dengan garang, jika tatapan mata bisa membunuh mungkin saja ali suda terbunuh berulang kali.
Tapi ali tida menghiraukan tatapan dora tapi dia memperhatikan mata sinta, seketi ali menyadari kalau sinta terkena hibnotis jangka panjang dia melihat mata sinta yang sepertinya tida biasa.
sebelumnya ali pernah melihat orang yang terkena hibnotis jangka panjang dan orang itu seperti ke adaan sinta saat ini, dan tatapanya kosong dan tida menghiraukan orang lain dia seperti mayat berjalan namun wajah dan kulitnya tida ada perubahan hanya saja tatapan dan perilakunya saja yang beruba.
ke mudian ali teringat dengan orang yang menyembuhkan orang yang terhibnotis jangka panjang.
Kemudian ali secara spontan mengulurkan tangan kananya dan memegang bahu kiri sinta, seketika itu sinta merasa ada sesuatu yang keluar dari tubuhnya, dan dia seketika bebas dari pengaruh hibnotis jangka panjang.
Setelah itu ali berkata dengan serius sayang kamu di hatel living plaza bertemu denga siapa?
sepertinya kamu di hibnotis oleh orang itu!!
Selama sinta di kendalikan dia tau apa yang dia lakukan akan tetapi dia tida bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Dan semua yang dia lakukan masi tersimpan di benaknya, tapi sekarang dia merasakan kebebasan atas kendali dirinyan lagi, lalu sinta menatap ali dengan heran kenapa ali bisa mengetahuwi jika dia di kendalikan oleh orang lain dan melepaskanya dari belengu pria aneh itu.
kemudian sinta dengan masi menatap ali dia bercerita dia pergi ke hotel
living plaza dan bertemu pria itu tapi setelah awal pertemuan dan dengan tatapan pertama dia merasakan hal yang aneh tapi dia mengagumi pria itu tampa alasan. Dan sinta meceritakan semua yang dia lakukan tampa meyembunyikanya dari ali.
Setelah ali mendengar cerita sinta dia pun tida marah tapi dia berusaha membesarkan hatinya.
Tapi sinta masi saja memandangi ali dengan sedikit penasaran dengan suaminya.
Ali yang melihat tatapan sinta dia tersenyum cangung dan berkata sayang kenapa kamu menatapku sepertu itu?
Mendengar ali berkata, sinta langsung mengalikan tatapanya dan makan.
Karena dia tida punya waktu memikirkan itu, karena dia harus sarapan dan pergi bekerja dan mengawasi pembangunan pusat perbelanjaan,
Sesuwai kontrak yang di sepakati dengan grub malfan dia harus menyelesaikan pembangunan itu dalam jangka waktu yang suda di tentukan,
Sehinga sinta tida ada libur untuk proyek itu.
Setelah semua sarapan pagi, intan berangkat ke grub malfan,
Dan sinta berangkat ke tempat konstruksi pembangunan pusat perbelanjaan.
__ADS_1
Dora seperti biasa menemui ibu ibu arisan dan di vila besar itu hanya ali yang duduk sendiri, setelah itu ali pergi ke pintu utama vila dan memastikan dora dan sinta suda meningalkan vila,
kemudian dia mengeluarkan telepon jadulnya dan menelpon ayu, setelah berdering dua kali suara lembut ayu terdengar dari sebrang telepon, dan berkata denga hormat, tuan apa ada yang bisa saya bantu?
kemudian ali menjawab ayu dan berkata tampa expresi, ayu kumpulkan informasi tentang pemilik hotel living plaza dan saya ingin sore ini
Baik tuan, kemudian setelah ayu mengiakan tampa ayu pertanya ali suda menutub teleponya.
Di sisi lain, sinta memarkirkan mobilnya di depan pusat perbelanjaan yang sementara di bangun,
Setelah sinta keluar dari mobil sedan, kemudian dia menutup pintu mobil dan melangkahkan kakinya ke pos penjagaan dan hendak mengambil helem proyek namun penjaga itu berkata dengan acuh ta acuh, maaf jika tida ada kepentingan di sini tolong menjau dan jangan mengangu pekerjaan kami!
Sinta mendengar perkataan penjaga itu, dia tersulut emosi dan berkata beraninya kamu mengusir saya dari sini, kamu yang harus keluar dari sini karena saya tida membutuhkan orang sepertimu.
Mendengar perkataan sinta, penjaga itu menyeringai dan berkata memangnya siapa kamu sehinga kamu tida membutuhkan orang seperti saya?
Sinta yang emosinya suda memuncak dia berkata dengan suara keras sehinga semua orang di tempat konstruksi mendengarnya.
Kamu kamu tida tau siapa saya? Saya adalah penangung jawap proyek ini dan saya C EO di sini dan yang membayar gajimu saya.
Ooh begitu!! Jadi kamu nona sinta kari?
Maaf nona, mulai saat ini yang membayar gaji saya bukan kamu lagi.
Mendengar perkataan penjaga itu sinta sedikit terkejut kemudian dia berkata lalu siapa yang membayarmu jika bukan saya?
Penjaga! Usir orang ini dari sini agar dia tida mengangu pekerjaan kita,
Mendengar perkataan orang itu sinta menoleh dan menatap orang yang berbicara itu dan dia adalah mandor baru di proyek itu,
tapi sinta tida mengenali orang ini dan semua orang yang sedang bekerja tida ada satupun yang sinta kenal dan semua para pekerja suda di ganti sehinga tida ada para pekerja yang sinta kenali.
Kemudian sinta menatap pria di depanya dan bertanyan? Siapa kamu dan di mana orang orangku kenapa semua para pekerja di ganti? Dan di mana mandor lapen?
Maaf nona saya tida mengenal orang yang anda sebutkan, dan di sini tida ada mandor yang bernama lapen, dan mandor di sini saya sendiri.
Mendengar perkataan pria itu sinta terkejut heran, lalu dia menatap gedung itu dan memperhatikan sekelilingnya dia memastikan kalau dia tida salah tempat, Tapi ini memang benar proyek yang sedang dia kerjakan dan dia yakin dia tida salah mendatangi tempat, namun yang membuat sinta bingung dan heran kenapa orang orangnya suda berganti hanya dalam sehari tampa sepengetahuwanya!
Kemudian sinta berbalik dan pergi ke mobil sedan dan bersandar di depan moncong mobil, lalu dia mengeluarkan teleponya dan menekan nomor, tapi sebelum dia menekan tombol pangil.
Tiba tiba mobil konteiner memasuki tempat konstruksi dan di samping mobil besar itu, tertulis dengan jelas PT BINTANG JAYA.
sinta mengerutkan keningnya dan berguman dalam hati bukan kah dia tida memesan bahan dari perusahaan bintang jaya lalu kenapa mobil dari perusahaan ini datang ke proyek ini?
__ADS_1
Sinta merasa aneh dan bingung
Pertama orang orang kerja tida ada yang mengenalinya dan begitupun sebaliknya
Sekarang mobil dari bitang jaya tiba tiba mengantarkan barang ke proyek, sedangkan dia suda memutuskan kerja sama dengan bintang jaya tapi mobil yang bertuliskan PTA BINTANG JAYA baru saja masuk! Apa sebenarnya yang terjadi di proyek ini hanya dalam sehari sudah begitu banyak hal yang aneh.
Kemudian sinta menatap layar telepon lalu dia menekan tombol pangil,
Setelah berdering lama, ahirnya tersambung dan terdengar suara se orang pria dari sebrang telepon.
Setelah sinta mendengar suara itu kemudian dia tampa basa basi langsung bertanya, mandor lapen di mana kamu?
Lapen di sebrang telepon terkejut dan heran dengan pertanyaan sinta, lalu lapen berkata maaf nona bukan kah saya suda di pecat kenapa anda mesi mencari saya?
lapen sebelum di berhentikan seseorang mengatakan jika dia sudah di pecat oleh nona sinta dan tida bole lagi masuk kerja sehinga dia bingung kenapa sinta meneponya.
Apa di pecat!! Siapa yang memecatmu?
Mendengar perkataan lapen sinta terkejut kaget. Tapi sebelum alpen berbicara, tiba tiba sese orang berkata dari belakangnya.
Saya yang memecat mandor itu dan saya yang menganti semua para pekerja.!
Sinta yang lagi memegang telepon di telinga kananya, terkejut dengan suara dari belakangnya dan suara itu tida asing di telinganya, kemudian dia berbalik menoleh ke arah sumber suara itu!!
Sinta yang lagi memegang telepon dia terkejut lagi karena yang berdiri dan yang barkata barusan adalah jeki saudara sepupunya!
Kemudian sinta menatap jeki dengan heran dan berkata dengan dingin, " jeki apa yang kau lakukan di sini? Dan apa hakmu memecat orang orangku dan menganti semua orang orangku.
"Jeki mendengar pertanyaan sinta,
Dia menatap sinta dengan tatapan menghina lalu dia melempar wajah sinta dengan dokumen sambil berkata baca ini jika kamu masi bisa membaca!
Kemudian sinta dengan tubuh bergetar karena marah, dia menundukan kepalanya dan menatap dokumen yang berserakan di tanah lalu dia mengulurkan tanganya dan mengambil selebar dokumen itu lalu membaca isi dari dokumen itu.
Sinta yang sedang membaca dokumen itu dia mengelangkan kepalanya kemudian dia baru menyadari kalau dia sudah di tipu lewat pengantar barang waktu itu.
Tida heran pengatar barang itu terlihat gelisa dan terburu buru itu karena ini.
Kemudian sinta menatap jeki dengan dingin dan berkata kamu dan ayahmu memang penipu ulung dasar sampah.
Jeki mengangkat bahu dan berkata aku memang sampah di matamu tapi aku bukan sampa kotor seperti suamimu yang tida berguna itu.
Sinta dengan mata berkaca kaca kerena marah dan hampir menangis dia menunjuk hidung jeki tapi tida tau harus berkata apa.
__ADS_1
Kemudian dia berbalik pergi dan masuk mobil sedanya kemudian menutub pintu dan menginjak gas, dan mobil sedan merah itu meraung dengan kecepatan tingi, dan sinta yang duduk kursi pengemudi
Tampa sadar meneskan air mata.