KEKUATAN SUAMI UNTUK BANGKIT

KEKUATAN SUAMI UNTUK BANGKIT
Bab 36 KEKUATAN SUAMI UNTUK BANGKIT


__ADS_3

Ali yang mengendarai mator listrik dengan sedikit hembusan angin yang menerpa wajah bahagia 'dia  terus menahan gas motor dengan stabil dan melewati bolivar limboto menuju perumahan madengo.


"Sinta yang lagi duduk di kursi pengemudi mobil dan temani ke dua sahabatnya sela dan bela. Yang duduk di kuksi tengah Mereka mengobrol dengan satu sama lain.  Ta lama ali pun memasuki gerbang perumahan dan memarkir motornya di samping ruma. Sela yang melihat ali yang sedang memarkir motornya sejenak terlihat jejak penghinaan di wajah cantiknya. Dan bergumam dalam hati "Dasar pria miskin tida berguna sampah.


Bela pun wajahnya sangat tida senang melihat ali yang mendekati mereka "kemudian ali membuka pintu mobil depan sambil tersenyum kemudian masuk dan duduk sambil memposisikan diri  dengan senyamanya kemudian  dia menarik tali switbel "namun sebelum ali memakai switbel tiba tiba suara dingin terdengar dari belekangnya' dengan nada tida senang bela berkata! Kita akan berlanja di mall bukan di pasar' saya harap kamu tida akan mempermalukan kami' Ya ya benar  sela mengangub ringan dan mengiyakan perkataan bela' ali menoleh ke belakangnya dan menatap ke dua gadis cantik "dia sedikit tersenyum dan berkata! Bukan kah tida sopan bagi kalian berdua berkata seperti itu kepada kakakmu! Sela menjulurkan lidah kecilnya dan berkata' aku tida sudi punya kakak sepertimu' kemudian bela menimpali "walau kita bersahabat denga sinta tapi kami tida sudi memangilmu kakak. Bukan kah itu perkataanmu sendiri. "ali berkata sambil tersenyum' dan itu janji kalian untuk memangilku kakak jika aku bisa memberikan sinta uang delapan ratus juta tapi kenapa kalian berdua melupakan itu dan berkata dengan tida sopan pada kakamu ini.? sela dan bela memelototi ali namun tida tau harus berkata apa lagi.


Sudalah jangan berdebat lagi!


Sinta melambaikan tangan kecilnya sambil berbicara.  Kemudian dia menyalakan mobil. Dan mobil pun melaju menuju pusat kota gorontalo dan kemudian memasuki parkiran mall di lantai dua.


Di dalam mall sinta dan kedua sahabatnya mengilingi mall setiap lantai dan di ikuti ali seperti pengawal namun ali masi terlihat bersemangat tampa mengeluh. Mereka memila memili pakayan disetiap kotak yang mereka kunjungi. Kemudia mata sinta tertuju di kotak kaca yang di beri pengaman dan di dalam kotak kaca itu ada sepasang sepatu hak tingi yang sangat mewah di matanya dan sepatu itu begitu indah yang di rancang oleh disseiner terkenal dari italia dan sepatu ini di buat sangat terbatas dan hanya ada lima puluh pasang yang tersebar di seluruh dunia. Manejer mall melihat ke tiga wanita sedang memandangi sepatu spesial itu' dia mendekati ke tiga wanita cantik itu dan di antara wanita cantik itu sinta lah yang paling menonjol bahkan setiap pria yang melewatinya sengaja tida sengaja akan meliriknya dan ada yang menatapnya dengan kagum dan ada juga yang berani datang mengodanya tapi semua di marihi dan pergi. Kemudian manejer mall itu manatap wajah cantik sinta dan  berkata sambil tersenyum "nona apa anda tertarik dengan sepatu ini? Nona sepatu ini yang paling spesial di toko kami dan sepatu ini hanya ada satu di gorontalo dan ini di kirim dari italia "sela dan bela tercengang saat mendengar penjelasan perkenalan manejer mall itu tentang sepatu itu.


Kemudian manejer itu melanjukan "nona! Jika anda ingin membeli sepatu ini anda harus menyediakan dana sabesar seratus dua puluh juta rupiah untuk bisa memiliki sepatu ini "sela dan bela lebih tercengang lagi. "Bela adalah anak orang berada dan ke uangan keluarganya cukup baik tapi uang seratus dua puluh juta itu bukan uang sedikit baginya.  Ali yang melihat mata sinta tampak tida berdaya dia pun maju selangka dan berkata "tolong bungkus sepatu ini untuk istri saya "sinta tercengang. Kemudian manejar itu manatap ali dengan tatapan menghina' Kemudian dia berkata heii jangan berpura pura di sini karena kamu dengan winita cantik dan kamu ingin membual di sini' coba kau lihat dulu penampilanmu!

__ADS_1


Maner itu berpikir ali tida cocok deng wanita cantik dari penampikanya terlihat biasa dan tida terlihat seperti orang kaya.


"Ali melirik manejer itu dengan acuh ta acuh  kemudian dia berkata' anda jangan menilai orang dari segi penampilan belum tentu orang yang kau angap orang tida mampu benar benar tida mampu membeli barang seperti itu kau kau jangan meredahkan orang sepertiku jika aku mau aku akan membeli sekalian dengan tokomu ini. Mendengar perkataan ali manejer itu tertawa terbahak bahak memangnya kau siapa! "Sinta mengulurkan tanganya dan menarik tangan ali' Dan berkata sudalah jangan membuat masalah aku tida menginginkan sepatu ini ayo kita pergi! Ali menatap sinta dengan tida berdaya dan mengikuti sinta namun manejer itu tida berniat melepaskan ali. Heii anak muda jangan kau pergi begitu jasa kau pikir masalah ini suda selesai.! Kau suda menyingungku barusan kau harus memberiku penjelasan hari ini jika tida jangan harap kau bisa bergi dari sini.


Sela yang berdiri di samping berguman dalam hati rasain lu! Sela ingin melihat ali di permalukan karena dia sangat membenci ali.  Mendengar perkataan menejer itu ali berbalik dan mencinbir! "Penjelasan! "baik jika kamu ingin penjelasan kali ini ali terlihat sangat dominan sehinga sinta terheran heran selama ini ali tida pernah memperlihatkan dominan seperti ini dan dalam beberapa mingu ini ali seperti orang lain karena dia tau ini bukan sifat dan karakter ali yang dia kenal.


Kemudian ali menatap manejer itu dan berkata di mana bosmu.? Aku akan membeli seluruh isi dari tokomu ini sekalian denga toko. Saya beri kamu waktu tuga menit menelpon bosmu dari sekarang jika tida aku akan pergi. Sinta tercengang mendengar perkataan ali dan terlihat dari wajahnya dia tida bercanda dan bersungu sunguh namun sinta bingung dari mana kepercayaan diri ali bersal sehinga dia berkata seperti itu apa lagi ingin membeli tiko ini.


perlu di ketahu ali sekarang bukan lagi ali sebelunya yang selalu mengala dia sekarang adalah persiden dari grub malfan perusahaan terbesar di gorontalo.


jadi kamu jangan hawatir' Ali mengatakan itu karena jika dia mengatakan dia persiden perusahaan grub malfan dia yakin sinta tida akan mempercayainya jadi dia hanya bisa mengatakan dia adalah tangan kanan persiden grub malfan agar sinta  percaya padanya.


Selah dan ela mulai meruba sikap mereka terhadap ali saat mendengar ali adalah tangan kanan persiden grub malfan. Menjadi tangan kanan persideng perusahaan besar seperti itu suda menjadi orang mapan di mata mereka.

__ADS_1


Manejer mendengar perkataan ali dia langsung meruba sikapnya terhadap ali yang sebelumnya meremehkan menjadi sangat hormat. Kemudian dia mebungkuk sedikit dan  perkata tuan maafkan saya'  saya tida tau kalau anda adalah tangan kanan persiden grub malfan.


Manejer itu sangat tau bagai mana grub malafan memberi perusahaan mereka peluang untuk berkembang di saat mereka mendekati kebangrutan


dan grub malfan punya enem pulun persen saham di mall ini dan jika dia akan menyingung tangan kanan persiden grub malfan maka itu sama saja menyingung grub malfan. "sela dan bela tercengang mendengar ali adalah tangan kanan persiden grub malfan itu prestasi yang tida bisa mereka capai dan itu adalah pekerjaan yang mereka impikan namun ali dengan mudah mendapatkan kepercayaan dari orang besar itu.


Kemudian manejer itu memangil pelayan toko dan menyuruhnya membungkus sepatu itu untuk sinta.  Melihat sikap manejar itu sinta tampak lebih bingung tapi tida berkata apa apa! dan ali' mengeluarkan kartu banknya untuk membayarnya namun manejer itu menolaknya dengan hormat dan berkata tuan sepatu ini geratis untuk nona sinta.


Manejer itu tau jika dia tida menyenangkan dan meinta maaf kepada tangan kanan persiden perusahaan maka keruginya akan melebihi berkali kali lipat dari harga sepatu ini jadi dia berpikitlr lebih baik memberikan sepatu ini jalan terbaik menyenangkan ali agar jabatanya aman dan dia yang akan membayar sepatu itu untuk ali.


Melihat sikap manejer itu ali tampak acuh ta acuh dan tida berkata apa apa.


Bela dan sela lebih tercengang lagi melihat sikap manejer itu begitu hormat kepada ali.

__ADS_1


Sela tida menyangka ali dengan cepat membalikan ke adaan yang tida menguntungkan menjadi ke untungan dan mendapatkan sepatu itu dengan geratis.


 


__ADS_2