
Iwan yang mengetahuwi status sinta yang sebenarnya dia tida peduli dan dia hanya ingin memiliki sinta,
keluarga kahar, sebagai kelurga kaya ke-dua di gorontalo dan semua kalangan bos besar mengenal keluarga kahar dan mereka sangat menghormati keluarga kahar dan iwan sebagai generasi ke dua yang kaya raya, dia sering di kelilingi wanita wanita cantik, tapi tida ada yang bisa memuaskan matanya, dan mereka para wanita itu hanya menjadi pelampiasan birahinya semata dan tida dengan serius menjalani hubungan, tapi kali ini dia benar benar jatuh cinta pada pandangan pertama, dan dia berke-inginan menaklukan wanita cantik seperti sinta, dia merasa hidubnya memang sangat beruntung, bisa bertemu wanita cantik seperti sinta, dan karena kecantikanya melebihi imajinasinya,
Terlebih sinta adalah wanita impianya, dan sinta yang terbaik di matanya untuk sekarang,
Dan di pikiranya hanya ingin segera menikah dengan wanita cantik seperti sinta.
Lalu iwan mengulurkan tanganya ke arah sinta, untuk perkenalan pertama kalinya.
Halo saya iwan kahar dari keluarga kahar,
Dan saya se orang pengusahan muda dan saya pemilik hotel living plaza dan di bawah saya masi ada beberapa perusahaan yang saya pimpin.
iwan membangakan dirinya di depan sinta agar terlihat serius.
"Sinta yang lagi duduk di samping inbunya dengan malu malu mengulurkan tanganya, dan berkata, halo juga tuan iwan, senang bisa berkenalan dengan anda.
Lalu iwan tersenyum tampa melepaskan tangan lembut sinta dan sedikit membelainya, kemudian dia berkata lagi, jangan terlalu sopan padaku pangil saja saya dengan sebutan iwan agar lebih nyaman.
Sinta. Yang tanganya lagi di pengang pria tampan di depanya dia pun tida berniat melepaskan tangan iwan,
Dan ini pertama kalinya sinta bertemu dengan bria yang langsung bisa membuat dia terlena sehinga dia lupa dia suda bersuami dan se akan dia tida akan pernah melepaskan tangan pria ini, dan terus memegang tangan iwan dengan sambil berbicara, tuan iwan ehh-maaf iwan maksut saya, iwan kamu memang pria hebat, senang bisa mengenal anda, dan saya sinta kari dari keluarga kari, sinta memperkenalakn diri dengan singkat,
Di saat pertama kali sinta masuk ke ruangan perjamuan dan melihat pria tampan dan elegan duduk dengan jas abu abu dia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, apa lagi di saat melihat iwan begitu sopan dan baik,
__ADS_1
Di mata sinta iwan adalah pria tipe yang berkarakter besar dan pria yang dia idamkan dan bukan pria miskin seperti ali yang tida berguna, dan tida memiliki kelebihan selain memasak dan bersih bersih ruma.
Sebelumnya banyak pria yang melamar sinta dan banyak pria kaya yang tergila gila padanya namun, dia menolak semua pelamar itu, bahkan sinta menolak lamaran enda waktu itu.!! Karena enda bukan pria yang dia inginkan, enda memang pria mapan dan kaya dan juga tampan, tapi dia tida menyukai pria seperti enda kerena beberapa alasan, dan enda bukan pengusaha seperti iwan, dan enda hanya se orang manejer perushaan semata, dan enda bisa di pecat bila suda tida di perlukan, dan enda bukan sosok karakter yang dia inginkan, berbeda dengan pria di depanya saat ini, dia adalah se orang pengusaha dan punya masa depan yang pasti dan cerah dan tida ada yang bisa memecatnya karena dia adalah bos di atas beberapa perusahaan terkenal di gorontalo, dan keluarga kahar adalah keluagar nomor dua di bawah keluarga abubakar dan keluarga kahar adalah keluaga tersohor di gorontalo, di bawah keluarga abubakar, tapi semua pencapayan keluarga kahar karena di belakangnya ada keluarga abubakar yang mendukung mereka sampai ke puncak kesuksesan mereka saat ini, dan keluarga abubakar adalah dermawanya keluarga kahar.
Dora yang tida ingin mengangu percakapan iwan dan sinta dia pun berinisiatif keluar ruangan.
Iwan yang memahami pikiran dora dia pun menepuk ke-dua tanganya dua kali dan dengan cepat ke-dua pelayan menghampiri iwan dan membungkuk hormat, tuan kami siap menjalakan tugas. lalu iwan tampa melirik pelayan itu dia berkata tampa expresi dan memerintahkan untuk meyediakan tempat terbaik untuk dora.
Dora yang melihat iwan dia seperti melihat sang kaisar langit yang sedang memerintah bawahanya, dan demi kenyamananya iwan menyediakan tempat terbaik untuknya dan dia merasa seperti nyonya besar dalam kerajaan yang di layani seperti prameisuri kerajaan,
dan selama ini dia tida perna di layani seperti, lalu dia berguman dalam hati semoga saja sinta cepat menceraikan ali dan menerima pria kaya seperti iwan dia sangat perhatian tida seperti ali yang miskin dan benalu. Lalu dengan wajah tenang dia masuk ruangan yang suda di persiapkan untuknya. Dan menikmati kemewahan dan pelayanan terbaik lalu dia duduk di kursi pijat dan menikmatinya sambil menungu sinta.
"Sinta yang sedang duduk berhadapan dengan iwan, dia terharu dan mengagumi iwan seperti pangeran kerajaan, "iwan sangat perhatian dan terlihat ibunya juga sangat senang sehinga sinta akan yakin dengan pilihan ibunya, Karena sifat dan karakter ini yang dia inginkan dari se orang pria, dan dia punya kekuwasaan yang mutlak,
dia berpikir dan membandingkan iwan dan ali, iwan sebagai langit ali sebagai gunung, Mereka berdua di ibaratkan seperti gunung dan langit, se tingi tinginya gunung tetap saja gunung itu tida akan pernah mencapai ketingian langit.
Setelah dora keluar dari ruangan meningalkan mereka berdua.
Seketika di ruangan itu jadi cangung dan hening, Tapi tangan mereka masi saling menempel seperti di beri lem korea.
Setelah hening sesaat, iwan menatap wajah cantik sinta, lalu dia berkata memecahkan keheningan,
"sinta. Saya tau kamu suda bersuami tapi saya terlanjur menyukaimu dan aku ingin menikah denganmu,
"sinta. mau kah kamu menceraikan suami miskinmu itu dan menikah denganku.!!
__ADS_1
Seketika wajah sinta memerah seperti buah apel yang matang siapa saja yang melihatnya ingin mengigitnya,
Lalu bola mata sinta sedikit berkedut, dan tida menentu arah, dia bingung harus mejawab apa, dan terjadi keheningan di antara mereka sampai mereka bisa mendengar detak jantung mereka sindiri dan jangtung sinta berdebar kencang,
Begitu pun jantung iwan libih berdetak cepat menungu jawaban sinta.
Setelah hampir sepeluh menit, sinta menatap wajah tampan iwan, lalu dengan banyak pertimbabgan dan keberanian, lalu dengan malu malu, sinta dengan wajah memerah dia berkata dengan suara kecil, dan tergagab, i i ia a aku mau menceraikan a ali dan sa saya ingin menikah denganmu. Setelah sinta bebicara Wajah sinta lebih memerah lagi dari yang sebelumnya
Setelah iwan mendengar jawaban sinta dia hampir saja pingsan karena bahagia, lalu dengan replex di ingin memeluk sinta tapi sinta mendorong iwan menjau kemudian dia berkata, sebelum aku bercerai dan selama kita belum menikah aku tida mau ada konta visik di antara kita selai tangan,
Dan saya harab anda bisa sabar untuk itu, Jika kita suda menikah kita bebas melakukan apa pun yang kita inginkan,
sinta berkata dengan malu malu.
"Iwan dengan wajah kecewa dia mengangub sedikit dan duduk, Tapi itu tida membuat hati bahagianya rusak dan dia sedang duduk sambil memegang tangan sinta lalu dia berkata, sayang aku akan menungu waktu itu tiba, dan aku berjanji tida akan melakukan kesalahan yang seperti tadi, dan maafkan aku, bil...
Upp sebelum iwan menyelesaikan kata katanya tiba tiba jari telunjuk sinta menutupi bibirnya untuk tida berbicara lagi, lalu sinta menatap wajah tampan iwan dan berkata, sayang. Sudalah aku mengerti maksutmu dan aku tida menyalakanmu soal itu.
Setelah sinta berkata dia menarik kembali tanganya dan memegang tangan iwan dengan lembut.
Pukul 23 : 00 wita.
Ta terasa suda larut malam mereka bercakap dan saling mengungkapan isi hati dan degan saling berpegangan tangan, mereka salin menatap satu sama lain.
Ding. Di ruangan yang sepi hanya ada dua insan yang saling menatap dan tiba tiba hempon sinta berbunyi dan ada pesan whatsapp masuk dan itu pesan dari intan.
__ADS_1
"Sinta yang sedang menatap iwan dia tersenyum manis dan berkata, Sayang maaf hemponku mengangu, Lalu dia mengambil hemponya dan membuka pesan, dan isi pesan itu yang berbunyi, kak kamu dan ibu sebenarnya ke mana sih kok belum pulang,,,?
Setelah sinta membaca pesan dari adiknya dia baru menyadari kalau ini suda larut malam, lalu sinta menatap iwan dengan senyum lalu dia berkata lagi, sayang maaf yaa ta terasa sudah larut malam kita ada di sini, dan jika tida ada lagi yang mau di bicarakan saya akan pulang dan kita akan bertemu di hari lain lagi.