
"Sinta yang sedagn mengemudikan sedan merah melaju dengan gila gilaan di jalan raya limboto.
"polisi yang sedang mengatur jalur lalulintas di persimpangan dia di kagetkan dengan mobil sedan yang melewatinya dengan kecepatan tingi sehinga menerbangkan topi polisi yang sedang bertugas.
kemudian dia mengabil walki talki di pingulnya, dan melaporkan ke rekan rekanya, 86 mobil sedan merah mengarah monumen menara limboto dengan kecepatan tingi segera lakukan tindakan pencegahan dan hentikan mobil itu sebelum ada korban.
86 di terima.
Polisi yang sedang berjaga di persimpangan menara limboto langsung memblokir jalan dengan mobil patroli di tengah jalan dan beberapa pion orens dan akan menghentikan mobil sedan merah itu dan
ta lama kemudian mobil sedan itu meraung ke arah persimpangan menara limboton dan dengan kecepatan 120 kilo meter perjam,
Polisi yang berdiri di tengah jalan dia sedikit was was kerena mobil di depanya tida menunjukan tanda tanda akan berhenti akan tetapi kecepatanya makin bertamba dan mengarah ke arahnya.
Sinta yang sedang duduk di kursi pengemudi dia terus mempercepat mobilnya dan mobil itu ber-axelerasi dengan gila gilaan dan tida peduli dengan polisi yang berusaha menghentikanya, namun dia terus menginjak pedal gas, dan meraung ke arah polisi, dan kecapatan mobil itu semakin cepat 130. 135. 140. 145.
Polisi yang sedang memegang pengeras suara dia berteriak, mobil sedan merah yang sedang melaju tolong turunkan kecepatan anda dan patuhi rambu rambu lalulintas dan berhenti untuk keselamatan anda.
namun mobil itu semakin dekat dan dekat dan tidak menghiraukan peringatan polisi di depanya
Sinta yang sedang mengemudikan mobil merah itu dia tida meperdulikan polisi di depanya, namun perkataan jeki barusan ke padanya membuat telinganya mendesing dan perkataan jeki trus mengangu telinganya dan terus berulang ulang.
aku memang sampah di matamu, tapi suamimu lebih dari sampah yang tidak berguna. Suamimu sampah yang tidak berguna. Suamimu sampah yang tidak berguna. Tidak berguna. tidak berguna.
Sehinga telinga sinta terasa panas,
Dan di saat jarak mobilnya dengan polisi itu sekitar 50 meter, Dia berteriak sekencang kencangnya dan menekan pedal gas sampai mentok dan menatap polosi itu sebagai jeki, mati saja kau bajingan.
Polisi yang sedang memegang pengeras suara berteriak hentikan mobilmuuuuu,
__ADS_1
Dia melompat secara naruliah menghindari mobil sedan yang hampir membuat dia jadi almarhum.
Tapi polisi itu tida menghiraukan seragamnya yang suda compang camping,
Dia bergegas ke mobil patroli dan akan mengejar mobil sedan itu kemudian dia melirik kiri dan melihat kaca spion kiri sudah copot karena di sambar mobil sedan merah di tengah jalan.
Kemudian polisi itu naik mobil dan menyalakan mesin mobil lalu memasang sabuk pengaman dan mengambil walki talki dan melaporkan,
mobil sedan itu kabur segera lakukan pengejaran, mobil itu berplat nomor polisi DM 1212 AA sedan merah menuju bolivar hutu o.
polisi itu duduk di kursi pengemudi mengejar mobil sedan merah dan dengan satu tangan memegang setir dia melaporkan arah dan plat nomor mobil sedang itu.
Di walki talki rekan rekan polisi lainya yang menerima informasi dan langsung menuju titik kordinat Sesuwai dengan informasi yang di terima.
"Sinta yang sedang mengemudikan mobil sedan merah, lalu dia melirik kaca spion kanan dan melihat mobil patroli polisi sedang mengejarnya dari bekang. Wiu wiu wiu tot tot totooot tot totooot
Sinta yang melihat dia sedang di kerja oleh mobil polisi, dia dengan cepat memindai gigi percepatan ke 4 dan menekan gas lalu kemudian melepaskan gas dan menginjak kopleng dan memindakanya lagi ke 5 dan menginjak gas sampai mentok sehinga mobil itu dengan gila gilaan berlari di jalanan bolivar hutu o. Dan terlihat jalan itu memang sepi dan tida ada kendaraan lainya yang merlalulalang.
Namun setelah beberapa saat sinta menginjak rem dengan keras dan tiba tiba dan membanting setir kiri, karena di depanya secara tiba tiba anak kecil menyebrang dan membuat sinta tida bisa mengendalikan mobilnya dan mobil itu berputar putar samlai ahirnya menabrak pembatas jalan, namun pembatas jalan itu tida kuat menahan beban benturan mobil yang terlalu cepat, sehinga mobil itu terus meluncur ke persawahan dan nyumsek ke lumpur sehinga mobil itu suda tida terlihat warna merah tapi warna hitam lumpur
Sinta yang sedang duduk di kursi pengemudi, kepalanya tersandar di setir dan dan balon erbek pecah karena tekanan yang terlalu kuat, sehinga kepalanya terbentur dan mengalami pendarahan dan sinta tidak sadakan diri.
Dan mobil polisi yang sedang mengejar mobil sinta dia terkejut kaget karena mobil yang dia kerjar nyumsek ke persawahaan.
Kemudian dia berhenti dan ta lupa mengambil walki talki dan melaporkan samil berlari ke arah mobil sedang yang tertancap di lumpur,
__ADS_1
86 86 Mobil itu kecelakaan tolong hubungi rumah sakit sesegera mingkin dan mengirimkan ambulance
86 Di terima.
rekan rekan polisi lainya menerima berita dan menghubungi nomor ruma sakit untuk mengirimkan ambulance ke tempat kejadian.
Dan polisi yang mengejar mobil sedan itu, dia menghampiri mobil sedan itu kemudian dia melihat pengemudi yang sedang tersandar di setir mobil tidak sadarkan diri dan melihat dari tubuh dan rambut dia langsung mengenali ini se orang wanita tapi pengemudinya tidak sadar, dan wajahnya tida bisa di kenali karena di tutupi rambut yang acak acakan dan darah yang terus keluar dari kepala karena benturan keras.
Ta lama kemudian ambulance datang ke TKP dan mengepakuasi korbon dan melarikan ke ruma sakit untuk perawatan darurat, dan di dampingi pihak kepolisian, dan meningalkan mobil sedan yang suda beruba bentuk karena benturan keras.
Dan polisi lainya, mengamankan barang barang sinta yang tertingal di mobil.
Di sisi lain, "iwan sedang merencanakan sesuatu untuk menghadapi ali, tapi dia bingung memikirkan cara dia harus memulai dari mana untuk membuat ali tunduk.
Kemudian dia teringat sesuatu, dan mengeluarkan iphine 13 pro dari saku jas abu abu.
Kemudian dia menekan nomor sinta lalu menekan tobol pangil setelah berdering dua kali kemudian pangilan terhubung dan terdengar suara pria yang menerima teleponya, iwan yang sedang memegang telepon di telinga kananya terdiam sesaat karena yang terdengar suara pria bukan suara sinta, namun dia tersadar kembali karena dari sebrang yang memegang telepon sinta bersuara dan berkata, halouu apa ini tunangan nona sinta kari?
Polisi itu mengangap yang menelpon sinta adalah tunanganya karena sinta menyimpan nomor iwan dengan nama sayang, itu karena sinta di bawah pengaruj iwan.
Sehinga polisi itu mengira kalau iwan adalah tungan si korbon kecelakaan.
lalu polisi itu menjelaskan kejadianya ke pada iwan dan memberi tahu iwan jika sinta suda di bawa ke ruma sakit bayangkara gorontalo.
"iwan yang menerima informasi tetang kecelakaan sinta dia seketika panik, dan mengambil kunci mobil toyota alpart, dan berlari ke arah mobil dan tancap gas ke rumah sakit bayangkara gorontalo, karena wanita pujaan hatinya kecelakaan, dan hidub matinya belum bisa di pastikan.
namun iwan yang sedang mengemudi dia terlihat panik bahagia karena dia punya rencana untuk menghadapi ali lewat musibah yang menimpa sinta.
Namun itu jika sinta bisa sadar kembali dia akan menjalankan rencananya, tapi jika sinta tidak akan pernah sadar mungkin dia harus memikirkan jalan lain untuk menjebak ali.
__ADS_1