KEKUATAN SUAMI UNTUK BANGKIT

KEKUATAN SUAMI UNTUK BANGKIT
Bab 22.KEKUATAN SUAMI UNTUK BANGKIT


__ADS_3

Ia tuan dia adalah jeki dia hanya kenalan lama. tapi aku tida tau dia menelponku dengan tiba tiba dan berbicara sembarangan. Windi berbicara sambil menutup teleponya dengan gugub.


Lalu ali tersenyum dan berkata. Bilang padanya jika dia bisa menguras danau limboto sampai kering aku akan menyetujuwi permintaanya. Baik tuan windi berlari keluar ruangan dan mengangkat teponya lagi halouu mendengar suara lembut  windi jeki bersemangat bagai mana nona windi apa kata bos anda.


Windi menjawap. kata persinden saya dia setuju bekerja sama dengamu dan akan ber investasi. sebulum windi menyelesaikan kata katanya jeki suda berteriak kegirangan dan semua keluarga kari tampak lebih bersemangat terutama kakek simin dan miman ayah jeki mendengar perkataan windi. Jeki kamu memang hebat hanya dengan pangilan telepon kamu bisa mendapatkan investasi itu dengan muda jeki mengangkat dagu tingi tingi dengan banga dan melirik semua orang memuji jeki. Kemudian windi melanjutkan halouu jeki tolong dengarkan penjelasanku. Ya ya halouu nona windi saya akan mendengarkan penjelasan anda. Kakek simin dan semua orang sangat antusias mendengarkan penjelasan windi.

__ADS_1


Jeki begini saya suda membicarakan  dengan persiden saya apa maksutmu.


Dia mengatakan dia setuju bekerja sama denganmu dan akan ber indvestasi sesuwai permintaan kalian tapi ada sarat yang harus di penuhi sebelem kerja sama di bicarakan. Nona windi apa satarnya jeki bertanya. Saratnya adalah kamu harusn menguras danau limboto sampai kering baru dia akan setuju.  setelah mengatakan ini windi tersenyum kecil termasuk yang sedang mambaca.....


Jeki menoleh ke arah kakek dan tida menghiraukan perktaan memet kakek perusahaan ini suda menghina keluarga kita beranimya mereka mengatakan seperti ini. Jeki mengepalkan tanganya  sambil bicara mereka dengan jelas merendakan kita. Diam tutup mulutmu kakek simin menyela sebelum dia menyelesaikan kata kata. Menurutku itu hal yang wajar karena dia tida mengenal kita. dan dia masi muda wajar jika dia sombong  jadi ini bukan hak kita berbicara.

__ADS_1


Sebelumnya dia menarik semua investasi yang suda di negosiasikan dan menambakan enam triliun wajar dia tida akan tertarik dengan proyek kecil yang kita rencanakan. dan dia hanya akan memperhatikan peroyek besar dan berkualitas tingi. Mungkin saat ini persiden baru itu mengangab kita tida sopan jadi wajar dia mengatakan ini. Sangat tida sopan bagi kita meminta investasi telewat telepon dan hanya duduk santai di ruma alangka baiknya kita harus mendatangi kantor korporexeen untuk menumjukan kesunguhan dan ketulusan kita dan menemui persindenya. Mungkin saja dia akan mempertimbangkan permintaan. Dan sekarang siapa di antara kalian yang akan menjadi perwakilan dari keluarga kari untuk menemui C E O itu dan menyapaikan maksut kita. Angkat tangan yang mau bersedia. Semua orang saling memandang  tida tau reaksi apa yang harus di tunjukan. Lalu ayah jeki. miman berbicara dengan ragu ragu ayah. bukan kah tadi ayah mendengar kata nona windi barusan dia menyuru jeki untuk menguras danau limboto baru mereka akan setuju jika kita akan pergi ke sana bukan kah Hanya akan mempermalukan kita. Wajah kakek simin seketika seperti akan runtuh. Karena dia tau tugas ini sangat berat dan jika mereka ke sana dan meminta investasi seperti ini. hal yang akan terjadi pasti suda bisa di tebak. Dan itu hanya akan memper malukan keluarga kari. Tapi jika mereka tida berusaha mendapatkan investasi itu mungkin keluarga mereka tida akan pernah naik level. Tiba tiba melintas ide di  benak  jeki. Kemudian berkata kakek kenapa kita harus menyerah sebelum kita mencobanya. Kakek kita semua tau kalau persiden baru itu masi muda dan ber usia sekitar dua puluan kenapa kita tida meminta sinta untuk mewakili keluarga kari. Mungkin saja C E O itu akan tertarik dengan menampilan sinta. Lalu kakek simin tersenyum puas jeki kamu memang cucu terbaik ayo telepon sinta sekarang dan suru dia datang ke sini secepatnya baik. Lalu jeke menelpon sinta setelah berdering begitu lama ahirnya sinta menyambungkan telepon tampa banyak omong kasong dia langsung ke inti. Sinta kamu di pangil kakek sekarang ini sangat penting. Setelah dua pulu memit kemudian sinta pun memasuki vila dengan angun dan langsung duduk di kursi yang suda di sediakan semua orang bersamaan menoleh ke arah sinta yang duduk dengan begitu angun. Lalu kakek simin menatap sinta dan berbicara  menjelaskan semua  rencananya dengan jelas. Setelah sinta mendengar penjelasan kekkek simin seketika wajah sinta jadi cemberut se akan tida mau kakek. Sinta akan mengatakan sesuatu tapi jeki berdiri dan berkata sinta kamu adalah bagian dari keluarga kari dan perusahaanmu membutuhkan dana jika kamu bisa memenangkan hati C E O itu pasti kamu dengan muda mendapatkan investasi dan kamu suda menyelesaikan permasalahan dalam keluarga dan kamu jangan melupakan tangung jawamu di sini. Dan kamu sebagai angoto keluarga harus memberikan kontribusi yang bermanfaat buat keluarga kita. Selain itu aku dengar


C E O itu masi muda dan tampan dan kamu sangat cantik mukin saja dia akan mempertimbangkan kerja sama dengan kita kamu harus mencobanya kakek simin tengelam dalam lamunanya setelah mendengar kata jeki dia menoleh melihat sinta. Lalu dia.menghela napas panjang dan berkata sinta ayo temui persiden itu dan negosiasikan rencana kita. aku menaru harapan ini padamu dan jangan menuda lagi karena ini waktu yang tepat aku merasa jika kamu yang pergi mungkin peluang kita terbuka dan ada kesempatan.


Kakek tolong beri aku waktu mata sinta memancarkan ketida puasan dan ke enganan.  tida tida kamu harus mergi sekarang suda di putuskan kamu kamu harus menjalankan misi ini dan bukan mencari alasan setelah itu semua angota keluarga  saling memadang dan bersukur dalam hati bukan merekan yang menjalankan misi yang sulit ini. Setelah sinta sampai di rumahnya dan menceritakan semua apa yang di rencanakan kakeknya. Dora tersenyum lebar bagus kamu harus memenangkan hati C E I itu agar kita tida di remehkan lagi. mendengar kata kata ibunya sinta tampak tak berdaya tida ada yang mendukungnya. Menolak mesi dari kakek simin. Lalu dora menyadari sesuatu sinta ke mana ali aku tida melihatnya pagi ini. Dia belum membersikan ruma dan menyetrika baju. Sinta menarik napas panjang dan ber kata. bu. ali tida pulang dari kejadian kemarin dora membanting gelas yang ada di tanganya berani sekali dia sekarang. Bahkan dia belum memasak untuk kita.  Tapi bagus sebaiknya dia tida kembali selamanya. Sinta menghawatiekan ali yang belum pulang. Tapi dia masi ragu menelpon ali kemudian dia masuk kamar dan berganti baju dan bergi ke perusahaan korporexeen. Setelah sinta sampai di perusahaan itu ayu menyambutnya dengan sopan. Apa benar saya bertatapan muka dengan nona sinta kari ayu bertanya dengan sopan lalu sinta menjawab dengan lembut ia benar saya sinta kari. Kalau begitu ikut saya. Sinta merasa gugub saat ini. dan mereka naik lif dan sampai di lantai  lima pulu tiga ruangan teratas kantor ali saat ini. sinta semakim gugub dia berpikir bagai mana dia bertemu dengan perusahaan besae ini. Lalu ayu memandu sinta ke ruang tungu dan mempersilakan sinta duduk. Ayu sersenyum sedikit dan berkata Sebelunya saya akan meper kenalkan diri saya adalah ayu sirta sekertaris persiden perusahaan korporexeen dan persiden saya baru saja mengambil alih perusahaan ini dan dia lagi ada di ruangan saat ini....

__ADS_1


__ADS_2