
Setelah pertemuan itu sinta pulang dengan mobil sedan bersama ibunya.
Bada yang se dari tadi mengawasi se-cara diam diam, lalu dia mengeluarkan hempon dari saku dan menekan nomor kemudian melakukan pangilan telepon dan memberi tahu ali, jika sinta aman dan mengendarai mobil sedan dan menuju vila padengo,
Setelah sinta dan dora sampai di vila padengo, dengan wajah lelah sinta memasuki vila dengan dora ada di sampingnya, dan berjalan berdampingan, dan kedua wanita itu langsung masuk kamar dengan mata yang sedikit aneh,
"Sinta tampa A U A dia langsung masuk kamar dan ingin segera berisirahat,
Dan dia melepas sepatu haktingi dan memakai sendal semangka, Tapi setelah dia akan melemparkan tubuhnya di kasur empuk, dia menoleh ke arah sova kamar dan melihat Ali yang sedang tidur lelab,
kemudian sinta melangka dan mendekati ali yang sedang tidur,
dan menatap wajah ali yang sedang tidur, dia merasa pria di hadapanya adalah pria yang paling dia cintai, tapi entah kenapa semakin dia menatap wajah ali dia merasa mara dan membencinya dan semakin menatapnya dia ingin mencekiknya,
namun dia tida bisa melakukan itu, karena dalam lubuk hatinya dia sangat mencintai pria yang sedang tidur di sofo kamarnya, saat ini hati nurani dan pikiranya se akan bertolak belakang.
kemudian mata sinta memancarkan cahaya merah, kemudian dia menatap ali dengan dingin se akan akan dia akan membunu ali, tapi dia berusahan mengendalikan dirinya,
lalu dia membangunkan ali yang sedang tidur, sambil berkata, ali mulai malam ini kamu tidur di luar dan jangan tidur di kamar saya lagi,
Ali yang se dari tadi pura pura tidur, seketika matanya terbuka lebar karena kaget dengan apa yang sinta katakan,
namun samar samar dia melihat tatapan sinta yang tida biasa, tapi dia tida mengatakan apa apa, tapi menatap mata sinta dalam dalam dan samar samar dia merasakan ada kelainan dari cara sinta metapnya.
Tapi setelah beberapa detik ali bereaksi dari keterkejutanya dan bangkit dari sova dan keluar kamar tampa berkata apa apa.
Dengan rasa curiga ali meningalkan sinta yang suda melemparkan tubuh kecilnya ke kasur yang mempuk.
Lalu ali mengeluarkan hempon jadulnya dan menelpon bada dan menanyakan apa yang sinta lakukan di luar dan dia bertemu dengan siapa,
__ADS_1
bada di sebrang televon, dengan sopan dia berkata, tuan demi menghindari kecurigaan saya tida memasuki hotel living plaza, tapi mengikuti nyonya. dan saya mengawasinya dari luar tapi tuan, saya tida mengetahuwi nyonya bertemu dengan siapa.
Baiklah terima kasih suda membatu,
ali berkata dengan sedikit tida berdaya.
tuan jangan terlalu sopan kepada saya.
saya hanya orang kecil di bawah anda dan saya siap melayani anda. bada dengan hormat merendahkan diri demi menyenangkan dermawanya.
kemudian ali tersenyum tipis dan berkata lagi, sudalah aku tida butuh pujianmu, kemudian ali menutup telepon dan tida memberi bada kesempatan untuk berkata.
Ke-eskon harinya seperti biasa ali memasak sarapan pagi, sebelum sinta bangun dia suda mempersiapkan segala yang di butuhan semua yang tingal di vila.
Intan yang baru bangun dia langsung ke dapur dengan masi mengenakan baju tidur dan melihat ali yang sedang sarapan pagi,
Dan hari ini intan, si anak SMA yang nakal, menyapa ali dengan sebutan kakak ipar dan dan nada suranya begitu lembut tida seperti biasanya yang sering menghina dan menghardik ali, dan baru kali ini intan menyapa ali dengan senyum lebar di bibir kecilnya itu,
Ali mendengar suara intan yang menyapanya dia menoleh kebelakang dan dengan makanan di mulut ali tersenyum dan menyapa balik Sambil mengunya makanan.
Selama ini intan sangat membenci ali dan dia sering membuat ali kelabakan dan kerepotan karena ulah gadis kecil di hadapanya, namun hari ini sikap gadis ini sangat angun terhadap ali.
Intan yang sedang berdiri dia membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral dan meminunya, Lalu dia menatap ali lagi, dan berkata kakak ipar, saya harap anda tida melupakan janjimu kemarin yang akan membelikanku ruma.
Ali yang baru menyelesaikan sarapan pagi dan meletakan piring di wastavel, lalu dia berbalik ke arah intan dan berkata, saya ingat itu dan saya suda menelpon ayu sirta sekertaris saya, dan dia yang akan menemanimu, dan saya harap kamu bisa menjaga kesepakatan kita untuk tida membublikasikan identitasku ke luar terutama keluarga kari.
Intan yang sedang menatap ali dia mengangkat ke dua jempol sambil tersenyum lalu dia berkata, aku bisa menjaga rahasiamu, setelah dia mengatakan itu dia berbalik bergi setelah beberapa langka dia terhanti dan berbalik menatap ali lagi yang sendang duduk. kemudian dia berkata dengan lembut, kakak ipar terima kasih, ali tersenyum dan mengangub. Kemudian intan berbalik lagi dan berlari ke ruang makan dan sarapan pagi, dora dan sinta baru saja meyelesaikan sarapan pagi, dan langsung pergi tampa menyapa intan yang baru duduk di depan meja makan,
Intan merasa aneh, karena dora dan sinta tida seperti biasa dan mereka terlihat cuek dan tida peduli apa yang ada di sekitar mereka,
__ADS_1
tapi intan segera menepis pemikiranya itu, lalu dia mengambil roti gandum dan mengolesunya dengan sedikit keju dan menambakan meses lalu memasukan roti itu ke mulut kecilnya, dan dia menikmati sarapan pagi dan tida peduli apa yang akan di lakukan ibu dan kakaknya.
Di sisi lain, tepatnya di vila keluarga kahar, Dan vila keluarga kahar terletak di bawah kaki gunung benteng otanaha dan semua vila di kawasan ini bernilai puluhan miliar, dan siapa pun yang tingal dan memiliki vila termewah di gorontalo, semua kalabgan masyarakat tingat rendah sampai yang menengah tau tempat ini dan tida sembarang orang yang bisa memasuki kawasan ini.
sehinga kawasan vila ke-amananya terjamin.
Dan yang tingal di da erah ini adalah para konglomerat, di gorontalo.
Di belakan vila keluarga kahar, ada taman dan ada tempat olah raga dan di hiasi dengan bunga, dan di tanaman lainya,
dan di gajebo taman se orang pria baru bayah yang mengenakan baju olahraga, dan dia duduk di kursi putih sambil merokok cerutu dan se orang pria berambut pirang berdiri di sampinya,
dan banyak pengawal yang mengenakan seragam hitan dan berbaris rapi, mereka semua menundukan kepala dan tida berani mengangkat kepala jika ada yang berani, akan di tempak mati di tempat dan itu di angap pembrontak.
Dan pria paruh bayah itu adalah kepala keluarga kahar dan yang sedang berdiri berambut pirang itu adalah iwan kahar.
Lalu mata kepala keluarga kahar menatap menyapu semua pengawal yang berdiri di depanya, kemudian dia melambaikan tanganya sedikit sambil berbicara, keluar.
Seketika semua pengawal itu menghilang dari hadapanya dan pergi tergesa gesa gesa, Hanya dengan satu kalimat dia membuat pengawal itu ketakutan dan bergegas keluar dari taman, dan menyisahkan kepala keluarga kahar dan iwan kahar.
Lalu dengan hembusan cincin asap cerutu yang keluar dari mulutnya yunus kahar, berlahan menatap iwan kahar, lalu dia berkata tampa expresi, "iwan kamu adalah anaku satu satunya dan kamu adalah menerusku,
Dan kamu sebagai calon kepala keluarga selanjutnya kamu wajib mengetahuwi semua bisnis keluarga.
dan terutama koneksi, dan saya harap kamu bisa menjalin hubungan baik dengan semua koneksi kelurga, dan yang paling utama keluarga abubakar, keluarga itu suda lama menguasai gorontalo mereka yang terkuat saat ini di gorintalo Dan kamu sendiri tau bagai mana hubungan kita dengan keluarga abubakar, keluarga abubakar adalah dermawan kita, dan mereka yang membuat kita bisa meletakan tangan di langit langit gorontalo, dan saya harap kamu harus berhati hati agar tida menyingung keluarga itu.
Jika itu terjadi saya tida bisa membayangkan konse kuwensinya.
tadi malam kepala keluarga abubkar menelpon saya dan dia mengundang kita makan malam, dan ini kesempatanmu untuk bisa mengenal kepala keluarga abubakar dan dengan ini kamu akan muda menjalankan merusahaan keluarga kita di masa depan dan tetap akan berjaya dengan dukungan keluarga besar itu.
__ADS_1