
...SELAMAT MEMBACA KISAH KELAM...
...~×~...
..."Sama halnya seperti Kau melihat sehelai rambut diantara banyaknya pemandangan dihadapan mu, ketika kau hanya fokus pada satu titik maka yang lainnya tidak akan terlihat jelas, jika kau tak percaya praktekkan saja."...
...- Cla -...
...~×~...
London, 28 Februari 2013
Pukul 01.47 a.m
PAGI yang cerah, matahari bersinar dengan indah dan menembus kedalam kamar gadis cantik yang saat ini sedang tertidur pulas.
"Hoaaam, Astaga berat sekali mataku." Claudia bergumam dan mencoba untuk membuka kedua matanya secara perlahan.
Claudia terbangun dari tidurnya sama seperti malam-malam sebelumnya, terbangun tengah malam dengan keadaan keringat yang membasahi pelipisnya dan sekujur tubuhnya terasa lengket karena mimpi buruk yang selalu saja membuatnya terbangun setiap tengah malam seperti hari ini.
Claudia terbangun dari tidurnya dengan keadaan dirinya berada di dalam dekapan hangat seseorang yang sangat Claudia kenali.
Claudia merasa bersalah karena telah tertidur pada saat dirinya sedang bersandar pada Ethan yang Claudia juga tidak menyadari apa yang dirinya lakukan beberapa jam yang lalu.
Mengabaikan Ethan adalah hal yang paling sulit Claudia lakukan terapi tadi apa yang dirinya lakukan, entahlah Claudia juga terkadang tidak memahami apa yang akan dirinya lakukan.
Karena terkadang segalanya terjadi begitu saja dan selalu berjalan di luar kendalinya.
Claudia mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan Ethan dan mencoba untuk merebahkan Ethan di atas sofa yang cukup besar miliknya, tak lupa juga mengambil selimut yang berada di dalam lemari untuk menyelimutinya agar pria itu tidak kedinginan.
Kemudian Claudia memutuskan untuk masuk kedalam kamar mandi dan merendam dirinya didalam bathub milik pria itu.
Kurang dari lima belas menit akhirnya Claudia memutuskan untuk menyudahi aktifitasnya dan kembali ke tempat tidur karena dirinya butuh istirahat tak lupa juga untuk mengganti bajunya dengan piyama tidur yang berada di dalam lemari khusus yang berada di dalam kamar mandi sebelum pintu menuju tempat tidur.
Karena kamar mandi Ethan mempunyai dua pintu, yang pintu pertama masuk adalah tempat ganti baju dan pintu kedua didalamnya adalah tempat untuk dirinya membersihkan diri.
Sekarang sudah menunjukkan pukul 02.15 dini hari itu artinya masih ada waktu untuk dirinya beristirahat sebelum hari panjangnya esok hari dimulai.
__ADS_1
...~×~...
Pukul 05.57 a.m
Ethan mencoba untuk membuka kedua matanya ketika sinar mentari mulai mengintip dibalik jendela balkon kamarnya sehingga mengenai wajahnya.
Ethan mencoba untuk mengingat sekelilingnya dan saat ini dirinya tertidur di atas sofa, dengan selimut dan bantal di kepalanya.
Padahal yang Ethan ingat tadi malam dirinya tertidur dengan keadaan duduk sambil Claudia yang berada di dekapannya.
"Di mana gadis itu?" Gumam Ethan saat tidak melihat Claudia.
Kemudian Ethan mendengar dengkuran halus dari arah tempat tidurnya dan melihat Claudia yang sedang tertidur pulas di atas tempat tidur king size miliknya.
Ethan mencoba untuk tersenyum manis kearahnya ketika mengetahui bahwa yang melakukan hal ini adalah gadisnya.
"Ternyata kau peduli padaku dear." Gumam Ethan sambil matanya tak lepas dari gadis yang sedang tertidur pulas di atas tempat tidur miliknya itu.
Kemudian Ethan beranjak dari tempatnya dan memutuskan untuk segera mandi dan bergegas untuk berangkat ke kantor karena hari ini akan ada rapat yang akan diadakan kira-kira dua jam lagi.
Setelah selesai mandi dan memakai pakaian kerjanya Ethan langsung pergi meninggalkan Claudia yang masih tertidur pulas.
"Tidur yang nyenyak Cantik."
Setelah itu Ethan langsung pergi meninggalkan Claudia yang masih tertidur pulas. Apalagi sekarang weekend sehingga Claudia tidak perlu pergi ke sekolah. Namun pagi ini Ethan harus pergi karena harus mengerjakan beberapa hal.
...~×~...
Claudia terbangun dari tidurnya pukul 09.30 a.m karena suara alarmnya yang berbunyi cukup nyaring.
Matanya menatap ke arah sekeliling kamar yang saat ini dirinya tempati, Claudia langsung melihat ke arah sofa yang berada di dekat pintu kaca yang mengarah ke balkon.
Ethan sudah tidak ada, dan selimut yang semalam dirinya pakaikan pun sudah terlipat rapih di atas bantal yang berada di atas sofa.
Claudia melihat secangkir kopi kesukaannya di atas sofa dan Claudia melihat secarik kertas yang sengaja diletakkan di bawah cangkir itu.
Claudia tersenyum membaca note singkat itu dan Claudia kembali melihat kopi yang sudah Ethan buatkan untuknya.
__ADS_1
Kopinya memang tidak hangat apalagi panas tetapi Claudia tetap meminumnya karena ada sepenggal kebahagiaan yang dirinya dapatkan ketika meminum kopi yang Ethan buatkan.
...Teruntuk gadis cantik yang sedang tertidur pulas di atas tempat tidurku....
...Semoga hari ini adalah hari baikmu dan tak ada lagi senyummu yang terenggut karena ulah teman-temanmu lagi :)...
...Pria tampan yang selalu yang menyayangimu....
Pesan singkat itu adalah hal baik di awal harinya dan Claudia harap hari ini adalah hari baiknya sama seperti pesan Ethan untuknya.
Setelah menghabiskan kopinya, Claudia langsung pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya walaupun semalam dirinya sudah mandi tapi Claudia tetap akan mandi pagi ini karena jika Claudia tidak mandi maka akan menunggu pekerjaannya nanti.
Kurang dari sepuluh menit Claudia sudah siap dengan pakaiannya lengkap dengan jaket kulit putih miliknya.
"I'm ready." Ucap Claudia bersemangat.
Pagi ini Claudia harus berangkat ke sekolahannya walaupun ini adalah hari libur karena hari ini adalah hari dimana dirinya dituntut oleh para guru untuk mewakili sekolah padahal dirinya sudah kelas tiga dan sebentar lagi akan memasuki ujian-ujian sebelum akhirnya dirinya terbebas dari sekolah.
Alasannya klasik, karena Claudia adalah murid yang pandai dan selalu bisa membawa nama sekolah menjadi lebih baik.
Claudia tak menyangkal kalau otaknya memang diluar nalar karena entah sudah berapa banyak prestasi yang diraihnya dari sejak Junior High School hingga saat ini.
Clara juga sebenarnya pandai tapi bukan dalam bidang akademik atau semacamnya tetapi Clara lebih menyukai segala sesuatu yang berbau seni itulah sebabnya mengapa Clara tinggal bersama Ibunya bukan dengan ayahnya karena ayahnya hanya akan membanding-bandingkan dirinya dengan Clara dan Claudia tidak rela melihat raut sedih Clara yang selalu saja tercetak ketika ayahnya mulai membanding-bandingkan nya.
Ibunya adalah seorang musisi dan ayahnya adalah seorang pengusaha sukses yang selalu menuntut anak-anaknya untuk melanjutkan kuliah di bidang yang sama dengan ayahnya dan Claudia mampu untuk hal itu tetapi Claudia sangat benci tuntutan.
...~×~...
...TERIMAKASIH TELAH MEMBACA KISAH KELAM...
...Don't forget to vote, Comment and share link nya ke temen-temen kalian...
...And...
...I hope you enjoy reading this story :)...
...Love u guys 😘...
__ADS_1
...Sampai jumpa di next episode bye 😘...