KELAM (Proses Revisi!)

KELAM (Proses Revisi!)
Toko Bunga


__ADS_3

...“Bukan Aku tak Rindu, namun setiap kali Aku mengingatmu hanya ada sesal yang kurasakan.”...


...~×~...


SEJAK hari kepergian Ethan, Claudia tidak lagi bekerja di Club manapun dan lebih memilih untuk membuka toko bunga di pinggiran kota. Claudia hanya ingin mencari kesibukan apapun itu agar tidak terlalu sakit jika teringat sosok Ethan.


Kepergian Ethan benar-benar telah mengubah hidupnya seratus delapan puluh derajat, Sejak hari di mana Ethan pergi Claudia tidak lagi bisa menangis. Sesakit apapun yang ia rasakan entah kenapa ia tak lagi bisa menangis.


Seolah air matanya sudah kering, satu bulan sejak Ethan meninggal Claudia terus saja menangis dan seolah sekarang air matanya sudah kering Claudia tak lagi bisa menangis.


Saat ini ia sedang berada di toko bunga karena saat ini Claudia hanya ingin mencari kesibukan apapun itu agar ia tidak lagi merasakan sakit setiap kali mengingat Ethan.


"Kak Aku mau bunga Lili putih ini di buat bouquet ya, mau bikin 2." Pinta Jasmine salah satu pelanggannya setianya, dia sering sekali datang ke toko bunga ini setiap kali akhir bulan.


Claudia yang saat itu sedang sibuk menata beberapa pot bunga di sudut ruangan itu langsung menghampiri Jasmine.


Kepergian Ethan membuat dirinya harus menjadi jauh lebih kuat lagi karena sejak awal dia menjalin hubungan tersebut ia memang harus dipaksa untuk menerima hal seperti ini terjadi.


"Jasmine ini bunga sudah selesai." Setelah itu Jasmine langsung mengambil bunga pesanannya dan langsung pergi.


Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 dan Claudia masih berada di toko karena hari ini tepat hari ulang tahun Ethan.


Claudia melihat Bunga Lili kuning yang berada di sudut ruangan, air matanya tiba-tiba saja terjatuh saat melihat bunga tersebut.


Claudia teringat sosok Ethan yang selalu saja memberikan bunga tersebut setiap kali dirinya marah.


Claudia mengusap air mata yang membasahi pipinya dengan kasar, ia merasakan perasaan yang sangat amat sakit setiap kali mengingat sosok Ethan.


"E kamu udah bahagia kan di sana? Maaf ya E ulang tahun kali ini Aku gak bisa temenin kamu tiup lilin, Saat ini Aku masih belum boleh ikut kamu. Tunggu Aku di surga ya E, Kamu harus bahagia." Gumam Claudia sambil menatap bintang-bintang yang menerangi malam ini.


Tanpa terasa sudah setahun berlalu dan Ethan masih saja memenuhi relung hatinya, tidak aka pernah ada yang bisa menggantikan posisi Ethan sampai kapanpun.


Saat ini Claudia sudah mengunci hatinya agar tidak ada lagi yang bisa membuka hatinya, Claudia hanya ingin hidup tenang dan tak lagi memikirkan soal Cinta.


Ring.. Ring..


Terdengar suara dering teleponnya yang ia letakkan di meja tempat ia merangkai berbagai macam Bouquet, Claudia melihat nama Axel di layar ponselnya dan langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Halo Ax ada apa?." Tanya Claudia to the point.

__ADS_1


Saat Claudia sedang tidak baik-baik saja dan Axel lah yang selalu menemaninya, walaupun berada jauh darinya tapi dia selalu berusaha untuk tetap ada di sisi sang adik.


Walaupun bukan adik kandungnya namun Axel seolah memiliki ikatan batin yang kuat dengan Claudia.


"Cla pulang yah? Mom and Dad kangen sama kamu." Ucap Axel to the point, karena sudah satu tahun sejak kepergian Ethan, Claudia tidak pernah pulang lagi ke Inggris.


"Iya nanti Aku pulang, Mom and Dad gimana kabarnya?" Tanya Claudia.


"Mereka terlalu merindukan kamu, bahkan Mommy selalu memimpikan kamu." Balas Axel.


Claudia merasakan perasaan sesak saat mendengarkan hal tersebut dan bukannya ia tak mau pulang namun di sana terlalu banyak kenangan dirinya dengan Ethan.


"Kamu baik-baik di sana ya, jangan lupa makan dan jaga kesehatan kamu." Ucap Axel dengan tulus mengkhawatirkan keadaan Claudia.


"Aku di sini baik-baik aja, kalian juga baik-baik di sana ya." Setelah itu Claudia langsung memutuskan panggilan teleponnya.


"Maaf Ax saat ini Aku masih belum siap." Gumam Claudia.


Claudia mengambil secangkir kopi di atas meja kerjanya yang ia pesan secara online sebelumnya. Entah sejak kapan namun akhir-akhir ini Claudia banyak berubah dan sedang terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi, dengan berbagai macam pertimbangan akhirnya ia bisa memutuskan untuk membuka toko bunga ini.


Sebelum Ethan pergi dulu ia sempat mengobrol banyak dengan laki-laki itu tentang keinginannya untuk membuka toko bunga yang akan menjadi tempat dirinya menghabiskan banyak waktu.


"E kalau Cla buka toko bunga menurut kamu gimana?" Tanya Claudia yang sedang duduk di samping Ethan yang kala itu Ethan sedang membaca beberapa dokumen.


Ethan tidak langsung menjawab dan matanya masih fokus dengan lembar kertas-kertas tersebut. Claudia yang merasa Ethan tidak menggubrisnya memilih untuk beranjak dari sofa namun Ethan menghalanginya dan menyuruh Claudia tetap duduk di sampingnya.


"Kamu lagi sibuk Aku gak mau ganggu ih." Ucap Claudia saat Ethan menyuruhnya untuk tetap berada di dekatnya.


Sejujurnya Claudia agak kesal namun ia juga tidak boleh kekanakan dan mengganggu Ethan yang sedang bekerja.


Saat itu Claudia sedang berada di kantor tempat Ethan bekerja untuk mengantarkan makan siang untuk Ethan, karena tadi dirinya merasa terlalu bosan di Apartemen sehingga memilih untuk memasak.


Sebelum datang Claudia juga sudah bilang ke Ethan kalau ia akan datang membawa makan siang. Tentu saja Ethan langsung menyetujuinya apalagi setelah tahu kalau Claudia memasak makanan nya sendiri.


"Tunggu E sebentar lagi ya." Ucap Ethan sambil mengecup puncak kepala Claudia.


Hal itu tentunya membuat Claudia merasa sangat nyaman ketika berada di dekat Ethan, laki-laki itu jika sudah bertingkah manis maka tidak ada siapapun yang bisa mengalahkan kemanisannya.


"E Cla mau tiduran." Pinta Claudia karena merasa sedikit lelah.

__ADS_1


Ethan kemudian menggeser kan tubuhnya ke samping dan menyuruh Claudia untuk tidur di atas pahanya.


15 menit kemudian..


Tanpa disadari Claudia saat ini sudah tertidur pulas di atas paha laki-laki yang saat itu sangat ia sayangi.


Ethan membelai rambut Claudia dengan lembut dan sesekali mencium kening gadis itu dengan penuh perasaan. Claudia selalu merasa aman saat berada di dekat laki-laki bernama Ethan itu.


Setelah beberapa saat akhirnya Claudia terbangun dari tidurnya dan Ethan masih berada di posisinya karena takut kalau gadisnya itu terbangun karena merasa tidak nyaman.


"Ih Ethan! kok Cla tidur gak dibangunin." Omel Claudia.


Ethan membelai rambut Claudia dengan lembut sambil tersenyum hangat.


"Cla capek masak buat Ethan?" Tanya Ethan merasa khawatir.


Claudia menggelengkan kepalanya karena dirinya memasak kali ini benar-benar hanya karena merea bosan dan ingin mencari kesibukan sekalian untuk makan siang dirinya dan Ethan.


"E tadi Cla nanya loh pas kamu lagi fokus baca dokumen." Singgung Claudia soal pertanyaan nya tadi yang belum sempat Ethan jawab.


"Soal Cla yang mau buka toko bunga?" Tanya Ethan dan langsung di angguki oleh Claudia.


"Kalo kamu mau lakukan apapun itu selagi bukan hal yang akan menyakiti kamu. Apapun yang kamu lakukan Aku akan tetap jadi pendukung nomor satu buat kamu sayang." Ucap Ethan dengan tulus.


Begitulah sosok Ethan ketika sedang berlaku manis, Claudia benar-benar tidak akan pernah bisa melupakan laki-laki tampan itu karena hanya dialah satu-satunya laki-laki yang berhasil mengetuk pintu hatinya dengan baik.


...~×~...


...TERIMA KASIH TELAH MEMBACA KISAH KELAM...


...Don't forget to vote, Comment and share link nya ke temen-temen kalian...


...And...


...I hope you enjoy reading this story :)...


...Love u guys 😘...


...~×~...

__ADS_1


Instagram : @yraeni_


__ADS_2