KELAM (Proses Revisi!)

KELAM (Proses Revisi!)
Mommy Ina


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA KISAH KELAM...


...~×~...


..."Tak ada luka yang indah, tak ada juga keindahan dikhianati."...


...~×~...


London, 31 Desember 2015


HARI ini adalah hari pertamanya kembali ke Inggris dan saat ini Claudia sedang duduk bersama dengan seseorang yang sangat berarti bagi hidupnya.


Tanpa dia Claudia tidak akan pernah bangkit, tanpa adanya orang ini mungkin Claudia tidak akan pernah ada dalam dunia ini lagi.


Ethan, laki-laki yang pernah membuatnya celaka pada saat masa kecilnya, dan juga dia juga yang telah menyelamatkan hidupnya.


Sepuluh tahun yang lalu waktu Claudia sedang berada di sekitar pantai yang berada di Inggris.


Claudia terlalu asik dengan pasir pantai tanpa memperdulikan apapun lagi.


Pada saat itu cuaca cukup cerah dan tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh yang cukup besar.


Claudia kemudian tersadar kalau saat ini dirinya sedang berada di dalam gulungan ombak yang cukup besar.


Kemudian kurang dari dua menit tiba-tiba saja sepasang tangan memeluknya erat seolah tak peduli berapa lama dirinya akan terhuyung ke sana kemari yang terpenting adalah Claudia tidak lepas dari pelukannya.


Setelah hampir lima menit berada di dalam gulungan ombak akhirnya Claudia dan seseorang yang saat ini memeluknya terseret hingga ke pesisir pantai.


Claudia hampir kehabisan napas sehingga membuatnya begitu lemas dan tak kuasa menahan air matanya.


Maut berada di hadapannya, tak kuasa menahan tangisnya hingga akhirnya Claudia tersadar kalau tadi tidak ada yang memeluknya mungkin saja Claudia sudah tidak selamat.


Claudia mencoba untuk membuka matanya perlahan dan melihat sekitar, semuanya gelap, badannya terasa kaku, kulitnya seolah tertimpa begitu banyak benda tajam, perih, dingin, semuanya menjadi satu.


Sampai akhirnya Claudia memutuskan untuk terdiam sejenak sehingga membuatnya jauh lebih tenang. Sampai akhirnya Claudia dapat melihat dengan jelas walaupun sedikit kabur tetapi setidaknya Claudia bisa melihat ada dimana dirinya sekarang.


Claudia terus mengerjap-ngerjapkan matanya sampai penglihatannya kembali pulih dan akhirnya Claudia tahu kalau tadi dirinya terseret ombak karena asik bermain di pesisir pantai sehingga tiba-tiba saja ombak memakannya dengan begitu dahsyat.


Jika saja laki-laki itu tidak memerlukannya mungkin saja Claudia saat ini sudah mati, karena Claudia hampir kehabisan napas dan laki-laki itu memeluknya kemudian membawa Claudia berenang mengikuti arus sampai akhirnya Claudia berada di sini.


Claudia menoleh ke samping dan melihat laki-laki yang terpejam sambil terus memeluknya. Bibirnya biru, Claudia takut dia dehidrasi dan Claudia bingung harus minta tolong kepada siapa karena saat ini Claudia berada di sebuah pulau yang Claudia sendiri tidak tahu pulau ini sama sekali.

__ADS_1


"TOLONG! TOLONG! TOLONG!" Claudia terus mencari bantuan sampai akhirnya ada seseorang yang datang dan membawa dirinya dan laki-laki ini ke klinik terdekat menggunakan perahu sederhana miliknya.


"Apakah Anda baik-baik saja nona?" Tanya wanita paruh baya yang saat ini sedang mendayung perahu.


Claudia hanya menganggukkan kepalanya lemas dan mencoba untuk sedikit tersenyum dengan susah payah.


"Bersabarlah, semoga kakakmu baik-baik saja." Ucapnya menenangkan sambil tangannya terus mendayung.


Kakak? Kemudian Claudia mencoba untuk memastikan apakah laki-laki yang saat ini sedang tidak sadarkan diri ini setua itu.


"Astaga! ini Ethan." Pekik Claudia sambil menepuk jidatnya yang tertutup rambutnya yang basah.


Usianya dengan Ethan memang terpaut cukup jauh jadi wajar jika Ibu-ibu yang menolongnya menganggap kalau Ethan adalah kakaknya.


Pada saat itu usianya baru menginjak Sepuluh tahun sedangkan Ethan kira-kira sudah tujuh belas tahun jadi wajar jika Ethan seperti kakaknya.


Entah kenapa ketika tahu kalau Ethan yang menolongnya membuat rasa benci Claudia seolah luntur bahkan tak tersisa sedikit pun.


Kurang dari dua puluh menit akhirnya Claudia sampai di daratan dan langsung dibawa oleh ibu yang tadi ke klinik menggunakan mobil angkutan barang yang kemungkinan besar miliknya.


Sampai akhirnya Claudia dan Ethan sampai di klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama karena Claudia takut Ethan makin parah karena tadi keadaan laki-laki itu jauh dari kata baik-baik saja.


Kurang dari lima menit dokter memeriksa dirinya Claudia meminta agar perawat boleh mempertemukan dirinya dengan Ibu yang tadi dan juga Ethan.


"Permisi, Ibu." Panggil Claudia kemudian Ibu tersebut menoleh dan langsung tersenyum.


"Bagaimana keadaan mu nona?" Tanyanya sedikit cemas.


"Aku baik-baik saja Bu, ngomong-ngomong jangan panggil saya nona nama saya Claudia panggil saja Cla." Jelas Claudia sambil tersenyum manis.


"Oh baiklah no- eh Cla." Hampir saja Ibu itu memanggilnya nona lagi.


"Hehe, nama Ibu siapa?" Tanya Claudia sopan.


"Nama saya Emeli Sandrina kamu bisa panggil saya Mommy Ina jika kamu mau." Balasnya.


"Dengan senang hati Mommy Ina." Ucap Claudia sambil memeluknya erat.


"Terima kasih telah menolong ku mom." Ucap Claudia tulus sambil menatap manik biru Mommy Ina.


"Sama-sama Cla, anggap saja kau sudah mengenal dekat dengan ku jadi jangan pernah berterima kasih apalagi minta maaf." Ujarnya tulus.

__ADS_1


"Mommy tinggal di mana?" Tanya Claudia penasaran.


"Mommy dari New York dan sekarang tinggal di Inggris ikut suami." Jawabnya sambil tersenyum.


"Lalu suami Mommy mana?" Tanya Claudia.


Mommy Ina diam, tak ada sedikitpun kata yang terucap, matanya kosong menatap ke arah depan.


"Mommy baik-baik saja kan?" Tanya Claudia cemas.


"Eh, iya Cla ada apa?" Tanya Mommy Ina seperti orang linglung.


"Mommy disini sendiri?" Tanya Claudia sedikit hati-hati karena takut berbicara salah.


"Suami Mommy sudah hampir dua tahun meninggal dunia, kedua anak Mommy pergi meninggalkan Mommy setelah Ayahnya meninggal karena mereka mengira penyebab kematian Ayahnya karena kesalahan Mommy padahal Ayahnya meninggal karena kanker otak stadium lanjut." Jelas Mommy Ina sambil terus menarik napas dalam-dalam dan menutup matanya.


Claudia merasa tidak enak hati karena telah menanyakan hal yang membuat Mommy Ina kembali mengingat lukanya.


"Mom, Claudia minta maaf yah Cla turut prihatin." Ucap Claudia lirih karena takut kalau Mommy Ina akan marah.


"Tidak apa Cla, ketika Mommy melihat mu, Mommy seperti telah mendapatkan anak Mommy kembali." Setelah itu Claudia langsung memeluk Mommy Ina dengan sangat erat.


Claudia merasa telah menemukan kebahagiaannya kembali, kedua orang tuanya yang sudah lama tidak memperdulikan seolah tak ada artinya lagi.


Luka yang selama ini dirinya pendam sekarang mulai melebur bahkan seolah sudah hilang.


Kehadiran Mommy Ina di kehidupan nya membuat hidupnya kembali cerah. Sampai akhirnya Mommy Ina harus pergi meninggalkan dirinya dan Ethan.


Mommy Ina telah menyusul suaminya untuk bertemu dengan Tuhan, saat ini Claudia sudah ikhlas karena Claudia tahu kalau Mommy Ina sudah Bahagia dipangkuan Tuhan.


...~×~...


...TERIMAKASIH TELAH MEMBACA KISAH KELAM...


...Don't forget to vote, Comment and share link nya ke temen-temen kalian...


...And...


...I hope you enjoy reading this story :)...


...Love u guys 😘...

__ADS_1


...Sampai jumpa di next episode bye 😉...


__ADS_2