
...SELAMAT MEMBACA KISAH KELAM...
...~×~...
..."Jangan pernah memberikanku perhatian lebih jika itu hanyalah sebatas rasa kasihan."...
...~×~...
London, 01 July 2017
ETHAN terbangun dari tidurnya pukul 02.45 a.m dengan kepalanya yang benar-benar pusing.
Ethan mencoba untuk memijat kepalanya singkat berharap agar pusingnya segera hilang, dengan susah payah Ethan berjalan menuju ke dapur dengan jalan tertatih.
Dapur seolah begitu jauh dan Ethan selalu saja mengumpat karena telah meletakkan kulkasnya di dapur.
Belum sempat Ethan mengambil air mineral kemasan yang berada di dalam kulkas tiba-tiba saja telinganya menangkap suara dengkuran halus dari arah ruang tengah.
Apartemennya cukup besar bahkan itu bukan seperti Apartemen biasa lebih tepatnya itu adalah penthouses.
Ethan memilih untuk mengurungkan niatnya mengambil minum dan lebih memilih untuk mendekati suara itu, ruang tengah pada malam hari seperti ini sangat gelap dan hanya ada penerangan dari laptop yang berada di atas meja yang berada di depan sofa yang berada di ruangan itu.
Ethan berjalan mengendap-endap menuju sofa dan melihat siapa yang sedang berada di penthouses miliknya.
Seorang gadis sedang tertidur pulas di atas sofa besar miliknya dengan bertumpu pada kedua tangannya gadis itu seolah tak peduli dengan beban hidupnya yang semakin hari semakin berat.
Claudia, gadis itu adalah Claudia dan laptop yang berada di atas meja adalah milik Claudia.
Jadi kemungkinan besar kalau yang mengantarkan dirinya pulang adalah Claudia.
Tetapi seingat Ethan malam tadi bukan seorang gadis yang membawanya pulang melainkan kedua laki-laki yang samar-samar Ethan lihat.
Suara keduanya begitu familiar dan mungkin juga kalau yang mengantarkannya pulang adalah temannya yang pada saat itu sedang berada di Club.
Tetapi, sedang apa gadis ini? Pakaian yang dikenakan Claudia juga bukan pakaian minim yang sering digunakannya ketika bekerja di Club jadi kemungkinan kalau gadis itu tidak ada di sana.
Ethan merasa sedikit lega jika bukan Claudia yang mengantarnya pulang karena jika gadis itu mengetahui bahwa Ethan pada saat itu sedang bersama dengan Ariana, pelacur nakal yang selalu saja mengganggunya.
__ADS_1
Secara naluriah tiba-tiba saja mengulurkan tangan kanannya untuk membelai lembut rambut gadisnya penuh sayang dan sama sekali tidak pernah terlintas di benaknya untuk melukai perasaan gadis ini.
"Semoga mimpi indah cantiknya Ethan." Setelah itu Ethan memutuskan untuk pergi ke kamarnya untuk mengambil selimut dan bantal agar ketika Claudia bangun nanti kepalanya tidak pusing dan juga tidak kedinginan.
...~×~...
Claudia terbangun ketika merasakan ada seseorang yang sedang mengelus-elus rambut kepalanya dengan lembut.
Claudia ingin membuka matanya tetapi seolah ada energi lain yang memaksanya untuk tetap tertutup, tetapi Claudia tahu siapa yang sedang mengelus rambutnya dan Claudia juga merasa tidak keberatan dengan hal tersebut.
Tetapi setelah itu seseorang itu melakukan hal yang diluar kendalinya dan Claudia tidak paham apa yang ada dipikiran orang tersebut saat melakukan hal itu.
Ethan, laki-laki sudah biasa mengacak-acak atau mengelus rambutnya tetapi malam tadi laki-laki itu menciumnya dengan begitu lembut dari mulai kening kemudian turun di kedua kelopak matanya lalu kedua pipinya dan yang paling mengejutkan adalah ketika Ethan berani mencium bibir Claudia.
Claudia ingin menanyakan hal tersebut tetapi seperti biasa, lidahnya keluh dan hatinya juga tidak memahami apa sebenarnya yang terjadi.
"Bisakah kau memperlakukanku seperti teman biasa saja?" Ingin rasanya mengatakan itu tetapi hatinya selalu kalah dengan otaknya.
Lagi-lagi Claudia memikirkan kata-kata keramat yang minggu lalu Clara ucapkan.
Claudia baru saja pulang dari sekolahnya dan memutuskan untuk pergi ke Café yang berada tidak jauh dari Apartemennya tetapi tiba-tiba saja Clara muncul dari dalam kamarnya dan mencegatnya.
"Cla kau ingin kemana?" Tanya Clara saat melihat Claudia.
"Ingin ke Café Ra tumben kamu nanya ada apa?" Tanya Claudia penasaran.
"Mau apa ke Café?" Tanya Clara menyelidik.
Claudia hanya bisa menghela napasnya kasar dan mulai mendengus kesal karena lagi-lagi sifat adiknya yang selalu ingin tahu kembali muncul.
"Aku ingin bertemu dengan Ethan Ra, kenapa?" Tanya Claudia dengan tatapan dinginnya.
"Mau ngedate?" Tebak Clara yang langsung membuat Claudia kaget bukan main.
"Matanya jangan melotot gitu serem." Ucap Clara bergidik ngeri ketika melihat Claudia melotot ke arahnya.
"Maksudmu apa?" Tanya Claudia tak suka dengan perkataan adiknya barusan.
__ADS_1
"Bukankah kalian begitu dekat? Terlebih lagi perhatian Ethan begitu berbeda Cla." Jelas Clara.
"Berbeda? Maksudmu berbeda seperti apa?" Tanya Claudia penasaran.
"Ethan itu tipikal orang yang kaku dan tidak pernah tersenyum tetapi ketika bersama denganmu dia begitu manis dan perhatian, kau ingat waktu Ethan mengambil buku mu delapan tahun yang lalu?" Tanya Clara.
"Tentu saja, kemudian Aku melempar sepatuku." Jawab Claudia sambil tersenyum geli ketika mengingat betapa kejamnya dirinya terhadap seseorang yang saat ini membuatnya bahagia.
"Apa Ethan marah?" Tanya Clara dan Claudia hanya menggelengkan kepalanya singkat kemudian Clara kembali bertanya "Tetapi kau ingat waktu Aku menginjak kakinya waktu di acara ulang tahun perusahaan Ayah sembilan tahun yang lalu?"
"Dia langsung memarahi mu di depan banyak orang." Ujar Claudia sambil menatap adiknya bingung sebenarnya apa tujuan Clara mengungkit masa lalu.
"Itulah sebabnya mengapa Aku berasumsi kalau Ethan menyukaimu Cla." Ucap Clara penuh semangat.
"Tapi itu hanya asumsi mu Ra, sudahlah Ra Aku sudah telat kasian Ethan sudah menunggu." Setelah itu Claudia langsung pergi meninggalkan Clara.
Dalam perjalanan menuju Café Claudia tak bisa melupakan kata-kata Clara dan membuat suasana hari itu benar-benar berbeda dengan hari-hari sebelumnya.
Dan malam tadi mungkin itu adalah malam terakhirnya bersama dengan Ethan karena Claudia dan Clara akan segera pindah ke California bersama dengan Axel dan Jennie.
Axel dan Jennie menawarkan akan menyekolahkan keduanya dan tentunya Claudia tidak akan menerima hal tersebut tetapi sepertinya jurus jitu Jennie berhasil mengelabuhi Claudia sehingga gadis ini mau ikut ke California.
Tetapi Claudia tak akan menerima hal tersebut hanya dengan cuma-cuma tetapi Claudia mengajukan sebuah syarat agar dirinya bisa bekerja seperti biasa di Club Malam yang ada di sana mungkin bukan sebagai DJ tetapi sebagai profesi yang lainnya seperti bartender mungkin, intinya apapun yang memang dibutuhkan di sana.
...~×~...
...TERIMAKASIH TELAH MEMBACA KISAH KELAM...
...Don't forget to vote, Comment and share link nya ke temen-temen kalian...
...And...
...I hope you enjoy reading this story :)...
...Love u guys 😘...
...Sampai jumpa di next episode bye 😉...
__ADS_1