
...SELAMAT MEMBACA KISAH KELAM...
...~×~...
...“Suatu hari nanti akan ada rindu yang tak mampu Aku ungkapkan.”...
...~×~...
California, 29 Agustus 2018
SUDAH hampir dua jam penuh Claudia berkutat dengan laptopnya dengan jari jemarinya yang sibuk menari di atas keyboard laptop miliknya itu.
Tugas kuliahnya benar-benar membuat gadis berdarah Inggris itu merasa jengah dengan begitu banyak tulisan yang bertengger di layar laptopnya.
Sehingga membuat Claudia lupa kalau sudah sejak kemarin Claudia tidak memegang ponselnya.
Sekarang sudah hampir pukul tiga sore dan hari ini California lagi-lagi diguyur hujan badai sehingga membuat Claudia tidak bisa pergi kemanapun.
Ting.. Tong..
Tiba-tiba saja bel Apartemennya berbunyi tanda kalau ada seseorang yang datang untuk menemuinya.
Ceklek..
Claudia langsung membukakan pintu tanpa melihat dulu di celah yang berada di pintu.
Terlihat seorang laki-laki yang memunggunginya, laki-laki itu terlihat tidak asing bagi Claudia walaupun hanya terlihat punggungnya yang tegap.
"Ethan?" Tanya Claudia.
Laki-laki tersebut menoleh dan benar ternyata laki-laki tersebut adalah Ethan, kekasihnya yang sudah dari kemarin tidak diberi kabar.
"Kamu lagi ngapain?" Tanya Ethan.
"Aku lagi ngerjain tugas kuliah, maaf dari kemarin Aku tidak memegang ponsel." Ujar Claudia tidak enak hati.
Ethan hanya tersenyum melihat tingkah laku Claudia yang seperti takut dimarahi olehnya.
"Enggak papa, Aku enggak diajak masuk?" Tanya Ethan.
"Oh iya, Ayo masuk." Ucap Claudia sambil menggenggam tangan besar Ethan.
"Kamu tinggal di Apartemen ini sudah lama?" Tanya Ethan.
"Aku tinggal di Apartemen kalau hari kuliah saja Ethan, kalau Aku tidak ada jadwal kuliah Aku tinggal di mansion Axel." Balas Claudia sambil berjalan ke arah dapur untuk membuatkan minuman untuk Ethan.
Kurang dari lima menit kopi kesukaan Ethan sudah siap dan tak lupa pula dengan makanan ringan yang berada di dalam laci dapur Claudia sajikan untuk kekasihnya itu.
"Nih minum dulu kamu pasti capek kan?" Ucap Claudia sambil memindahkan makanan ringan dan minumannya dari nampan ke atas meja ruang tengah.
Ethan tersenyum kecil sambil meminum kopi buatan Claudia, rasanya masih tetap sama.
__ADS_1
Dulu waktu di Inggris Claudia sering membuatkannya minuman seperti kopi ataupun teh dan Ethan sudah pasti akan menyukainya karena Claudia memang sangat berbakat menjadi bartender.
"Tugas kuliahnya masih banyak?" Tanya Ethan sambil menatap manik cokelat Claudia.
Claudia hanya menganggukkan kepalanya singkat ketika mengingat betapa banyaknya tugas kuliah yang harus dirinya selesaikan.
"Bantuin dong." Ucap Claudia sambil tersenyum jahil.
Ethan yang melihat tingkah Claudia hanya menggelengkan kepalanya sambil mencubit pipi Claudia yang semakin chubby.
"Ih, sakit Ethan." Aduh Claudia sambil memanyunkan bibirnya.
"Maaf," Ucap Ethan sambil mengelus pipi Claudia yang tadi dirinya cubit.
Setelah itu Claudia langsung bersandar pada bahu Ethan sambil memainkan jemari Ethan yang digenggamnya itu.
"Handphone kamu mati?" Tanya Ethan sambil mengelus rambut panjang Claudia menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya sedang berada di genggaman gadisnya.
"Enggak tahu, dari kemarin Aku lagi enggak megang handphone Ethan." Jelas Claudia.
"Ambil laptopnya mau? biar sekalian kamu cari handphone kamu kalau mati kamu charger." Pinta Ethan dan Claudia langsung bangkit dari tempat duduknya untuk mengambil laptop dan handphonenya.
Setelah sampai di dalam kamarnya Claudia langsung mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya dan ternyata handphonenya mati Claudia langsung mencharger ponselnya kemudian mengambil laptopnya dan kembali ke ruang tengah untuk menemui Ethan.
"Ini, handphonenya mati." Jelas Claudia sambil meletakkan laptop miliknya di atas meja yang berada di ruang tengah.
"Udah di charger?" Tanya Ethan sambil melihat layar laptop milik Claudia.
Setelah itu keduanya langsung sibuk dengan dunianya, Ethan yang sibuk membantu tugas kuliah kekasihnya dan Claudia yang sibuk bersandar di bahu Ethan sambil memperhatikan tugasnya.
Ethan benar-benar multi talent tugas apapun yang tidak Claudia mengerti bisa Ethan kerjakan dengan sangat mudah sejak Claudia SMA Ethan lah yang membantu tugas-tugasnya.
...~×~...
Sudah hampir pukul Lima sore tetapi Ethan masih berkutat dengan laptop Claudia dan hal itu membuat Claudia merasa tidak enak hati karena perjalanan Ethan dari Inggris ke California juga cukup jauh.
Walaupun menggunakan pesawat tetapi tetap saja Ethan pasti lelah dan sesampainya di California bukannya bersenang-senang tetapi malah mengerjakan tugas kuliahnya yang belum selesai.
"Ethan kalau masih banyak udahan aja, nanti biar aku yang lanjutin yah." Bujuk Claudia karena merasa bersalah karena telah menyuruh Ethan untuk mengerjakan tugas kuliahnya padahal tadi Claudia tidak serius meminta tolong kepada kekasihnya itu.
"Bentar lagi Cla kamu nih kaya enggak biasanya aja deh." Canda Ethan.
Claudia yang mendengar hal tersebut malah merasa semakin tidak enak.
"Selesai." Ucap Ethan sambil merenggangkan kedua tangannya.
"Capek yah? Sini Claudia pijat." Ucap Claudia sambil menyuruh Ethan untuk menyamping agar memudahkan Claudia untuk memijat Ethan.
"Enggak usah Cla, kau ini berlebihan sekali." Ucap Ethan sambil kembali menghadap ke arah Claudia.
Ethan menatap wajah cantik Claudia sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
"Lagian Aku kan jadi enggak enak hati sama kamu." Jujur Claudia.
"Tuh kan Aku enggak suka deh kalau kamu kayak gini, Aku tuh seolah-olah bukan siapa-siapanya kamu tau gak si!" Ucap Ethan tidak suka dengan perilaku Claudia yang selalu saja merasa tidak enak kan.
"Iyah ih maaf E bukan gitu maksudnya." Ucap Claudia sambil menundukkan kepalanya.
"Maaf untuk apa sayang?" Tanya Ethan sambil mengelus puncak kepala Claudia yang langsung membuat pipi Claudia memerah seperti udang rebus.
Perbuatan Ethan membuat Jantung Claudia tiba-tiba saja berdegup kencang mendengar Ethan memanggilnya dengan sebutan 'sayang' seperti itu.
"Ethan jangan manggil aku kayak gitu, Aku malu." Ucap Claudia sambil tersipu.
Ethan yang melihat hal tersebut benar-benar membuat Ethan tidak bisa menahan diri untuk memeluk gadisnya dan membawanya kembali ke Inggris untuk tinggal bersama dengannya.
"E?" Panggil Claudia.
"Hmm, kenapa?" Tanya Ethan lembut.
"Mau makan?" Tawar Claudia.
"Kamu yang masak atau mau makan di luar?" Tanya Ethan.
"Kamu maunya gimana? Aku yang masak atau beli di luar?" Tanya Claudia balik.
"Kamu yang masak aja gimana? Udah lama banget Aku enggak makan masakan kamu." Balas Ethan.
"Oke, Kamu tunggu yah jangan ngikut ke dapur ntar malah enggak jadi masak." Sindir Claudia.
"Hehe ok." Setelah itu Claudia langsung pergi menuju ke dapur untuk memasak sup ayam kesukaan Ethan.
"Cla Aku mau pinjam handphone kamu boleh?" Tanya Ethan.
"Ambil saja di kamar E." Balas Claudia.
"Oke." Setelah itu Ethan langsung pergi menuju ke kamar Claudia.
...~×~...
...TERIMAKASIH TELAH MEMBACA KISAH KELAM...
...Don't forget to vote, Comment and share link nya ke temen-temen kalian...
...And...
...I hope you enjoy reading this story :)...
...Love u guys 😘...
...Sampai jumpa di next episode bye 😉...
__ADS_1