KELAM (Proses Revisi!)

KELAM (Proses Revisi!)
Keluarga


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA KISAH KELAM...


...~×~...


..."Aku akan selalu menyuarakan suaraku hanya kepada orang-orang yang peduli terhadapku, tidak berlaku untuk mereka yang hanya bisa mencaci maki ku."...


...~×~...


London, 02 Februari 2016


SETELAH pulang dari Apartemen milik Ethan Claudia tidak langsung pulang ke Apartemennya karena masih ada urusan yang harus dirinya selesaikan.


Club Malam Yang terletak di bagian timur Kota London terlihat cukup ramai malam ini terlebih lagi cuaca malam ini cukup mendukung untuk pergi ke tempat ini.


Karena sudah mengenal penjaga yang berada di depan pintu masuk Club Claudia langsung menyapanya sambil tersenyum manis.


Walaupun sebenarnya anak usia enam belas tahun sepertinya sudah melanggar aturan Club ini tapi karena Claudia mengenal sang pemilik Club akhirnya Claudia dibolehkan untuk datang kapanpun saja.


Setelah menyapa penjaga Club Claudia langsung masuk ke dalam Club untuk menemui Axel dan Jennie yang sudah menunggunya di dalam.


Tanpa perlu mencari keberadaan kedua temannya Claudia langsung menuju ke arah bartender yang sedang meracik minuman.


"Smith, aps kau melihat Axel?" Tanya Claudia kepada bartender tampan itu.


"Dia berada di atas bersama dengan Will, Cla." Jelasnya sambil menunjuk ke arah tangga yang berada di samping kiri tempat dirinya bekerja.


Claudia mengangguk-angguk sambil berjalan ke arah yang ditunjuk tak lupa pula Claudia mengucapkan terimakasih kepada Smith.


Jangan heran jika Claudia hampir mengenal seluruh pekerja yang berada di Club ini karena sudah sering sekali dirinya kemari bahkan hampir setiap malam Claudia datang.


Setelah sampai di lantai atas akhirnya Claudia dapat menemukan kedua sejoli yang sedang duduk di bangku yang tersedia di Club itu.


"Hey!!! berhentilah memadu kasih di sini, Aku masih terlalu muda untuk menyaksikan ini." Gurau Claudia dan langsung membuat keduanya terkekeh melihat tingkah laku gadis kecil itu.


"Kemarilah Cla, kita sedang membicarakan tentang seseorang yang telah mengganggumu kemarin." Ucap Jennie sambil tersenyum manis kearahnya.


"Je, bagaimana jika Will tahu soal kekasihnya itu?" Tanya Claudia sambil berjalan ke arahnya.


"Will sudah tahu, tadi dia kemari bersama dengan Jordan." Jelas Axel sambil merangkul pundak Claudia yang duduk di sampingnya.


Jennie tidak merasa cemburu sama sekali dengan tingkah laku Axel kepada Claudia karena mereka berdua sudah seperti kakak beradik yang sudah lama tidak bertemu jika dipertemukan.


"Menurutmu, mengapa Niana berniat untuk mencelakakan Ara?" Tanya Claudia.


"Mungkin, karena Niana tahu kalau Clara adalah kelemahan mu." Ujar Jennie sambil meminum minuman yang sejak tadi berada di meja bundar didepannya.


"Apa alasan Niana ingin membuat diriku hancur? Tanya Claudia heran karena Claudia juga merasa tidak pernah membuat masalah kepada gadis berdarah Jerman itu.


Jennie dan Axel hanya mengangkat bahunya tanda kalau mereka pun tidak tahu apa alasannya.


"Apa mungkin, karena Aku dan William sering bersama?" Tanya Claudia.

__ADS_1


Jika benar itu karena dirinya sering bersama dengan William menjadi alasan utama Niana ingin menyakiti Clara Claudia berjanji mulai saat ini dirinya akan menjauh dari William walaupun mereka berdua sudah lama menjalin teman dekat.


"Mungkin." Jawab Axel singkat.


"Ax, kurasa Niana cemburu dengan Cla karena memang Cla jauh lebih cantik daripada wanita Jerman itu." Ucap Jennie kesal.


Karena selama ini yang menentang keras hubungan William dengan Niana hanyalah Jennie dan jika William datang bersama dengan kekasihnya itu sudah pasti Jennie akan langsung pergi meninggalkan Club.


“Aku ingin bertanya Padamu Je." Ucap Claudia sambil menatap manik biru milik Jennie.


"Apa yang ingin kamu tanyakan sayang?" Tanya Jennie sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Mengapa kau sangat tidak menyukai Niana? Bahkan kau terkesan membencinya." Tanya Claudia jujur karena Claudia benar-benar penasaran apa alasan dibalik ketidaksukaan Jennie terhadap Niana.


"Yah, karena dia telah mencelakai adikku." Balasnya singkat.


Claudia bukannya tidak memahami perasaan Jennie yang terlalu menyayangi dirinya namun menurut Claudia tidaklah baik jika terus berprasangka buruk terhadap seseorang.


"Aku yakin bukan itu alasanmu Je, tapi ya sudahlah Aku ingin makan." Ucap Claudia tidak mempercayai ucapan Jennie.


Axel yang mendengar hal itu langsung tertawa karena Jennie saja tidak pernah menyuarakan suara ketika dirinya lapar tapi gadis yang satu ini memang berbeda itulah sebabnya mengapa Axel menyukai gadis ini.


Bukan suka sebagai kekasih tapi Axel suka kepada Claudia karena dirinya manis dan menyenangkan untuk dijadikan sebagai adik lebih tepatnya.


"Ax," Panggil Jennie sambil melihat Claudia yang semakin menjauh.


"Ya." Balas Axel singkat.


"Aku sepertinya menyukai gadis kecil itu." Ucap Jennie sambil tersenyum ke arah tangga.


Axel yang mendengar hal tersebut pun langsung menatap kekasihnya kaget bukan main.


Apa mungkin jika kekasihnya itu mulai menyukai sesama jenis, ya ampun jika benar gagal sudahlah acara pernikahannya tahun depan, pikir Axel.


"Really Je! Kau mulai menyukai sesama jenis?" Tanya Axel sambil menatap kekasihnya.


"Hey! Kau ini bukan itu maksudku Ax." Bantah Jennie tak terima dengan pemikiran Axel.


"Lalu apa maksudmu Je?" Tanya Axel lagi.


"Aku memang menyukai Cla bahkan menyayanginya—"


"Stop!!!" Potong Axel.


"Hey! Dengarkan aku dulu bodoh!" Bentak Jennie kesal.


"Okay!" Pasrah Axel.


"Aku menyukai Cla karena dia itu manis, bahkan aku juga menyayanginya tapi bukan sayang seperti aku menyayangimu Ax, tapi Aku menyayanginya seperti kau menyayanginya." Jelas Jennie.


"Maksudmu apa sebenarnya Je aku tak memahaminya?" Tanya Axel gemas karena sejak tadi Jennie hanya mutar-mutar perkataan nya saja.

__ADS_1


"Aku menyayangi Cla sama seperti kau menyayanginya juga Axel! Aku menganggap Cla seperti adikku, terkadang aku merasa kasian kepada orang tuanya Cla." Ujar Jennie.


"Why?" Tanya Axel yang masih tak memahami maksud kekasihnya itu.


"Ya, karena mereka telah membuangnya dengan sangat bodoh, mereka tidak sadar kalau ternyata yang mereka buang adalah sebuah berlian paling berharga." Jelas Jennie sambil tersenyum manis kearah kekasihnya itu.


"You're so sweet Je." Setelah itu Axel langsung memeluk kekasihnya dengan sangat erat seolah takut jika Jennie akan hilang.


Sementara ditempat lain Claudia sedang sibuk memarahi Smith karena sejak tadi tidak melayaninya dan sibuk dengan gadis-gadis centil yang menggodanya.


"Smith! Buruan buatkan minuman untukku!" Seru Claudia kesal.


Smith yang mulai melihat kekesalan temannya itu akhirnya segera membuatkan minuman yang sejak tadi Claudia inginkan.


"Ingat jangan ada alkohol dalam minumanku!" Pinta Claudia memperingati.


"Iya Cla aku sudah paham itu." Balas Smith singkat kemudian langsung membuatkan minuman untuk sahabatnya itu.


"Buruan Smith rasanya tenggorokanku benar-benar kering karena melihat kau menggoda gadis-gadis itu." Ejek Claudia yang langsung membuat Smith tersenyum geli.


"Cla sepertinya tak ada minuman apapun." Balas Smith dan langsung mendapatkan lemparan tas selempang kulit miliknya.


"Kau cemburu Cla?" Tanya Smith jahil.


"Hah!! Cemburu katamu? Sepertinya kau harus segera bangun Smith." Ucap Claudia Sarkas tetapi tidak menyakiti hati Smith sama sekali.


Terkadang Smith juga tidak memahami hubungan apa yang sebenarnya terjalin antara dirinya dan Claudia.


Karena sejujurnya saat berada di dekat Claudia ia merasakan perasaan yang belum pernah dirasakan sebelumnya namun seketika ia langsung sadar jika ia bersikap demikian hal itu hanya akan memperburuk keadaan dan membuat Claudia semakin jauh darinya sehingga ia mengalihkan hal tersebut dengan bercanda dengan beberapa gadis di bar.


"Ngelamunin apa hayo?" Tanya Claudia mengagetkan lamunan Smith.


"Ganggu aja heran," Setelah itu Smith langsung melanjutkan pekerjaannya yang sempat diganggu oleh Claudia.


Claudia merasa nyaman sekali berada di sini bersama dengan Axel, Jennie, Smith dan beberapa pegawai di bar milik Axel karena baginya disinilah ia bisa mendapatkan kehangatan keluarga yang selama ini ia inginkan.


Perlakuan Axel yang sangat baik sehingga membuat Claudia merasa sangat nyaman dan aman berada di tempat yang menurut banyak orang adalah tempat setan.


...~×~...


...TERIMAKASIH TELAH MEMBACA KISAH KELAM...


...Don't forget to vote, Comment and share link nya ke temen-temen kalian...


...And...


...I hope you enjoy reading this story :)...


...Love u guys 😘...


Sampai jumpa di next episode bye 😉

__ADS_1


__ADS_2