
...SELAMAT MEMBACA KISAH KELAM...
...~×~...
..."Pergi dari segala derita adalah pilihan yang tepat ketika bahagia tak lagi ada.”...
...~×~...
California, 23 Maret 2020
HARI ini adalah hari kelulusan Claudia dan Claudia merasa sangat lega karena perjuangannya selama ini ternyata tidak sia-sia, akhirnya hal yang selama ini ia perjuangkan bisa ia dapatkan walaupun dengan berbagai macam cobaan.
Tugas akhir yang dirinya kerjakan ternyata membuat para dosen terkagum-kagum karena ternyata itu diluar ekspektasi mereka, Claudia lulus dengan predikat terbaik dan hal itu benar-benar membuat Axel dan seluruh orang yang menyayangi dirinya merasa sangat bangga dengan pencapaian yang ia dapatkan.
Tugas itu juga merupakan tugas yang sempat Ethan kerjakan, namun mengingat apa yang laki-laki itu lakukan kepadanya membuat Claudia dengan tanpa berpikir panjang menghapus nya kembali dan mengerjakannya lagi dengan tugas akhir yang jauh berbeda dengan konsep yang Ethan tuliskan.
Satu hari ketika Ethan pulang ke Inggris pada saat itu adalah hari paling menyakitkan bagi Claudia karena hari itu adalah hari dimana Smith menghubunginya dan memberikan kabar terburuknya.
Setelah saudara kembarnya mengkhianatinya tiba-tiba saja Ethan juga mengkhianatinya, semua janjinya itu palsu dan Claudia membenci laki-laki itu selamanya. Pada dasarnya Claudia bukanlah gadis pembenci namun jika ia sekali dikecewakan ia bisa sangat membenci orang itu tanpa pandang bulu apa yang pernah dilakukannya di masa lalu.
Tak akan pernah ada lagi kata maaf yang akan terucap dari mulutnya untuk laki-laki itu, dan Claudia juga tidak lagi menerima maaf yang Ethan ucapkan kala itu.
Malam ini adalah keberangkatan Claudia ke Belanda karena setelah Claudia menceritakan semuanya kepada Axel dan Jennie akhirnya keduanya langsung menyetujui keinginan Claudia untuk pindah kewarganegaraan.
"Cla kau hati-hati di sana jaga dirimu, nanti ketika Aku melahirkan kau harus datang ke California bersama Mommy and Daddy ku mohon." Ucap Jennie.
Jennie dan Axel tentu saja awalnya menolak kerasa keinginannya namun setelah perdebatan yang panjang akhirnya mau tidak mau Axel menyetujui apa yang adiknya inginkan asalkan Claudia merasa bahagia dan tidak lagi merasakan sakit yang disebabkan oleh Ethan.
Axel merasa sangat menyesal karena dulu sempat mendukung hubungan keduanya karena awalnya Axel benar-benar merasa sangat yakin kalau Ethan tidak akan pernah menyakiti perasaan Claudia, namun semua itu nihil.
"Jangan memohon seperti itu, Kau tidak memintanya pun Aku akan datang." Balas Claudia.
Claudia tentu tidak akan melupakan apa yang harus ia lakukan apalagi ketika mengingat kebaikan yang Jennie dan Axel lakukan selama ini benar-benar membuat dirinya merasa tidak enak hati jika harus membuat mereka kecewa dan terluka hanya karena ia menyakiti dirinya sendiri demi laki-laki br*ngs*k yang bahkan entah sedang apa dia saat ini pun Claudia sudah tidak memperdulikannya lagi.
Claudia benar-benar ingin lepas dari segala hal tentang Ethan, ingin bebas dari segala belenggu yang sempat Ethan ikatkan. Claudia merasa ia harus ikhlas dan melupakan segala-galanya yang berbau tentang Ethan agar dirinya tidak lagi merasakan sakit yang sangat amat.
"Hati-hati Cla dan jangan pernah lagi menangis untuk laki-laki manapun karena jodohmu sudah pasti tidak akan membuat mu terluka." Ucap Axel sambil memeluk adiknya.
Jennie dengan berat hati melepas kepergian Claudia, ia benar-benar tidak rela jika ada laki-laki yang melukai perasaan adik iparnya itu. Apalagi ketika mengingat perjuangan Axel selama ini untuk selalu menjaga dan melindungi Claudia dengan sangat amat berhati-hati.
"Terima kasih Kak karena selama ini sudah merawat ku seperti adikmu sendiri." Ucap Claudia karena merasa sangat terharu dengan ketulusan hati Axel untuk merawatnya.
Claudia benar-benar menyayangi Axel dan Jennie juga semua orang yang baik kepadanya. Tentu saja sangat berat melepas semuanya seperti ini, apalagi Mommy and Daddy Axel sudah pasti akan sangat ia rindukan.
"Kau ini memang adikku, jangan bicara lagi seperti itu Aku tidak menyukainya." Setelah itu Claudia kembali memeluk Axel karena Claudia akan berpisah dengannya.
Axel merasa sangat berat hati jika harus melepas kepergian Claudia seperti ini. Namun lagi-lagi ia juga harus memikirkan kebahagiaan Claudia. Karena jika Claudia tetap di sini Axel takut kalau Claudia akan terus mengingat rasa sakitnya dan hal itu akan membuat dirinya ikut merasakan sakit.
"Je jaga kakakku dan calon ponakan ku yah, dan semoga keponakan mirip dengan ku." Setelah itu Claudia langsung pamit dengan keduanya.
Jennie menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku konyol yang menjadi ciri khas bagi Claudia. Air matanya tak kuasa untuk menetes karena sangat berat ia melepaskan kepergian gadis cantik itu.
__ADS_1
"Bye Love you all." Ucap Claudia sambil melambaikan tangannya.
Claudia berjalan menjauh namun tubuhnya tetap melihat ke arah Axel dan juga Jennie yang membuat dirinya harus berjalan terbalik hingga akhirnya ia tak sengaja menabrak seseorang yang membuat dirinya kaget.
"Oh my god sorry." Ucap Claudia kepada laki-laki tampan yang tanpa sengaja ia tabrak.
Laki-laki itupun tidak merasa Claudia melakukan kesalahan namun malah tersenyum ke arahnya. "Oh don't worry." Ucapnya sambil tersenyum hangat ke arah Claudia dan Claudia hanya bisa membalasnya dengan senyum sopan.
"Love you too little sister." Ucap keduanya sambil melambaikan tangan ke arah Claudia dan Claudia pun membalasnya dengan senyuman yang manis.
"Dasar gadis bodoh ada saja yang ia lakukan." Gumam Axel sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku konyol adiknya itu.
Claudia berjalan menjauh dan perlahan pergi meninggalkan keduanya, air matanya tak kuasa untuk ia tahan lagi hingga akhirnya iapun menangis setelah sampai di pintu masuk pesawat. Ia tidak bisa menangis di hadapan Axel dan Jennie karena baginya sangat tidak perlu untuk membagi lukanya.
...~×~...
Belanda, 24 Mei 2020
Claudia sudah sampai di Amsterdam Belanda sekitar satu jam yang lalu dan Claudia lebih memilih untuk tinggal di hotel terlebih dahulu. Paling tidak hanya untuk satu Minggu saja karena Claudia juga belum siap menjelaskan alasan mengapa dirinya memutuskan untuk menetap di Amsterdam.
Claudia juga sudah meminta izin kepada Axel agar dirinya tidak memberi tahukan ibunya terlebih dahulu, biarkan hal itu Claudia sendiri yang menyelesaikan.
"Permisi, Hotel terdekat di sini ada di mana yah?" Tanya Claudia menggunakan bahasa Belanda dengan begitu fasih.
Tak heran jika Claudia sangat mudah untuk mempelajari bahasa-bahasa asing karena itu adalah hal yang mudah bagi Claudia apalagi Claudia sempat les private bahasa asing.
Claudia sudah menguasai hampir lima bahasa mulai dari Bahasa Inggris, Belanda, Indonesia, China dan sedikit paham dengan bahasa Korea.
Claudia juga sempat tinggal di Indonesia pada saat usianya mencapai lima tahun dan Claudia mempunyai cukup banyak teman di sana walaupun pada saat itu Claudia masih sangat belia.
Pada saat Claudia ke Indonesia beberapa tahun lalu juga tak sengaja Claudia bertemu dengan salah satu teman kecilnya yaitu Clarin yang pernah menjadi tetangga sekaligus teman bermainnya pada masa itu.
Daya ingatnya sangat kuat, bahkan Claudia dapat dengan mudah mengingat teman masa kecilnya dan Claudia pasti yang akan menyapa terlebih dahulu karena teman-temannya kebanyakan sudah lupa dengannya.
Tiba-tiba saja ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk.
Ethan Fernandez Adriano is calling..
Tanpa berpikir panjang Claudia langsung mengangkat panggilan tersebut tanpa berpikir bahwa hal itu sudah pasti akan berdampak buruk untuk kedepannya.
"Halo Cla kau mendengar suaraku?" Terdengar suara bariton Ethan dari sebrang sana.
Claudia sebenarnya bisa saja menolak panggilan itu namun ia tidak ingin melakukannya karena baginya hubungan ia dengan Ethan adalah hubungan antara orang dewasa yang memang harus di selesaikan baik-baik.
"Halo, ada apa?" Tanya Claudia tanpa beban berbeda dengan sebelumnya karena saat ini Claudia sudah benar-benar ikhlas.
Claudia berbicara dengan Ethan sudah tanpa beban lagi karena akhirnya ia memilih untuk ikhlas dan melepaskan segalanya tentan Ethan.
"Cla kau dimana? Aku mencari mu." Ucap Ethan, terdengar sedikit cemas dari ucapannya.
Claudia menghembuskan nafasnya panjang sambil memejamkan matanya, hatinya masih terasa sangat sakit namun ia berusaha untuk melupakan itu sejenak dan berbicara dengan baik kepada laki-laki yang sedang berbicara dengan nya dari balik telepon ini.
__ADS_1
"Kau tak usah lagi memikirkan ku Ethan, Aku sudah bahagia di sini tanpa orang-orang yang selalu berusaha untuk menyakiti ku." Balas Claudia dengan nada normal seperti tidak ada masalah sedikitpun.
"Cla jangan bersikap seperti ini ku mohon, aku ingin bertemu dengan mu Cla." Pinta Ethan.
Ethan terdengar sangat panik dari suaranya, namun Claudia sudah merasa muak dengan semuanya dan lebih memilih untuk tidak menghiraukan itu lagi agar ia tidak kembali jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.
"Ku rasa tak ada lagi yang perlu kita bicarakan E, Ku harap kau bahagia di sana E dengan pilihan mu." Claudia mencoba untuk menahan tangisnya hingga membuatnya menarik napas panjang sambil memejamkan matanya sesaat untuk menenangkan hatinya.
"Aku tahu aku salah karena telah merahasiakan perjodohan ku dengan Vinnie tapi ku mohon aku ingin bertemu dengan mu walaupun hanya sebentar saja, aku tidak akan pernah bisa berpaling dari mu Cla." Ucap Ethan tulus.
"E sudahlah aku lelah aku butuh istirahat karena hatiku butuh istirahat setelah banyak penghianatan, lebih baik kau juga istirahat di sana E karena aku benci melihat mu lemah." Setelah itu Claudia langsung memutuskan sambungannya secara sepihak.
Claudia menghela napasnya panjang, pikirannya tiba-tiba saja teringat akan ucapan terakhir Ethan soal dirinya yang tidak akan pernah bisa berpaling tapi faktanya Ethan dengan wanita di Café pada saat itu sangat mesra dan Ethan tahu kalau Claudia melihat kejadian itu.
Bahkan Ethan tidak mengejar Claudia sama sekali pada saat itu sehingga membuat hatinya merasakan sakit yang amat dalam, pada saat itu Claudia berharap setidaknya Ethan mengejar nya walaupun hanya untuk mengucapkan kata maaf. Namun tentu saja semua itu tidak pernah terjadi.
Luka di hatinya sangat sulit untuk disembuhkan lagi walaupun dengan obat semahal apapun tentunya tidak akan bisa mengobatinya.
Claudia langsung mencari hotel atau penginapan terdekat untuk beristirahat dan membersihkan diri.
Setelah sampai di penginapan Claudia langsung memesan satu kamar untuk satu Minggu penuh.
"Claudia." Claudia yang merasa namanya di panggil pun menoleh ke arah sumber suara.
"Clarin? Ya ampun kau kemana saja?" Tanya Claudia.
"Seharusnya aku yang bertanya kau ini kemana saja? tak pernah lagi ke Indonesia." Ujar Clarin sambil memeluk teman kecilnya.
Hubungannya dengan Clarin itu memang sangat dekat karena mereka sering bersama pada saat Claudia tinggal di Indonesia bahkan hampir setiap hari.
"Kau sedang apa di sini Cla?" Tanya Clarin.
"Aku sekarang pindah ke Amsterdam Rin, kau sendiri?" Tanya Claudia.
"Aku tinggal di sini Cla karena sedang menyelesaikan program study kedokteran Cla." Balas Clarin dengan senyum manisnya.
Claudia masih tidak menyangka akan bertemu dengan teman kecilnya di sini, di Negara kincir angin ini.
...~×~...
...TERIMAKASIH TELAH MEMBACA KISAH KELAM...
...Don't forget to vote, Comment and share link nya ke temen-temen kalian and I hope you enjoy reading this story :)...
...Love u guys 😘...
...Sampai jumpa di next episode bye 😉...
...~×~...
Instagram : @Yraeni_
__ADS_1